Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 214 - Murong Liuyu Dan Qiao Xi


__ADS_3

Ketika mengetahui seluruh mayat pendekar Istana Naga Api, Gunung Pedang Tunggal dan Pedang Tiga Raja lenyap, Murong Qiaomi menghampiri Jing Yang dengan ekspresi rumit seolah-olah tidak percaya akan perkembangan pesat pemuda itu.


Jing Yang menceritakan singkat apa saja yang dilaluinya mulai dari perpisahannya dengan Ye Xiaoya sampai pertempuran di Negeri Kabut Tersembunyi. Jing Yang tidak menceritakan seluruhnya dan tentu saja ada beberapa yang dia sembunyikan mulai dari Bangsa Trost yang menjajah Kekaisaran Qing, pertemuannya dengan Raja Neraka dan kematian Xue Qinghua.


Tetapi dari semua itu Jing Yang menceritakan keinginannya untuk menjadi seorang Kaisar Jiang di usia muda. Jing Yang mengatakan semua orang dengan tenang dihadapan Murong Qiaomi, Fan Ziwei, Tao Qiaoli dan Chi Rong.


“Aku akan menerima peranku ini. Aku tidak bisa egois. Untuk mencapai impianku, aku tidak bisa terus-terusan mempunyai pola pikir seperti bocah manja yang merengek pada orang dewasa.” Jing Yang dengan tatapan tenang menatap Murong Qiaomi, Fan Ziwei, Tao Qiaoli dan Chi Rong secara bergantian.


Lalu Jing Yang menundukkan kepalanya, “Maukah Ketua Qiaomi dan Senior dari Istana Bunga Persik mendukung diriku ini?” Lalu Jing Yang kembali berdiri tegak dan tersenyum.


“Aku ingin kalian semua menegurku saat aku melakukan kesalahan.” Jing Yang tersenyum menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin merepotkan semua pihak yang akan mendukungnya.


Murong Qiaomi memperhatikan ekspresi Jing Yang. Pemuda itu seperti menyembunyikan sesuatu yang besar, tetapi keinginan serta tujuannya sangat mulia.


Jing Yang tidak menunggu Murong Qiaomi menjawab, dia tersenyum kecut tanpa sadar dengan dirinya yang menggigit bibir bawahnya. Ekspresi sedih itu muncul selama beberapa detik sebelum akhirnya Jing Yang memudarkan semua perasaan sedihnya dan kembali menunjukkan ekspresi tenang.


‘Yangyang...’ Xue Bingyue bisa mengetahui Jing Yang menyembunyikan sesuatu darinya.


“Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi...” Jing Yang mengepalkan tangannya dengan erat, “Apa menurut Ketua Qiaomi aku terlalu kecil menjadi seorang Kaisar Jiang?”


Sebuah pertanyaan yang membuat Murong Qiaomi. Wanita dari Istana Bunga Persik itu mencubit gemas pipi Jing Yang dan berjongkok.


“Dimataku kau seorang bocah. Tetapi kau sudah berpikiran dewasa. Aku akan mendukung apapun jalan yang kau pilih, Yang‘er. Selama tujuanmu mulia dan sepemikiran denganku, aku akan mendukungmu.” Murong Qiaomi mengelus kepala Jing Yang.


“Ketua Qiaomi, bisa berhenti memperlakukanku seperti anak kecil?” Jing Yang sendiri merasa aneh saat kepalanya dielus Murong Qiaomi.

__ADS_1


Setelah itu mereka memutuskan untuk menuju Istana Bunga Persik. Murong Qiaomi akan mendukung Jing Yang sepenuhnya menjadi seorang Kaisar Jiang.


“Yueyue.” Jing Yang melirik Xue Bingyue dan menggenggam tangan gadis manis itu.


“Ada apa, Yangyang?” Xue Bingyue melirik Jing Yang dan memperhatikan wajah pemuda tampan itu.


“Tidak.” Refleks Jing Yang menarik tangannya dan tersipu malu, “Aku... Aku....”


Melihat Jing Yang menelan ludah, Xue Bingyue tertawa renyah. Jing Yang memalingkan wajahnya yang memerah.


Tingkah manis keduanya membuat Bai Xianlin tersenyum sendiri. Bukan hanya Bai Xianlin saja, melainkan Shi Surao, Murong Qiaomi, Tao Qiaoli, Fan Ziwei dan Chi Rong juga tersenyum sendiri karena melihat Jing Yang yang dan Xue Bingyue tampak menggemaskan.


‘Aku ingin mengucapkan permintaan maaf padamu. Aku telah membunuh Nenek Qinghua.’ Jing Yang membatin sedih dalam hatinya. Dia tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan.


____


Situasi dunia persilatan Kekaisaran Jiang semakin gempar setelah berita musnahnya Istana Naga Api, Gunung Pedang maupun Pedang Tiga Raja ditangan Jing Yang.


