Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 38 : Pendekar Agung Dan Pendekar Suci


__ADS_3

Asap putih mulai menyebar memenuhi ruangan tersebut. Jing Yang menggunakan kesempatan itu untuk membawa Shen An dan Jendral Besar Huan Chen keluar dari kediaman Walikota Kota Xuedong.


Sementara itu Ye Xiaoya membunuh semua pendekar yang ada di dalam ruangan tersebut. Dari puluhan pendekar yang di dalam ruangan, hanya Lin Chu dan pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau yang berhasil selamat dan melarikan diri.


Di luar kediaman Walikota Kota Xuedong, Jing Yang dihadang oleh Pasukan Salju Merah. Namun mereka tidak bisa menghadapi Jing Yang walau pemuda itu bertarung, sambil melindungi Keluarga Shen.


Jendral Besar Huan Chen menyuruh bawahannya untuk menangkap Chang Feng dan melawan Pasukan Salju Merah. Serangan yang dilancarkan Jing Yang tidak dapat diikuti pendekar dari Pulau Salju Rembulan. Tebasannya sangat berbeda dari teknik pedang yang sering digunakan di Kekaisaran Jiang.


Jing Yang akhirnya menebaskan pedangnya pada bawahan Lin Song secara langsung. Pedang Gravitasi, Yue Wang, telah berlumuran darah.


Ketika Jing Yang menggunakan kekuatan gravitasi, puluhan tubuh pendekar yang tergabung dalam Pasukan Salju Merah hancur. Suara tulang yang remuk terdengar. Darah bercipratan serta tanah yang berlubang sangat dalam itu. Bahkan lebih dalam dari sumur karena kekuatan gravitasi dari pedang milik Jing Yang.


Lin Chu melempar tubuh Chang Feng dan melesat mengincar Jing Yang. Ketika melihat Jing Yang melepas tudungnya, wajah Lin Chu mengernyit. Dia merasa pernah melihat pemuda itu entah dimana.


“Seni Napas Dewi Naga Angin!”


Jing Yang mengolah pernapasan dan memutarkan tubuhnya. Seketika angin puyuh yang cukup besar menghempaskan tubuh puluhan pendekar yang menyerangnya. Gravitasi dari angin puyuh itu menghancurkan tubuh pendekar yang terhempas.


Ye Xiaoya menghampiri Jing Yang dan mengelus rambut muridnya itu, “Yang‘er, kekuatanmu itu sudah mencapai pendekar suci. Walau masih tahap awal, aku sendiri terkejut melihat kualitas tulangmu ini. Kau sama seperti jutaan Hewan Buas!” Tangan Ye Xiaoya menepuk pundak Jing Yang.


“Kau belum pernah menggunakan kekuatanmu yang sebenarnya bukan?” Ye Xiaoya menatap Jing Yang, sambil melepaskan aura pembunuh pada Lin Chu dan petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau.


“Belum...” Jing Yang menjawab pelan dan mengibaskan pedangnya.


“Aku telah mencapai pendekar agung. Satu tingkat di atasmu. Pencapaianmu ini sangat langka, bahkan di Benua Bintang Timur tidak ada yang sepertimu...” Ye Xiaoya berbisik, sambil tertawa lirih. Jing Yang membalasnya dengan senyuman sebelum menatap tajam Lin Chu.


“Sepertinya aku harus turun tangan...” Pendekar dari Organisasi Laba-Laba Hijau mengeluarkan goloknya. Aura pembunuh yang terpancar dari tubuhnya sangat pekat.


“Senior Zhi tidak perlu turun tangan, aku saja sudah cukup...” Lin Chu dengan penuh percaya diri menatap Ye Xiaoya.


“Apa kau bodoh! Perempuan itu kekuatannya jauh diatasku, bahkan aku baru mencapai pendekar suci dua bulan yang lalu. Perempuan dan anak itu telah mencapai pendekar agung dan pendekar suci!” Pria dari Organisasi Laba-Laba Hijau yang bernama Zhi Heng menggertakkan giginya, “Aku tidak percaya ada orang seperti ini di Kekaisaran Jiang...”


Wajah Lin Chu langsung memucat. Namun dia masih belum percaya jika Jing Yang telah mencapai pendekar suci. Untuk memastikannya, Lin Chu menyerang istri dari Shen Liu.


