Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 239 - Yi Yue Mabuk


__ADS_3

Keesokan harinya Jing Yang mengatakan kepada Murong Qiaomi tentang niatnya yang ingin memakmurkan Rongma dan Jiyangma. Murong Qiaomi sepemikiran dengan Jing Yang dan memberi misi kepada Qiao Xi dan Mei Hua untuk menemani perjalanan Jing Yang dan Xue Bingyue.


“Aku akan mengurus pemerintahan selama kamu pergi, bocah nakal. Jangan melakukan tindakan yang membuat Bibimu ini khawatir. Untuk berjaga-jaga aku meminta Qiao Xi dan Mei Hua pergi bersamamu. Hmmm, sepertinya aku juga akan meminta Ziwei ikut bersamamu.” Murong Qiaomi mengatakan itu dengan bisikan lembut ditelinga Jing Yang. Sebagai penasehat pribadi Jing Yang, sikap geniit Murong Qiaomi ini membuat Jing Yang kebingungan walaupun sikap genit ini adalah idaman kaum pria yang berangan-angan bisa memiliki Murong Qiaomi.


Jing Yang menganggukkan kepalanya antusias, “Terimakasih Bibi Qiaomi, kau sangat pengertian. Beruntung aku memiliki penasehat sepertimu.” Jing Yang memeluk Murong Qiaomi karena sudah menganggap Murong Qiaomi seperti Ibunya sendiri.


Murong Qiaomi mengelus kepala Jing Yang dan tersenyum, “Pergilah dan jangan lupa sarapan serta berpamitan dengan Nenekmu.”


“Baik, Bibi Qiaomi.” Jing Yang segera meninggalkan ruangan pribadi Murong Qiaomi dan pergi menuju ruang makan. Disana ada Yi Yue dan Xue Bingyue yang sedang mengobrol.


“Yang‘er, Nenek dengar kau akan pergi ke Rongma. Disana berbahaya sebaiknya kau jangan terlalu meremehkan kondisi di Rongma, Nak.” Yi Yue menatap Jing Yang yang duduk disebelah Xue Bingyue dan berkata.


“Kakekmu tidak pernah mau berurusan dengan Rongma karena dahulu salah satu selirnya diperkosa disana dan memilih bunuh diri.” Cerita Yi Yue membuat Jing Yang tersedak.


“Yang‘er, ingat perkataan Nenek ini. Jika kelak kau menikahi puluhan istri, setidaknya kau mampu membahagiakan mereka semua dan melindungi mereka. Jangan seperti Kakekmu. Nenek tidak enak mengatakan ini, tetapi Kakekmu memperlakukan Nenek sebagai istri paling spesial dibandingkan istrinya yang lain bahkan...” Yi Yue menelan tomat disup hangat karena tanpa sadar dirinya berbicara terluka banyak.


“Bahkan?” Xue Bingyue justru penasaran berbeda dengan Jing Yang yang ingin menutup telinganya.


“Nenek, aku tidak seperti Kakek. Aku tidak tahu apa yang terjadi dimasa lalu Kakek. Tetapi ini adalah hidupku, aku yang menentukannya.” Jing Yang menanggapi ucapan Yi Yue.


“Bagus, Yang‘er. Hal utama sebagai seorang Kaisar yang memiliki banyak istri adalah memanjakan istrinya, jangan sampai salah istrimu selingkuh dan kau membunuhnya.” Yi Yue melebar matanya setelah mengetatkan itu.


“Lupakan perkataanku barusan, Nenek hanya sedih karena kau terlalu berat menanggung semua ini sendirian, Yang‘er. Setelah melihatmu memimpin tahta ini, Nenek merasa Kakemu dan para pendahulunya hanyalah lelaki yang memiliki jabatan tinggi dan tidak berguna sama sekali.”


“Yueyue, apa yang Nenek Yi minum?” Jing Yang menatap secangkir minuman yang diminum Yi Yue.


“Entah.” Xue Bingyue tidak mengetahuinya.


Saat Jing Yang dan Xue Bingyue mengobrol, suara pintu ruang makan terbuka dan memperlihatkan Murong Qiaomi yang berjalan dengan anggun duduk disebelah Yi Yue.


“Astaga.” Murong Qiaomi terkejut saat mengetahui Yi Yue sedang meminum arak terbaik yang dirinya pesan, “Aku lupa menyembunyikannya!”


