Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 132 : Kota Shuyang


__ADS_3

Ma Lizi menceritakan masalah keluarganya dan apa yang terjadi di Kota Shuyang. Sekitar empat tahun yang lalu, Kekaisaran Ma mengalami pergejolakan yang hebat. Keluarga Chu, salah satu dari empat keluarga melakukan kudeta bersama kelompok aliran hitam dan bantuan kekuatan dari bangsa asing, Trost.


Istri Ma Lizi yang bernama Guan Yu melarikan diri ke Kota Shuyang. Selama empat tahun mereka hidup damai di Kota Shuyang, namun beberapa bulan belakangan ini Walikota Kota Shuyang yang bernama Liu Mengda dipenjara oleh Keluarga Ji dan beberapa pendekar dari Kekaisaran Ma.


Bangsawan Chu yang telah menguasai Kekaisaran Ma mendapatkan misi penting dari Bangsa Trost untuk menguasai Kekaisaran Yin dengan menjadikan Keluarga Bangsawan Ji sebagai Kaisar Yin.


Sekte Kalajengking Merah itulah nama kelompok yang sekarang mendiami Kota Shuyang. Sementara pendekar berkemampuan tinggi yang langsung datang membunuh penjaga kota dan beberapa penduduk berasal dari Lentera Iblis Tunggal.


Saat ini Sekte Kalajengking Merah sedang melakukan pencarian untuk menemukan Yin Yiyao dan Liu Jimeng. Jika mereka menemukan Yin Yiyao, maka Kaisar Yin akan dapat dikendalikan, mengingat Yin Yiyao sendiri merupakan adik dari Kaisar Yin.


Lentera Iblis Tunggal mengutus Sekte Kalajengking Merah untuk menguasai Kota Shuyang bersama Keluarga Ji. Mereka berniat menjadikan Kota Shuyang sebagai tempat berkumpulnya para pendekar dari Kekaisaran Ma.


Semenjak Sekte Kalajengking Merah dan Keluarga Ji menguasai Kota Shuyang, mereka meminta upeti yang besar. Bahkan setiap minggunya, kelompok ini dan Keluarga Ji meminta dua puluh perempuan mulai dari anak kecil hingga yang paruh baya.


Ma Lizi sulit untuk bercerita karena dia tahu apa yang sebenarnya kelompok Sekte Kalajengking Merah dan Keluarga Ji lakukan.


Ma Lizi berhasil melindungi istrinya dan beberapa orang yang bersamanya karena mereka bersembunyi di lorong bawah tanah selama beberapa bulan ini.


Sekte Kalajengking Merah dan Keluarga Ji bahkan telah membunuh puluhan pria dan mengambil perempuan untuk dijadikan budak.


“Sudah puluhan perempuan bunuh diri setelah hamil karena perbuatan bedebah itu!” Ma Lizi mengepalkan tangannya.


Sementara Guan Yu menutup telinga anaknya. Cerita dari Ma Lizi benar-benar merupakan informasi yang berguna. Mengingat Benua Dataran Tengah memiliki wilayah yang luas, banyak informasi tertutup dari kekaisaran lain setelah peperangan di perbatasan semakin menurun.


“Aku tidak menyangka kejadiannya akan separah ini...” Xue Rong menggelengkan kepalanya, dia pernah mendengar jika Kota Shuyang merupakan kota yang diperebutkan Keluarga Bangsawan Yin dan Keluarga Bangsawan Ji, tetapi situasi sesungguhnya jauh dari yang dia bayangkan.

__ADS_1


Xue Rong menatap wajah Jing Yang, dia bisa melihat pemuda itu tidak dapat meninggalkan kejadian ini. Bahkan Xue Bingyue yang biasanya mengikuti perintah Xue Rong, tergerak hatinya ketika melihat raut wajah Jing Yang yang dipenuhi kemarahan.


“Paman Lizi, bagaimana dengan pemerintah? Mengapa belum ada bantuan dari Kaisar Yin?”


Ma Lizi menggelengkan kepalanya, memang Yin Yiyao merupakan adik kandung dari Kaisar Yin tetapi semenjak Kota Shuyang dikuasai Sekte Kalajengking Merah dan Keluarga Bangsawan Ji, tidak ada informasi yang keluar. Bahkan penduduk dari luar yang datang berkunjung akan dibunuh, begitu juga sebaliknya.