“Mati!” Dengan ilmu meringankan tubuh miliknya, membuat gerakan Lin Chu menjadi cepat. Memang gerakan Lin Chu sangatlah cepat. Namun semua itu memudar ketika Jing Yang menarik pedangnya sambil menggunakan kekuatan gravitasi.

__ADS_1


Tubuh Lin Chu langsung menghimpit ke bawah, menabrak jalanan. Jalanan di depan kediaman mulai retak dan hancur membentuk lubang besar. Tubuh Lin Chu hancur berkeping-keping. Wajah Keluarga Shen dan Jendral Besar Huan Chen memucat melihat kemampuan Jing Yang.


“Apa ini kekuatanku?” Jing Yang juga memucat wajahnya. Seketika suara tawa Yue Wang terdengar.


“Jika kau telah belajar seni pedang dari perempuan itu, maka kau bisa menhancurkan kota ini dengan kekuatan gravitasiku. Mengerikan bukan?”


Yue Wang justru tertawa, sedangkan Roh Sang Hitam tersenyum lirih. Jing Yang menghela napas panjang dan melihat Ye Xiaoya yang sedang bertarung melawan Zhi Heng.


“Aku pergi dulu, Jing Yang. Kuharap kau menggunakanku untuk melawan kejahatan, jangan sesekali menghunuskan pedang ini pada orang tak berdosa ataupun perempuan...” Yue Wang menghilang dengan cahaya yang terlihat dari tubuhnya yang mulai memudar secara perlahan.


“Anu... ehem... Tuan Muda, mungkin agak lancang, sebenarnya siapa kalian berdua?” Jendral Besar Huan Chen sedikit pucat wajahnya ketika bertanya kepada Jing Yang karena takut menyinggung.


“Aku Jing Yang, murid dari Guru...” Jing Yang menjawab dengan senyuman tipis sambil menyarungkan pedangnya. Kemudian dia menangkap Chang Feng yang hendak melarikan diri.


“Ampuni aku! Dasar iblis!” Chang Feng berteriak dan menatap Jing Yang penuh ketakutan. Tubuhnya dipenuhi keringat dingin.


“Iblis? Jadi kau manusia ya?” Jing Yang menarik kerah baju Chang Feng dan memukul perutnya.


“Ini untuk ayah Shen Mi! Ini untuk ibu Shen Mi!" Jing Yang memukul sekujur tubuh Chang Feng tanpa henti, “Ini untuk adik Shen Mi!” Setelah memukul wajah Chang Feng, Jing Yang melempar tubuh pria paruh baya tersebut.


“Paman Shen, kuserahkan padamu...” Jing Yang melempar tubuh Chang Feng yang tergeletak di tanah.


“Perbedaan kekuatan kita terlalu besar. Aku akan mengakhirimu dengan cepat...” Ye Xiaoya melepaskan aura pembunuh yang menyebar ke arah Zhu Heng.


“Racun Hijau Berbisa!”


Zhu Heng memainkan goloknya dan memberikan perlawanan kepada Ye Xiaoya. Namun serangannya tidak bertahan lama. Setelah bertukar lebih dari dua serangan, Ye Xiaoya memainkan pedangnya dengan agresif.


Dalam waktu yang singkat, Ye Xiaoya berhasil memberi luka sayatan pada sekujur tubuh Zhi Heng.


“Tarian Peri Bunga : Keindahan Bunga Persik Di Tanah Tandus!”


Tebasan pedang Ye Xiaoya sangat rapi. Tubuh Zhi Heng ambruk dengan tebasan pedang yang dalam pada dadanya.


“Jendral Besar Huan, kalian lindungi penduduk kota. Sepertinya akan ada bala bantuan...” Ye Xiaoya menunjuk ke arah Jing Yang yang sedang mengejar pendekar yang memakai jubah merah, dari Pasukan Salju Merah.

__ADS_1


Shen An bersama keluarganya belum menjawab, bahkan Jendral Besar Huan Chen penasaran dengan perkataan Ye Xiaoya. Langit di Kota Xuedong dipenuhi kembang api berwarna merah. Salah satu pendekar yang dikejar Jing Yang memanggil bala bantuan dari Pulau Salju Rembulan dengan menggunakan suar.


