
“Apa yang terjadi?” Pendekar suci dari Lima Golok Darah menjaga jarak dari Jing Yang karena merasakan aura yang berbeda.
“Anak seperti dia ini langka. Sepertinya aku harus menghancurkan tubuhnya dengan remukan tanganku!” Pria yang telah mencapai tahap pendekar suci membuang pedangnya dan mengeraskan kulitnya, “Jangan remehkan pendekar dari Benteng Naga Besi!” Tambahnya.
Jing Yang hanya diam tetapi aura yang menyebar disekitar tubuhnya lebih besar dari sebelumnya.
“Tubuh Saudaraku Jing Yang memang tampan...” Suara yang terdengar genit terdengar sebelum berubah menjadi yang menggemaskan, “Nenek tua bangka! Keluar dari tubuh kakak!”
“Apa?!” Dua pendekar suci yang melihat kepribadian Jing Yang berubah tersentak kaget, “Apa dia kerasukan?”
Pendekar suci dari Lima Golok Darah tidak langsung bertindak gegabah, tetapi berbeda dengan pendekar suci dari Benteng Naga Besi yang langsung bergerak ke depan menyerang Jing Yang.
“Darah manusia hina memang cukup memuaskan dahagaku...” Jing Yang berkata dingin sambil mengedipkan matanya sebelum kembali berdiri tegak, “Nenek tua bangka! Kau membuat kakak kehilangan ketampanannya!”
Saat ini siapapun yang melihat dan mendengar Jing Yang pasti berpikir jika pemuda tersebut terlihat terbagi dua bagian kepribadiannya.
“Beraninya kau mengalihkan pandanganmu—”
Kepala pendekar suci dari Benteng Naga Besi terpotong ketika terkena Pedang Gravitasi. Tak lama Jing Yang langsung memainkan pedangnya dengan begitu brutal. Tetapi selang beberapa detik, permainan pedangnya menjadi gemulai.
“Apa-apaan ini?!” Pendekar suci dari Lima Golok Darah melepaskan aura tubuhnya dan menyambut kedua pedang Jing Yang.
Keduanya bertukar serangan dengan singkat, sebelum Jing Yang menghilang dan muncul di belakang pendekar suci yang berasal dari Lima Golok Darah sambil mengayunkan pedangnya.
“Jurus Golok Darah : Pusaran Darah Membara!”
Pendekar suci dari Lima Golok Darah mengayunkan goloknya terlebih dahulu, tetapi tekniknya dapat ditahan dengan mudah oleh Jing Yang. Bahkan ketika dua pedang yang memancarkan energi pedang yang besar menangkisnya, tubuh pendekar suci tersebut terpental.
Jing Yang langsung membunuh pendekar suci dari Lima Golok Darah dengan tusukan yang dalam. Ketika Jing Yang hendak mencoba memeriksa saku pendekar suci tersebut, tiba-tiba Jing Yang berdiri sebelum jongkok kembali. Gerakan itu dilakukannya selama berkali-kali.
“Lingling! Aku merasa pendekar ini mempunyai pil yang membantu Saudaraku Jing Yang!” Suara genit berteriak, sebelum suara menggemaskan membalasnya, “Jangan buat tubuh kakak seperti pencuri!”
Jing Yang terdiam membisu melihat dirinya sendiri dari alam bawah sadarnya. Sementara Roh Sang Hitam tertawa lepas karena melihat tingkah konyol Jing Yang.
‘Kakak Yue Wang! Lingling! Habisi semua pembunuh dari Organisasi Air Dosa!’ Jing Yang berkata karena tidak dapat menahan rasa malunya ketika melihat dirinya sendiri bertingkah konyol.
“Baik, kakak!” Jing Yang dengan suara yang mirip seperti Lingling menjawab.
__ADS_1
“Hmph!” Sementara Yue Wang merasa kesal dengan sikap Lingling.
