Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 141 : Permintaan Yin Feng


__ADS_3

Yin Ruo mengeksekusi Ji Xuan secara publik. Ribuan penduduk Kota Shuyang melihat secara langsung bagaimana pedang tajam yang digenggam Yin Ruo memotong kepala Ji Xuan.


Liu Mengda dan Ma Lizi mendampingi secara langsung proses eksekusi Ji Xuan, penduduk Kota Shuyang berteriak kencang karena bahagia melihat kematian seluruh Keluarga Ji. Mulai sekarang era berubah, Kekaisaran Yin mengambil langkah terjal karena akan bermusuhan langsung dengan Kekaisaran Ma.


Bersamaan dengan proses eksekusi Yin Ruo, Jing Yang dan Xue Rong juga berhasil menumpas seluruh prajurit militer dari Kekaisaran Ma.


Xue Bingyue dan Xue Que juga berhasil membunuh puluhan prajurit militer Kekaisaran Ma, sekarang mereka berdua sedang mengolah aura pembunuh menjadi hawa dingin.


Jing Yang memperhatikan Xue Bingyue dengan seksama, aliran napas gadis itu begitu tenang dan teratur. Hawa dingin yang keluar dari tubuh Xue Bingyue berbeda dari Xue Que.


Setelah selesai mengolah aura pembunuh menjadi hawa dingin, Xue Bingyue diberi sebuah pil berwarna putih oleh Xue Rong. Kemudian mereka memutuskan perjalanan kembali ke Pegunungan Suxue untuk memberitahu keberadaan Rantai Pengekang Langit kepada Tetua Agung Istana Bulan Biru.


Sementara Jing Yang memutuskan untuk menemani Yin Ruo kembali ke Ibukota Huayin, sebelum mendiskusikan masalah Kekaisaran Ma dan memberi imbalan kepada Istana Bulan Biru, Yin Ruo mengatakan kepada Jing Yang bahwa Yi Yue memberikan sebuah bingkisan dan surat untuknya.


“Paman Ruo mengadakan pertemuan tertutup dengan Kakekmu. Ya, Benua Dataran Tengah masih jauh dari kata damai, karena bagaimanapun sekarang kabar pengaruh bangsa asing yang menjual obat-obatan dan senjata membuat beberapa negeri telah tunduk bahkan binasa. Sehingga kita butuh seorang pilar untuk menekan kekacauan ini.” Yin Ruo menjelaskan.


Xue Rong tidak mencegah keinginan Jing Yang, gadis ini mempercayai perkataan Jing Yang yang akan membawanya keluar dari Istana Bulan Biru.


“Senior Rong, Yueyue, Saudari Que, terimakasih. Aku akan langsung menemui kalian setelah mengambil surat dari Nenek Yi.” Jing Yang menjelaskan sambil menatap Xue Bingyue yang terlihat ingin ikut dengannya.


Xue Rong tersenyum, “Yueyue, jika kamu ingin pergi bersama Rubah Putih maka pergilah, aku akan menjelaskan tentang ini kepada Tetua Agung.”


Xue Bingyue langsung memberi hormat kepada Xue Rong, “Terimakasih Guru...”


Jing Yang mendekati Xue Rong dan menjelaskan bahwa dirinya takut jika ingatan Xue Bingyue akan lumpuh karena mengingat dirinya.


“Junior Yang, apa tekadmu hanya sebatas ini?” Xue Rong tersenyum lembut dari balik topengnya.


Jing Yang merasa tertantang. Dirinya menatap Xue Bingyue, kemudian dia tersenyum tipis, “Terimakasih Senior Rong, tetapi kamu terlalu berharap banyak padaku...”

__ADS_1


Xue Rong tertawa lirih, “Turnamen Pendekar Muda akan dilakukan satu bulan lagi. Yueyue, pergilah bersama Rubah Putih dan cari pengalaman darinya.”


“Baik, Guru.” Xue Bingyue menjawab penuh antusias.


Jing Yang menghela napas panjang dan mengalah. Walau dalam hati dia justru merasa bahagia, kali ini dirinya akan menjaga Xue Bingyue dengan baik.


“Senior Rong, terimakasih karena telah mempercayaiku. Tetapi jangan berharap banyak padaku, tetapi aku berjanji tidak akan mengecewakanmu dan suatu saat aku menepati janjiku ini.” Jing Yang berkata dengan tulus kemudian berpamitan dengan Xue Rong dan Xue Que.


“Saudara Jing, jaga Yueyue...” Xue Que berkata singkat dan melangkahkan kakinya pergi bersama Xue Rong menuju Pegunungan Suxue.


