Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 126 : Makam Ratu Kuno


__ADS_3

[Penyesalan dan kegagalan adalah bagian dari hidup.] Xue Bingyue.


___


Fu Xinghe dari Menara Dewa yang berada di Negeri Kabut Tersembunyi mengincar Tubuh Yin dan Jelmaan Tubuh Dewi Es milik Xue Bingyue.


Xue Rong yang memilki kondisi tubuh sama seperti Xue Bingyue sedikit mengerti perasaan Jing Yang, tetapi pemuda ini mengatakan hal yang membuatnya terkejut. Mereka bertiga memiliki kondisi tubuh yang sama.


“Jika ingatan pemilik Tubuh Raja Neraka sebelumnya benar. Maka bangsa asing yang memiliki kekuatan tempur besar akan melakukan pergerakan mereka setelah menaklukkan seluruh daratan Benua Bintang Timur...”


“Rubah Putih, penyesalan dan kegagalan adalah bagian dari hidup. Kita tidak bisa pergi ke masa lalu untuk mengubah semuanya. Tetapi kita bisa pergi ke masa depan untuk mencegah segala kemungkinan...” Xue Bingyue menatap topeng rubah putih yang dikenakan Jing Yang.


“Aku mengerti. Perkataan Senior Xiaoya benar apa adanya. Sebisa mungkin aku tidak ingin menyesali hidup yang hanya sekali ini...” Jing Yang tersenyum tipis karena tidak menyangka Xue Bingyue akan mengatakan hal yang membuatnya sedikit berharap, “Terimakasih...”


‘Apa yang bisa dilakukan oleh orang sepertiku?’ Jing Yang melihat Xue Bingyue dan Xue Rong yang tersenyum.


“Kita tidak tahu apa yang ada didalamnya. Bagaimanapun Makam Ratu Kuno ini terlihat mencurigakan...” Xue Rong berjalan paling depan dan melepaskan hawa dingin sebelum masuk ke dalam Makam Ratu Kuno.


Jing Yang dan Xue Bingyue mengikutinya dari samping, sementara Xue Que menggerutu sendiri karena masih tidak percaya dengan perubahan sikap Xue Rong.


___


Makam Ratu Kuno memiliki lima lantai. Di setiap lantai terdapat satu makhluk yang menjadi penguasa. Syarat untuk memasuki lantai selanjutnya hanya dengan mengalahkannya.


“Yueyue, dua permata ini bisa membantu kita untuk membentuk lingkaran tenaga dalam. Ini sangat berguna...” Xue Que memegang dua Permata Iblis dari Serigala Halilintar sambil mengamati sekelilingnya.


“Aku sulit mengalahkan Binatang Iblis Tahap Langit. Aku harus giat berlatih agar bisa menjadi seperti Rubah Putih.” Tanggapan Xue Bingyue membuat Xue Que tersedak. Sementara Xue Rong dan Jing Yang tertawa lirih.


“Berhenti.” Xue Rong mengangkat tangannya dan menatap jauh ke depan. Sebuah aroma busuk menyengat tercium sebelum sebuah pisau beracun melesat cepat hampir mengenai wajah Xue Rong.


Tak lama suara hentakan kaki terdengar. Sekitar seratus tengkorak terlihat berjalan mendekati mereka berempat. Seratus tengkorak ini memegang senjata mulai dari pisau, golok, pedang dan tombak.


“Zombie? Mayat? Orang kurus? Tulang?” Xue Que keheranan dan langsung menarik pedangnya. Sementara Xue Bingyue mengatasi situasi terlebih dahulu.


“Tengkorak itu setara dengan pendekar raja. Kemungkinan penguasa lantai satu setara dengan pendekar suci atau agung...”

__ADS_1


Jing Yang kagum ketika melihat Xue Rong dapat mengetahui tingkat kemampuan tengkorak hanya dengan melihatnya.


Ketika jarak antara mereka berempat semakin dekat, seratus tengkorak putih langsung bergerak cepat sambil mengayunkan pedangnya.


“Guru, biarkan aku dan Kakek Que mengatasi ini.”


“Kakek? Hah? Yueyue, apa maksud ucapan tadi?”


Xue Rong tertawa geli melihat Xue Bingyue dan Xue Que.


Jing Yang membantu Xue Bingyue dan Xue Que. Dia menghentikan pergerakan seratus tengkorak dengan menarik Pedang Gravitasi.


“Suxue, menyebarlah...” Di sekitar Xue Bingyue muncul daun-daun sakura yang berjatuhan bersamaan dengan sebuah pedang putih yang muncul di telapak tangannya.


“Seni Napas Dewi Naga Salju!”


“Pernapasan Es!”


Xue Bingyue dan Xue Que mengolah pernapasan secara bersamaan, keduanya langsung menyambut serangan dari gerombolan tengkorak.


