Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 249 - Duri Kepercayaan


__ADS_3

Jing Yang mendengarkan penjelasan Chu Yui mengenai tujuan Kekaisaran Ma yang berniat memperluas wilayahnya sampai ke Kekaisaran Jiang. Rongma telah dijadikan sebagai benteng pertahanan prajurit militer, namun sayangnya pertahanan itu dihancurkan Jing Yang dengan mudah.


Pemimpin Rongma yang bernama Hua Minha memiliki suami yang dibunuh secara keji oleh Patriark Lentera Iblis Tunggal yang bernama Ho Xing. Menurut Chu Yui, Lentera Iblis Tunggal merupakan satu-satunya sekte terkuat di Kekaisaran Ma dengan sejumlah anggota kuat dan banyak.


Han Minha mengorbankan dirinya menjadi budak pelampiasan hasrat petinggi Lentera Iblis Tunggal. Tidak jarang, Hua Minha selalu mendapatkan luka memar disekujur tubuhnya bahkan tidak sadarkan diri setelah melayani petinggi Lentera Iblis Tunggal.


Chu Yui menjelaskan kepada Jing Yang jika dirinya mengatakan pidato dipodium adalah kebohongan. Kejadian yang sebenarnya adalah dirinya yang hendak diperkosa Ho Xing dan para anggota Lentera Iblis Tunggal terkuatnya, namun Chu Yui dapat melarikan diri dari mereka.


Chu Yui membawa Hua Minha dan mengatakan kebohongan. Tujuan Chu Yui bergabung dengan Lentera Iblis Tunggal adalah untuk mengetahui identitas Tang Mu. Namun perjuangan Chu Yui berakhir karena tidak tahan dengan penyiksaan yang dilakukan kepada penduduk Rongma ataupun Chu Yui.


“Aku tidak menanyakan tujuanmu bergabung dengan Lentera Iblis Tunggal. Sudah sepuluh tahun mereka menguasai Rongma, apakah itu benar?” Jing Yang menatap dingin Chu Yui sambil tetap melepaskan Aura Raja Neraka.


Chu Yui menganggukkan kepalanya dan mengatakan apa yang dirinya ketahui kepada Jing Yang. Menurut Chu Yui, sebelum Rongma jatuh ke tangan Kekaisaran Ma, Rongma sudah dalam keadaan kacau dimana para perampok ataupun para kriminal berkeliaran.


Lentera Iblis Tunggal yang dipimpin Ho Xing menguasi Rongma dengan melakukan pembantaian pada pra perusuh di Rongma. Pertama penduduk asli Rongma menyambut kedatangan Ho Xing dan menerimanya, namun seiring berjalannya waktu Ho Xing mendapatkan hati penduduk asli Rongma, semakin Ho Xing menunjukkan sifat aslinya.


Tujuan Ho Xing yang sebenarnya adalah membuat Rongma menjadi wilayah penghasil sumber daya untuk Lentera Iblis Tunggal. Tanah yang subur serta keramahan penduduknya membua Ho Xing memanfaatkan mereka.


Hal pertama yang dilakukan Ho Xing adalah membunuh suami Hua Minha, kemudian dia memperkosa Hua Minha dihadapan petinggi Lentera Iblis Tunggal. Ho Xing berniat menekan para penduduk dan membunuh siapapun yang menentangnya, namun Hua Minha menghadangnya.


Hua Minha membuat perjanjian dengan Ho Xing dengan menjadikan tubuhnya sebagai pelampiasan Ho Xing. Selama Hua Minha dapat memanjakan Ho Xing, maka Lentera Iblis Tunggal tidak akan mengusik para penduduk Rongma. Namun Hua Minha ditipu dan dibawa Ho Xing ke Kekaisaran Ma tanpa mengetahui Rongma sekarang menjadi tempat yang begitu menyedihkan selama sepuluh tahun.


Dalam kurun waktu sepuluh tahun, Hua Minha tidak mengetahui apa yang terjadi di Rongma dan mengira Ho Xing menepati janjinya. Yang lebih parah Ho Xing mengatakan kepada penduduk Rongma jika Hua Minha menjual diri pada dirinya dengan harapan dirinya tidak membunuh penduduk Rongma.


Memang Ho Xing tidak membunuh penduduk Rongma, tetapi anggotanya menyiksa penduduk asli Rongma untuk menanam tanaman sumber daya. Selian itu Ho Xing selalu meminta puluhan gadis dan perempuan setiap bulannya untuk memanjakan anggota Lentera Iblis Tunggal.


Setelah terjadi kudeta di Kekaisaran Ma, Lentera Iblis Tunggal merupakan dalang utamanya. Tujuan utama Lentera Iblis Tunggal adalah mewujudkan ambisi Tang Mu dengan menguasai seluruh wilayah Benua Dataran Tengah.