Yin Ruo dan Ma Lizi kembali ke Ibukota Huayin, sementara Liu Mengda membenahi Kota Shuyang yang sedang dalam masa pergejolakan.


Yin Ruo ingin menghadiri langsung Turnamen Pendekar Muda, dia berharap dapat menjalin kerjasama dengan sekte-sekte besar di dunia persilatan Kekaisaran Yin. Yin Ruo bertindak demikian karena mengikuti saran dari Jing Yang.


“Rubah Putih, maaf karena telah menerima permintaan egoisku...” Xue Bingyue merasa bersalah ketika mendengar Jing Yang menghela napas panjang.


Jing Yang menyentuh topeng rubah putih yang dikenakan Xue Bingyue, “Tidak perlu dipikirkan. Mari kita pergi...” Jing Yang menyentuh lembut telapak tangan Xue Bingyue dan menggenggamnya.


____


Setelah perpisahan dengan Xue Rong dan Xue Que, Xue Bingyue menyadari sesuatu bahwa dirinya tidak merasa sedih, melainkan dirinya merasa bahagia karena berkelana bersama Jing Yang.


Setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari, akhirnya Jing Yang dan Xue Bingyue sampai kembali di Ibukota Huayin.


“Rubah Putih, aku ingin bertanya sesuatu. Apakah kau bisa mengajariku cara membentuk lingkaran tenaga dalam dan cara menggunakan Ilmu Pedang Terbang?” Xue Bingyue berharap Jing Yang akan menuruti permintaannya.


Jing Yang menyentuh rambut Xue Bingyue dan mengusapnya lembut, “Ya, aku akan mengajarimu...” Jing Yang mengingat beberapa cara membantu Xue Bingyue untuk menempa kembali kekuatannya berkat ingatan Roh Sang Hitam dan Roh Sang Putih.


Sesampainya di Istana Yin, Zhang Ruoruo datang bersama Yin Dihua. Perempuan berwajah keibuan itu mengajak Jing Yang da Xue Bingyue mengobrol lama, sebelum memberikan sepucuk surat serta sebuah bingkisan.

__ADS_1


“Huahua, perkenalkan kakak tampan ini adalah Jing Yang, cucu dari Kakek Jiang dan ini adalah kakak cantik, Xue Bingyue dari Istana Bulan Biru...” Setelah mendengar penjelasan Zhang Ruoruo, wajah Yin Dihua justru terkagum-kagum menatap Xue Bingyue.


“Ibunda, Istana Bulan Biru yang itu kan?” Zhang Ruoruo tertawa lirih melihat anaknya yang menggemaskan.


“Iya, Istana Bulan Biru yang berada di Kekaisaran Yin.” Jawab Zhang Ruoruo.


Saat Jing Yang dan Xue Bingyue sedang berbincang dengan Zhang Ruoruo dan Yin Dihua, sepasang mata mengamati Jing Yang dari kejauhan.


Setelah Zhang Ruoruo dan Yin Dihua pergi, sosok sepasang mata yang mengamati Jing Yang langsung menghampiri.


“Saudaraku, bisakah kau ajarkan aku bela diri?” Tanpa perkenalan dan tanpa basa-basi, Yin Feng menghampiri Jing Yang dan meminta diajarkan bela diri.


Yin Feng telah mendengar kehebatan Jing Yang dari ayahnya dan Liu Mengda, sehingga dia ingin Jing Yang mengajarinya bela diri.


“Rubah Putih, terkadang orang seperti ini memiliki niat terselubung...” Bisik Xue Bingyue lembut. Jing Yang mengangkat alisnya dari balik topeng rubah putih.


“Apa tujuanmu belajar bela diri?” Jing Yang bertanya.


“Aku adalah pewaris tahta Kaisar Yin. Kau tahu, aku ini ingin menjadi seorang pahlawan yang dapat melindungi penduduk dari kejahatan, tetapi aku tidak memiliki bakat bela diri sama sekali...”


Yin Feng menggaruk lembut pipinya setelah mengatakan itu, terlihat dia malu-malu dan itu membuat Jing Yang dan Xue Bingyue penasaran.


“Selain itu, aku ingin perempuan bernama Qiu Mei di Kekaisaran Jiang menerimaku. Jadi tolonglah aku, Saudaraku. Kelak kau akan menjadi Kaisar Jiang, aku akan mengingat kebaikanmu jika membantuku. Jujur aku mengagumimu!”


Wajah Yin Feng merah padam setelah berkata demikian. Segera dia pergi meninggalkan Jing Yang dan Xue Bingyue yang mematung melihat dirinya.


Jing Yang menggaruk kepalanya, dia tidak menyangka melihat pemuda yang sebaya dengannya yang memiliki tujuan mulia.


____

__ADS_1


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.


__ADS_2