Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 101 : Gejolak Kota Perbatasan Shendu


__ADS_3

Pendekar dari Menara Pilar Hitam sudah memenuhi bukit yang ada di atas Kota Shendu. Suara pertempuran dari benturan senjata memenuhi malam di kota perbatasan.


Kelompok Menara Pilar Hitam datang bersama seluruh anggotanya yang tersisa. Jumlah mereka melebihi seratus pendekar, dan semuanya telah mencapai pendekar hitam.


Xu Hu dan Ling Shan adalah dua pendekar bumi yang menjadi pilar utama dari Menara Pilar Hitam. Kekuatan tempur Menara Pilar Hitam jauh di atas Asosiasi Pedang Hati yang sekarang menyergap mereka. Enam Tetua Menara Pilar Hitam telah mencapai pendekar suci, dan itu hanya mampu ditahan oleh Patriark dari Sekte Bukit Angin, Sekte Lembah Air dan Sekte Pedang Langit.


Ye Xiaoya segera mendaratkan tebasan pada pendekar Menara Pilar Hitam. Kemudian tatapan matanya tertuju pada Xu Hu dan Ling Shan yang sedang mengamati pertarungan dari atas langit.


“Dua pendekar bumi...” Ye Xiaoya bisa melihat kedua pria yang sedang terbang telah mencapai pendekar bumi lebih lama dari dirinya, “Sebisa mungkin aku akan membunuh salah satu dari kalian!”


Ye Xiaoya bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang leher Xu Hu, tetapi kedua tebasan pedangnya disambut Ling Shan dengan pisau kecil.


“Ketua Sekte, biarkan aku yang melawannya. Wajahnya tidak asing, aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat...”


Ling Shan segera melempar puluhan pisau yang dilapisi tenaga dalam pada Ye Xiaoya.


“Aku akan menemui Gu Ao. Sepertinya terjadi sesuatu di kota.” Xu Hu menyipitkan matanya sebelum terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Shendu.


Ye Xiaoya berniat menahannya, tetapi tidak mudah karena Ling Shan selalu menghadang pergerakannya.


“Tidak ada pilihan lain!” Ye Xiaoya melakukan gerakan tipuan dan bergerak cepat mengejar Xu Hu.


Ye Xiaoya tidak akan membiarkan Xu Hu ataupun Ling Shan membantu Gu Ao. Satu-satunya yang menjadi pilihannya adalah menahan keduanya di luar Kota Shendu.


“Sepertinya Gu Ao sedang bertarung dengan seseorang. Baiklah, sekarang aku akan mengamatimu bertarung melawan tangan kananku ini...” Xu Hu sangat percaya diri jika rencananya berada di atas angin.


Memang penyergapan yang dilakukan Asosiasi Pedang Hati berjalan lancar, tetapi bagi Xu Hu dan Ling Shan, semua itu bukanlah hambatan.

__ADS_1


“Ketua Sekte cukup simpan tenaga untuk menikmatinya. Aku pastikan dia akan jadi santapan terlezat karena telah mencapai pendekar bumi.” Ling Shan segera melepaskan puluhan jarum dan pisau kecil ke arah Ye Xiaoya.


Melihat cairan yang ada di jarum, Ye Xiaoya memilih menghindar daripada menangkisnya. Setelah melihat arah lemparan Ling Shan yang berubah-ubah, akhirnya Ye Xiaoya memperdekat jarak dan memaksa Ling Shan untuk melakukan pertarungan jarak dekat.


Di sisi lain, Xu Hu mengamati Gu Ao yang menggunakan kekuatan pemberian Mao Gang. Tak pernah disangka, orang seperti Gu Ao akan menggunakan kekuatan tersebut.


‘Tidak ada yang mengetahui cara membuat pil yang diberikan Penguasa Pulau Iblis Tengkorak. Satu-satunya cara agar dapat menjadi bagian Pulau Iblis Tengkorak, aku harus memanfaatkan Gu Ao yang berniat menguasai Hutan Emas dan Reruntuhan Kristal.’ Xu Hu menyeringai dan mengamati pertempuran.


Dalam waktu yang sama, Jing Yang dan Gu Ao bertukar serangan dengan hebat. Jing Yang melakukan serangan beruntun tanpa henti dan Gu Ao juga melakukan hal yang sama. Benturan pedang yang dipenuhi energi pedang membuat gelombang kejut dan hembusan angin yang kencang.


Jing Yang memperhatikan pergerakan Gu Ao yang agresif. Tidak ada celah sama sekali, walau berhasil memberikan luka tebasan, namun Gu Ao terlihat tidak kesakitan seolah-olah dia kehilangan perasaan akan rasa sakit.


