Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 137 : Kerjasama Dengan Yin Ruo


__ADS_3

Yin Ruo dan Zhang Ruoruo menatap Jing Yang dengan seksama. Kemudian mereka berdua langsung menatap ke arah Yin Feng.


“Aku tidak menyangka pewaris tahta Kekaisaran Jiang adalah seorang anak yang sebaya dengan anakku...” Yin Ruo kehabisan kata-kata. Karena bagaimanapun dia melihat Jing Yang memiliki potensi cerah di masa depan.


Yin Feng justru merasa kagum dengan Jing Yang, pemuda ini terlihat ingin mengatakan sesuatu namun dia mengurungkan niatnya.


“Aku tidak akan menyerahkan Qiu Mei padamu...” Yin Feng berkata demikian ketika melewati Jing Yang.


“Hah?” Jing Yang mengangkat alisnya. Selesai makan bersama, Jing Yang mendengarkan obrolan Keluarga Yin Ruo, Keluarga Liu Mengda dan Keluarga Ma Lizi, sementara Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que makan di kamar yang telah disediakan.


Saat ini Jing Yang berniat pergi bersama Xue Rong menuju Pegunungan Suxue dan melihat persiapan Xue Bingyue untuk mengikuti Turnamen Pendekar Muda. Namun Yin Ruo yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan dunia persilatan menawarkan kerjasama dengan Jing Yang.


“Maaf Paman Ruo, saat ini aku ingin mengembalikan ingatannya. Aku harus secepatnya pergi ke Negeri Kabut Tersembunyi...” Jing Yang mengepalkan tangannya erat. Dia sadar setelah membunuh seluruh anggota Sekte Kalajengking Merah, kemungkinan besar akan ada susulan pasukan dari Kekaisaran Ma yang berniat mendatangi Kota Shuyang.


”Negeri Kabut Tersembunyi?” Yin Ruo mengangkat alisnya. Sebenarnya dia merasa tidak pantas meminta bantuan pada seorang bocah yang akan mewarisi tahta Kekaisaran Jiang, tetapi dia tidak bisa membiarkan rakyatnya sendiri yang ada di Kota Shuyang menderita.


Setelah mengetahui kebenaran tentang Kota Shuyang selama beberapa bulan belakangan ini, akhirnya Yin Ruo sadar jika dirinya harus bisa menjalin kerjasama dengan sekte-sekte yang ada di Kekaisaran Yin.


“Mungkin tidak pantas untukku meminta bantuan padamu, tetapi Yang‘er, Paman Ruo ini juga memiliki sesuatu yang ingin dilindungi. Penduduk di luar sana masih banyak yang ketakutan, sementara aku sebagai pemimpin negeri tidak menyadarinya...” Yin Ruo mengepalkan tangannya dan menatap Jing Yang yang berhenti melangkah, “Jika kau membantu Paman Ruo, maka anak keduaku akan kujodohkan denganmu.”


“Aku sudah mempunyai Yueyue...” Jing Yang menjawab singkat. Dirinya tidak ingin terjebak dalam situasi yang menurutnya menyebalkan.


“Tadi Paman Ruo bercanda...” Yin Ruo tertawa sendiri. Jing Yang mengetahui bahwa Yin Ruo memiliki sifat yang pada dasarnya seperti ini.

__ADS_1


“Paman Ruo, jika ada sesuatu yang dapat membuatku membantumu, katakanlah. Siapa tahu aku berubah pikiran.” Saat Jing Yang berkata demikian, Yin Ruo tersenyum lebar.


“Secara tidak sadar semua ini adalah kesalahanmu karena telah terlibat.” Yin Ruo menjelaskan bahwa tindakan Jing Yang yang membunuh seluruh Keluarga Ji dan pendekar Sekte Kalajengking Merah sudah memancing kemarahan pendekar dari Lentera Iblis Tunggal.


Jing Yang menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum, “Ya, itu memang kesalahanku. Tetapi harus Paman Ruo ketahui tentang satu hal ini. Seribu penduduk dan nyawa Yueyue, aku lebih memilih nyawa Yueyue. Aku ini kejam, tidak lebih dari pendosa yang takut akan kehilangan. Jadi jangan salahkan aku atau membenciku, karena dunia yang memaksaku menjadi seperti ini.”


