
Jing Yang dan Xue Bingyue mengikuti Topeng Tombak Naga dan Juan Fu, keduanya dibawa menuju sebuah sungai dimana disana terlihat banyak kapal perompak yang menepi.
“Ketua telah kembali! Semuanya beri hormat!” Salah satu perompak berbadan kekar berseru lantang dan diikuti dengan teriakan anggota Perompak Tombak Naga.
Jing Yang dan Xue Bingyue melihat dari kejauhan dan tidak mendekat. Mereka berdua tidak menyangka jika pemimpin Perompak Tombak Naga merupakan salah satu orang kepercayaan Ho Xing. Dan menurut Jing Yang ada yang tidak beres dengan pria yang menyebut dirinya sebagai Topeng Tombak Naga.
Jing Yang dan Xue Bingyue mendengarkan dengan seksama jika Perompak Tombak Naga berniat menyerang kapal yang ditumpangi oleh salah satu istri petinggi pasukan khusus Kekaisaran Ma.
“Aku akan memerankan peran antagonis dan kau bertindaklah seperti seorang pahlawan. Menaklukkan perempuan itu mudah, kuharap kau tidak menyia-nyiakan kebaikanku ini, Juan Fu.” Ucap Topeng Tombak Naga sembari melepaskan aura pembunuh.
“Terimakasih, Senior Xing. Aku tidak akan melupakan kebaikan dirimu. Aku akan mengabdikan diriku padamu setelah merasakan nikmatnya tubuh wanita itu.” Juan Fu tertawa lantang sebelum akhirnya memasuki kapal milik Perompak Tombak Naga.
__ADS_1
“Apa kalian sudah haus? Ini saatnya bagi kita minum. Kapal yang akan melewati sungai ditumpangi oleh wanita-wanita cantik. Ini merupakan hadiah dari surga untuk kita. Jadi nikmatilah.”
Ucapan Topeng Tombak Naga membuat Jing Yang dan Xue Bingyue saling berpandangan. Keduanya terlihat bingung untuk beberapa saat sebelum akhirnya Xue Bingyue angkat bicara.
“Sebaiknya kita bergerak sekarang, Yangyang. Bukankah mereka akan melakukan hal yang berbahaya? Kau paham maksudku kan?” Xue Bingyue sendiri tidak percaya jika dirinya akan mengalami situasi seperti ini.
Jing Yang menghela nafas sambil memejamkan matanya, “Aku mengerti. Aku akan muncul dengan memakai topengku ini. Tujuanku adalah menghabisi seluruh anggota Perompak Tombak Naga.” Saat Jing Yang dan Xue Bingyue sedang berbincang keduanya tidak menyadari Topeng Tombak Naga dan Juan Fu pergi meninggalkan kapal dan berjalan menapaki air menyebrangi sungai.
Sesaat setelah armada kapal Perompak Tombak Naga berlayar, Jing Yang bergerak dan melancarkan sebuah semburan api dari atas dengan kecepatan tinggi.
“Kali ini apa lagi? Siapa pemuda bertopeng itu? Tunggu aura ini sama seperti yang aku rasakan sebelumnya!” Topeng Tombak Naga berkeringat dingin saat melihat Jing Yang membantai habis anggota Perompak Tombak Naga.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama bagi Jing Yang untuk menghabisi Perompak Tombak Naga. Aksi Jing Yang ini membuat nyali Topeng Tombak Naga menciut.
Jing Yang berbicara santai pada Topeng Tombak Naga, namun suaranya sangat keras dan menggema ditelinga Topeng Tombak Naga.
“Apa kau pemimpin kelompok ini?” Jing Yang mendarat tepat dihadapan Topeng Tombak Naga.
“Kau mengatakan dirimu merupakan salah satu dari lima orang kepercayaan Ho Xing bukan?” Jing Yang menatap dingin Topeng Tombak Naga dari balik topengnya lalu kembali berkata, “Jika ingin tetap hidup, maka beritahu semua yang kau ketahui tentang Lentera Iblis Tunggal dan Jiyangma!”
Seketika raut wajah Topeng Tombak Naga memucat, “Walaupun aku takut padamu, tetapi aku tidak akan mengkhianati kepercayaan Patriark Ho!”
Topeng Tombak Naga melarikan diri dengan seluruh kekuatannya meninggalkan Jing Yang yang memang tidak berniat membunuhnya.
__ADS_1
Jing Yang sudah menandai tubuh Topeng Tombak Naga dan menunggu pria itu menunjukkan identitasnya yang sebenarnya.
Untuk mendapatkan kepercayaan penduduk Jiyangma, Jing Yang ingin mengenal sosok orang paling berpengaruh di Kota Jiyangma dan menurutnya Topeng Tombak Naga mengetahui orang tersebut.