Jing Yang tidak berkomentar lagi. Dia mengerti garis besarnya. Dan yang lebih mengejutkan kebanyakan pendekar menganggap ini sebagai alasan politik, tetapi bagi Jing Yang yang memiliki darah bangsawan, dia paling benci dengan hal yang dilakukan Keluarga Ji.


“Paman Ji, disana ada tiga pendekar agung bukan?” Jing Yang mengingat perkataan pendekar dari Sekte Kalajengking Merah yang dia bunuh.


Ma Lizi mengangguk pelan, “Disana ada tiga orang kuat yang melindungi Ji Xuan. Apa yang ingin pendekar muda lakukan?!”


Jing Yang memandang telapak tangannya yang mengeluarkan Api Phoenix, “Aku akan membunuh mereka semua dan mencari informasi tentang Bangsa Trost. Aku telah berjanji padanya...”


Xue Rong memegang tangan Jing Yang dan menegurnya, “Junior Yang! Kita tidak boleh terlibat...”


Xue Bingyue langsung berdiri disamping Jing Yang, sementara Xue Que menggelengkan kepalanya pelan.


“Guru, aku ingin melihat bagaimana tindakanmu selanjutnya. Apakah kau tetap akan diam atau mengikutinya?” Xue Que melirik Xue Rong yang merah merona wajahnya.


Dengan wajah yang polos Xue Rong menjawab, “Aku akan mengikutinya.”


‘Oi, yang benar saja.’ Xue Que hampir tidak percaya setelah melihat perubahan Xue Rong semenjak bertemu Jing Yang.


___

__ADS_1


Kota Shuyang merupakan sebuah kota besar yang megah. Penduduk yang tinggal di Kota Shuyang terbilang makmur dan sejahtera, bahkan Kota Shuyang merupakan salah satu dari lima kota terbesar di Kekaisaran Yin.


Namun beberapa bulan belakangan ini, Kota Shuyang jauh dari kata makmur dan sejahtera. Bahkan banyak sekali penduduk berwajah murung dan ketakutan.


Dari kejauhan, Jing Yang melihat sekitar seratus pendekar yang sedang mabuk-mabukan dan menyuruh lima gadis menghibur mereka.


“Kakak Yue Wang, bukankah kau menginginkan darah mereka?” Jing Yang melepaskan energi pedang dari jarak dua puluh meter.


‘Saudaraku Jing Yang, cukup gunakan aku. Aku sangat menyukai darah dari orang-orang seperti mereka!’


Ketika Ma Lizi dan Guan Yu hendak menjelaskan tentang Kota Shuyang, Jing Yang telah menghilang dari pandangan mereka.


Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que hanya melihat Jing Yang dari kejauhan.


“Bukankah lebih baik kita tinggalkan dia. Lagipula Istana Bulan Biru tidak menerima laki-laki selama beberapa tahun belakangan ini...” Xue Que menatap Xue Rong yang tersenyum penuh makna memandang punggung Jing Yang.


“Aku akan bertanggung jawab. Aku sekarang ingin hidup sesuai keinginanku.” Perkataan Xue Rong membuat Xue Que tersenyum.


‘Ah, Guru seleramu tidak buruk. Aku yakin di luar sana tidak ada laki-laki seperti dia.’ Xue Que juga menatap Jing Yang yang kian menjauh.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju Kota Shuyang. Xue Bingyue merasakan debaran jantung yang sulit untuk dia kendalikan. Semakin sering bersama Jing Yang, semakin banyak perasaan hangat yang bermunculan.


“Teknik Pedang Gravitasi ~ Enam Jalan Persimpangan!”


Jing Yang melepaskan satu tebasan yang dipenuhi energi pedang dan tenaga dalam dari kejauhan. Kedatangannya membuat sekitar dua belas pendekar tubuhnya terpotong menjadi dua bagian.

__ADS_1


Tindakannya saat ini berbeda dari yang biasanya, Jing Yang juga tidak mengetahui apakah tindakannya ini benar ataupun salah. Tetapi satu hal yang dia tahu, dia tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja apalagi memalingkan wajahnya.


__ADS_2