“Situasi di Kekaisaran Ma jauh lebih buruk. Disana kau bisa melihat surga dan neraka secara bersamaan.” Akhirnya Chu Yui selesai menceritakan dan Jing Yang menekan Aura Raja Neraka.


“Lalu bagaimana dengan anak dari Hua Minha?” Jing Yang bertanya.


“Kalau tidak salah dia memiliki dua anak angkat. Anak angkat pertama aku dengar merupakan pendekar dari Istana Bunga Persik bernama Hua Ying dan anak angkat kedua bernama Hua Quin yang sekarang dalam keadaan lumpuh karena trauma masa lalunya.” Pengakuan Chu Yui membuat Jing Yang mengerutkan keningnya.


“Hua Ying? Tunggu, pantas saja Bibi Qiaomi mengetahui situasi yang terjadi di Rongma.” Jing Yang bisa menebak jika Istana Bunga Persik tidak memiliki kekuatan tempur untuk melawa Lentera Iblis Tunggal, selain itu Hua Ying bukanlah tipe perempuan yang suka merepotkan orang lain.


“Aku mendengar kabar jika dirimu merupakan Pendekar Roh. Kabar tentang lahirnya Lentera Naga Fajar dan perang melawan Pulau Iblis Tengkorak sudah menjadi perbincangan hangat. Menurutku, ada pengkhianat didalam orang-orangmu.” Chu Yui menatap Jing Yang tajam dan berdiri sambil menghela kesal.

__ADS_1


“Beraninya kau menjatuhkan diriku yang cantik ini! Sungguh sosok bocah yang berani!” Chu Yui menepuk lututnya dan berdiri tegak.


“Pengkhianat, katamu?” Jing Yang mengerutkan keningnya karena dirinya terkejut kabar lahirnya Lentera Naga Fajar dan perang melawan Pulau Iblis Tengkorak telah menjadi perbincangan hangat diperbatasan bahkan sampai ke Kekaisaran Ma.


“Apa kau baru menyadarinya? Menurutku kau harus berhati-hati dengan orang-orang disekitarmu. Apa ada orang yang kau curigai?” Chu Yui sendiri tertarik akan tindakan Jing Yang yang berniat mengambil alih Rongma. Menurutnya ini tidak mudah, tetapi Chu Yui terkejut mendengar pengakuan polos Jing Yang yang mendapatkan kepercayaan penduduk asli Rongma dalam sekejap.


‘Siapa pengkhianatnya?’ Jing Yang tidak habis pikir jika dirinya terlalu lengah bertindak. Satu hal Jing Yang ketahui sekarang, dirinya sama sekali tidak menemukan petunjuk pengkhianat yang dimaksud Chu Yui.


“Aku akan berhati-hati. Tetapi aku tidak menyangka ada duri dalam kepercayaanku.” Jing Yang tertawa begitu pelan sebelum memejamkan matanya.


Chu Yui mengerutkan keningnya melihat sikap Jing Yang barusan, “Aku pikir kau akan lebih terkejut.” Hanya itu komentar Chu Yui tentang sikap Jing Yang sekarang.


Jing Yang akhirnya merenungkan ucapan Chu Yui sambil memperhatikan pertarungan antara Fan Ziwei melawan Kong Gonsu dan Xue Bingyue melawan Kai Fuxue.


‘Sepertinya aku bisa memanfaatkan bocah ini. Tidak, justru dia yang memanfaatkanku. Ini menyulitkan, tetapi aku berharap dia mampu membunuh Tang Mu. Mungkin dua atau tiga tahun lagi, dia bisa membunuh Tang Mu. Aku harus mendapatkan kepercayaannya.’ Chu Yui menatap serius Jing Yang.


‘Jangan ragu, jika pengkhianat itu bertindak terlalu jauh. Aku akan mengungkap identitasnya dan membunuhnya.’ Jing Yang justru menguatkan tekadnya dan memastikan dirinya tidak akan ragu mengambil tindakan.


Sementara Jing Yang berdiri disamping Chu Yui, Xue Bingyue melakukan pertarungan hebat melawan Kai Fuxue. Pukulan salju Kai Fuxue tidak berarti dihadapan Xue Bingyue.


Chu Yui baru mendengar ini, ‘Ini gawat! Aku belum mendengar rencana ini! Bukankah mereka akan melakukan penyerangan satu bulan lagi saat Festival Api di Pulau Iblis Tengkorak?!’


“Tenang saja, mulai sekarang Rongma adalah milikku! Siapapun yang berani menginjakkan kaki di Rongma dan berusaha merebutnya, aku akan membunuhnya!” Tanpa menunjukkan rasa takut Jing Yang membalas perkataan Kai Fuxue.


“Kau!” Kai Fuxue mengumpat melihat sikap arogan Jing Yang yang tidak kenal takut, “Aku akui kemampuanmu setara dengan Patriark Ho, tetapi kau terlalu sombong bocah! Kau tidak mengetahui apapun tentang sosok yang ada dibelakang Lentera Iblis Tunggal!”