“Aku tidak mengerti secara keseluruhan. Tetapi orang yang memberikanu pil ini pernah berkata bahwa orang yang menelannya akan kehilangan emosi akan rasa sakit.” Gu Ao menyeringai dan melepaskan tebasan tajam, “Bahkan aku merasa sangat spesial karena tidak dapat merasakan sakit setelah menelan pil ini! Kekuatan ini sangat luar biasa!”


Jing Yang memblokir tebasan pedang Gu Ao dengan kedua pedangnya. Perkataan Gu Ao, tidak sejalan dengan pemikirannya. Untuk seseorang yang tumbuh dengan rasa sakit, Jing Yang justru merasa lebih hidup. Rasa sakit mengajarkannya dan membuka pandangannya terhadap dunia.


Tidak hanya mempercepat pergerakannya, Jing Yang juga melancarkan tebasan demi tebasan yang mengandung kekuatan besar. Permainan pedangnya membuat Gu Ao sedikit merubah raut wajahnya.


Jing Yang membalik Pedang Dewa Naga sebelum melancarkan serangannya kembali. Gaya berpedang yang dilakukan Jing Yang baru pertama kali dilihat Gu Ao.


‘Kemampuannya dalam menggunakan pedang sangat bervariasi. Aku akui kau memang berbakat, tetapi seranganmu tidak akan melukaiku...’ Gu Ao terus menyambut serangan demi serangan yang dilepaskan Jing Yang.


“Seni Napas Dewi Naga Petir!”


Mulut Jing Yang mendesis, seketika kilatan petir berwarna emas dan ungu menyebar di sekujur tubuhnya. Jing Yang mengubah arah serangannya dan mencari celah mendesak Gu Ao.


Setelah bertukar serangan lebih dari seratus serangan, Jing Yang menyadari Gu Ao masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan meremehkannya.

__ADS_1


Jing Yang melepaskan kekuatan gravitasi pada Yue Wang Pedang Gravitasi. Sementara Pedang Dewa Naga dialiri aura tubuhnya yang berwarna ungu.


Ketika Pedang Gravitasi berbenturan dengan pedang Gu Ao, tekanan gravitasi di udara terasa begitu berat. Jing Yang tidak melepaskan kesempatan tersebut.


“Amarah Pedang Petir : Auman Halilintar!”


Dalam satu tarikan napasnya, Jing Yang berniat melepaskan jurus secara beruntun. Kumpulan petir yang membentuk mulut singa itu menyambar tubuh Gu Ao.


“Amarah Pedang Petir : Kilat Pembelah Awan!”


Sekarang jurus milik Ye Xiaoya, dia peragakan dengan permainan pedangnya. Tebasan pedang Jing Yang berhasil membuat Gu Ao terdesak bahkan luka di sekitar dada pria berpenampilan kasar itu penuh dengan luka tebasan.


“Teknik yang hebat. Tetapi ini sama sekali tidak terasa sakit bagiku...” Gu Ao menyentuh luka tebasan di tubuhnya. Tidak pernah dia sangka, dirinya tidak bisa merasakan rasa sakit setelah menelan pil misterius pemberian Mao Gang.


Jing Yang menatap tajam Gu Ao, sebelum menekan seluruh aura berwarna ungu dan melepaskan aura berwarna hitam pekat dalam jumlah besar.


“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Kegelapan!”


Tidak ada waktu untuk menahan diri. Dalam kondisi Tanda Mata Naga yang tersisa sepuluh menit, Jing Yang langsung bergerak menyerang Gu Ao setiap dia menggunakan satu demi satu tekniknya.


Gu Ao melepaskan aura pembunuh dan membentuk ratusan pedang yang melayang di udara. Ratusan pedang itu melesat cepat ke arah Jing Yang.


Dengan tangkisan kedua pedangnya, Jing Yang dapat mengatasi ratusan pedang yang terbentuk dari aura. Tetapi setelah jarak antara dirinya dan Gu Ao semakin dekat, Jing Yang melihat energi besar yang mencekam dalam tubuh Gu Ao.


“Membalik Malam!”


Salah satu teknik yang Gu Ao kuasai dari Pulau Iblis Tengkorak membuat Jing Yang terkejut karena tebasan pedangnya tidak beraturan. Tetapi sangat tajam dan mematikan.

__ADS_1


Jing Yang mendecakkan lidahnya ketika melihat Gu Ao masih sulit untuk dirinya tumbangkan.


__ADS_2