
Suasana di stadion cukup ramai karena mereka semua membicarakan delapan nama yang akan bertanding di babak delapan besar Turnamen Sembilan Naga. Terutama pertandingan terakhir babak enam belas besar menjadi perbincangan hangat karena sosok Jing Yang yang mendatangi Mei Hua dengan gagah berani.
Suara riuh itu membisu ketika Ye Long memanggil dua nama peserta yang akan bertanding di pertandingan pembuka babak delapan besar.
“Dua nama yang mendapatkan giliran bertanding pertama silahkan maju ke depan!” Ye Long berbicara dengan keras.
Ma Xinxuan dan Duan Zhaoyang langsung turun ke panggung tanah. Keduanya memberi hormat pada Ye Long sebelum saling berhadapan, menatap satu sama lain.
Ye Long kembali menjelaskan peraturan pertandingan pada Ma Xinxuan dan Duan Zhaoyang terlebih dahulu sebelum menyuruh kedua peserta menjaga jarak.
“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku!” Ye Long memberi tanda pada Ma Xinxuan dan Duan Zhaoyang agar menjaga jarak. “Dengan ini pertandingan pembuka babak delapan besar dimulai!”
Selepas Ye Long memulai aba-aba pertandingan. Ma Xinxuan langsung menarik pedangnya dan bergerak cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh sembari menyerang Duan Zhaoyang dari berbagai arah.
“Saudara Duan! Keluarkan seluruh kekuatannmu! Kita meriahkan pertarungan ini!” Ma Xinxuan dengan penuh percaya diri melepaskan aura pembunuh pada Duan Zhaoyang.
“Sesuai keinginanmu!” Duan Zhaoyang mulai memainkan pedangnya. Pertama dia menangkis tebasan pedang Ma Xinxuan sebelum membalasnya. Lalu Duan Zhaoyang berusaha mengikuti ritme kecepatan Ma Xinxuan yang gesit itu.
Ma Xinxuan menahan tebasan pedang Duan Zhaoyang. Kedua bilah pedang saling bertemu dan membuat keduanya saling berpandangan sebelum bertukar serangan. Aura tubuh kedua peserta meluap-luap di sekitar tubuh mereka bahkan tenaga dalam yang melapisi pedang mereka membuat kerusakan pada panggung tanah ketika kedua bilah pedang saling bertemu dan saling menebas. Pertemuan energi pedang itu yang menyebabkan kerusakan.
“Bagus. Kau ternyata sangat bersemangat Saudara Duan!” Ma Xinxuan mulai memainkan pedangnya dengan agresif. Gerakan pedangnya meningkat pesat dan menajam.
Ma Xinxuan menyadari Duan Zhaoyang tidak dalam kondisi terbaiknya. Setelah bertarung sengit melawan Feng Xian dari Sekte Bukit Angin, stamina dan kekuatan Duan Zhaoyang tidak dalam kondisi terbaiknya. Tentu saja Ma Xinxuan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk sedikit menyiksa peserta dari Istana Sembilan Naga.
Walau Duan Zhaoyang telah menyerap khasiat Permata Iblis atau sumber daya yang diberikan Istana Sembilan Naga. Tetapi efek penyembuhan membutuhkan waktu.
__ADS_1
“Pertahananmu begitu lemah, Saudara Duan!” Ma Xinxuan mengayunkan pedangnya lebih cepat dari sebelumnya.
Penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut merasa pergerakan Duan Zhaoyang melambat. Pertukaran serangan lebih didominasi oleh Ma Xinxuan.
Pertukaran belasan jurus dari Ma Xinxuan dan Duan Zhaoyang membuat kerusakan parah pada panggung tanah. Tetapi energi yang mereka gunakan juga benar-benar menguras tenaga. Baik dari aura maupun tenaga dalam. Jika Ma Xinxuan dan Duan Zhaoyang tidak pandai mengontrol maka mereka tidak akan dapat bersaing di babak selanjutnya.
“Ada apa, Saudara Duan?!” Ma Xinxuan mengamati pergerakan Duan Zhaoyang. Saat jarak keduanya sudah mendekat. Dengan segera Ma Xinxuan menebaskan pedangnya yang dialiri tenaga dalam.
Duan Zhaoyang mengertakkan giginya. “Merepotkan!” Dada Duan Zhaoyang yang memiliki bekas luka kembali tertebas. Walau tidak dalam tetapi lukanya kembali terbuka.
