Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 199 - Dibelakangku


__ADS_3

Bai Xianlin tersenyum lembut kearah pria bangsawan yang baru terbangun dari tidurnya.


“Kau siapa?” Pria bangsawan itu memperhatikan wajah Bai Xianlin yang terlihat cantik terlebih pakaian yang dikenakan Bai Xianlin sekarang berbeda dari sebelumnya.


“Tuan, namaku Xianlin. Aku menemukan tuan pingsan.” Bai Xianlin tersenyum ramah sambil memperhatikan mayat pendekar yang dia bunuh.


“Xianlin...” Pria bangsawan itu menatap penuh kekaguman pada Bai Xianlin. Harus dia akui Bai Xianlin merupakan wanita tercantik yang pernah dia temui.


“Namaku Huang Xin, aku adalah kepala keluarga Huang.” Pria bernama Huang Xin menceritakan kejadian dimana dirinya dihadang oleh seorang bertopeng yang menewaskan seluruh pengawalnya.


Bai Xianlin pura-pura terkejut dan memasang ekspresi ketakutan. Huang Xin mendekati Bai Xianlin dan tersenyum ramah.


“Nona Xianlin tidak perlu khawatir. Sepertinya wanita pembunuh itu sudah pergi.” Huang Xin tidak mengetahui jika wanita pembunuh yang dia maksud adalah Bai Xianlin, sosok wanita yang membuatnya langsung terpikat pada pandangan pertama.


“Apa sebaiknya kita menguburkan mereka?” Bai Xianlin bertanya sambil memasang ekspresi berduka, “Sungguh kejam.”


Huang Xin menatap wajah Bai Xianlin dalam sebelum tersenyum, “Biar aku yang menguburkan mereka. Nona Xianlin tunggu disini.”


Bai Xianlin menganggukkan kepalanya dan memperhatikan Huang Xin yang menguburkan jenazah pengawalnya sendiri. Butuh waktu lama untuk Huang Xin menguburkan mayat pendekar hingga akhirnya pria itu menghampiri Bai Xianlin.


“Aku ingin pergi ke Ibukota Shilin. Apa kau tidak keberatan ikut denganku, Nona Xianlin?” Huang Xin duduk disamping Bai Xianlin didekat kursi roda kereta kuda.


“Aku memiliki sedikit pengalaman tentang ini...” Huang Xin mulai mengendarai kereta kuda dan tersenyum kearah Bai Xianlin.


Bai Xianlin menceritakan jika dirinya merupakan seorang janda karena suaminya dibunuh pendekar Menara Sejalan. Beberapa hari belakangan ini dia hidup dalam pelarian karena banyak pendekar Menara Sejalan yang tertarik pada tubuhnya.


“Aku benci pria yang tidak menghargaiku. Aku akan ikut ke Ibukota Shilin, Tuan. Setelah itu aku akan mencari peruntungan dengan bekerja disana.” Bai Xianlin menyeka air mata palsunya dan membuat Huang Xin tersentuh.


Huang Xin sendiri sudah memiliki seorang istri dan beberapa selingkuhan. Pria ini memegang tangan Bai Xianlin dan menatap wanita cantik itu penuh makna.

__ADS_1


“Xianlin, mulai detik ini kau tidak perlu takut. Aku akan melindungimu. Maukah kau menjadi istriku?” Ucapan Huang Xin hampir membuat Bai Xianlin tersedak ingin muntah, namun wanita itu menahannya.


“Menjadi istri tuan?” Bai Xianlin memasang ekspresi kikuk dan terkejut membuat Huang Xin menelan ludah menahan gairah.


“Ya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatmu. Kau tidak pantas melalui semua penderitaan ini. Aku akan membuatmu bahagia, Xianlin.” Huang Xin hendak mengecup kening Bai Xianlin namun wanita itu menghindar.


“Tuan, terimakasih. Aku akan memberikan jawaban tentang perasaanmu itu setelah aku melihat kesungguhan dirimu, maafkan aku belum bisa menjawabnya sekarang.” Bai Xianlin memalingkan wajahnya dengan memasang ekspresi malu-malu membuat Huang Xin tersenyum penuh kemenangan.


“Aku masih belum siap menikah dengan pria lain.” Bai Xianlin sendiri menahan kekesalannya karena melihat sikap Huang Xin yang baginya sangat memuakkan.


Huang Xin meremas tangan Bai Xianlin lembut, “Lin‘er, kau sangat cantik. Aku akan menanti hingga kau siap menjadi istriku.”


Bai Xianlin hanya tersenyum dan membatin, ‘Menyebalkan. Dia sangat menjijikkan. Jatuh cinta dan mengajakku menikah hanya dalam sekali melihat. Pria benar-benar makhluk rendahan.’


Bai Xianlin mengetahui sosok Huang Xin dari Shi Surao. Wanita ini berniat mendekati Huang Xin agar memiliki kesempatan bertemu Shi Xuanyuan dan mengambil Kain Langit Suci.


Dalam perjalanan Huang Xin terus bercerita sambil mencoba membuat Bai Xianlin tersenyum. Wanita itu tertawa lirih dan tersenyum manis membuat Huang Xin semakin tergila-gila padanya.


