
Aura Zirah Naga adalah aura yang melindungi tubuh untuk mengurangi dampak luka yang di dapat.
Aura tubuh membungkus tubuh namun Aura Zirah Naga merupakan aura pertahanan tingkat lanjut.
Jing Yang saat ini sedang berlatih menggunakan Aura Zirah Naga dengan sesuka hatinya agar dia dapat menggunakannya tanpa kesulitan.
“Aku akan menggunakan Aura Zirah Naga di tangan kananku...” Jing Yang menatap Beruang Api yang merupakan Binatang Iblis Tahap Langit Tingkat Dua.
Tangan Jing Yang dilapisi aura berwarna jingga yang membara namun tak kasat mata. Senyuman tipis menghiasi wajah Jing Yang ketika Beruang Api hendak menerkam tubuhnya.
Jari Jing Yang menarik sedikit Pedang Gravitasi. Tubuh Beruang Api langsung menempel di tanah dan seperti terhimpit oleh sesuatu yang tak kasat mata.
“Jadi ini kekuatan milik Kakak Yue Wang...” Mata Jing Yang menatap inti Permata Iblis yang ada di perut Beruang Api.
Dalam sekali tebasan pedangnya. Jing Yang membuat tubuh Beruang Api terpotong menjadi dua bagian.
“Aku telah menjadi kuat. Aku harus melatih Aura Zirah Naga ini...” Lalu Jing Yang mengambil inti Permata Iblis dari Beruang Api dan berjalan menghampiri Roh Sang Hitam.
Saat ini dia kembali dan duduk sambil melatih Aura Raja Naga. Untuk mengetahui apakah Jing Yang dapat mempelajari Aura Raja Naga, Roh Sang Hitam menyentuh tangan Jing Yang dan memeriksa denyut nadinya.
“Saat kau menggunakan Aura Mata Naga, hatimu harus yakin dan tidak boleh merasakan emosi seperti ketakutan. Intinya kau harus percaya diri dengan kekuatanmu dan mempunyai tekad yang lebih besar dari lawan-lawanmu...” Roh Sang Hitam menjelaskan kepada Jing Yang.
“Aura Mata Naga bisa membuat orang lain pingsan hanya dengan merasakan auraku. Tetapi itu hanya berpengaruh pada orang yang lebih lemah dariku...” Jing Yang mengelus dagunya dan memiringkan kepalanya, “Jika lawanku lebih kuat dariku. Aku harus yakin dan percaya diri bisa mengalahkannya...”
Roh Sang Hitam tersenyum melihat ekspresi Jing Yang.
“Itu berlaku jika orang yang lebih kuat darimu, memiliki pemahaman aura lebih rendah darimu. Namun jika kau mempelajari seluruh tingkat pengembangan aura, itu akan membuatmu memiliki lebih banyak memiliki variasi serangan aura. Jangan terpaku pada satu pelatihan aura saja, pelajari semuanya.”
Roh Sang Hitam memberi isyarat pada Jing Yang agar mengikutinya. Ada yang ingin Roh Sang Hitam lihat dari kekuatan Aura Mata Naga Jing Yang.
“Lawanku adalah Raksasa Buaya Hijau. Binatang Iblis ini baru mencapai Tahap Langit Tingkat Tiga. Tetapi jumlahnya ada ratusan. Bukankah ini mendebarkan?” Jing Yang membatin sambil menatap Roh Sang Hitam yang menyuruhnya mencoba menggunakan Aura Mata Naga pada ratusan Raksasa Buaya Hijau.
__ADS_1
“Apa kau takut? Tahun depan adalah hari yang telah kau tunggu. Tidak ada waktu lagi. Jika kau mengikuti arahanku, maka kau bisa membuka segel ini dan menemui Yueyue-mu itu...” Roh Sang Hitam tersenyum tipis ketika melihat Jing Yang berjalan menghampiri gerombolan Raksasa Buaya Hijau.
“Guru, murid tidak akan mengecewakan Guru...”
Jing Yang memejamkan matanya dan melepaskan aura tubuhnya. Ketenangan jiwa dan keyakinan hati. Jing Yang melakukan konsentrasi secara penuh hingga merasa aura yang mengelilingi tubuhnya berputar dan menyebar membentuk jangkauan.
Mata Jing Yang membuka dan menatap tajam gerombolan Raksasa Buaya Hijau. Aura tubuhnya yang menyebar membuat ratusan Raksasa Buaya Hijau berkeringat dingin bahkan diantaranya pingsan.
“Masih ada yang belum pingsan. Apa aku gagal, Guru?” Jing Yang menoleh melihat Roh Sang Hitam yang terbang menghampirinya.
“Ini cukup memuaskan. Aku bangga padamu, anak manusia...” Roh Sang Hitam menggelengkan kepalanya dan menyuruh Jing Yang untuk mengambil inti Permata Iblis dari Raksasa Buaya Hijau.
“Ambil Permata Iblis dan kita lihat pengembangan auramu. Aura Raja Naga yang kuajarkan padamu...” Roh Sang Hitam berdiri di depan Jing Yang dan menatap tajam pemuda tersebut.
