Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 178 - Menara Dewa


__ADS_3

Xue Qinghua menjelaskan bahwa Menara Dewa memiliki lima puluh lantai, dimana setiap sepuluh lantai terdapat penjaga yang bertugas melindungi lantai dari penyusup.


Menara yang membentang tinggi kelangit ini dilindungi formasi segel pertahanan yang langka dan kuat. Seluruh anggota Menara Dewa merupakan manusia yang memiliki kekuatan iblis, mereka menghuni Menara Dewa selama selama matahari masih bersinar dan melakukan pergerakan saat matahari mulai terbenam.


“Jadi, kekuatan manusia iblis didalam Menara Dewa lebih dikenal dengan Iblis Malam. Sebaliknya, manusia iblis yang melakukan pergerakan disiang hari dikenal dengan Iblis Siang.” Jelas Xue Qinghua. Dengan informasi yang dia kumpulkan selama bergabung dengan Pelangi Dosa, akhirnya Xue Qinghua mengetahui seluk-beluk Ras Iblis.


Pemimpin Pelangi Dosa dan beberapa anggotanya memang memiliki dendam terhadap Ras Iblis. Setelah mengetahui Fu Xinghe termasuk dalam manusia iblis, Xue Qinghua akhirnya memutuskan bergabung dengan Pelangi Dosa atas rekomendasi Selendang Nafsu.


Jing Yang mengetahui garis besarnya, hanya saja dia penasaran dengan Iblis Siang. Melihat bagaimana permukiman penduduk di Desa Air telah tiada, tentu membuat Jing Yang bertanya-tanya mengenai Batu Kabut yang ada di Desa Air.


Saat Jing Yang menajamkan matanya ke dalam air, pandangan matanya menembus bagian terdalam bawah sungai. Jing Yang terus bergerak mengikuti Xue Qinghua dan sampai didepan pintu Menara Dewa.


Mata Jing Yang menatap kebawah tepat didepan pintu Menara Dewa. Dibagian dasar sungai dia melihat sebuah batu berwarna putih terang dengan corak awan berwarna merah.


‘Aku rasa itu Batu Kabut... Sepertinya yang lain tidak dapat melihatnya...’ Jing Yang melirik kearah Xue Rong yang sedang mengobrol dengan Bing Mu.


“Saudara Jing, apa kau marah melihat Senior Mu dekat dengannya?” Setengah berbisik Bing Mu bertanya.


“Marah? Sama sekali tidak, aku hanya ingin memastikan saja.” Jing Yang menjawab sambil memperhatikan raut wajah Bing Mu.


“Memastikan?” Bing Mu mengerutkan keningnya.


Jing Yang mengalihkan pandangannya dan menghembuskan nafas ringan, “Kau tahu, saat berada didekat manusia seperti pembunuh orang tuaku, aku bisa merasakan energi yang membuatku tidak nyaman. Kau berbeda dengannya dan tiga orang dari Gunung Es Utara yang telah mati.”


Bing Mu tidak percaya akan perkataan Jing Yang yang seolah-olah mengatakan bahwa Bing Mu memilki aura yang sama persis dengan manusia iblis.


Saat Jing Yang dan Bing Mu mengobrol, Xue Qinghua dan Selendang Nafsu memperhatikan Jing Yang.

__ADS_1


“Ah, lihat betapa polosnya dia...” Dari balik topengnya, Selendang Nafsu tersenyum manis, “Dia penerus tahta Kekaisaran Jiang bukan? Aku rela jika dia mengambilku sebagai selirnya...”


Xue Qinghua mengerutkan keningnya, “Sadari umurmu itu! Kau berusia tiga puluh satu tahun!”


“Mengerti, mengerti, Nenek Qinghua. Tetapi kau pernah mendengar jika wanita berumur lebih menggoda kan?” Selendang Nafsu tertawa kecil.


Xue Qinghua mendengus kesal, “Berhenti bercandanya!” Setelah itu Xue Qinghua berjalan mendekati Jing Yang.


“Yang‘er, mulai darisini kau harus fokus untuk menuju lantai teratas, mengerti?” Xue Qinghua menambahkan jika dibalik pintu sudah ada anggota Pelangi Dosa yang menunggu mereka.


Jing Yang mengangguk, “Aku mengerti, Nenek.” Jing Yang menatap topeng yang dikenakan Xue Qinghua.


“Nenek, apa kita bisa kembali seperti dulu lagi? Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi.” Jing Yang mengepalkan tangannya dengan erat menunggu jawaban Xue Qinghua.


“Setelah pertempuran ini selesai, Yueyue akan kembali. Kita bertiga bisa hidup bersama seperti dulu lagi, Yang‘er.” Xue Qinghua memberikan jawaban.


