
Pertempuran Puncak Persik menjadi awal mundurnya dunia persilatan Kekaisaran Yin dikarenakan kekuatan Puncak Persik telah melemah.
Lumpuhnya Kung Taoji membuat beberapa sekte aliran putih dan netral lebih memilih bergabung menjadi aliansi Sekte Pedang Suci.
Posisi Patriark Puncak Persik dipegang Xiao Fang. Beberapa sekte tetap memilih melakukan kerjasama dengan Puncak Persik setelah Istana Bulan Biru menyatakan untuk membentuk aliansi sekte putih dan netral di Kekaisaran Yin.
Kung Taoji sendiri menjabat sebagai penasehat agung. Sekarang Kekaisaran Yin terpecah menjadi dua kubu yakni kubu Puncak Persik dan kubu Sekte Pedang Suci.
Setelah pertempuran di Puncak Persik, Jing Yang memilih untuk membawa Xue Bingyue menuju Pegunungan Suxue. Tubuh gadis yang disepanjang perjalanan dia gendong membeku karena kekuatan dari Es Abadi.
Sebulan telah terlewati semenjak Xue Bingyue tertidur didalam kristal es. Jing Yang sama sekali tidak menyangka akan ada kejadian dimana dirinya gagal melindungi Xue Bingyue, dan dia mengutuk dirinya sendiri.
Selama sebulan, Jing Yang mengendalikan kemampuan Roh Phoenix untuk membantunya. Sementara Xue Rong selalu mengamati Jing Yang yang berlatih didalam gua yang letaknya jauh dari Istana Bulan Biru.
Jing Yang sendiri dilarang masuk ke dalam Istana Bulan Biru setelah Tetua Agung Istana Bulan Biru mengetahui Xue Rong memiliki perasaan pada Jing Yang.
Setelah mendapatkan peta menuju Negeri Kabut Tersembunyi, Jing Yang benar-benar berpisah dengan rombongan Yin Feng. Semua telah memiliki rencana masing-masing setelah kejadian di Puncak Persik.
Yin Ruo sendiri sedang memikirkan rencana kedepannya, karena bagaimanapun kejadian di Puncak Persik meninggalkan luka bagi siapapun yang terlibat langsung dalam pertempuran.
Kekuatan tempur Kekaisaran Yin jauh lebih lemah dari Kekaisaran Ma. Selain itu desas-desus jika Kekaisaran Ma dikuasai Bangsa Trost juga menjadi perbincangan hangat.
Penjelasan dari Ma Lizi tentang Kekaisaran Ma menjadi pertanyaan besar, karena bagaimanapun banyak sekte kuat di Kekaisaran Ma memilih tunduk pada Bangsa Trost.
Jing Yang sendiri memilih tidak berkomentar tentang Bangsa Trost. Serpihan ingatan ayahnya membuat Jing Yang tidak ingin mengikuti jalan yang diambil mendiang ayahnya.
__ADS_1
Setelah keluar dari Tebing Dimensi Hitam, Jing Yang terus melakukan perjalanan yang cukup panjang. Hingga tanpa sadar Jing Yang merasa kehilangan arah karena banyak kebenaran yang tidak ingin dia ketahui justru terungkap satu demi satu.
“Tunggu aku sebentar lagi, Yueyue. Aku janji akan mengembalikan ingatanmu. Dan tidak akan kubiarkan siapapun menyentuhmu...” Jing Yang menggumam pelan dan menyentuh kristal es yang membekukan tubuh Xue Bingyue.
“Junior Yang, izinkan aku untuk ikut bersamamu!” Saat Jing Yang melangkahkan kakinya, Xue Rong menghentikan langkahnya.
Tidak jauh dari tempat Jing Yang dan Xue Rong melihat Xue Bingyue, Tetua Agung Istana Bulan Biru mengamati Xue Rong yang bersikap tidak seperti biasanya.
‘Apa yang menarik dari bocah itu? Gadis jelita ini jatuh hati pada anak berusia dua belas tahun? Sebenarnya apa yang ada dipikiran cucuku ini?’ Tetua Agung Istana Bulan Biru menghela napas panjang melihat tingkah laku Xue Rong.
Tak lama Tetua Agung Istana Bulan Biru melihat Jing Yang mengabaikan Xue Rong dan lebih memilih pergi sendiri meninggalkan Pegunungan Suxue.
