
Tebasan pedang cepat Gu Ao membuat Jing Yang mengambil tindakan bunuh diri, hampir dia kehilangan tangan kirinya, beruntung dia dapat menangkis tebasan mematikan yang dilepaskan Gu Ao.
“Dapat menghindari seranganku, tetapi kau tidak akan bertahan lebih lama. Apa yang membuatmu bertindak sampai seperti ini?” Gu Ao masih meremehkan Jing Yang, dan berpikir kemampuan Jing Yang akan kembali ke pendekar suci dalam waktu dekat.
Jing Yang mengibaskan Pedang Dewa Naga sebelum bergerak ke depan melakukan serangan. Serangan beruntun dari kedua pedangnya dan pedang Gu Ao menciptakan gelombang udara yang panas, dan membuat hembusan angin yang kencang.
Jing Yang mulai terbiasa menebaskan pedangnya dengan gaya permainannya yang baru. Bilah Pedang Dewa Naga terbalik, sehingga membuatnya lebih mudah melakukan putaran serangan.
‘Ilmu miliknya belum pernah kulihat. Kemampuannya berbeda dari pendekar Istana Sembilan Naga. Aku rasa anak ini menemukan suatu kitab. Tidak bisa dipungkiri, kemampuannya dapat berkembang sepesat ini pasti karena suatu kitab...’ Gu Ao berulang kali membalas serangan Jing Yang sambil mengamati arah tebasan yang semakin lama semakin menajam itu.
Jing Yang melepaskan energi pedang dalam jumlah besar pada kedua pedangnya, ketika tekanan disekitarnya berubah. Jing Yang melakukan beberapa gerakan tipuan sebelum melakukan kuda-kuda depan dan langsung menebaskan pedangnya.
“Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Gravitasi Naga!”
Suara raungan naga menggelegar, tekanan udara disekitar Jing Yang terasa begitu berat. Tubuh Gu Ao tidak dapat digerakkan selama beberapa detik.
Ketika tebasan pedang Jing Yang membentuk mulut naga, Gu Ao terperanjat kaget karena tubuhnya tidak dapat digerakkan. Dengan sekuat tenaga dia mengerahkan segenap kekuatannya.
Gu Ao berteriak keras, kemudian menyambut tebasan pedang Jing Yang dengan segenap kekuatannya. Benturan pedang yang memancarkan energi besar itu membuat tubuh Gu Ao terpental jauh ke belakang. Mulutnya memuntahkan darah, mata Gu Ao mendelik karena tidak menyangka Jing Yang memiliki teknik yang dapat melukai tubuhnya dari dalam.
“Aku akui kau memang pantas untuk kubunuh dengan segenap kekuatanku. Bersyukurlah karena kau akan mati ditanganku!”
Gu Ao melepaskan aura tubuhnya dan memanipulasinya menjadi api. Seketika kobaran api yang membara disekitarnya berubah menjadi bayangan dirinya. Sekarang di udara terlihat ada dua bayangan api milik Gu Ao.
Jing Yang sempat terkejut karena ini adalah pengalaman pertamanya melihat teknik bayangan milik seorang pendekar.
__ADS_1
“Terima seranganku ini!” Setelah menyeka darah yang keluar dari mulutnya, Gu Ao bergerak dengan kecepatan tinggi dan menyerang Jing Yang dari berbagai arah.
Dua bayangan api membantu Gu Ao untuk mengunci pergerakan Jing Yang. Pertarungan sengit di udara kembali pecah, berkali-kali benturan pedang yang mengakibatkan hembusan angin diserta api membuat langit malam di Kota Shendu memanas.
Jing Yang menggertakkan giginya karena pergerakannya benar-benar telah terkunci. Serangan dari berbagai arah membuatnya tidak dapat mengatur serangannya. Perlahan tempo serangannya, sulit mengikuti ritme kecepatan tebasan pedang Gu Ao yang tajam.
“Baiklah, aku ikuti permainanmu!” Jing Yang melepaskan aura tubuhnya lebih besar dari sebelumnya. Aura Naga Kegelapan meluap-luap keluar dari tubuhnya, sebisa mungkin Jing Yang menekan pergerakan Gu Ao agar dirinya menemukan celah untuk membalas serangan.
Ketika aura hitam pekat yang mencekam menyebar ke segala arah, aura itu meledak. Pakaian atas yang dikenakan Jing Yang sobek sebagian. Tak lama Jing Yang merasa ada sesuatu yang berbeda dalam tubuhnya, suara raungan membuat telinganya merasa pecah.
Dada kiri Jing Yang terasa diremas oleh tangan yang besar, bahkan perutnya seperti sedang dipotong dengan senjata tajam menjadi bagian-bagian kecil. Jing Yang meronta kesakitan dan berteriak keras.