Jing Yang melepaskan aura tubuhnya. Terlihat aura tubuh Yang sangat mencekam, namun menguras tenaga. Namun bagi Roh Sang Hitam aura milik Jing Yang masih biasa-biasa saja.
“Bagus, kau mempelajari pengembangan aura dengan baik. Saat ini kau bisa melatihnya secara terus-menerus agar menguasainya secara penuh...”
Wajah Roh Sang Hitam merah merona, “Ehem! Apa kau tertarik melawan Hewan Buas?”
Jing Yang mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Roh Sang Hitam, “Hewan Buas?”
“Iya, Hewan Buas...” Roh Sang Hitam menganggukkan kepalanya.
“Bukankah Hewan Buas dan Binatang Iblis itu sama, Guru?” Jing Yang bertanya karena masih belum mengerti perkataan Roh Sang Hitam.
“Berbeda. Binatang Iblis memiliki Permata Iblis yang mengandung hawa iblis. Jadi kau harus berhati-hati menyerapnya. Kau sudah tahu tentang ini bukan?”
Jing Yang mengangguk dan memejamkan matanya, “Ya, setiap Permata Iblis mempunyai efek yang berbeda. Murid, ehem, aku pernah tidak berhati-hati menyerapnya dan hatiku terasa dibakar, dipenuhi amarah...”
Roh Sang Hitam merah merona wajahnya melihat ekspresi Jing Yang yang menggemaskan ketika menjelaskan.
__ADS_1
“Binatang Iblis Tahap Dewa mempunyai keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh Hewan Buas dan Siluman. Mereka dapat berbicara dan mempunyai kekuatan yang mengerikan saat merubah wujudnya ke bentuk yang sesungguhnya.” Roh Sang Hitam menuntun Jing Yang menuju Lapisan Hutan Hewan Buas. Sebuah tempat baru yang pertama kali dilihat oleh Jing Yang.
Ternyata Tebing Dimensi Hitam lebih luas dari yang dia perkirakan. Berbeda dengan Binatang Iblis, ternyata Hewan Buas mempunyai keunikan tersendiri. Yaitu yang terkuat menjadi pemimpin, sedangkan yang lebih lemah hanya hidup sebagai makanan.
Ya, pikiran Jing Yang saat ini sedikit terkejut melihat kehidupan Hewan Buas yang tragis.
“Mereka mempunyai akal seperti manusia...” Jing Yang menggumam pelan dan menatap Ayam Sutra yang termasuk dalam Hewan Buas Tahap Petarung Tingkat Tiga sedang pasrah dimakan Burung Merak Es yang merupakan Hewan Buas Tahap Bumi Tingkat Tiga.
Ada beberapa tingkatan Hewan Buas beserta tahapannya dalam dunia ini. Dari yang paling rendah adalah Hewan Buas Tahap Petarung, Hewan Buas Tahap Raja, Hewan Buas Tahap Kaisar, Hewan Buas Tahap Bumi, Hewan Buas Tahap Langit, Hewan Buas Tahap Dewa.
Di setiap tahapannya, ada tingkatan Hewan Buas yang terdiri dari tingkat satu, tingkat dua dan tingkat tiga.
“Mereka mempunyai Mutiara Roh Hewan yang tidak kalah dengan Permata Iblis. Kita kembali, aku akan memanggil dua Hewan Buas Tahap Dewa...”
Jing Yang terkejut mendengar perkataan Roh Sang Hitam. Dia berpikir Roh Sang Hitam akan menyuruhnya bertarung melawan Hewan Buas Tahap Dewa.
“Apa kau takut?” Roh Sang Hitam menjentikkan jarinya. Dua Hewan Buas datang dengan cepat dan berdiri di depan Jing Yang.
Wajah Jing Yang memucat sesaat, namun setelahnya dia bersikap tenang, “Aku tidak takut, Guru.”
“Baiklah. Kalau begitu, kau akan bertarung melawan mereka berdua. Tenang saja, mereka tidak akan kubiarkan membunuhmu, hanya membuatmu terkapar saja...” Roh Sang Hitam tersenyum sadis ke arah Jing Yang.
“Aku tidak akan terkapar semudah itu, Guru.”
Jing Yang menatap dua Hewan Buas dihadapannya. Kali ini dia akan bertarung langsung melawan Hewan Buas Tahap Dewa.
“Dewi Naga. Apa kami akan melawan anak manusia kecil ini?” Elang Salju berbicara sambil menatap Jing Yang.
“Bicara yang sopan, dasar burung. Semua yang ada disini tidak ada yang pernah melihat wujud Dewi Naga. Tapi beliau adalah orang terkuat di hutan ini. Aku yakin anak ini adalah anak beliau.” Raja Kera Emas menanggapi perkataan Elang Salju.
Jing Yang terkejut mendengar dua Hewan Buas dihadapannya berbicara. Sedangkan Roh Sang Hitam terkekeh melihat ekspresi Jing Yang.
__ADS_1