Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 255 - Pertempuran Rongma II


__ADS_3

Sesuai arahan dari Jing Yang, Xue Bingyue dan Bai Xianlin sudah bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kearah berlawanan yang dituju dua orang dari Lentera Iblis Tunggal.


“Sepertinya benar jika Chu Yui berkhianat. Sejak awal aku sudah menduga jika perawan tua itu memiliki siasat tersembunyi.” Pria paruh baya yang berjenggot putih berbicara.


“Saudara Yong, sepertinya kita harus menikmati Chu Yui terlebih dahulu sebelum membunuhnya. Dia memanglah pengkhianat yang membawa Hua Minha kabur dari markas kita.” Pria berambut putih menanggapi.


Saat keduanya berbincang, sebuah pedang es berterbangan diudara dan mengarah kearah keduanya. Mudah bagi mereka berdua untuk menghindar namun keduanya kembali dikejutkan dengan sebuah selendang yang mengikat tubuh mereka dari depan.


“Perempuan?” Pria berambut putih yang merupakan salah satu dari lima orang kepercayaan Ho Xing menatap tajam kearah Bai Xianlin dan Xue Bingyue.


Pria bernama Kai Xuexuan dan merupakan ayah dari Kai Fuxue ini segera melepaskan diri dari lilitan selendang Bai Xianlin.


“Merepotkan! Apakah ini sambutan meriah para budak?!” Pria yang bersama Kai Xuexuan juga melepaskan diri dari lilitan selendang Bai Xianlin.


“Saudara Yong, aku akan mengincar perempuan disana." Kai Xuexuan menunjuk Bai Xianlin dan tersenyum lebar.


Sebelum Kai Xuexuan mendapatkan jawaban dari pria yang dipanggil Yong Xiang, Kai Xuexuan menemukan Yong Xiang bergerak dengan kecepatan kearah Bai Xianlin sambil melepaskan semburan api yang membakar udara.


“Kau urus gadis manis itu, Saudara Kai!” Yong Xiang tersenyum menyeringai sambil bersiap melepaskan pukualn dari kejauhan.


Bai Xianlin mengantisipasi serangan dari Yong Xiang dan memutarkan tubuhnya untuk melindungi diri dari pukulan api Yong Xiang.


“Untuk seorang pria, kau tidak segan melukai perempuan. Dasar lemah.” Dengan ekspresi merendahkan Yong Xiang, Bai Xianlin melepaskan aura pembunuh dan mengalirkan tenaga dalam pada selendangnya.


Yong Xiang tertawa, “Jangan merasa kau setara denganku!” Tubuh Yong Xiang menghilang dari pandangan Bai Xianlin.


Bai Xianlin menyapu pandangannya dan meningkatkan kewaspadaannya, namun sebelum menyadari lehernya dicekik oleh tangan Yong Xiang.


“Sangat indah. Diatas benteng itu sepertinya teman-temanmu. Oh, disana ada Chu Yui sialan yang berkhianat. Apa yang kalian lakukan pada Kai Fuxue dan Kong Gonsu?!” Yong Xiang yang dikenal sebagai Tetua Iblis Api hendak membakar leher Bai Xianlin, namun sebuah pedang tak kasat mata menusuk tangannya yang mencekik leher Bai Xianlin.


Bai Xianlin tersedak dan menjauh sambil menatap Yong Xiang tidak menurunkan kewaspadaannya sedikitpun.


‘Tidak kusangka dia begitu cepat. Aku harus lebih berhati-hati...’ Kemampuan Bai Xianlin sendiri tidak cocok melawan Yong Xiang yang brutal dalam bertarung.


“Keparat! Siapa yang berani menusuk tanganku?!” Yong Xiang menemukan ratusan pedang tak kasat mata berterbangan diudara dan sudah bersiap menyerang dirinya.


Bai Xianlin menoleh kebelakang dan melihat Jing Yang memberi isyarat pada Fan Ziwei untuk membantu Bai Xianlin.

