Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 231 - Keberadaan Yang Berarti


__ADS_3

Xue Lihua menceritakan kepada Jing Yang jika sebuah kelompok bernama Tiga Tengkorak Abadi mencari keberadaan Xue Bingyue yang merupakan pemilik Tubuh Yin. Untuk melindungi Pulau Salju Rembulan, akhirnya Xue Lihua memutuskan untuk mencari sendiri keberadaan Sian Jun dan Tan Huan.


Namun Xue Lihua bukanlah tandingan kedua pendekar itu. Sian Jun berhasil membuatnya terkena Racun Neraka Terdalam. Sekarang dirinya tidak bisa melatih tenaga dalam ataupun menggunakannya.


Sekarang Xue Lihua tidak lebih dari wanita biasa pada umumnya dan bukan lagi seorang pendekar mengingat tubuhnya terkena Racun Neraka Terdalam.


Murong Liuyu yang mendengar penjelasan Xue Lihua terkejut. Dia merasa beruntung karena diselamatkan Jing Yang jika tidak dirinya akan bernasib sama.


Situasi yang dialami Xue Lihua juga dirasakan Chi dan Fan Liwei. Keduanya terkena Racun Neraka Terdalam karena mengalami kekalahan dari Tan Huan. Sekarang Chi Rong dan Fan Liwei juga tidak lebih dari seorang wanita biasa.


Kedua bola mata Jing Yang melebar saat menyentuh tangan Xue Lihua, Chi Rong dan Fan Liwei. Penglihatan misterius tiba-tiba muncul dalam ingatannya. Mungkin karena tubuh ketiganya terkena Racun Neraka Terdalam, Jing Yang dapat merasakan keanehan yang terjadi pada ketiganya karena Racun Neraka Terdalam serasa tidak asing bagi dirinya.


Dan benar saja kekuatan penglihatan misterius Raja Neraka pada dirinya mengatakan bahwa Racun Neraka Terdalam adalah racun mematikan dan terlarang milik Ratu Neraka. Jing Yang menelan ludah karena semua ini ada hubungannya dengan Ye Xiaoya.


Terlebih penglihatan misterius yang menjelaskan cara untuk menyembuhkan Racun Neraka Terdalam adalah lewat hubungan badan. Jing Yang memejamkan matanya mengetahui ini dan menggigit bibir bawahnya sementara wajahnya begitu pucat.


‘Senior Xiayoa, apa yang sebenarnya kamu lakukan? Apa semua ini ada hubungannya denganmu?!’ Jing Yang memikirkan keberadaan Ye Xiaoya. Bagaimanapun Ye Xiaoya adalah orang yang berarti dalam hidupnya dan terikat benang takdir dengannya.


“Yangyang, kenaoa wajahmu pucat?” Xue Bingyue bertanya karena melihat ekspresi pucat diwajah Jing Yang.


Murong Liuyu segera mengalihkan pandangannya menatap Jing Yang. Benar saja wajah pemuda itu pucat pasi setelah memeriksa denyut nadi Xue Lihua, Chi Rong dan Fan Liwei.


“Aku hanya tidak tahu berbuat apa. Racun ini diluar kemampuanku.” Jing Yang berbohong karena tidak bisa mengatakan bahwa dengan tubuhnya, dia bisa menyembuhkan Xue Lihua, Chi Rong dan Fan Liwei.


“Maafkan aku.” Jing Yang merasa bersalah. Kekhawatiran Murong Qiaomi terjadi karena sekarang pendekar aliansi telah berkurang.

__ADS_1


Dengan lumpuhnya kemampuan Xue Lihua, Chi Rong dan Fan Liwei tentu membuat kekuatan tempur Lentera Naga Fajar melemah. Terlebih Chi Rong dan Fan Liwei merupakan pendekar dari Istana Bunga Persik.


“Sebaiknya kita kembali ke Ibukota Huaran.” Jing Yang mengajak yang lain untuk kembali ke Ibukota Huaran.


“Sebelum itu ada yang ingin kubicarakan dengan Yue‘er.” Xue Lihua menatap Xue Bingyue tajam sebelum membungkuk dihadapan Jing Yang.


Jing Yang menganggukkan kepalanya memberi izin. Terlihat Xue Lihua dan Xue Bingyue menjauh darinya, tak lama Jing Yang mengobrol dengan Chi Rong dan Fan Liwei.


“Yang‘er- Yang Mulia, kau tidak perlu merasa bersalah. Ini semua murni karena kelemahan kami.” Chi Rong tersenyum karena melihat raut wajah Jing Yang dipenuhi rasa bersalah.


“Kalian bisa memanggilku Yang‘er, aku lebih menyukai itu. Dibandingkan Yang Mulia ataupun Kaisar, aku lebih suka jika kalian bersikap seperti dulu saat diriku belum menjadi Kaisar Jiang.” Jing Yang menjelaskan kepada Chi Rong, Fan Liwei ataupun Murong Liuyu.


Lalu Jing Yang menatap Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei yang terlihat menjaga jarak darinya. Bagi ketiga gadis itu, tentu saja Jing Yang sudah bukan lagi pemuda yang mereka kenal. Jarak diantara mereka sangat jauh, sehingga Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei bersikap sangat sopan kepada Jing Yang.


“Kalian bertiga juga, Saudari Qiao, Saudari Mei, Saudari qiu.” Jing Yang tersenyum sambil memejamkan matanya.


