
Ye Long menatap Gao Zhimao dan Ma Xinxuan yang saling berpandangan. Dia merasa keduanya tidak keberatan dengan peraturan turnamen, hanya saja firasat buruknya sedari tadi membuat Ye Long tidak bisa tenang.
“Apa kalian telah bersedia melanjutkan pertandingan babak semi final ini walau nyawa sebagai taruhannya?”
Gao Zhimao dan Ma Xinxuan saling berpandangan sebelum keduanya mengangguk. Melihat itu Ye Long langsung memberi tanda pada keduanya untuk menjaga jarak.
“Dengan ini pertandingan semi final anatara Gao Zhimao melawan Ma Xinxuan dimulai!”
Tepat setelah aba-aba pertandingan dari Ye Long menggema. Gao Zhimao bergerak begitu cepat hingga membuat Ma Xinxuan tidak dapat berkutik sedikitpun.
“Senior, kau melukaiku!” Wajah Ma Xinxuan pucat pasi ketika melihat tebasan pedang Gao Zhimao mengenai dadanya.
“Menyerahlah!” Gao Zhimao mengintimidasi Ma Xinxuan.
Tak lama Ma Xinxuan mengangkat kedua tangannya. “Aku menyerah!” Pernyataan Ma Xinxuan membuat keributan penonton karena pendekar muda itu terlihat tidak memiliki nyali melawan Gao Zhimao.
Namun di mata Ye Long justru ada gerak-gerik mencurigakan antara Gao Zhimao dan Ma Xinxuan. Sekilas dia melihat Murong Liuyu dan Ye Xiaoya bergerak menghampiri Murong Qiaomi.
‘Kenapa pendekar dari Istana Bunga Persik berkumpul?’ Ye Long membatin ketika melihat semua pendekar dari Istana Bunga Persik berkumpul di bangku penonton yang ditempati Jing Yang.
“Dikarenakan Ma Xinxuan menyerah. Maka pemenangnya adalah Gao Zhimao!” Ye Long bersuara lantang dan mengakhiri pertandingan.
Gao Zhimao menepuk pundak Ma Xinxuan dan tersenyum. “Minum Pil Darah Iblis ini. Maaf, tetapi aku sudah bosan memainkan peranku ini. Bagaimana bisa seorang penguasa sepertiku memainkan peran sebagai anak dari Wang Zhi.”
Ma Xinxuan menerima pil pemberian Gao Zhimao dan tersenyum canggung. “Ah, tidak perlu Senior. Tetapi aku akan menerimanya. Pil ini sangat berguna untukku agar dapat menembus tahap selanjutnya.”
Gao Zhimao langsung kembali ke bangku penonton disusul oleh Ma Xinxuan. Tak lama setelah kedua peserta tersebut duduk di bangku penonton, Ye Long segera memanggil Jing Yang dan Gu Hao yang akan bertanding.
“Selanjutnya mari kita sambut Jing Yang dan Gu Hao! Untuk kedua peserta silahkan maju ke depan!” Ye Long masih terbang melayang di udara sebelum turun secara perlahan berpijak pada tanah.
Di bangku penonton terlihat Murong Qiaomi membisikkan sesuatu pada Jing Yang. Sedangkan Jing Yang hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
Jing Yang melompat ke panggung tanah hampir bersamaan dengan Gu Hao. Terlihat Gu Hao memiliki aura yang berbeda dari sebelumnya.
Roh Sang Hitam yang berada di alam bawah sadar terlihat begitu serius menatap Gu Hao.
‘Ya, tidak salah lagi. Setelah era kehancuran itu. Aku rasa kekuatan ini adalah dari Ras Iblis. Musuhmu meminum racikan dari seorang iblis. Kau jangan sampai lengah walau kau telah mencapai tahap pendekar suci.’ Roh Sang Hitam berkata di alam bawah sadar Jing Yang.
‘Maksud, Guru?’ Jing Yang sedikit kebingungan dengan perkataan Roh Sang Hitam.
‘Aku pernah menjelaskan padamu tentang lima benua bukan?’ Roh Sang Hitam kembali berbicara, sementara Jing Yang menggumam pelan. ‘Sulit untuk menjelaskannya, tetapi ada dua dunia yang lainnya dimana dunia itu masih satu dengan dunia kita ini. Seiring berjalannya waktu kau akan memahami perkataanku jika kau, bahkan diriku sendiri hanyalah titik kecil yang ada di dunia ini.’
Jing Yang mengernyitkan dahinya. ‘Kurang lebih aku bisa mengerti perkataan Guru. Hanya saja, aku penasaran dengan dua dunia yang dimaksud oleh Guru. Apakah tempat itu tersegel sama seperti Tebing Dimensi Hitam?’
Roh Sang Hitam menghela napas panjang. ‘Aku tidak bisa menceritakannya sekarang.’ Tidak ada kata yang keluar lagi dari Roh Sang Hitam.
Jing Yang mendengarkan penjelasan Ye Long sembari memikirkan perkataan Roh Sang Hitam. Jika dunia ini adalah tempat yang luas, tentu saja dibenaknya dia ingin pergi berpetualang untuk mengetahui kebenaran dunia ini dengan matanya sendiri.
“Baiklah, segera ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku!” Suara Ye Long memecah ketenangan Jing Yang. Kemudian dia menjaga jarak sembari menatap Gu Hao.