__ADS_1


Yong Xiang melepaskan tenaga dalam berjumlah besar lalu mengarahkan pukulan tangannya yang membentuk mulut harimau kearah ratusan pedang tak kasat mata.


Dalam sekejap ratusan pedang tak kasat hancur. Yong Xiang menyeringai lebar meremehkan Jing Yang, “Berniat membunuhku? Kau terlalu meremehkanku-”


Fan Ziwei datang dengan kecepatan tinggi sambil mengarahkan sejumlah tapak tangan pada sekujur tubuh Yong Xiang.


Tubuh Yong Xiang terpental beberapa meter kebelakang sebelum Bai Xianlin memainkan selendangnya dan melilit tubuh Yong Xiang. Namun sama seperti sebelumnya, Yong Xiang dapat melepaskan diri.


“Dua perempuan melawanku? Aku akan melayani kalian berdua, sebagai gantinya kalian berdua juga akan melayaniku.” Yong Xiang memanipulasi aura tubuhnya menciptakan sepuluh pedang api dan menggerakkannya.


Fan Ziwei dan Bai Xianlin berpencar sambil menghindar. Keduanya terlihat kesulitan menghadapi Yong Xiang sebelum akhirnya Fan Ziwei menciptakan celah untuk Bai Xianlin menyerang Yong Xiang.


Serangan balik tercipta saat Bai Xianlin memanipulasi aura tubuhnya untuk membuat selendangnya menjadi tajam dan bergerak diudara. Selendang Bai Xianlin sekarang layaknya ular yang bergerak dengan kecepatan tinggi diudara.


Yong Xiang mendecakkan lidahnya geram, “Sungguh merepotkan!” Yong Xiang tidak melepaskan pandangannya pada Fan Ziwei yang tentunya sudah bersiap melakukan serangan tidak terduga.


“Seranganmu sama sekali tidak berarti dihadapanku!” Fan Ziwei terkejut melihat Yong Xiang menangkis pukulannya dan memegang pergelangan tangannya.


Bersamaan dengan Yong Xiang yang hendak mematahkan tangan Fan Ziwei, selendang Bai Xianlin yang menajam layaknya pedang menembus kulit perut Yong Xiang.


Reflek Yong Xiang mundur sambil memegang perutnya, ‘Sepertinya aku terlalu meremehkan mereka berdua...’


“Iblis...” Bai Xianlin geram dan melepaskan aura pembunuh lebih besar dari sebelumnya.


“Kembang api berterbangan diudara..." Yong Xiang melihat ribuan anak panah mengarah pada pasukan Kekaisaran Ma, “Dan semua itu tidak berarti dihadapan perkasanya pasukan Ma!”


Benar saja seperti yang dikatakan Yong Xiang, rencana Jing Yang dimentahkan. Mengetahui kekuatan tempur Kekaisaran Ma melebihi perkiraannya, Jing Yang membunyikan lehernya dan mengambil keputusan untuk turun tangan dengan sendirinya saat dua orang dari Lentera Iblis Tunggal yang lainnya sudah berada dijangkauan pertarungan Bai Xianlin dan Xue Bingyue.


“Bibi Yui, bisa kau hadapi salah satu dari mereka. Dan Senior Hua Ying dan Tetua Qiaoli menghadapi yang satunya.” Jing Yang berkata sambil menatap Chu Yui, Hua Ying dan Tao Qiaoli secara bergantian.


Kemudian Jing Yang menatap Mei Hua dan Qiao Xi yang menunggu perintah darinya. Jing Yang menatap pasukan Kekaisaran Ma yang perkasa itu. Jumlah sepuluh ribu terlalu besar untuk dia atasi sambil melindungi penduduk.


“Saudari Mei dan Saudari Qiao, kalian berdua bantu Yueyue.” Setelah mendengar perintah Jing Yang segera Chu Yui, Tao Qiaoli, Hua Ying, Mei Hua dan Qiao Xi bergerak.


Jing Yang menatap penduduk Rongma dari atas dan tersenyum, “Aku akan melindungi kalian semua.” Jing Yang mengatakan itu sebelum menghilang dari pandangan penduduk Rongma.