“Hei, Mei Hua, sikapmu berubah drastis!” ujar Qiu Mei mengingatkan. Diantara mereka bertiga, hanya Qiu Mei yang tidak memiliki perasaan suka berlebih kepada Jing Yang.


Menurut Qiu Mei, akan membosankan jika mereka bertiga menyukai lelaki yang sama. Qiu Mei sendiri mengetahui ada seorang pemuda yang memiliki perasaan padanya, pemuda itu memiliki status yang sama seperti Jing Yang yakni penerus tahta Kekaisaran.


“Saudara Jing, selamat atas keberhasilanmu. Aku tidak tahu harus berbuat apa saat bertemu denganmu, kau terlihat seperti orang lain dan begitu jauh dariku.” Qiao Xi mengatakan itu dengan canggung.


Chi Rong dan Fan Liwei tersenyum. Tingkah manis Qiao Xi dan Mei Hua bukan tanpa alasan, keduanya telah berlatih keras dan menempa kemampuan mereka hanya untuk mendapatkan pengakuan Jing Yang. Tetapi setelah bertemu dengan Jing Yang, mereka berdua terkejut karena Jing Yang telah menjadi pendekar terkuat dialiansi putih dan netral.


“Sungguh manis. Aku jadi ingin merasakan jatuh cinta.” Fan Ziwei tertawa lirih sambil memperhatikan Qiao Xi dan Mei Hua.

__ADS_1


“Sangat beruntung Yang‘er karena memiliki banyak gadis yang menaruh hati padanya. Aku takut dimasa depan Yang‘er akan berubah menjadi Kaisar penakluk wanita.” Chi Rong justru menanggapi dengan candaan.


“Tetapi itu asalah hal yang wajar bukan? Seorang pendekar sekaligus Kaisar seperti dia memiliki beberapa istri? Jika dilihat dari sudut pandang perempuan, pasti semua perempuan mengantri menjadi istrinya.” Murong Liuyu justru menanggapinya serius.


“Jadi, apa kau akan ikut dalam antrian itu?” Chi Rong bertanya pada Murong Liuyu.


“Siaoa yang tahu?” Murong Liuyu mengangkat kedua bahunya.


“Kalau aku tertarik padanya. Hanya saja dia sepertinya tidak tertarik padaku. Lagipula kita semua tidak pernah merasakan jatuh cinta bukan? Bukankah ini sangat menyebalkan?” Fan Liwei menanggapinya kesal.


Chi Rong tertawa pelan, “Benar juga.” Memang para Tetua Istana Bunga Persik belum pernah merasakan jatuh hati kepada lelaki. Terlebih semuanya mengetahui tentang Sembilan Permata Bunga Persik.


Pandangan Chi Rong, Fan Liwei dan Murong Liuyu tertuju pada Jing Yang. Mereka bertiga berharap Jing Yang dimasa depan merupakan orang yang dinanti leluhur mereka.


“Apakah benar? Ini sangat mengejutkan. Ternyata Saudari Xue adalah anggota Istana Bulan Biru. Aku pernah mendengar nama sekte ini karena Istana Bulan Biru sama seperti kami, Istana Bunga Persik.” Saat Chi Rong, Fan Liwei dan Murong Liuyu mengobrol, Mei Hua terkejut mendengar cerita Jing Yang tentang Xue Bingyue yang merupakan anggota Istana Bulan Biru.


“Saudara Jing, selain disambut hangat Istana Bunga Persik, kau juga disambut hangat oleh pendekar Istana Bulan Biru. Kau menarik perhatian banyak orang.” Qiao Xi mengatakan itu dengab nada cemburu membuat Jing Yang tertawa pelan.


“Aku tidak membeda-bedakan pendekar dari Istana Bunga Persik ataupun Istana Bulan Biru. Tetapi aku sangat bersyukur karena kalian masih bersikap seperti dulu. Sudah satu tahun sejak kejadian di Istana Sembilan Naga...” Jing Yang menghela nafas panjang.


Qiao Xi terdiam. Mengingat kembali masa lalu tentu membuat Qiao Xi rindu saat pertemuan pertamanya dengan Jing Yang. Walaupun mengetahui Jing Yang memiliki Xue Bingyue dan banyak perempuan tertarik padanya, Qiao Xi tidak bisa melepaskan perasaan hangat yang meluap-luap dalam hatinya.


Sama halnya dengan Qiao Xi, Mei Hua juga demikian. Semakin mencoba melupakan, semakin dalam dan kuat perasaan itu. Mei Hua akhirnya menyadarinya setelah mencoba mendekati beberapa pemuda.


Semua pemuda yang didekati Mei Hua hanya tertarik pada tubuhnya, namun tidak dengan Jing Yang. Mei Hua menyadari bahwa Jing Yang yang dapat membuat hatinya merasa tenang dan hangat. Saat memikirkan Jing Yang, hati Mei Hua berbunga-bunga dan dipenuhi kehangatan.

__ADS_1


Jing Yang sendiri menyadari perasaan Qiao Xi dan Mei Hua pada dirinya. Namun dia hanya diam dan pura-pura tidak mengetahuinya. Jing Yang berpikir keduanya akan melepaskan perasaan kuat padanya seiring berjalannya waktu.


Saat Jing Yang mengobrol dengan Mei Hua, Xue Bingyue datang bersama Xue Lihua. Terlihat Xue Bingyue dan Xue Lihua telah selesai membicarakan hal serius.


__ADS_2