Ma Xinxuan tersenyum sinis. Namun pemuda dari Bulan Purnama Merah itu tidak ingin melukai salah satu pendekar dari Istana Sembilan Naga terlalu parah. Sehingga dia melompat ke belakang dan berniat mengakhiri pertandingan dengan satu serangan yang pasti.
“Senja Berdarah!”
Ma Xinxuan melepaskan aura tubuhnya beserta tenaga dalamnya. Kemudian dia menebaskan pedangnya dari kejauhan. Sebuah tebasan yang membentuk bulan purnama berwarna merah itu bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Duan Zhaoyang.
Benturan energi yang kuat itu membuat tubuh Duan Zhaoyang terpental jauh ke belakang. Sedangkan Ma Xinxuan masih tegak berdiri karena menyimpan tenaganya sebisa mungkin agar bertarung di babak semi final. Walau hembusan angin menerpa tubuhnya dan membuatnya memejamkan mata, tetapi Ma Xinxuan masih merasa ada yang kurang di dalam benaknya.
“Kompetisi tanpa membunuh akan terasa hambar!” Ma Xinxuan tertawa lirih dan kembali ke bangku penonton khusus pendekar dari Bulan Purnama Merah.
Secara tidak sadar Ma Xinxuan telah menyinggung Ye Long yang baru mengangkat tangannya dan belum mengumumkan Ma Xinxuan sebagai pemenangnya.
“Pemenangnya Ma Xinxuan!”
Ye Long segera memberi tanda pada pendekar Istana Sembilan Naga agar memberikan pertolongan pertama pada Duan Zhaoyang.
__ADS_1
Setelah melihat Duan Zhaoyang sedang dirawat. Ye Long memanggil dua nama peserta selanjutnya. “Dong Yuan dan Gu Hao! Silahkan maju ke depan!”
Dengan cepat keduanya langsung turun ke panggung tanah. Ye Long kembali menjelaskan peraturan pertandingan pada Dong Yuan dan Gu Hao.
“Jika kalian mengingatnya. Maka segera ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku!” Ye Long menarik napas dan menatap kedua peserta. “Dimulai!”
Gu Hao tertawa menatap Dong Yuan. “Jangan menahan diri ketika bertarung melawanku, Saudara Dong!” Tangannya menarik pedangnya. Kemudian Gu Hao melesat ke depan melancarkan serangan pembuka.
“Baiklah, baiklah...” Dong Yuan langsung menarik pedangnya dan menatap tajam Gu Hao.
Kedua bilah pedang bertemu. Suara benturan pedang begitu nyaring terdengar ketika keduanya mulai bertukar tebasan. Pergerakan keduanya begitu cepat karena menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Selepas bertukar tebasan. Gu Hao dan Dong Yuan kembali bergerak dengan kecepatan tinggi dan bertukar serangan. Lebih dari tiga puluh serangan, keduanya masih bertarung dengan sengit.
“Aku ingin bertarung denganmu di Arena Hidup Mati!” Gu Hao tersenyum menyeringai menatap Dong Yuan.
“Jangan paksakan ajaran aliran hitam padaku. Kompetisi yang kau bicarakan itu adalah tempat pembantaian!” Dong Yuan terlihat terpancing dengan perkataan Gu Hao. “Pedang Tiga Raja! Aku bersumpah seumur hidup akan menghapus nama itu!”
Gu Hao melepaskan aura pembunuh dan tersenyum menyeringai. “Benar, seperti itu. Aku ingin melihat wujud aslimu yang dipenuhi kemarahan!”
“Orang kuat akan memangsa yang lemah! Dunia ini adalah tempat yang seperti itu! Jangan berbicara tentang sebuah ambisi jika kau tidak mampu mengalahkanku!”
Gu Hao berteriak dengan cukup keras. Dan permainan pedangnya mulai berubah menjadi begitu cepat. Tebasan pedangnya meningkat tajam dan aura yang melapisi pedangnya membuat Dong Yuan kesulitan menahannya.
Sayatan dan tebasan pedang mulai mengenai sekujur tubuh Dong Yuan.
__ADS_1
Untuk mengimbangi permainan pedang Gu Hao yang agresif. Dong Yuan melepaskan aura pembunuh untuk melawan intimidasi dari Gu Hao. Kemudian dia memutarkan tubuhnya dengan cepat sembari mengayunkan pedangnya.
“Pusaran Naga Api!”