Jing Yang menghela nafas ringan dan berkata, “Yueyue, aku akan membunuhnya. Sepertinya aku akan mengganggu pertarunganmu.”


Xue Bingyue tersenyum, “Aku yang akan membunuhnya. Kau tetapi diam disitu dan jangan mengganggu pertarunganku.”


Xue Bingyue akhirnya mengeluarkan Pedang Salju Suxue dan tersenyum sebelum menghilang dari pandangan Kai Fuxue.


“Apa kau tidak pernah melihat anak sapi manis yang membunuh harimau liar?” Xue Bingyue berada dibelakang Kai Fuxue sambil mengarahkan pedangnya tepat dileher belakang Kai Fuxue.


Kai Fuxue mengerutkan keningnya, wajahnya memucat dan tidak menyangka Xue Bingyue memiliki kemampuan melebihi dirinya.


“Apa kau mengancamku? Aku peringatkan kau akan mati dengan sengsara jika berani membunuhku-”

__ADS_1


Kai Fuxue belum selesai berbicara saat Xue Bingyue mengayunkan tangannya memotong kepala Kai Fuxue menggunakan Pedang Salju Suxue. Terlihat Pedang Salju Suxue bersinar saat berhasil merenggut nyawa Kai Fuxue.


“Orang-orang sepertimu adalah santapan lezat bagi Suxue...” Xue Bingyue mengibaskan pedangnya sambil memperhatikan kepala Kai Fuxue yang menggelinding.


Jing Yang memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya, “Kau semakin kuat, Yueyue.”


Chu Yui tersenyum melihat kemampuan Xue Bingyue yang kurang lebih hampir menyamai dirinya, ‘Patriark Ho memang kuat, tetapi aku mengetahui kelemahannya. Dia tidak bisa menang bertarung melawanku karena tubuhku. Kelemahan yang menjijikkan. Tetapi dia akan menjadi musuh yang berat untuk bocah ini.’


Chu Yui menatap Jing Yang untuk sesaat sebelum mengalihkan pandangannya melihat pertarungan Fan Ziwei melawan Kong Gonsu.


Terlihat Fan Ziwei terpojok setelah melakukan ratusan serangan. Chu Yui berniat membantu, namun Jing Yang mengangkat tangannya memberi isyarat pada Chu Yui agar diam.


“Jika Kakak Ziwei kalah, maka memang segitu kemampuannya. Tenang saja, jika keadaannya tidak memungkinkan, aku akan mengakhiri nyawa musuhnya itu.” Jing Yang menatap Fan Ziwei yang berusaha sekuat tenaga mengerahkan kemampuannya.


‘Seharusnya dia dapat menerobos Pendekar Bumi...’ Jing Yang membatin dan beberapa saat kemudian saat Fan Ziwei hampir kalah, suara tulang retak menggema.


Kong Gonsu mengerutkan keningnya, “Ini tidak mungkin?!” Setengah tidak percaya Kong Gonsu melihat Fan Ziwei menerobos Pendekar Bumi.


Fan Ziwei tersenyum dan melepaskan tapak kearah Kong Gonsu namun Kong Gonsu masih dapat menahannya dan hendak membanting tubuh Fan Ziwei.


“Sepertinya memang terlalu sulit mengalahkan Pendekar Langit dengan kemampuanku yang sekarang ini.” Fan Ziwei akhirnya menyadari jarak kekuatannya dengan Xue Bingyue.


Sebelum Fan Ziwei dibanting, tangan Kong Gonsu terpotong oleh Pedang Salju Suxue. Terlihat Xue Bingyue datang membantu dan menghabisi Kong Gonsu hanya dalam satu kali tebasan pedangnya saat Kong Gonsu lengah dan memfokuskan perhatiannya pada Fan Ziwei.


“Sialan! Kau!” Mata Kong Gonsu mendelik menatap Xue Bingyue penuh kebencian.


“Yueyue, kau menyelamatkanku.” Fan Ziwei tersenyum kecut walaupun dirinya diselamatkan Xue Bingyue.


Jing Yang menggaruk kepalanya, “Cepat atau lambat dia akan menyusulku.’


“Kalian benar-benar telah membuat kekacauan. Aku Chu Yui menyambut kalian berlima Rongma. Mari kita bicarakan mengenai perkataan Kai Fuxue. Cepat atau lambat Rongma akan menjadi medan pertempuran jika prajurit militer di Kota Jiyangma ataupun pendekar dari Lentera Iblis Tunggal kemari.” Chu Yui mengajak Jing Yang dan yang lainnya untuk berkunjung ke Penginapan Teratai.


Jing Yang menganggukkan kepalanya karena menurutnya Chu Yui memiliki solusi.


___


Siapa yang bisa menebak pengkhianatnya?

__ADS_1


__ADS_2