“Masalah ini sangat besar dan merepotkan...” Jendral Besar Huan Chen mendecakkan lidahnya dan memijat keningnya, “Bawa orang ini!” Jendral Besar Huan Chen menyuruh bawahannya untuk membawa tubuh Chang Feng.


“Cepat evakuasi warga dan jauhkan semua penduduk dari pelabuhan!” Jendral Besar Huan Chen memerintahkan bawahannya yang tersisa untuk memberitahu penduduk kota tentang berakhirnya masa kepemimpinan Chang Feng.


“Nona Ye, bagaimana dengan anda dan Tuan Muda Jing Yang?” Jendela Besar Huan Chen bertanya kepada Ye Xiaoya yang sedang memeriksa barang milik Zhi Heng.


“Cukup aku dan muridku yang menghadang. Setelah semua ini selesai, kalian hanya cukup siapkan daging sapi yang enak...” Ye Xiaoya mengambil puluhan pisau kecil dan berjalan mendekati Jing Yang.


Jendral Besar Huan Chen kebingungan dengan perkataan Ye Xiaoya. Namun setelah mengingat kemampuan Ye Xiaoya dan Jing Yang, tentu keduanya bisa mengalahkan pendekar yang berasal dari Pulau Salju Rembulan.


“Yang‘er, kita ke pelabuhan. Kita berdua beri pelajaran pada pendekar laki-laki yang membunuh perempuan itu...” Ye Xiaoya berjalan mendahului Jing Yang.


“Guru, tetapi Shen Mi masih belum ditemukan...” Jing Yang mencemaskan keadaan Shen Mi yang dikabarkan melarikan diri. Pelayan penginapan melindunginya, tetapi sampai sekarang Shen Mi masih belum ditemukan keberadaannya.


“Serahkan padaku, aku akan mencari manusia itu...” Roh Sang Hitam terbang rendah dan berjalan di samping Jing Yang.


“Baiklah, Guru. Kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi...” Mendengar muridnya itu berbicara sendiri, Ye Xiaoya memiringkan kepalanya karena melihat Jing Yang berbicara dengan udara.


“Setelah kau Menembus Tradisi, aku akan mengajarimu banyak hal..." Ye Xiaoya tersenyum sebelum terbang. Langkah kakinya seperti berpijak pada tanah, tetapi itu adalah kemampuan tingkat tinggi yang membuatnya dapat berlari di udara.


Jing Yang mengejar Ye Xiaoya dan menuju pelabuhan kota. Aksi Ye Xiaoya menjadi pusat perhatian penduduk kota dan semua orang yang melihatnya. Bahkan Jendral Besar Huan Chen kagum melihat kemampuan Ye Xiaoya.


Sesampainya di pelabuhan. Ye Xiaoya turun ke tanah dan menyipitkan matanya, “Apa kau melihatnya?”


Jing Yang menyipitkan matanya dan secara tidak sadar melepaskan Aura Mata Naga.


“Sepuluh kapal yang mengangkut pendekar...” Jing Yang menjelaskan apa yang dia lihat kepada Ye Xiaoya.


“Kemampuanmu itu, jika keraguan dihatimu menghilang. Maka itu akan menjadi senjata yang mematikan...” Ye Xiaoya terkejut melihat Jing Yang menggunakan kekuatan peningkatan dari aura.


“Dua kali sehari. Murid hanya bisa menggunakan kekuatan itu dua kali sehari...” Jing Yang menjawab sambil terus memperhatikan sepuluh kapal yang berlayar dari Pulau Salju Rembulan menuju Kota Xuedong dengan kecepatan tinggi.


“Begitu rupanya...” Ye Xiaoya tersenyum tipis melihat Jing Yang. Baginya Jing Yang sekarang seperti berlian yang belum indah. Karena masih banyak kekurangannya, untuk mengisi kekurangan itu, Ye Xiaoya berniat menurunkan ilmu pedangnya pada Jing Yang. Agar Jing Yang menjadi berlian yang terindah diantara yang lainnya.

__ADS_1


“Mereka datang...” ucap Ye Xiaoya mengingatkan.


Wajah Ye Xiaoya serius, sedangkan Jing Yang melihat ada Lin Fang yang berada di salah satu kapal.


__ADS_2