Xue Bingyue maju ke tengah-tengah untuk mencari ruang gerak dan lebih leluasa dalam menyerang. Sekitar sepuluh tengkorak menyerang secara bersamaan, Xue Bingyue segera melepaskan Aura Ratu Naga dan menekan pergerakan sepuluh tengkorak.


“Tarian Peri Salju!” Xue Bingyue bergerak dengan lembut dan gemulai, tangannya lugas menebas perut satu demi satu tengkorak yang menghalanginya.


Xue Que menggelengkan kepalanya pelan, “Dia terlalu bersemangat...” Bilah pedangnya memancarkan cahaya berwarna biru, Xue Que menghancurkan tengkorak yang mencoba mengepung Xue Bingyue.


“Kakak Que, aku serahkan padamu.”


“Ya, aku juga serahkan padamu bagian belakangku.”


Xue Bingyue dan Xue Que saling memunggungi sebelum bergerak cepat menghancurkan tengkorak yang berdatangan ke arah mereka.


Jing Yang tersenyum melihat permainan pedang Xue Bingyue. Seandainya gadis ini tidak kehilangan ingatannya, mungkin Xue Bingyue sudah mencapai pendekar agung sama seperti dirinya.


Xue Bingyue dan Xue Que berhasil menghancurkan enam puluh tengkorak. Masing-masing dari mereka menghancurkan tiga puluh tengkorak. Yang tersisa hanyalah empat puluh tengkorak.

__ADS_1


Jing Yang menyarungkan Pedang Gravitasi, lalu menarik Pedang Dewa Naga untuk menghancurkan empat puluh tengkorak yang tersisa.


Xue Bingyue terlihat sedikit kesal karena Jing Yang sekilas menatapnya. Entah mengapa melihat pemuda ini menghancurkan tengkorak bagiannya membuat dirinya merasa kesal.


“Mencapai pendekar agung di umur dua belas tahun. Pencapaiannya bahkan mengalahkan Guru...” Xue Que menggelengkan kepalanya melihat Jing Yang mengayunkan pedangnya secepat kilat dan melepaskan tebasan tajam yang berapi-api.


Perlahan-lahan jumlah tengkorak telah hancur sepenuhnya. Tepat setelah Jing Yang, Xue Bingyue dan Xue Que mengalahkan seratus tengkorak, sebuah kilatan cahaya putih muncul.


Xue Rong langsung membekukan keping emas yang berlumuran racun yang hendak mengenai mata Xue Bingyue, “Sepertinya di depan sana adalah penguasa lantai satu...”


Xue Rong langsung bergerak memasuki Makam Ratu Kuno lebih dalam, begitu juga dengan Jing Yang, Xue Bingyue dan Xue Que yang mengikutinya dari belakang.


Jing Yang menajamkan matanya karena melihat kilatan emas dan beberapa batu berwarna ungu dan hijau.


Perlahan tapi pasti, akhirnya rombongan Jing Yang sampai di tempat penguasa lantai satu. Mereka berempat disambut dengan tumpukan emas, permata dan giok yang memenuhi ruangan.


“Jumlah harta di lantai satu saja sudah mengimbangi lima belas sekte besar...” Xue Rong segera melirik Jing Yang yang terlihat tidak tertarik.


“Junior Yang, ehem, Rubah Putih, apa kau tidak tertarik mengambilnya? Karena kau laki-laki pasti ingin memiliki harta ini agar di masa depan kau dapat membahagiakan...” Xue Rong tercekat, tidak melanjutkan perkataannya. Wajahnya merah merona. Dia langsung menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Xue Que tertawa cekikikan sementara Xue Bingyue hanya tersenyum.


“Saudara Jing, walau Guruku berumur sembilan belas tahun. Tetapi dia memiliki mental yang lebih parah dari Yueyue, jadi aku ingin kau terbiasa dengan sikapnya...” Xue Que mengangkat alisnya setelah berkata demikian.


‘Kenapa aku malah mengatakan ini?’


Jing Yang hanya tersenyum tipis dari balik topengnya. Sebelum Jing Yang menjawab perkataan Xue Que, Kalajengking Berlian muncul dari tumpukan lautan harta dan mengincar Xue Rong.


“Senior Rong?” Jing Yang melepaskan pukulan yang dilapisi petir menahan ekor Kalajengking Berlian.


“Aku malu. Kenapa aku jadi begini...” Xue Rong menggumam sendiri. Gadis ini benar-benar mengabaikan apa yang terjadi disekitarnya.


“Hah?” Jing Yang memberi tanda pada Xue Bingyue agar menjauh. Melihat Xue Rong, sekilas dia mengingat Ye Xiaoya.


Lalu Jing Yang mengambil kuda-kuda santai sambil melepaskan Aura Naga Kegelapan, dan dua pedang miliknya sudah terlepas dari sarungnya.

__ADS_1


__ADS_2