Ekspresi Jing Yang dan Xue Bingyue rumit menatap Murong Qiaomi. Terlebih saat ini Yi Yue mengoceh tidak jelas tentang masa depan Jing Yang yang kelak akan memiliki puluhan istri dan puluhan anak.


“Nenek Yi, sepertinya aku tidak akan seperti itu. Lagipula aku masihlah kecil...” Jing Yang justru menanggapi sehingga pembicaraan ini tidak berakhir.


“Yang‘er, Nenekmu meminum arak yang aku pesan, dia sedang mabuk...” Murong Qiaomi mengatakan itu dengan suara lirih.


“Apa?!” Jing Yang dan Xue Bingyue sama-sama terkejut.

__ADS_1


Yi Yue menatap Murong Qiaomi dan Xue Bingyue secara bergantian sebelum berkata, “Yueyue, kau jangan sampai kalah dengan penasehat seksi disebelahku ini. Aku menebak kau akan menjadi istri pertama Yang‘er, tetapi penasehat seksi ini bisa saja menggoda Jing Yang dengan tubuhnya dan menjadi salah satu istrinya."


Wajah Murong Qiaomi merah padam karena Yi Yue mengatakan itu padanya, “Nyonya Yi, kau minum terlalu banyak. Bicaramu ngelantur.”


“Aku tidak ngelantur. Aku sudah memergoki Yang‘er memelukmu dua kali. Memang kalian terlihat seperti seorang Ibu dan anak tetapi kau memiliki perasaan pada cucuku ini bukan? Aku merestuimu, Qiaomi karena kau memiliki sifat keibuan. Jaga Yang‘er dan buatlah anak yang banyak dengannya.” Sontak saja Jing Yang tersedak, Xue Bingyue hanya tertawa sedangkan Murong Qiaomi berhenti bernafas mendengar ucapan Yi Yue.


“Yueyue, kita pergi sekarang aku malu.” Jing Yang memerah wajahnya dan memegang tangan Xue Bingyue agar gadis itu mau pergi secepat mungkin dengan dirinya.


“Tunggu sebentar Yangyang. Ini menarik.” Xue Bingyue justru tertawa pelan menikmati setiap ucapan yang keluar dari mulut Yi Yue.


“Yueyue.” Yi Yue sekarang memanggil Xue Bingyue.


“Iya, Nek.” Xue Bingyue dengan lembut menjawab.


Yi Yue menatap buram wajah Xue Bingyue dan Jing Yang secara bergantian bahkan Murong Qiaomi sekalipun.


“Yueyue, jika penasehat seksi ini memberi anak pada Yang‘er berjumlah lima kau harus memberinya anak berjumlah enam. Walaupun muda, jangan sampai kalah dengan yang tua. Ingat perkataan Nenek karena wanita tua lebih menggoda dan bisa saja kau akan diabaikan Yang‘er jika kau tidak bisa memuaskannya diranjang.”


Mulut Murong Qiaomi terbuka lebar namun tidak ada kata-kata yang keluar. Dirinya sekarang sangat malu karena belum pernah dalam seumur hidupnya ada orang yang mengatakan ini padanya.


“Anak... Anak...anak... Ranjang... Ranjang... Ranjang...” Xue Bingyue memerah wajahnya dan pikirannya tidak sampai kesana sehingga gadis itu bergumam tidak jelas.


‘Hentikan, ini memalukan.’ Jing Yang menundukkan kepalanya dan berharap semua ini segera berakhir.


Jing Yang menelan ludah dan menatap wajah Yi Yue penuh keringat dingin, “Ada apa, Nek?”


“Penasehat seksimu ini tipemu bukan? Tetapi Yueyue juga tipemu. Walaupun kau bersikap polos, tetapi bagian dalam dirimu terlalu liar dan menakutkan. Kau membuat beberapa perempuan jatuh cinta padamu mulai dari yang lebih muda darimu sampai yang lebih pantas menjadi Ibumu. Kelak kau harus memuaskan mereka semua jika tidak ingin dikhianati, selain itu aku berharap kau bisa memberikan banyak cucu untuk Nenekmu yang sudah tua ini.” Yi Yue tertawa setelah mengatakan itu.


Pandangan Jing Yang dan Murong Qiaomi bertemu. Jing Yang segera menundukkan kepalanya karena merasa malu, sementara Murong Qiaomi memalingkan wajahnya.


‘Kenapa aku tersipu malu? Dia ini bocah? Seseorang tolonglah kemari dan hentikan ocehan Nyonya Yi.’ Murong Qiaomi membatin penuh rasa malu.