Di udara yang cukup jauh dari tempat pertempuran Jing Yang melawan dua pendekar suci, terlihat Tao Qiaoli sedang bertarung hebat melawan pendekar bumi dari Kekaisaran Shi.
Tao Qiaoli membentuk sebuah tongkat berwarna ungu dari aura tubuhnya dan menyambut tebasan Feng Ao.
“Jadi ini kemampuan dari Sekte Lembah Darah...” Tao Qiaoli menatap Feng Ao yang menurutnya baru mencapai pendekar bumi. Pedang di tangan Feng Ao adalah pedang yang dibentuk dengan tenaga dalam, sehingga Tao Qiaoli tidak terlalu takut mengambil resiko untuk membunuh lawannya tersebut.
Wajah sinis Feng Ao menatap Tao Qiaoli yang terlihat meremehkannya, “Sepertinya Istana Bunga Persik memiliki banyak pendekar wanita. Aku rasa Pangeran Shi Mubai akan senang jika diantara kalian menjadi mainannya.”
Tao Qiaoli memutarkan tongkat dan menyerang Feng Ao. Sembari berpura-pura terpancing perkataan lawannya, Tao Qiaoli memperhatikan gerakan Feng Ao yang bertenaga dan cukup agresif.
Keduanya mulai beradu ilmu yang mereka punya. Ledakan terjadi ketika kedua jurus berbenturan mewarnai langit malam. Tao Qiaoli dan Feng Ao bertukar serangan lebih dari dua ratus serangan.
“Ternyata staminamu sungguh mengesankan.” Feng Ao menghancurkan pedang yang terbentuk dari tenaga dalam sebelum kuku-kukunya memanjang berwarna merah.
“Aku akan lebih serius!” Feng Ao melesat cepat ke depan sambil menghunuskan tusukan tangannya.
Sementara Tao Qiaoli menyambut dengan tongkatnya yang dipenuhi aura berwarna ungu. Melihat kepercayaan diri Feng Ao menggunakan kuku-kukunya yang runcing sebagai senjatanya saja sudah membuktikan jika pendekar bumi yang berasal dari Sekte Lembah Darah itu pandai memanipulasi aura tubuhnya untuk memperkuat bagian tertentu pada tubuhnya.
“Aku akui kau memang hebat, tetapi jangan remehkan lawanmu ini hanya karena aku seorang perempuan...” Tao Qiaoli memutarkan tongkatnya. Seketika ular berwarna ungu mengelilingi tubuhnya sebelum tubuh Tao Qiaoli dipenuhi aura berwarna ungu.
“Kau tidak menghindari seranganku? Bukankah kau yang meremehkanku?!” Feng Ao bergerak tanpa menyadari formasi aura yang telah dibentuk Tao Qiaoli menggunakan ular berwarna ungu.
“Untuk membunuh seorang pendekar bumi bukanlah hal yang mudah. Jika aku tidak mengambil resiko bunuh diri dengan membiarkan tubuhku terkena jarum darahmu, maka aku tidak bisa membentuk formasi aura milikku ini secara diam-diam...” Tao Qiaoli memasang wajah yang tenang walau sekujur tubuhnya terkena jarum darah.
Sekejap tubuh Feng Ao tidak dapat bergerak. Dengan cepat Tao Qiaoli mengayunkan tangannya, seketika ular berwarna ungu langsung melilit tubuh Feng Ao.
“Ular Melilit Mangsa!”
Tao Qiaoli meremas kepalan tangannya hingga berbunyi. Bersamaan dengan remasan kepalan tangan Tao Qiaoli terdengar suara tulang yang remuk dari Feng Ao.
“Seni Napas Bunga : Persik Bersemi!” Telapak tangan Tao Qiaoli membuka dan terbentuk pedang aura berwarna ungu.
Tao Qiaoli bergerak cepat melepaskan serangan terakhir untuk membunuh lawannya, “Jurus Pedang Bunga Persik : Peri Pembelah Awan!”
