Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 94 : Lembah Sunyi


__ADS_3

“Yang gege, jangan pergi lagi...”


Jing Yang membuka matanya dan mendengar Lu Xiuyu menggumam pelan memanggilnya.


‘Aku akan langsung berpamitan dengan orang tuamu...’ Jing Yang mengusap rambut Lu Xiuyu sebelum keluar dari kamar dan langsung berpamitan keluar kediaman.


Ketika sampai di Penginapan Batu Dinding, Jing Yang melihat Ye Xiaoya bersama Bai Huang, Zhu Qian dan Bai Lang sedang sarapan pagi bersama. Jing Yang langsung masuk ke dalam Restoran Batu Dinding dan sarapan bersama mereka.


Selesai sarapan pagi, Ye Xiaoya menyinggung soal kepergian Jing Yang semalam, “Terbang dengan seorang gadis kecil? Sepertinya muridku ini sedang dalam fase itu ya?” Ye Xiaoya menggumam pelan sambil menatap Jing Yang.


“Guru Xiaoya, baca ini...” Jing Yang memberikan beberapa surat dan kertas yang dia ambil dari jubah Menara Pilar Hitam kepada Ye Xiaoya.


‘Lebih baik aku memberikan peta yang pernah diberikan Shen Mi kepada mereka. Aku yakin Shen Mi dapat menolong mereka bertiga. Lagipula kemampuan Senior Huang dan Senior Zhu sangat berguna untuk organisasi yang baru kami bentuk.’ Jing Yang mengeluarkan pena dan kertas lalu menulis sebuah pesan yang akan dia berikan kepada Shen Mi.


Tak lama pelayan restoran menghampiri mereka, Jing Yang memberikan uang untuk membayar sarapan pagi. Lalu dia berdiri mendekati Bai Huang dan menyodorkan kertas kepadanya, “Jika Senior Bai dan Senior Zhu tidak memiliki tempat tujuan, aku tidak berbuat banyak tetapi tolong terima ajakan dariku ini. Berikan surat ini kepada anak pertama Walikota Kota Xuedong yang bernama Shen Mi. Dia pasti akan memberikan bantuan pada kalian.”


“Yang‘er, berikan beberapa keping emas untuk perjalanan mereka. Identitas anak kecil itu sepertinya lebih besar dari yang kita kira. Mungkin suatu saat kita bisa mengetahuinya...” Ye Xiaoya menepuk pundak Jing Yang dan berbisik lirih sambil berjalan keluar restoran.


Bai Huang menerima kertas dan uang pemberian Jing Yang dengan tangan yang gemetar, “Terimakasih Tuan Muda Jing Yang, aku akan membalas kebaikan anda suatu hari nanti.” Bai Huang dan Zhu Qian mengangguk sebelum mereka membaca peta yang diberikan Jing Yang dan pergi meninggalkan Kota Cunfei bersama Bai Lang.


“Tujuan kita selanjutnya adalah markas Menara Pilar Hitam. Rute ini masih satu jalur dengan Kota Shendu bahkan Kota Gufei.” Ye Xiaoya menatap langit yang kian meninggi sambil mengeluarkan pedang besar dari Cincin Penyimpanan sebelum terbang menggunakan Ilmu Pedang Terbang meninggalkan Kota Cunfei.


‘Jika identitas Kepala Keluarga Gu adalah pendekar aliran hitam. Maka tidak ada pilihan lain...’ Jing Yang mengikuti Ye Xiaoya dari belakang.


Ye Xiaoya sadar jika yang dilakukan Keluarga Gu adalah sebuah penyerangan. Bahkan dianggap menyulut api untuk berperang. Beruntung Keluarga Gu tidak berurusan dengan Keluarga Shen dan Keluarga Huan secara langsung seperti yang mereka lakukan pada Keluarga Mengingat beberapa dari anggota Keluarga Shen dan Keluarga Huan memiliki posisi penting di militer. Tetapi tepat saja membunuh istri Kepala Keluarga Lu merupakan tindakan yang melampaui batas.

__ADS_1


Jing Yang juga setuju dengan pendapat Ye Xiaoya. Walau Jing Yang tidak terlalu senang dengan darah bangsawan yang mengalir di dalam pembuluh darahnya, tetapi dia tidak bisa tinggal diam ketika ada beberapa orang yang merencanakan hal yang sama dengan Jiang Feng.


Jing Yang lebih cepat terbang menggunakan pedang menuju markas Menara Pilar Hitam yang berada dekat dengan Kota Gufei.


Dalam perjalanan Jing Yang dan Ye Xiaoya menyadari ada yang sedikit berbeda, karena semenjak Asosiasi Pedang Hati dibentuk, Partai Hewan Buas sudah jarang melakukan pergerakan.


Bahkan beberapa kali mereka melewati pedesaan yang dekat dengan pegunungan, penduduk disana menjelaskan jika akhir-akhir Hewan Buas yang mengamuk sudah jarang terjadi.


Jing Yang senang mendengarnya, tetapi dia yakin Partai Hewan Buas akan melakukan pergerakan yang lebih mengejutkan.


Tak terasa tiga hari sudah berlalu semenjak Jing Yang dan Ye Xiaoya meninggalkan Kota Cunfei. Kini keduanya sedang bermalam di hutan dan membakar daging rusa yang mereka buru.


“Teknik Pedang Api, Teknik Pedang Es. Dua pedang ini sangat cocok dengan kekuatan unsurku...” Ye Xiaoya memulai pembicaraan setelah memakan daging rusa yang dibakar Jing Yang.


