
“Bocah, beraninya kau membunuh penjaga Kota Shuyang!” Salah satu pendekar agung ternyata sedang berada di dekat gerbang kota.
Jing Yang tidak menggubris perkataannya, melainkan mengeluarkan tekanan gravitasi beban pada tubuh pendekar agung tersebut. Dengan kecepatan tinggi, dia segera membunuh pendekar agung itu dengan satu kali tebasan dalam.
‘Apa pengaruh obat-obatan dari Pulau Iblis Tengkorak telah sampai ke Kekaisaran Ma? Masih banyak yang tidak kuketahui tentang dunia luar, siapa sebenarnya kelompok selain Pulau Iblis Tengkorak yang mengedarkan obat-obatan ini?’ Rasa keinginantahuan Jing Yang tinggi. Masa lalu pemilik Tubuh Raja Neraka sebelumnya, yakni ayahnya sendiri Jing Tian selalu mengingatkan dirinya tentang masa lalu melalui ingatan yang diwariskan.
Darah Klan Jing yang mengalir di dalam darahnya membuat Jing Yang ingin mengetahui alasan mengapa Bangsa Trost menjajah negeri orang dan kerajaan kuno berniat membangkitkan Sembilan Kekacauan Surgawi. Tentu alasan utamanya ingin mengetahui semua itu adalah mengapa semua orang di Klan Jing telah tiada, ini sebuah dilema besar untuknya. Seolah-olah dia sendirian di dunia ini.
Dalam lamunannya, Jing Yang sudah melebarkan aura tubuhnya mencari hawa keberadaan seorang pendekar. Tidak jauh dari gerbang, terlihat sekitar dua puluh orang pendekar raja telah bersiap menyerangnya.
“Seni Napas Dewi Naga Angin!” Angin berhembus dengan tenang disekitarnya, Jing Yang bergerak ke depan dan memutarkan tubuhnya.
Dua puluh pendekar raja melayang di udara karena terkena pusaran angin, sebelum tubuh mereka terjatuh ke tanah. Jing Yang sudah mengalirkan elemen petir pada bilah pedangnya.
Tanpa menyadari orang yang membunuhnya, dua puluh pendekar raja mati seketika. Jing Yang menyerap aura pembunuh mereka. Dan terus bergerak menuju kediaman Walikota Kota Shuyang.
“Aura Raja Naga!” Aura milik Jing Yang meluap-luap dan melebar ke segala arah. Jing Yang menghabisi setiap pendekar yang ada di Kota Shuyang.
Pendekar Sekte Kalajengking Merah berkumpul di sekitar rumah makan dan penginapan. Penduduk berlarian histeris, mereka berharap Jing Yang tidak memancing kemarahan Bangsawan Ji dan Sekte Kalajengking Merah.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Jing Yang benar-benar telah terlibat. Dia tidak ingin ada orang yang memiliki masa lalu sama seperti dirinya, keinginannya yang dia ceritakan kepada Shen Mi dan Ye Xiaoya ini membuat mata Jing Yang terbuka hari ini.
“Sepertinya mereka telah melaporkan kedatanganku...” Jing Yang menarik napas dengan tenang. Dalam satu kali tarikan napasnya, sebuah sayap berwarna merah dan biru muncul di punggungnya.
Jing Yang terkejut, tetapi dia merasa bisa terbang dengan bebas menggunakan kemampuan ini. Tubuhnya diselubungi api berwarna merah dan biru, namun Jing Yang belum dapat mengendalikan kemampuannya.
Dewa Phoenix memilih Jing Yang sebagai pewaris kekuatannya. Sebelum mendarat di kediaman Walikota Kota Shuyang, Api Phoenix berwarna merah dan biru menghilang dari tubuhnya.
Jing Yang tersenyum tipis ketika tubuhnya terjatuh ke bawah, kedatangannya saja sudah menarik perhatian. Tidak butuh waktu lama bagi Sekte Kalajengking Merah mengetahui pemuda yang mengacau di Kota Shuyang.
Orang tuanya sama sekali tidak mengajarkannya untuk membunuh, saat itu Jing Yang merasa dunia adalah tempat yang indah. Tetapi dunia adalah tempat yang begitu kejam, dan begitu indah di saat yang bersamaan.
__ADS_1
“Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Kegelapan!”
Dengan berkumpulnya seluruh Sekte Kalajengking Merah di satu tempat, maka ini akan mempermudah Jing Yang untuk menghabisi seluruh anggotanya.
Di dalam kota Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que juga telah membebaskan penduduk yang bersembunyi di kota bawah. Melihat itu tentu hati Jing Yang merasa bangga. Mereka mempercayainya, dan dia tidak boleh mengecewakan kepercayaan mereka.
Kebanyakan pendekar dari Sekte Kalajengking Merah memiliki kemampuan pendekar raja, setelah membunuh pendekar yang satu, Jing Yang tidak kesulitan membunuh yang lainnya. Tatapan matanya sekarang terlihat dingin. Bahkan aura pembunuh miliknya begitu mencekam dan gelap.
Dalam waktu kurang dari lima jam, suasana di kediaman Walikota Kota Shuyang hening. Lautan darah dan mayat yang bergelimpangan memenuhi jalanan. Jing Yang berdiri dengan tangan kanan yang bergemetar hebat.