Hua Minha dan Hua Quin yang melihat pertempuran ini hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keberhasilan Jing Yang. Keduanya terlihat cemas setelah mengetahui bantuan penduduk Rongma sama sekali tidak berarti dihadapan pasukan Kekaisaran Ma yang perkasa.

__ADS_1


“Sepuluh ribu melawan satu...” Jing Yang tersenyum lebar sambil menatap dingin pasukan Kekaisaran Ma yang sudah dekat dengan benteng Rongma.


“Aku berharap mereka bisa menahan pendekar utama pasukan musuh saat aku menangani pasukan berjumlah sepuluh ribu ini...” Jing Yang melepaskan tekanan gravitasi berkekuatan besar.


Retakan tanah tercipta setelah itu Jing Yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju formasi pasukan Kekaisaran Ma. Sekitar seribu anak panah api berterbangan kearah dalam benteng Rongma, Jing Yang menciptakan seribu pedang tak kasat yang dilapisi petir untuk menyambut serangan itu.


“Sepertinya bocah itu memiliki kemampuan yang setara dengan kita. Habisi dia dulu sebelum kita menikmati perempuan disana.” Pria yang memakai jubah hitam menghadang Jing Yang, namun selang beberapa detik dirinya dihadang Hua Ying dan Tao Qiaoli.


“Berniat melawan Yang Mulia? Sadarilah posisimu?!” Hua Ying menatap dingin pria yang memakai jubah hitam itu.


“Sadarilah posisimu, katamu?!” Pria itu terlihat geram sebelum menciptakan pusaran badai yang menghempaskan tubuh Hua Ying dan Tao Qiaoli.


‘Kemampuannya sama seperti orang yang menjaga benteng...’ Jing Yang mengingat akan sosok Kong Gonsu dan Jing Yang tidak mengetahui jika pria yang berhadapan dengan Hua Ying dan Tao Qiaoli merupakan paman dari Kong Gonsu.


“Yang‘er, serahkan dia pada kami!” Tao Qiaoli melihat jelas kekhwatiran Jing Yang.


Jing Yang menganggukkan kepalanya dan bergerak menuju formasi pasukan Kekaisaran Ma.


Sambil mengeluarkan Pedang Gravitasi Yue Wang dan Pedang Dewa Naga Lingling, Jing Yang melepaskan aura pembunuh yang begitu pekat dan digabung Aura Raja Neraka.


Jing Yang sekarang tidak akan menahan diri untuk bertarung secara habis-habisan melawan sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Ma.


Dengan dua pedang ditangannya, Jing Yang mengayunkan pedangnya menciptakan naga berukuran kecil yang dikelilingi aura hitam pekat.


“Jurus Kombinasi Pedang Ganda ~ Ledakan Gravitasi Naga!”


Tebasan Jing Yang itu menciptakan ledakan gravitasi yang menghancurkan formasi pasukan Kekaisaran Ma. Namun sayangnya tebasan pedangnya itu dimentahkan oleh sesosok pria paruh baya.


“Bocah yang telah mencapai Pendekar Roh?” Pria paruh baya itu menatap Jing Yang tajam karena pemuda itu hendak melepaskan serangan selanjutnya.


“Teknik Kombinasi Pedang Ganda : Gravitasi Naga!”


Jing Yang akhirnya melepaskan serangan selanjutnya, ‘Dia berhasil menghalau seranganku?’


Berbeda dengan yang pertama, serangan keduanya kali dalam sekejap telah merenggut lima puluh nyawa pasukan Kekaisaran Ma.


Sedangkan pria paruh baya yang menghalangi Jing Yang disibukkan dengan kehadiran Chu Yui.

__ADS_1


“Senior Fan, aku akan menghadapimu. Dan sepertinya kau baru menembus Pendekar Roh...” Chu Yui menggelengkan kepalanya sebelum melepaskan satu pukulan yang mengenai dada pria paruh baya itu secara telak, “Ini akan sulit.”


__ADS_2