“Aku masih dalam tahap mempelajari Seni Pedang Api dan Seni Pedang Es. Aku yakin dua Pusaka Dewa milikmu memiliki teknik tersendiri, setidaknya jika pikiran kita dapat menyatu dengan Roh Pedang. Mereka akan mengingat jurus dari pedang itu sendiri. Seni Pedang Dewa Naga dan Seni Pedang Gravitasi. Aku yakin dua Roh Pedangmu bisa mengingatnya. Apa kau pernah mencoba berbicara pada mereka?” Ye Xiaoya menambahkan dan bertanya.


“Belum. Tetapi aku pernah bertanya pada Kakak Yue Wang dan dia menjawab tidak mengetahuinya. Justru dia menyuruhku menciptakan jurus pedang sendiri...” Jawab Jing Yang.


Ye Xiaoya membaringkan tubuhnya setelah mendengar jawaban Jing Yang, “Jika Pusaka Dewa milik kita berdua benar-benar ditempa oleh Dewa. Maka satu-satunya cara adalah menggapai puncak. Kita harus mencapai Pendekar Dewa dan mengetahui kebenarannya.” Selepas berkata demikian, Ye Xiaoya tertidur.


Jing Yang ikut membaringkan tubuhnya disamping Ye Xiaoya. Keduanya beristirahat beralaskan rerumputan hijau yang tumbuh tidak rimbun.


Keesokan harinya, Jing Yang dan Ye Xiaoya melanjutkan perjalanan menuju markas Menara Pilar Hitam yang berada di Lembah Sunyi. Sesuai nama tempatnya, Lembah Sunyi adalah sebuah lembah tersembunyi yang berada diantara rawa-rawa penuh dengan kabut.


Beruntung Jing Yang merampas beberapa surat, kertas bahkan denah lokasi penting menuju tempat persembunyian Menara Pilar Hitam.

__ADS_1


Walau mempunyai hubungan dengan Pulau Iblis Tengkorak, tetapi Menara Pilar Hitam tidak memiliki kekuatan besar seperti Pulau Iblis Tengkorak yang dirumorkan menguasai beberapa daerah.


Kertas yang Jing Yang ambil dari pendekar yang dia bunuh menjelaskan secara rinci tentang bentuk markas Menara Pilar Hitam bahkan seluruh anggotanya. Dengan kemampuan Tanda Mata Naga, Jing Yang yakin dapat mengatasi satu pendekar bumi.


“Jika ada dua pendekar bumi, maka kita pancing keduanya menjauh dari Lembah Sunyi. Fenomena alam yang terjadi di rawa ini cukup unik karena kabut tebal itu membuat kita tidak dapat mendengar suara dalam beberapa meter...” Ye Xiaoya menghentikan pergerakannya dan berdiri di pohon, begitu juga dengan Jing Yang.


“Jika dua pendekar bumi Menara Pilar Hitam berada dalam satu tempat, maka kita tidak memiliki kesempatan untuk menang.” Jing Yang berpendapat.


“Tetapi jika kita dapat menghancurkan Menara Pilar Hitam, setidaknya kita dapat mengurangi kegelapan yang ada di negerimu ini.” Ye Xiaoya mengamati keadaan disekitar hutan.


Suasana di sekitar Lembah Sunyi sangat sepi. Bahkan sulit untuk menemukan tempat kembali jika tersesat di sekitar Lembah Sunyi karena daerah yang dekat dengan rawa perlahan dipenuhi kabut. Dan kabut itu yang menjadi penyebabnya.


“Tetapi kita mempunyai peta ini. Selama kita tidak ceroboh atau menghilangkannya maka akan aman. Lagipula aku memiliki Cincin Penyimpanan dan kau mempunyai Cincin Dewa. Yang menjadi perhatian kita adalah pendekar yang ada di markas mereka.” Ye Xiaoya langsung melepaskan aura tubuhnya diikuti oleh Jing Yang dengan segera.


Jing Yang dan Ye Xiaoya kembali terbang dari atas langit sebelum memeriksa peta dan langsung menuju tempat persembunyian Menara Pilar Hitam.


“Simpan baik-baik denah lokasi tempat persembunyian mereka!” Ye Xiaoya menyelipkan kertas denah lokasi di pakaiannya.


‘Aku justru khawatir dengan Guru karena menaruh disitu...’ Jing Yang mengangguk dan menaruh kertas denah lokasi disakunya.


Setelah melewati beberapa rawa, Jing Yang melihat sebuah pintu gerbang yang dijaga puluhan orang. Tak jauh dari pintu gerbang, Jing Yang dan Ye Xiaoya segera mendarat sambil mengawasi keadaan disekitar. Lalu keduanya berpisah dan mulai melakukan pergerakan masing-masing sebelum melakukan serangan secara diam-diam.


“Siapa kau...”


Belum selesai berbicara, Jing Yang sudah menusuk jantung pendekar yang berjaga di pintu gerbang. Dengan hati-hati dia melebarkan auranya untuk merasakan hawa keberdaan disekitarnya. Kemudian dia membunuh satu demi satu penjaga pintu tempat persembunyian Menara Pilar Hitam.

__ADS_1


“Kuharap mereka mempunyai informasi tentang Kekaisaran Qing...” Jing Yang memeriksa jubah penjaga yang dia bunuh.


Tak lama Jing Yang memasuki markas Menara Pilar Hitam dan langsung menuju tempat dimana pendekar suci kebawah berkumpul. Sementara Ye Xiaoya langsung menuju tempat pemimpin mereka.


__ADS_2