Xue Qinghua sendiri sudah jatuh kedalam kegelapan, dimana dirinya melakukan pembunuhan pada para pejabat dan bangsawan yang membuat rakyat jelata menderita, selain itu demi membalaskan dendam kematian anaknya, Xue Qinghua berulang kali mencoba membunuh Mao Gang namun dirinya tidak berhasil membunuh pembunuh anaknya.


Nyawa Xue Qinghua sudah diambang batas, sehingga dia memutuskan untuk mengembalikan ingatan Xue Bingyue. Penyesalan dan keputusasaan yang dirasakan Xue Qinghua membuatnya meninggalkan tugasnya sebagai pemimpin Pulau Salju Rembulan.


Jing Yang tidak mengetahui itu, bocah polos itu merasa bersyukur dan berharap dirinya bisa hidup kembali bersama Xue Qinghua dan Xue Bingyue.


Jing Yang merasakan kehampaan saat membunuh orang bermarga Lin yang menyebabkan kekacauan di Pulau Salju Rembulan. Bocah yang menanggung semua beban penderitaannya sendiran ini tidak pernah menunjukkan kelemahannya pada siapapun, hanya bersikap polos dan alami sudah membuat banyak orang mengaguminya.


Namun seperti yang dikatakan Li Ho, sisi gelap Jing Yang adalah hal yang paling mengerikan. Li Ho hanya berharap Jing Yang tidak akan jatuh kedalam jurang keputusasaan.


Xue Qinghua kembali menjelaskan rencana mereka, setelah merasa siap akhirnya mereka mulai melakukan penyerangan dengan membuka pintu masuk Menara Dewa.

__ADS_1


Sebelum masuk kedalam Menara Dewa, Jing Yang memanipulasi air dengan menyentuhkan telapak tangannya pada air sungai. Seketika sebuah benang panjang yang terbentuk dari air bergerak kedasar sungai dan mengikat Batu Kabut.


Jing Yang menariknya dan secepat mungkin menaruh Batu Kabut kedalam Cincin Dewa. Tidak ada yang menyadari tindakan Jing Yang karena bocah itu melakukan semuanya dengan cepat.


Obot-obor menyala terang, suara pertarungan menggema dan terlihat empat pria yang memakai topeng sedang bertarung sengit melawan ratusan anggota Manusia Iblis yang seluruhnya memiliki kekuatan iblis.


“Salju Dendam! Selendang Nafsu, akhirnya kalian datang!” Pria yang memakai topeng berwarna ungu dan dikenal sebagai Golok Serakah melompat kebelakang dan berdiri disamping Selendang Nafsu.


“Kita tidak bisa bergerak, ini tidak ada habisnya!” Golok Serakah memperhatikan anggota Menara Dewa yang terus berdatangan.


“Melihatnya saja aku sudah mengetahuinya...” Selendang Nafsu memperhatikan anggota Menara Dewa yang terlihat seperti orang mati.


“Mereka mayat hidup?” Selendang Nafsu berkata dengan suara bergetar.


“Selamat datang, para tikus sekalian!” Suara pria terdengar bersama tepukan tangan yang menggema.


Pria dengan wajah sangat penuh luka itu menjentikkan jarinya. Seketika pintu masuk Menara Dewa tertutup dan terkunci rapat.


“Tidak ada yang bertahan hidup setelah masuk kedalam menara ini! Pelangi Dosa? Aku tidak pernah menyangka kelompok kucingan seperti kalian mencari masalah dengan kami!” Pria bernama Xu Wangbin yang merupakan salah satu Penjaga Lantai Menara Dewa ini tertawa mengejek.


Pemimpin Pelangi Dosa menatap Golok Serakah dan berkata, “Golok Serakah, lantai ini kuserahkan padamu.”


“Kita akan menuju lantai atas. Harus ada satu orang yang menahannya disini.” Pemimpin Pelangi Dosa menambahkan.


Xu Wangbin tertawa, “Percuma saja, Menara Dewa memiliki lima puluh lantai yang dijaga oleh orang-orang kuat. Penjaga lantai satu sampai sepuluh berada dibawah kekuasaanku, tentu saja aku tidak akan membiarkan kalian lewat.”


Golok Serakah maju kedepan dan memainkan goloknya dengan lincah, “Pergilah! Sepertinya seluruh orang yang berjaga dilantai satu sampai sepuluh berada disini.”

__ADS_1


“Walaupun kau mengetahui itu, semuanya percuma!” Xu Wangbin menahan tebasan golok dengan cengkeraman telapak tangannya.


Jing Yang tidak berpikir dua kali langsung membuka jalan untuk menuju lantai kedua. Pertempuran di Menara Dewa baru saja dimulai.


__ADS_2