‘Tidak kusangka akhirnya kau dapat menggunakan sebagian kekuatanku. Segel Tanda Mata Naga telah bangkit, takdir dan kehidupanmu telah berubah. Kau tidak akan bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti manusia pada umumnya.’ Suara lembut Roh Sang Hitam menenangkan diri Jing Yang.
Gu Ao segera menjaga jarak dari Jing Yang ketika melihat tubuh bagian kiri Jing Yang dipenuhi tanda Naga Hitam yang melingkar di sekitar dada hingga punggungnya.
“Getaran Iblis!”
Gu Ao hendak mengakhiri Jing Yang dengan satu kali serangannya. Tebasan yang membentuk sabit berwarna hitam pekat itu melesat dengan kecepatan tinggi mengarah pada Jing Yang.
‘Dua detik lagi...’ Jing Yang juga hendak mengakhiri Gu Ao dengan serangannya, “Teknik Kombinasi Pedang Ganda : Iblis Cantik Malam!”
Jing Yang menghiraukan rasa sakitnya dan berniat menghabisi Gu Ao dalam satu kali serangannya. Sekilas pergerakan Gu Ao melambat dimatanya, Jing Yang memperlambat tempo kecepatannya sebelum menebaskan pedangnya.
Kedua pedang pusaka Jing Yang memancarkan bayangan seorang wanita cantik selama sekejap sebelum tebasannya membentuk wajah iblis yang mengerikan langsung melesat mengarah pada Gu Ao.
__ADS_1
Benturan kedua teknik pedang pecah. Gu Ao merasa di atas angin karena merasa Jing Yang telah sampai pada batasnya, tetapi gelak tawanya lenyap ketika melihat Jing Yang menebaskan kedua pedangnya memotong tangan kirinya.
Raut wajah Gu Ao memburuk, dia langsung mengumpat karena tidak menjaga jarak sejenak dari Jing Yang.
“Aku akan membunuhmu...” Efek Tanda Mata Naga telah habis, Jing Yang tidak menyadari perubahan pada tubuhnya. Walau sekujur tubuhnya merasakan rasa sakit, namun kemarahannya mengurangi rasa sakit yang merayapi dirinya.
“Aku sudah bersumpah padanya!” Jing Yang mengingat penderitaan Lu Han. Melihat Gu Ao, membuat darahnya mendidih.
Ketika tebasan Jing Yang hampir mengenai tubuh Gu Ao, pergerakannya terhenti karena Gu Ao berteriak keras memanggil bala bantuan.
“Kalian dari Menara Pilar Hitam bantu aku! Xu Hu!” Dalam hatinya, Gu Ao mengumpat kesal karena Xu Hu mengamati pertarungannya dan tidak membantunya.
Xu Hu menahan kedua pedang Jing Yang menggunakan tangannya. Tubuh Xu Hu berwarna hitam, terutama pada bagian tangannya.
“Aku terlalu menikmati pertunjukan menarik ini sampai lupa membantumu, Saudara Gu.” Xu Hu hanya beralasan. Sebenarnya dia berniat menghabisi Gu Ao setelah Kepala Keluarga Gu itu membunuh Jing Yang, tetapi dia tidak menyangka justru Gu Ao yang hampir terbunuh.
“Sejak awal bekerjasama dengan penjahat adalah salah. Aku sendiri memaklumi perbuatanmu, tetapi aku tidak menyangka kau akan menunjukkan taringmu padaku, Saudara Xu!” Gu Ao mengumpat kesal dan terlihat seperti ingin menerkam tubuh Xu Hu.
“Jangan berbicara seperti itu. Kau juga mengkhianati Pangeran Jiang Feng bukan?” Xu Hu tertawa keras menanggapi perkataan Gu Ao.
Melihat ada kesempatan untuk membunuh Shen Yunxuan dan menanyakan lokasi keberadaan Hutan Kegelapan serta Reruntuhan Kristal, Gu Ao langsung terbang memasuki Kota Shendu.
Jing Yang dibuat terdesak oleh Xu Hu. Matanya melebar ketika melihat Gu Ao semakin menjauh, perlahan amarahnya meledak mengingat sumpahnya pada Lu Han.
“Tunggu...” Tanda Naga Hitam semakin terlihat jelas di tubuh Jing Yang, “Aku sudah berjanji padanya! Kalau aku akan membunuhmu... Aku akan menepati janjiku padanya”
__ADS_1
Jing Yang berteriak dan melepaskan tenaga dalamnya, sekejap tenaga dalamnya terlepas dalam jumlah besar. Xu Hu melebar matanya ketika melihat Jing Yang kembali mencapai pendekar bumi.
Bayangan Naga Hitam yang ada di belakang tubuh Jing Yang membuat napas Xu Hu tertahan.