Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
~Arc 1 Menembus Tradisi End~ DWP 74 : Tetua Naga Muda Dan Tetua Pedang Naga


__ADS_3

Kejadian kudeta Istana Sembilan Naga menuai banyak reaksi. Pertama Sheng Long meminta maaf pada semua pihak karena dia merasa tidak dapat memimpin jabatan Tetua Naga Agung dengan baik.


Kasus Wang Zhi dan Zhu Huazhi sebenarnya telah lama dicurigai Ye Long, tetapi Sheng Long tidak ingin percaya jika kedua orang yang telah dia besarkan justru mengkhianatinya.


Di balik melemahnya kekuatan Istana Sembilan Naga yang banyak kehilangan anggotanya, Tetua Sembilan Naga masih tetap sama kecuali Wang Zhi yang telah pergi bersama Mao Gang dan Zhu Huazhi yang telah meninggal.


Saat ini di dalam Paviliun Pedang Naga, terlihat Murong Qiaomi masih tidak menyangka ketika mendengar Jing Yang akan diangkat menjadi Tetua Naga Muda. Dan tentu saja ini melebihi rencana mereka.


Dengan ini Murong Qiaomi membentuk aliansi aliran putih dan netral terbesar di Kekaisaran Jiang dengan nama Asosiasi Pedang Hati.


Sheng Long berniat menebus kesalahannya dengan membantu rencana Murong Qiaomi untuk menghentikan rencana kudeta yang akan dilakukan Jiang Nian dan Shi Mubai.


Dengan berita tersebarnya Jing Yang sebagai anak dari Jiang Lian yang berhasil mencabut Pedang Dewa Naga. Maka aliran hitam yang ada di Kekaisaran Jiang akan berpikir dua kali jika ingin melakukan kudeta mengikuti rencana Jiang Feng. Selain itu Tetua Sembilan Naga masih tetap hidup, dan tentu saja beberapa tetua yang tersisa akan bergabung dengan aliansi Istana Bunga Persik.


Saat Murong Qiaomi selesai menjelaskan rencana, perkataan Sheng Long membuat semua orang yang hadir di Paviliun Pedang Naga terkejut.


“Mulai hari ini, Tetua Hakim Naga akan dihapuskan, dan masalah keamanan akan berada di tanganku. Aku ingin mengumumkan jika Tetua Pedang Naga akan dijabat oleh Ye Xiaoya.” Sheng Long menekan perkataannya, kemudian menatap Jing Yang, “Dan prosesi pengangkatan Tetua Naga Muda juga akan dilakukan sekarang.”


‘Tidak buruk juga.’ Ye Xiaoya membatin karena Sheng Long menerima permintaannya ketika dia ditawari sebagai Tetua Pedang Naga.


Banyak ketua sekte aliran putih yang kagum dengan identitas Jing Yang. Mereka semua bisa melihat jika Jing Yang telah melewati masa-masa sulit.


Prosesi pengangkatan Tetua Naga Muda dan Tetua Pedang Naga tidak berlangsung lama. Semua orang menatap kedua pasangan guru dan murid yang sedang menjalani prosesi pengangkatan sebagai Tetua Sembilan Naga.


“Mulai hari ini, Tetua Ye Xiaoya dan Tetua Jing Yang akan menjadi bagian dari Istana Sembilan Naga.” Sheng Long berkata sambil menatap pendekar Istana Sembilan Naga yang tersisa.


“Hormat pada Tetua Sembilan Naga!”


“Hormat pada Tetua Naga Muda!”


“Hormat pada Tetua Pedang Naga!”


Jing Yang memegang Pedang Dewa Naga dengan santai dan berdiri disamping Ye Xiaoya yang sedang menatap dirinya.


“Mulai hari ini aku menerimamu sebagai seorang murid. Tetapi Yang‘er, kau harus ingat. Gurumu ini adalah orang yang bebas, tidak suka terikat dengan peraturan. Apakah kau yakin berguru pada orang sepertiku ini?” Ye Xiaoya menatap Jing Yang tajam dan menunggu jawaban dari pemuda tersebut.


“Mohon bimbingannya, Guru.” Jing Yang membungkuk, namun kepalanya ditahan Ye Xiaoya.


“Panggil aku Guru Xiaoya. Bukankah Guru adalah panggilan untuk Dewi Naga?” Ye Xiaoya tersenyum lembut.


“Selamat kamu telah Menembus Tradisi. Selain menjadi seorang pendekar suci di usia muda, kamu berhasil menjadi Tetua Naga Muda. Namamu ini telah terukir dalam sejarah Istana Sembilan Naga, tidak, cepat atau lambat, namamu akan terukir di daratan tanah kelahiranmu ini.”


Ye Xiaoya menjelaskan pada Jing Yang sesingkat mungkin jika dirinya adalah seorang buronan. Dia melarikan diri dari Benua Bintang Timur karena suatu insiden yang membuatnya memikul takdir berat di pundaknya sebagai seorang wanita.

