Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 114 : Ratu Obat Yao Lin


__ADS_3

“Jadi apa yang kau inginkan?”


Setelah berkali-kali mengetuk pintu, akhirnya Ratu Obat membuka pintu rumah sederhananya.


“Apa kau mengenal pemuda bermarga Jing? Dia pernah dirawat Matriark Pulau Salju Rembulan bernama Xue Qinghua. Dan pernah terkena Racun Iblis Neraka.” Dari apa yang ada di dalam pikirannya, Ye Xiaoya sengaja menyinggung soal ini. Pemuda misterius yang memintanya menjadi Guru sudah menceritakan masa lalunya padanya.


“Jing? Jadi begitu.” Ratu Obat menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian mempersilahkan Ye Xiaoya untuk masuk ke dalam.


Ratu Obat membawa Ye Xiaoya ke ruangan khusus. Terlihat beberapa pil berkualitas tinggi tersusun di atas meja dan dibungkus dengan baik.


‘Tunggu, Ratu Obat ini...’ Ye Xiaoya menatap pil berwarna emas terang, ‘Pil Matahari Emas? Bukankah ini berasal dari Benua Bintang Timur?’


“Dilihat dari raut wajahmu kau sepertinya mengenal pil itu? Pertama sebutkan namamu...” Ratu Obat sedang membuat teh sambil mengamati Ye Xiaoya dengan seksama.


“Salam senior, perkenalkan namaku Ye Xiaoya.”


‘Apa-apaan tatapannya itu?’ Ye Xiaoya menutup dadanya dan mengalihkan pandangannya. Dia merasa risih dengan tatapan Ratu Obat.


”Silahkan diminum. Ini kubuat dari daun teh langka yang dapat mengurangi ketegangan.” Ratu Obat menaruh secangkir teh hangat di depan Ye Xiaoya.


“Be... Benar, kah?” Dengan gemetaran Ye Xiaoya berkata, sebelum meminum teh hangat buatan Ratu Obat.


“Jadi alasanmu datang menemuiku karena apa? Apa pangeran kecil itu ingin aku menyembuhkan Racun Iblis Neraka dan membuat penawarnya?” Ratu Obat meminum teh hangat dan tersenyum tipis, “Namaku Yao Lin. Salam kenal Junior Ye.”


Ye Xiaoya menceritakan pada Ratu Obat yang bernama Yao Lin jika Racun Iblis Neraka di dalam tubuh Jing Yang telah menghilang. Alasannya datang menemui perempuan berparas manis dengan pakaian yang compang-camping ini karena ingin mengajak bergabung ke Rumah Lima Warna, organisasi yang baru dibentuk Jing Yang, Ye Xiaoya dan Shen Mi.


Yao Lin yang mendengar cerita Ye Xiaoya langsung tersedak, “Apa yang kau katakan itu benar?! Jika benar maka pangeran kecil itu memiliki kekuatan terkutuk!”


Seketika raut wajah Ye Xiaoya berubah. Sekarang dia yakin Yao Lin bukan berasal dari Benua Dataran Tengah, melainkan Benua Bintang Timur.


“Apa kau mengerti bagaimana perasaannya ketika merasakan sakit akibat memiliki kekuatan itu?! Orang-orang seperti kalian tidak akan memahaminya! Kami juga ingin hidup bahagia!” Tanpa sadar Ye Xiaoya tidak dapat mengontrol emosinya.

__ADS_1


Ye Xiaoya sendiri terkejut mengapa dirinya bisa semarah ini, “Maaf, Senior Yao. Aku tidak bermaksud lancang menyela perkataanmu.”


“Apa kau berasal dari Benua Bintang Timur?” Yao Lin bertanya untuk memastikan. Kemudian dia berjalan mengambil Pil Matahari Emas dan memberikannya pada Ye Xiaoya, “Ceritakan tujuan pangeran kecil mengajakku ke dalam organisasi yang kau maksud? Aku akan memberikan ini sebagai permintaan maaf...”


Yao Lin terlihat merasa bersalah.


Ye Xiaoya menceritakan singkat jika dirinya berasal dari Benua Bintang Timur. Tepat setelah bangsa asing yang bekerjasama dengan salah satu keluarga kekaisaran datang menjajah negerinya. Ye Xiaoya melarikan diri membawa sebuah kitab rahasia milik Klan Ye menuju Benua Dataran Tengah.


Ekspresi raut wajah Yao Lin berubah-ubah, terutama saat Ye Xiaoya menceritakan tentang keinginan mulia dari Jing Yang.


Ketika Yao Lin dan Ye Xiaoya sedang mengobrol, pintu rumah terbuka.


“Ibu aku pulang.” Suara manis dari seorang gadis terdengar.


“Ibu, kenapa belum ganti baju. Bukannya aku tinggal cari sayuran sebentar.” Anak Yao Lin masuk ke dalam ruangan, lalu menatap perempuan cantik yang terlihat muda, “Ada tamu. Permisi, namaku Yao Lan. Maaf ibuku yang hanya membuatkan teh.”


“Junior Ye, dia anakku.” Yao Lin menggaruk rambutnya. Kemudian Yao Lan keluar dari ruangan.


“Aku juga berasal dari Kekaisaran Jia, Benua Bintang Timur. Seluruh keluargaku terbunuh dalam malam yang berapi-api di malam itu. Kita bernasib sama. Bangsa Trost, mereka benar-benar keji membunuh semua orang yang tidak tunduk pada mereka...” Yao Lin tercekat. Kemudian meminum kembali teh hangatnya.