Bai Xianlin sendiri sudah begitu risih, ‘Lihat, dia pikir aku tidak mengerti isi pikirannya? Siapa yang mau menjadi selirmu, pria sialan?’


Setelah mengobrol panjang akhirnya Bai Xianlin mengetahui jika Huang Xin pergi ke Ibukota Shilin untuk menjenguk istrinya sekaligus bertemu dengan Shi Xuanyuan. Huang Xin diundang Shi Xuanyuan untuk melakukan perjanjian kerjasama antara keluarga Huang dan Shi Xuanyuan sebagai Kaisar Shi yang baru.


“Entah mengapa istriku memilih tinggal di Ibukota Shilin semenjak Kaisar Xuanyuan memimpin. Dia mengatakan padaku jika dirinya ingin mengurus sebuah restoran. Memang dia pandai memasak dan mengurus bisnis. Sebagai seorang suami aku harus mendukungnya.” Huang Xin kembali menggenggam tangan Bai Xianlin setelah mengatakan itu.


“Aku tidak akan membeda-bedakan diantara kalian berdua. Jika kau masih tidak percaya dengan perasaanku, aku rela menceraikan istriku itu.” Huang Xin sudah dibuat gila dengab kecantikan dan keindahan tubuh Bai Xianlin yang terbalut gaun.


“Benarkah? Tetapi tuan aku tidak ingin merusak rumah tangga orang.” Bai Xianlin dengan ekspresi gelisah itu membuat Huang Xin berusaha menenangkan.


“Kau tidak merusak rumah tanggaku. Jadi apa jawabanmu, Lin‘er?” Huang Xin menyentuh pipi Bai Xianlin dan dijawab anggukan kepala oleh Bai Xianlin.

__ADS_1


Huang Xin yang melihat ekspresi Bai Xianlin itu menelan ludah berulang kali, “Lin‘er, aku berjanji akan menikahimu... Apakah boleh?” Huang Xin mendekatkan wajahnya ke wajah Bai Xianlin.


‘Dia pikir aku wanita murahan? Setelah sandiwara ini selesai, aku akan membuat pria naif ini sadar. Istrinya itu bukan mengurus bisnis restoran melainkan mengurus Kaisar Xuanyuan.’ Bai Xianlin memalingkan wajahnya dengan ekspresi pipi bersemu merah.


“Tuan, aku belum bisa. Setidaknya kita melakukan itu setelah kita menikah.” Jawaban Bai Xianlin membuat Huang Xin tersenyum lebar.


“Setelah urusan di Ibukota Shilin selesai kita akan menikah sayang.” Huang Xin mengelus rambut Bai Xianlin dan menambahkan, “Panggil aku dengan sebutan sayang, Lin‘er.”


Bai Xianlin menatap jijik Huang Xin untuk sesaat namun segera dia mengubah ekspresi wajahnya menjadi malu-malu, “Xin‘gege.”


Jantung Huang Xin berdetak kencang mendengar suara merdu wanita secantik menyebut namanya.


Dalam perjalanan Huang Xin tidak henti-hentinya memberikan pujian dan gombalan murah pada Bai Xianlin.


Bai Xianlin menanggapinya dengan senyuman dan tawa lirih sambil menahan perasaan jijik karena berulang kali tangan Huang Xin meraba telapak tangannya.


___


Sementara itu di kamar pribadi Kaisar Shi terlihat seorang wanita berumur tiga puluhan tahun tergolek lemas.


“Yang Mulia...” Desah wanita itu saat pria berumur tiga puluhan tahun menindih tubuhnya.


“Huang Yu, kau wanita jahat karena membohongi suamimu.” Pria yang tidak lain adalah Shi Xuanyuan tersenyum puas saat melihat wanita dibawahnya tidak berdaya.


“Setelah aku membunuh Huang Xin, kau akan menjadi milikku. Aku berjanji akan membuatmu menjadi selirku.” Shi Xuanyuan merebahkan tubuhnya kesamping dan mengelus kepala wanita bernama Huang Yu.


“Xuan‘gege, aku mencintaimu. Maaf aku tidak bisa memberikan mahkotaku padamu.” Huang Yu membenamkan wajahnya kedada bidang Shi Xuanyuan.


“Aku tidak peduli dengan itu. Selama kau bersedia menyanggupi keinginanku dan menjadi selirku, itu sudah cukup bagiku.”

__ADS_1


Perbuatan tabu keduanya itu tidak diketahui orang lain selain para pilar utama Menara Sejalan. Shi Xuanyuan mengkhianati istri dan selirnya, yang lebih ironis Shi Xuanyuan tidak menyadari dirinya juga dikhianati istri, selir dan orang-orang kepercayaannya.


Pagi itu keduanya kembali melanjutkan perjalanan panjang mereka tanpa mempedulikan suara ketukan pintu kamar ataupun panggilan untuk rapat, Shi Xuanyuan terus memacu tubuhnya menggapai alam surgawi bersama Huang Yu.


__ADS_2