__ADS_1


Jing Yang mengepalkan tangannya ketika mendengarkan cerita singkat Ye Xiaoya. Walau gadis dihadapannya tidak bercerita semuanya, tetapi Jing Yang bisa melihat tatapan mata Ye Xiaoya sama seperti dirinya. Kehilangan, putus asa dan kesendirian adalah perasaan paling menyakitkan. Di kedua bola mata Ye Xiaoya tersirat semuanya.


Selepas prosesi pengangkatan Tetua Naga Muda dan Tetua Pedang Naga selesai, banyak pendekar muda yang memberi ucapan selamat pada Jing Yang.


Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei memberikan ucapan selamat kepada Jing Yang dan disusul pendekar muda dari Istana Sembilan Naga.


Jing Yang mendapatkan hadiah yang menggiurkan. Hadiah turnamen dari juara satu hingga tiga diberikan kepada Jing Yang karena hanya Jing Yang yang tidak termasuk dalam pendekar anggota Mao Gang.


“Saudari Qiao Xi, Saudari Mei Hua, Saudari Qiu Mei. Aku telah memberi hadiah juara dua turnamen ini pada Senior Murong Qiaomi. Beliau akan memberikannya pada kalian setelah sampai di Istana Bunga Persik.” Ucapan Jing Yang membuat ketiga gadis muda tersebut langsung berkaca-kaca Jing Yang.


“Terimakasih Saudara Jing Yang!” Mei Hua hendak memeluk Jing Yang tetapi pundaknya ditahan Qiao Xi dan Qiu Mei.


“Panggil dia Tetua Jing Yang!” Qiu Mei menegur Mei Hua.


“Tetua...” Qiao Xi ingin memanggil nama Jing Yang, tetapi jika dia memanggilnya maka dia akan merasakan perbedaan yang jauh. Dengan ini jarak antara dirinya dengan Jing Yang semakin jauh.


“Panggil aku seperti biasanya. Lagipula aku ini tetap menjadi teman kalian.” Jing Yang tersenyum lembut sebelum mengajak ketiga gadis muda itu untuk ikut acara perayaan keberhasilan dirinya menjadi Tetua Naga Muda.


Suasana di Istana Sembilan Naga hari ini tampak penuh kebahagiaan, walau beberapa hari yang lalu suasana duka menyelimuti Istana Sembilan Naga. Api sempat meredup, kini kembali membara.


Meskipun kini Jing Yang dan Ye Xiaoya menjadi Tetua Sembilan Naga, keduanya tidak akan menetap di Istana Sembilan Naga. Sheng Long tidak melarang keduanya yang tidak ingin terikat sekte. Tetapi Sheng Long hanya ingin Jing Yang dan Ye Xiaoya tetap menjadi bagian dari Istana Sembilan Naga.


Giok emas berukiran Naga diberikan kepada Jing Yang dan Ye Xiaoya. Bahkan ketika Ye Long dan Sheng Long mengajak mereka berdua memasuki Perpustakaan Sembilan Naga, Ye Xiaoya dengan senang hati mengambil semua salinan ilmu pedang dan banyak gulungan ilmu lainnya yang dia masukkan ke dalam Cincin Penyimpanan.


“Ilmu Pedang Terbang? Ilmu Pedang Jiwa? Ilmu Seribu Pedang?” Ye Xiaoya mengambil setiap salinan ilmu Istana Sembilan Naga yang hanya bisa dipelajari oleh Tetua Sembilan Naga.


“Ini...” Ye Xiaoya menggumam ketika menyentuh sebuah pil berwarna emas.


“Konon ketika orang yang mencabut Pedang Dewa Naga memakan pil itu maka gambaran semua jurus Pedang Dewa Naga akan terlintas di dalam pikirannya. Nama pil ini adalah Pil Warisan. Kami, Tetua Sembilan Naga memakan pil ini.” Sheng Long menunjuk sebuah pil berwarna hitam yang melayang di udara tidak jauh dari pil emas tersebut.


“Zirah Dewi Malam. Tetua Ye Xiaoya, itu adalah Pil Warisan bagi orang yang terpilih menjadi pemilik Zirah Dewi Malam.” Sheng Long menambahkan.


Ye Xiaoya langsung mengambil pil berwarna hitam dan menelannya. Tak lama Jing Yang mengikuti Ye Xiaoya.


Jing Yang menatap Ye Xiaoya. Keduanya saling berhadapan dan memejamkan mata. Mereka berdua sedang melakukan konsentrasi secara penuh karena Pil Warisan mulai berkerja.


‘Teknik pedang ini sangat mematikan. Aku belum mempunyai waktu untuk menemui Roh Pedang Dewa Naga. Aku akan berlatih menggunakan pedang ini setelah sampai di Istana Bunga Persik.’ Jing Yang membatin dan tersenyum tipis.