Tubuh Feng Ao terkena telak tebasan pedang Tao Qiaoli. Luka dalam yang diterima Feng Ao membuatnya jatuh terhempas ke bawah. Dengan kematian Feng Ao, pendekar yang berada di pihak Shi Mubai tercengang.
__ADS_1
‘Hampir saja jarum darah ini membunuhku...’ Tao Qiaoli membatin dan mencoba mengatur napasnya dan memperhatikan pertempuran yang sedang berlangsung. Dia melihat salah satu pendekar bumi yang hanya terbang mengawasi di udara.
Bersamaan dengan terbunuhnya Feng Ao, pertempuran sengit antara Murong Qiaomi melawan pendekar bumi dari Benteng Naga Besi telah mencapai puncak. Keduanya sama-sama terluka parah.
Pertukaran serangan dari kedua senjata terus menggema. Lawan dari Murong Qiaomi adalah pendekar bumi yang bernama Xu An dan berasal dari Benteng Naga Besi.
Setiap Murong Qiaomi hendak membunuhnya, tubuh Xu An menjadi sekeras baja. Tetapi setelah pertarungan berlangsung lama, tubuh Xu An yang mengeras tidak bertahan lama. Sehingga Murong Qiaomi beberapa kali melihat celah untuk membunuhnya.
Keduanya terus bertukar serangan dan jurus dalam kurun waktu yang cukup lama. Tak lama Murong Qiaomi merasa aliran napasnya tidak lagi stabil sehingga dia mengatur napasnya sesaat.
“Matriark Istana Bunga Persik memang menawan. Tidak heran jika banyak laki-laki yang tertarik denganmu.” Xu An memperhatikan pergerakan Murong Qiaomi yang gemulai sambil mengeraskan seluruh bagian tubuhnya.
Lagi-lagi Murong Qiaomi menghela napas panjang, “Jangan alihkan pandanganmu! Sempat-sempatnya kau membicarakan kecantikanku!” Tebasan pedang Murong Qiaomi melukai wajah Xu An.
Seketika raut wajah Xu An nampak murka. Tubuhnya telah mengeras sehingga dengan penuh percaya diri, Xu An melancarkan ratusan serangan tapak tangan ke arah Murong Qiaomi.
“Tapak Besi!”
Murong Qiaomi tersenyum tipis dan menghindari hujaman tapak demi tapak, tetapi ada dua tapak yang sekarang melesat didepannya. Jika dia menghindar, maka kesempatan untuk membunuh Xu An menghilang. Tetapi jika dia tidak menghindar, maka Murong Qiaomi memiliki kesempatan untuk membunuh Xu An.
“Aura Peri Bunga!” Tubuh Murong Qiaomi dibungkus aura berwarna ungu untuk mengurangi dampak luka. Kemudian Murong Qiaomi menerjang dua tapak yang menghantam perutnya sambil mengayunkan pedangnya.
“Tarian Bunga Persik : Sembilan Cahaya Kebajikan!”
Murong Qiaomi mengincar leher Xu An. Keduanya terkena serangan telak, bahkan Murong Qiaomi terkena luka dalam yang cukup parah. Tetapi berbeda dengan nasib Xu An yang terkejut dengan tindakan Murong Qiaomi.
Xu An mati seketika karena terkena tebasan pedang dilehernya. Kematian Xu An dan Feng Ao membuat pertarungan di udara berat sebelah. Tetapi ketika Murong Qiaomi dan Tao Qiaoli sedang dalam kondisi yang tidak lagi prima, pendekar bumi dari Organisasi Air Dosa yang mengawasi pertarungan langsung mendatangi keduanya.
Note : 08~09~2020 – 12~09~2020
22 komentar : Bonus 1 chapter.(0/5)
1000 Vote Poin : Bonus 1 Chapter(0/5)
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar.
Kagutsuchi Nagato, Tamat.
__ADS_1
The Dawn (Kagutsuchi Nagato Season 2)
Sweet Dragon