Terlihat jika Yao Lin mengumpulkan banyak daun teh langka hanya karena untuk menenangkan dirinya. Bagaimanapun seorang manusia berusaha melupakan masa lalu, namun masa lalu itu sendiri selalu membayangi di setiap waktu.


“Tujuannya begitu mulia. Aku hanya berharap Kekaisaran Jiang tidak menjadi incaran mereka. Tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Bangsa Iblis dan Bangsa Trost. Dunia ini sudah mengalami pergejolakan yang hebat setelah mereka melakukan pergerakan. Cepat atau lambat era akan berubah ketika banyak orang yang mengetahui Sembilan Kekacauan Surgawi.” Yao Lin memejamkan matanya dan menarik napas panjang.


Ye Xiaoya dan Yao Lin mengobrol panjang sebelum akhirnya Yao Lin menerima tawaran untuk masuk ke dalam bagian Rumah Lima Warna.


Ye Xiaoya menulis sesuatu di kertas dan memberikannya kepada Yao Lin.


“Di Benua Dataran Tengah, hanya aku yang tahu situasimu. Begitu juga dengan diriku.” Yao Lin tersenyum kepada Ye Xiaoya yang keluar dari rumahnya.


“Sebelum pergi aku akan memberitahu tentang hal ini...”

__ADS_1


Yao Lin memberitahu tentang Bangsa Trost kepada Ye Xiaoya yang mana itu hanya membuat raut wajah Ye Xiaoya mendadak dipenuhi kemarahan.


___


Di dalam kediaman Walikota Kota Shendu, Jing Yang sedang memulihkan tenaganya dengan menyerap khasiat Permata Iblis dan Mutiara Roh Hewan. Kemudian dia juga menyerap beberapa pil yang membantu proses pemulihan tenaga dalam yang diberikan Ye Xiaoya.


Setelah tenaganya pulih, Jing Yang dipanggil Shen Yunxuan untuk makan karena pemuda ini belum makan apapun selama tiga hari ke belakang.


Bagaimanapun Jing Yang memiliki latar belakang besar. Pemuda yang kelak akan meneruskan tahta kakeknya ini tentu saja membuat Shen Yunxuan tidak ingin meninggalkan kesan buruk setelah Jing Yang meninggalkan Kota Shendu.


Selesai makan, Shen Yunxuan mengatakan kepada Jing Yang tentang alasan mengapa Bangsawan Gu dan Menara Pilar Hitam hendak membunuhnya.


Sebenarnya semua ini berkaitan dengan Yuan Xia. Setelah berpikir selama tiga hari belakangan ini, akhirnya Shen Yunxuan mengetahui jika Bangsawan Gu dan Menara Pilar Hitam mengincar sesuatu di dalam Makam Ratu Kuno.


“Tuan Muda Jing Yang, sebenarnya di dalam Makam Ratu Kuno terdapat sumber daya yang besar. Baik itu Reruntuhan Kristal ataupun pusaka dan kitab didalamnya. Aku tidak menyangka kebenaran tentang Makam Ratu Kuno telah sampai ke Kekaisaran Jiang.” Yuan Xia menjelaskan kepada Jing Yang setelah suaminya menyelesaikan ceritanya.


Di dalam ruangan itu juga ada Ye Xiaoya yang baru saja datang, kebetulan dia mendengar kebenaran tentang Makam Ratu Kuno. Tetapi raut wajah Ye Xiaoya terlihat tidak tertarik. Perempuan cantik yang menyukai harta dan daging ini sama sekali tidak antusias.


Jing Yang menatap Ye Xiaoya. Ada perasaan bersalah yang hinggap di hatinya setelah ingatan pemilik Tubuh Raja Neraka sebelumnya muncul di dalam ingatannya.


Setelah Shen Yunxuan dan Yuan Xia memberitahu kebenaran tentang Makam Ratu Kuno, mereka berdua menyuruh pelayan menyiapkan perbekalan untuk Jing Yang dan Ye Xiaoya. Sementara Jing Yang dan Ye Xiaoya terjebak dalam suasana canggung.


Ye Xiaoya menarik napas dalam dan menatap Jing Yang, “Ada apa? Apa kau menyadari sesuatu?”


“Maafkan aku Guru Xiaoya. Aku penyebab ibumu...” Jing Yang tercekat. Dia merapatkan giginya. Bagaimanapun dia sadar Ye Xiaoya bisa menghilang kapan saja darinya.


“Ini bukan salahmu ataupun pemilik tubuh sebelumnya. Kita berangkat. Kau tidak perlu memikirkan dosa pemilik tubuh sebelumnya.” Ye Xiaoya berbicara dan sama sekali tidak menatap Jing Yang.


“Guru Xiaoya, aku berjanji tidak akan membuatmu menderita. Mungkin aku hanyalah bocah dimatamu. Tetapi biarkan aku yang menanggung semuanya. Aku akan menghancurkan mereka! Biarkan aku yang menanggung semuanya sendiri!” Jing Yang mencoba menatap Ye Xiaoya, tetapi perempuan itu menjauh dan memberi isyarat padanya agar segera melanjutkan perjalanan.


Semenjak hari itu. Takdir menjebaknya. Jing Yang akhirnya sadar mengapa dirinya sama sekali tidak bisa menganggap Ye Xiaoya menjadi gurunya dan mengapa Roh Sang Hitam menyuruhnya untuk memperlakukan Ye Xiaoya dengan baik.

__ADS_1


“Guru, jika kau dapat merasakan rasa sakit dari hati manusia. Apakah kau dapat menghilangkan luka di dalam hatinya. Ini semua salahmu! Dan kenapa harus aku yang merasakan ini?!” Jing Yang memukul pintu dan mencoba berbicara kepada Roh Sang Hitam yang diam membisu.


__ADS_2