Sementara itu Ye Xiaoya sedikit memucat sebelum terkekeh pelan, ‘Zirah Dewi Malam sangat berbahaya. Jika tenaga dalam dan auraku menipis, maka zirah ini akan mengambil hidupku. Ini sungguh mendebarkan.’


“Sepertinya kalian sudah dapat melihat gambaran dari Pil Warisan.” Sheng Long berjalan dan memberi tanda pada keduanya untuk pergi ke Gudang Pusaka Naga.


Disana terlihat seluruh Tetua Istana Sembilan Naga dan Tetua Istana Bunga Persik sedang melihat-lihat senjata.

__ADS_1


“Apakah disini tidak ada pedang yang merupakan Pusaka Dewa atau Pusaka Langit. Jika ada berikanlah satu untukku.” Ye Xiaoya terlihat cukup serakah. Melihat itu, tatapan Tetua Sembilan Naga selain Sheng Long dan Jing Yang sedikit terkejut dengan sikap Ye Xiaoya.


“Tidak ada, beberapa pusaka sudah dipakai. Walau masih ada yang tersisa, tetapi itu adalah warisan leluhur kami.” Sheng Long mengelus dagunya sesaat sebelum mengambil sesuatu dari dalam jubahnya, “Tetua Ye Xiaoya, Tetua Jing Yang. Terimalah ini.”


“Ini adalah Mutiara Naga. Ini membantu meningkatkan kekuatan kalian.” Pemberian Sheng Long membuat lima Tetua Sembilan Naga dan Tetua Istana Naga tersedak.


“Terimakasih Kakek Sheng.” Jing Yang menerima pemberian Sheng Long.


Tetua Sembilan Naga masih kurang satu kursi tetua. Sheng Long tidak buru-buru mencari tetua yang baru karena kali ini dia akan membuat Istana Sembilan Naga seperti sedia kala sesuai harapan leluhurnya.


Mengingat Pedang Dewa Naga telah tercabut, maka Sheng Long sangat berharap kepada Jing Yang jika kelak pemuda tersebut dapat meneruskan harapan leluhurnya.


“Baiklah, saat ini kami akan kembali ke Istana Bunga Persik walau Istana Sembilan Naga telah menjadi rumah kami yanh baru.” Ye Xiaoya berniat langsung kembali ke Istana Bunga Persik sehingga dia tidak ingin berlama-lama di Istana Sembilan Naga.


“Aku akan datang ke Ibukota Huaran. Sesuai janji, kita akan membagi dua kelompok dan menjalankan semua sesuai rencana.” Sheng Long tersenyum menatap Ye Xiaoya dan Jing Yang yang telah berjalan meninggalkan kediaman Istana Sembilan Naga.


Saat dalam perjalanan, Ye Xiaoya memegang pundak Jing Yang.


“Yang‘er, keluarkan Elang Salju itu.” Ucap Ye Xiaoya sambil memasang wajah kesal, “Kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang kedua hewan itu?”


“Guru tidak bertanya padaku tentang itu?” Jing Yang menjawab dengan tenang dan mulai menggunakan Cincin Roh, “Xue Ying, keluarlah!”


“Hewan Buas Tahap Dewa. Sepertinya tenaga dalam dan auramu cukup terkuras, Yang‘er.” Murong Qiaomi meremas rambut Jing Yang ketika melihat aura yang samar-samar terlihat pemuda itu melemah.


“Ini masih belum seberapa. Sepertinya efek dari Aura Naga Kegelapan membuat sekujur tubuhku terkadang merasakan sakit.”


Ketika Jing Yang berkata demikian, wajah Ye Xiaoya, Murong Qiaomi, Murong Liuyu, Chi Rong dan Hua Ying terkejut. Sementara itu Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei kebingungan.


“Tuan, naiklah. Aku ingin melanjutkan pertarunganku dengan kera bodoh itu.” Xue Ying tiba-tiba protes.


“Mari naik...” Jing Yang melompat ke punggung Xue Ying diikuti yang lainnya.


Kemudian mereka terbang melewati awan menuju Istana Bunga Persik. Dalam perjalanan Ye Xiaoya diberi tanda oleh Murong Qiaomi.


‘Bersiaplah, aku akan melatihmu dengan keras, Yang‘er.”


Perjalanan Jing Yang di Istana Sembilan Naga berakhir penuh kejutan. Setelah di tolak mentah-mentah menjadi murid luar bahkan murid dalam, Jing Yang justru menjadi Tetua Naga Muda dan mencabut Pedang Dewa Naga.


Selain itu dia berhasil memenuhi permintaan Ye Xiaoya, untuk Menembus Tradisi. Selanjutnya tirai pergejolakan di Ibukota Huaran, Kekaisaran Jiang baru saja dimulai.


Arc 1 Menembus Tradisi End


Kagutsuchi Nagato

__ADS_1


Dragon Warrior Pair


Sweet Dragon


__ADS_2