Jantung Xue Rong dan Xue Bingyue berdetak kencang saat melihat tangan kanan itu. Pemuda yang telah mengotori tangannya itu, benar-benar menghancurkan bagian dirinya yang lemah.
“Rubah Putih-”
“Yueyeu, jangan mendekat!” Jing Yang menoleh ke belakang, “Jaga penduduk kota!”
Xue Rong menghela napas panjang, dia menyadari ada yang salah dengan dirinya. Sehingga Xue Rong menahan pundak Xue Bingyue dan mengikuti perkataan Jing Yang. Untuk kemungkinan terburuk, dua pendekar agung yang tersisa ataupun Bangsawan Ji akan menggunakan penduduk sebagai sandera.
Tak lama dua pendekar agung muncul di udara dari arah rumah Walikota Kota Shuyang. Salah satu pendekar agung melepaskan tebasan jarak jauh dan memotong kepala Xue Rong.
Setelah kepalanya terjatuh ke tanah, tubuh Xue Rong berubah menjadi serpihan salju. Melihat semua itu, dua pendekar agung itu terkejut.
Jing Yang justru kagum dengan kemampuan Xue Rong yang dapat membuat tubuh tiruan dengan kekuatan elemennya.
Jing Yang melompat ke udara dan menyerang tajam dua pendekar agung. Pertukaran serangan mereka menciptakan gelombang kejut. Jing Yang tidak sekalipun menekan aura pembunuhnya, melainkan melepaskan seluruh aura pembunuhnya.
“Kau siapa? Mengapa mencari masalah dengan kami?!”
“Aku peringatkan padamu. Jika kau membunuh kami, maka para monster dari Kekaisaran Ma akan memburumu!”
Dua pendekar agung berkerjasama sambil mencoba mengetahui identitas Jing Yang. Tetapi mereka terkejut saat Jing Yang hanya diam dan terus melancarkan serangan.
__ADS_1
“Apa kau bisu?!” Satu pendekar agung berteriak. Jing Yang hanya tersenyum tipis mendengarnya.
”Aku tidak berhak menjawab pertanyaanmu!” Tebasan Pedang Gravitasi dipenuhi aura berwarna hitam pekat dan tekanan energi pedang yang membuat tubuh kedua pendekar agung dipenuhi beban.
“Teknik Pedang Gravitasi ~ Rintihan Kegelapan!”
Tubuh dua pendekar agung terkena sayatan, sebelum perut mereka terkena tebasan tajam yang dalam. Jing Yang membunuh mereka berdua dalam tiga kali gerakan kecohan di udara.
Tubuh dua pendekar agung langsung jatuh ke bawah, sementara Jing Yang melepaskan seluruh Aura Raja Naga karena sekilas melihat beberapa Bangsawan Ji hendak melarikan diri.
Jing Yang turun secara perlahan sebelum mengeluarkan tekanan gravitasi beban pada seluruh Keluarga Ji. Satu hal yang membuat Jing Yang begitu murka, karena setelah mengetahui banyak anggota Keluarga Ji yang perempuan memilih bunuh diri.
Dia masih terlalu kecil untuk memahaminya, tetapi Jing Yang paling tidak suka jika ada laki-laki yang mempermainkan perempuan. Diperlakukan tidak adil sampai dilecehkan. Jing Yang langsung mengayunkan pedangnya memotong setiap kepala pemuda berumur tujuh belas tahun yang telah menodai perempuan secara paksa.
Yue Wang menuntun Jing Yang membunuh setiap anggota Keluarga Ji. Darah berceceran di halaman depan kediaman. Yang tersisa hanya tiga orang, Kepala Keluarga Ji yang bernama Ji Xuan dan dua yang lainnya.
Ma Lizi menghampiri Jing Yang dengan penuh ketakutan.
“Paman Lizi, dia siapa?!” Jing Yang bertanya dengan suara yang dingin. Pedang Gravitasi menunjuk tiga orang yang wajahnya pucat pasi depannya.
“Yang paling sebelah kiri adalah Ji Xuan, yang tengah anaknya dan yang paling kiri adalah Ji Tian.”
Setelah Ma Lizi menjawab, tahanan perempuan yang diselamatkan keluar dari kediaman bersama Xue Rong dan Xue Que. Wajah mereka terlihat sama sekali tidak senang, bahkan kebanyakan dari mereka langsung memilih mati dengan mengambil pisau kecil milik pendekar Sekte Kalajengking Merah.
Pemandangan ini membuat mata Xue Rong tersadar apalagi setelah melihat Jing Yang memotong tangan dan kaki anak dari Ji Xuan.
“Berteriaklah! Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah!” Jing Yang mengalirkan energi pedang bercampur dengan unsur api lalu menusukkan Pedang Gravitasi tepat dimulut anak Ji Xuan.
Jing Yang menatap dingin anak dari Ji Xuan yang meledak wajahnya, dia membakar habis seluruh bagian tubuhnya.
“Menjijikan...”
__ADS_1
Saat itu Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que melihat sisi lainnya dari Jing Yang. Sisi ini adalah sisi yang dingin dari pemuda itu, berbeda saat pemuda itu berbicara dengan suara lembut dan menatap dengan tatapan hangat.