Murong Liuyu dan Qiao Xi yang bertugas menyampaikan pesan masih tidak percaya dengan isi surat yang mereka baca dari pesan yang disampaikan Murong Qiaomi.


Banyak yang tidak percaya jika Jing Yang telah membunuh sosok Ju Kai dan Zhen Wang. Tetapi berita tersebut menyebar dengan cepat seiring berjalannya waktu dan sampai keseluruh penjuru daratan Kekaisaran Jiang.


Ajakan pada Sekte Pedang Langit, Sekte Lembah Air dan Sekte Bukit Angin serta Pulau Salju Rembulan untuk membentuk aliansi juga dilakukan Murong Liuyu.


Nanti aliansi itu akan dipimpin langsung oleh Jing Yang dan Murong Qiaomi yang bertindak sebagai penasehatnya. Pembentukan aliansi ini disetujui keempat sekte yang mendapatkan surat undangan dari Murong Liuyu.

__ADS_1


Murong Liuyu sendiri penasaran dengan seberapa kuatnya Jing Yang sekarang. Mengingat saat dirinya pernah menguji kemampuan Jing Yang saat pemuda itu hendak memasuki Istana Bunga Persik.


“Xi‘er, sulit mempercepat jika Yang‘er sudah mencapai Pendekar Roh. Perkembangan yang tidak masuk akal ini membuatku bertanya-tanya...” Murong Liuyu menghela nafas panjang setelah menyelesaikan misi yang diberikan Murong Qiaomi.


Qiao Xi sendiri semakin ingin bertemu dengan Jing Yang. Perasaannya kepada Jing Yang masih sama bahkan semakin kuat. Debaran jantungnya semakin kencang saat mengetahui kabar tentang Jing Yang.


“Berhentilah mengejarnya, Xi‘er. Yang‘er sudah membawa kembali teman masa kecilnya.” Murong Liuyu menyinggung soal keberadaan Xue Bingyue yang merupakan cucu Xue Qinghua dan memiliki tempat istimewa dihati Jing Yang mengingat keduanya telah tumbuh bersama saat kecil.


Qiao Xi menanggapi santai, “Guru Liuyu, aku tidak keberatan dengan itu. Jika Saudara Yang menerima perasaanku, aku rela menjadi yang kedua untuknya.”


Tersedak Murong Liuyu mendengar tanggapan Qiao Xi yang santai, “Xi‘er, siapa yang mengajarimu bicara seperti itu? Kita pendekar dari Istana Bunga Persik dilarang menjalin hubungan dengan seorang pria. Itu sudah turun termurun. Kau mengatakan rela menjadi selingan pemuda itu? Aku kecewa!”


Tiba-tiba nada Murong Liuyu meninggi membuat Qiao Xi berkeringat dingin. Keduanya berhenti berlari dan saling menatap satu sama lain. Tak lama Qiao Xi menundukkan kepalanya dan meminta maaf.


“Guru Liuyu, aku tidak bermaksud-”


“Sudahlah, Xi‘er. Aku pernah berada diposisi mu. Ada alasan mengapa Istana Bunga Persik didirikan. Jika saatnya tiba, entah aku atau Kakak Qiaomi dan Tetua yang lain akan memberitahu tahu kalian semua.” Murong Liuyu memejamkan matanya setelah berkata demikian dan menghela nafas panjang.


“Guru Liuyu...” Qiao Xi nampak bersalah. Dia menyadari dirinya tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Jing Yang seutuhnya, tetapi tidak ada salahnya dirinya mencoba, karena perasaan yang dia pendam semakin lama semakin kuat membuat Qiao Xi semakin ingin menjadi milik Jing Yang sepenuhnya.


“Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu?” Murong Liuyu bertanya karena menganggap Qiao Xi meniru ucapan seseorang.


“Itu... Anu, Guru Liuyu sebenarnya yang mengatakan itu padaku adalah Guru Hua Ying. Dia selalu mendukung tentang perasaanku ini. Dan menurutnya tidak ada salahnya dan wajar-wajar saja jika lelaki seperti Jing Yang kelak akan memiliki puluhan istri karena dia adalah seorang pendekar jenius sekaligus kaisar.” Kembali tersedak Murong Liuyu mendengar jawaban Qiao Xi.


Murong Liuyu terdiam tanpa mengatakan apapun lagi. Perkataan Hua Ying benar apa adanya. Siapa perempuan yang tidak mau menjadi salah satu wanitanya Jing Yang dimasa depan mengingat kemampuan pemuda itu didunia persilatan sangat menjanjikan dengan garis keturunan yang jelas seorang penguasa serta sosok bangsawan yang pertama kali mengukir namanya di dunia persilatan Kekaisaran Jiang.

__ADS_1


Tentu saja banyak yang penasaran dengan sosol Jing Yang dan beberapa sudah menaruh perhatian padanya. Murong Liuyu mengajak Qiao Xi untuk kembali ke Istana Bunga Persik dan memilih tidak membahas tentang Jing Yang dalam perjalanan.


__ADS_2