“Sepertinya aku mengantuk....” Yi Yue tiba-tiba menguap sebelum akhirnya dia membenamkan kepalanya diatas atas meja.


“Akhirnya...” Jing Yang bernafas lega.


“Yangyang, Kakak Que pernah mengatakan ini padaku. Tertawa dan tersenyum adalah obat awet muda. Pagi ini aku banyak tertawa dan tersenyum karena Nenekmu.” Xue Bingyue masih tertawa lirih seolah-olah menikmati pertunjukan yang diberikan Yi Yue.


Melihat itu Murong Qiaomi bergidik ketakutan. Dirinya saja menahan malu dan tidak tahan dengan semua ini dan Xue Bingyue justru menikmatinya.

__ADS_1


‘Menakutkan...’ Itulah pikiran Murong Qiaomi terhadap Xue Bingyue saat ini.


“Yueyue, aku tidak menyangka kau menikmatinya. Ternyata Nenek Yi saat mabuk terlalu banyak bicara. Aku tidak menyangka Kakek diselingkuhi dan membunuh para selirnya yang berselingkuh. Ini pelajaran penting bagiku.” Jing Yang menganggukkan kepalanya.


“Apa kau akan membunuhku?” Murong Qiaomi tiba-tiba bertanya sebelum tersadar akan ucapannya, “Eh?”


“Bibi Qiaomi?” Jing Yang menatap malu Murong Qiaomi dihadapannya, “Apa kau menanggapi ucapan Nenek Yi dengan serius dan berpikir aku akan menjadikanmu sebagai selir-”


PLETAK!


“Bocah nakal, hentikan ucapanmu atau aku akan membunuhmu!” Murong Qiaomi membuang rasa malunya dan melampiaskannya dengan menjitak Jing Yang.


“Kenapa aku dijitak?” Jing Yang memegang kepalanya dan bersembunyi dibelakang Xue Bingyue karena takut dengan tatapan Murong Qiaomi.


“Yangyang, kenapa bersembunyi dibelakangku?” Xue Bingyue mencoba menghindar.


“Yueyue, jangan bergerak. Sekarang Bibi Qiaomi sangat menakutkan. Entah mengapa aku teringat mendiang Ibuku yang memarahiku.” Jing Yang menelan ludah setelah menjawab.


“Yang‘er, apa kau berpikir akan menjadikanku selir? Aku sudah menganggapmu sebagai anak angkatku.” Murong Qiaomi menatap Jing Yang tajam penuh intimidasi, “Kau bocah nakal yang berani mengatakan itu pada Bibi Qiaomi ini!”


“Maafkan aku! Bibi Qiaomi, maafkan aku!” Jing Yang setengah berteriak dan berharap Murong Qiaomi tidak jadi marah.


Murong Qiaomi menghela nafas panjang dan memalingkan wajahnya yang memerah, ‘Aku melampiaskan rasa maluku padanya sampai dia ketakutan. Aku merasa seperti orang jahat...’


“Pergilah. Digerbang sudah ada Qiao Xi, Mei Hua dan Ziwei yang menunggu kalian berdua...” ucap Murong Qiaomi sambil membereskan piring diatas meja.


Xue Bingyue membantu Murong Qiaomi sebelum menyusul Jing Yang yang sedang menuju gerbang. Selepas kepergian Jing Yang, Murong Qiaomi memegang dadanya yang berdetak kencang.


“Kenapa aku tersipu malu? Lalu perasaan aneh ini? Apa-apaan ini? Aku merasa pusing...” Pipi mulus Murong Qiaomi bersemu merah.


Pikirannya tidak lepas akan tingkah Jing Yang yang dia marahi.


“Aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, tetapi dari obrolan perempuan yang sering kudengar ini adalah perasaan itu bukan? Aku gila, aku tidak waras. Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada seorang bocah?” Kepala Murong Qiaomi pusing sebelum akhirnya dia membawa tubuh Yi Yue kedalam kamar pribadi Yi Yue.


Setelah itu Murong Qiaomi memilih untuk berbaring diatas ranjang besar dalam kamar pribadinya.


‘Aku sangat memalukan...’ Batin Murong Qiaomi setelah menyadari betapa polosnya perasaan dirinya.


___

__ADS_1


Bagian gelut jangran gak ada di DWP. Jing Yang umurnya 13, gimana mau gelut?


Di Way Of Immortal Dragon kayaknya ada tergantung ide liar author wkwkwk.


__ADS_2