“Rong‘er, aku tidak melarangmu pergi. Tetapi kau harus ingat, jangan terbawa perasaan sesaat. Bagaimanapun dia hanyalah seorang bocah, mungkin dia tidak sadar telah memberimu harapan. Aku yang paling mengetahui bagaimana sikap polosmu itu, jadi-”
“Dari yang aku tahu, Jing Yang adalah seorang keturunan kaisar. Selain itu dia memiliki perasaan kepada Yueyue. Berbicara soal kenyataan, dimasa depan mungkin bocah itu akan memiliki lebih dari satu istri. Tanyakan pada hatimu, apakah kau yakin dengan perasaanmu, Rong‘er?” Tetua Agung Istana Bulan Biru ingin memastikan karena bagaimanapun Xue Rong adalah permata Pegunungan Suxue. Perasaan akan cinta yang tumbuh dihati gadis itu adalah hal yang sangat langka.
“Aku tidak keberatan.” Xue Rong menjawab singkat dan bergegas pergi, kali ini Tetua Agung Istana Bulan Biru lebih memilih bertanya kepada Jing Yang.
Jing Yang yang sedang mempersiapkan perbekalan melihat Tetua Agung Istana Bulan Biru menghampirinya.
”Namamu Yang‘er bukan?” Tetua Agung Istana Bulan Biru menyapa Jing Yang dan dijawab dengan anggukan kepala.
”Aku tidak bisa melarangmu untuk pergi meninggalkan Pegunungan Suxue. Aku yakin kau akan menemukan jawaban di Negeri Kabut Tersembunyi tentang Saudari Qinghua. Dan satu hal yang ingin kukatakan padamu, jangan memberi harapan palsu pada cucuku. Walau dia adalah seorang gadis, tetapi sifatnya tidak ada bedanya denganmu.” Ujar Tetua Agung Istana Bulan Biru kepada Jing Yang yang sedang melahap daging Binatang Iblis.
Jing Yang tersenyum tipis dan tidak mengatakan apapun selain mendengarkan perkataan Tetua Agung Istana Bulan Biru. Jing Yang tidak memungkiri perasaannya dan dia tidak menyalakan Tetua Agung Istana Bulan Biru yang mengatakan dirinya hanyalah seorang bocah polos.
__ADS_1
Saat matahari kian terbenam, Jing Yang melihat Xue Rong yang sudah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan bersamanya menuju Negeri Kabut Tersembunyi.
Banyak pendekar perempuan yang mengantarkan kepergian Xue Rong. Termasuk Xue Que yang memegang kristal es yang membungkus tubuh Xue Bingyue.
Jing Yang menatap tubuh Xue Bingyue yang membeku. Gadis cantik itu terlihat tak bernyawa, dan itu membuatnya merasakan sesak saat melihat wajah yang cantik itu terdiam membisu dan tak bersuara.
“Senior Rong, maaf karena telah melibatkanmu...” Jing Yang berkata pada Xue Rong yang berdiri disampingnya.
“Aku juga minta maaf karena tidak menjaga Yueyue dengan baik. Padahal saat itu aku disana, tetapi karena kelalaianku... Semuanya menjadi seperti ini...” Sahut Xue Rong sambil tersenyum kecut.
Jing Yang menyadari jika perjalanannya kali ini tidak akan melibatkan Xue Bingyue. Baginya itu lebih baik daripada melihat Xue Bingyue menderita.
“Saudara Jing, jaga Guruku ini. Kau yang paling mengetahui kondisi tubuhnya, dia memiliki kondisi tubuh yang sama dengan Yueyue. Sebagai seorang laki-laki, kau harus melindungi mereka. Maaf permintaanku ini egois, tetapi tolong kembalikan ingatan Yueyue...” Sebelum melihat Jing Yang menjauh, Xue Que menarik baju Jing Yang dan mengungkapkan perasaannya.
Jing Yang memahami resiko yang ditanggung olehnya. Membawa Xue Rong dalam perjalanannya adalah hal yang merepotkan. Selain itu seharusnya Xue Rong yang menjaga dirinya dan bukannya Xue Rong yang harus dijaga.
“Aku berjanji akan melindungi Senior Rong dan mengembalikan ingatan Yueyue.” Jing Yang mencoba meyakinkan Xue Que sebelum pergi meninggalkan Pegunungan Suxue bersama Xue Rong.
Tetua Agung Istana Bulan Biru hanya menggelengkan kepalanya melihat Xue Rong berjalan berdampingan dengan Jing Yang.
Jing Yang memejamkan matanya secara perlahan dan mengingat senyuman Xue Bingyue. Demi mengembalikan senyuman Xue Bingyue, Jing Yang akan melakukan perjalanan dengan langkah baru menuju Negeri Kabut Tersembunyi.
Sebuah tempat yang penuh misteri itulah Negeri Kabut Tersembunyi. Jing Yang menyadari resikonya, terlebih dia yang paling menyadari seberapa kuat dirinya dan seberapa lemah dirinya.
“Yueyue, tunggu sebentar lagi...”
__ADS_1