Jing Yang dan Gu Hao tidak bergerak tepat setelah Ye Long memulai aba-aba pertandingan. Saat ini Jing Yang ingin melihat sendiri kekuatann dari pil yang diserap oleh Gu Hao. Walau dirinya tidak berharap banyak.
“Jing Yang, aku sarankan kau jangan meremehkanku. Aku tahu kau telah mencapai tahap pendekar suci. Tetapi terkadang bakatmu itu akan menjadi kuburanmu sendiri...” Gu Hao melepaskan aura pembunuh kepada Jing Yang sebelum melesat ke depan menyerang Jing Yang. “Kau akan mati hari ini di tempat ini!”
Jing Yang tidak menggubris perkataan Gu Hao. Tangannya menarik pedangnya dan menahan tebasan pedang Gu Hao.
“Kekuatan gravitasi milikmu itu sangat mengerikan. Perlihatkanlah itu padaku!” Gu Hao melayangkan tebasan pedang secara beruntun pada Jing Yang. Tebasannya sesekali hanyalah ilusi sehingga Jing Yang sempat terkejut melihatnya. Namun dengan cepat Jing Yang langsung mengantisipasi serangan dari Gu Hao tersebut.
“Bagus. Aku sangat tersanjung bisa melawanmu. Jenius yang sesungguhnya.” Gu Hao kembali melancarkan serangannya. Benturan kedua tebasan pedang mereka membuat kerusakan di sekitar panggung tanah.
“Teknik Pedang Hutan Hantu : Nyanyian Hantu Malam!”
Selepas Jing Yang terus-menerus menahan tebasan pedangnya, Gu Hao langsung menggunakan teknik pedangnya untuk menyerang Jing Yang.
__ADS_1
Napas Jing Yang begitu tenang, mata kanannya menatap tajam arah ayunan pedang Gu Hao.
“Teknik Pedang Dalam Sarung...” Jing Yang menyarungkan pedangnya pelan-pelan ketika Gu Hao bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya, “Ledakan Gravitasi!”
Tubuh Gu Hao bersimbah darah karena tertebas pedang Jing Yang. Namun lukanya tidak terlalu dalam, karena Jing Yang menahan kekuatannya.
“Dari semua orang yang pernah kutemui. Kau justru sama sekali tidak menghina fisikku ini.” Jing Yang menoleh ke belakang melihat Gu Hao menggelengkan kepalanya.
“Ya, aku sendiri kagum padamu yang telah mencapai tahap pendekar suci.” Gu Hao mengangkat kedua tangannya dan mengalihkan pandangannya menatap Ye Long. “Senior Ye, aku menyerah!”
Ye Long menghela napas panjang melihat Gu Hao menyerah dalam pertandingan. Luka bersimbah darah itu terlihat tidak terlalu dalam di tubuh Gu Hao sehingga banyak yang bertanya-tanya tentang alasan Gu Hao menyerah.
“Dikarenakan Gu Hao menyerah, maka pemenangnya adalah Jing Yang!”
“Berjuanglah melawan Gao Zhimao. Kemungkinan besar kau akan mati. Tugasku telah selesai. Sekarang tirai telah dibuka. Aku menantimu di pertarungan kita nanti, Jing Yang.” Mata Gu Hao melotot tajam menatap Jing Yang.
‘Sudah kuduga, manusia disekelilingmu telah merencanakan sesuatu. Beruntung Guru manusiamu sangat cekatan. Lihatlah ke arah tribun yang ditempati pendekar dari Istana Sembilan Naga.’ Jing Yang mengikuti perkataan Roh Sang Hitam. Matanya menatap tajam ke arah bangku penonton yang ditempati pendekar anggota Wang Zhi dan Zhu Huazhi.
‘Istana Sembilan Naga telah disusupi pendekar aliran hitam yang bekerjasama dengan kedua manusia yang merendahkan dirimu. Kemungkinan aliran putih yang menguasai Pulau Salju Rembulan juga terlibat dalam rencana mereka. Ya, ini memang menyebalkan. Tetapi aku izinkan kau menggunakan kekuatan dari Tungku Jiwa Naga...’
Setelah mendengar perkataan Roh Sang Hitam, Jing Yang langsung menoleh ke arah Ye Xiaoya. Gadis yang terlihat cantik itu memberi tanda pada dirinya untuk bertarung sekuat tenaganya.
“Aku mengerti.” Jing Yang hanya tersenyum setelah mengetahui maksud dari Ye Xiaoya.
Saat ini Jing Yang ingin memenuhi permintaan dari Ye Xiaoya. Ketika melihat Gao Zhimao melompat ke panggung tanah bahkan sebelum Ye Long memanggilnya, Jing Yang merasa orang yang menatap dirinya dengan sangat tajam itu mengingatkannya pada sosok yang membuat seluruh darahnya mendidih, namu di saat yang bersamaan keputusasaan juga menyeruak masuk menghampiri dirinya.
Ye Long langsung berdiri di hadapan kedua peserta. Suara gemuruh penonton menggema ketika melihat Jing Yang dan Gao Zhimao saling menatap tajam satu sama lain.
Seketika sebuah dinding tak kasat mata disekitar panggung tanah terlihat. Empat Tetua Sembilan Naga menggunakan kekuatannya untuk mencegah kerusakan pada stadion tempat digelarnya pertandingan.
“Baiklah, dengan ini pertandingan final Turnamen Sembilan Naga dimulai!”
__ADS_1
Ye Long bergerak mundur ke belakang dan terbang mengamati pertandingan dari luar dinding tak kasat mata setelah dia memulai aba-aba pertandingan.