Yin Ruo justru kagum dan menepuk pundak Jing Yang. Dia berpikir Jing Yang hanyalah pemuda yang berbakat dalam bela diri, tetapi pemuda ini memiliki bakat yang lainnya. Yang menarik perhatiannya adalah kharisma yang dimiliki Jing Yang.


“Bagaimana jika Paman Ruo ini memiliki peta menuju Negeri Kabut Tersembunyi...” Yin Ruo menatap perubahan ekspresi Jing Yang setelah mendengar peta Negeri Kabut Tersembunyi.


“Paman Ruo, jangan salah sangka...” Jing Yang tersenyum tipis sambil melepaskan topeng rubah putih yang dia kenakan, “Bagaimana jika aku mengambil peta itu secara paksa dengan kekerasan? Sudah aku katakan, aku bukanlah orang baik, aku ini tidak lebih dari seorang pembunuh.”


Yin Ruo masih bisa tetap tenang walau merasa tubuhnya gemetaran, “Yang‘er, kau tidak akan membunuhku. Mungkin kau tidak menyadarinya, tetapi dirimu tidak seperti yang kau pikirkan.”


Jing Yang menghela napas panjang. Dia melihat ketulusan Yin Ruo yang sungguh-sungguh ingin melindungi rakyatnya.


“Ya, sampai saat itu tiba aku akan menjodohkan anakku yang kedua denganmu.” Yin Ruo menjabat tangan Jing Yang dan menggoyangkannya.


“Aku sudah mempunyai Yueyue.” Jing Yang sengaja berkata demikian karena dia tidak ingin Yin Ruo terlalu berharap padanya. Dia melihat sendiri adik dari Yin Feng yang bernama Yin Dihua. Gadis kecil itu memanglah cantik dan kelak akan terlihat kecantikannya seiring dia bertambah dewasa, tetapi Jing Yang juga sudah menyadari perasaannya.


“Paman Ruo...”


“Yang‘er, aku mempunyai dua istri. Mereka berdua tidak pernah kubeda-bedakan. Kau tahu, lima tahun yang lalu saat istri keduaku melahirkan Hua‘er, dia meninggal...” Yin Ruo memotong perkataan Jing Yang dan memegang pundak pemuda itu, “Jangan takut mempunyai angan-angan dari sekarang untuk mempunyai lebih dari satu istri. Seorang kaisar yang hebat pasti bisa memiliki istri lebih dari satu.”

__ADS_1


Jing Yang kebingungan dengan ucapan Yin Ruo. Dia tidak pernah menyangka Kaisar Yin akan mengatakan hal demikian. Sungguh tak terduga.


“Kakak! Jangan menghasut anak kecil!”


Seketika sebuah pukulan dari Yin Yiyao mengenai perut Yin Ruo. Jing Yang yang melihat itu segera menjauh. Walau seorang Kaisar Yin, dari pertemuan ini dia melihat sifat orang berbeda-beda terutama dari penguasa. Jing Yang melihat perbedaan besar antara paman dan kakeknya dengan Yin Ruo.


“Yang‘er, ambil yang baiknya dan buang yang buruknya. Kakakku ini terkadang sering bercanda. Walau seperti ini, dia sangat dicintai rakyatnya. Mungkin inilah yang menjadi penyebab dirinya membuang harga diri dengan meminta bantuan padamu setelah mengetahui kebenaran di Kota Shuyang.” Mendengar suara lembut Yin Yiyao membuat hati Jing Yang luluh. Bagaimanapun Yin Yiyao seorang ibu, dan dia melihat tatapan lembut dan kehangatan yang sama seperti mendiang ibunya.


“Paman Ruo, aku akan membantumu menghentikan pasukan dari Kekaisaran Ma. Jangan lupa peta menuju Desa Kabut Tersembunyi itu berikan padaku. Jika bohong, maka Paman Ruo tahu sendiri akibatnya kan?” Jing Yang tersenyum tipis menatap Yin Ruo yang juga tersenyum mendengar ucapannya, “Aku tidak akan segan membunuh orang yang mempermainkan Yueyue.”


“Aku mengerti.” Yin Ruo menyuruh pelayan untuk mengambil peta yang dia simpan di tempat mendiang ayahnya.


Ketika pelayan yang mengambil peta datang, Yin Ruo melempar peta itu ke Jing Yang, “Aku tidak akan berbohong. Ini demi keselamatan rakyatku. Dan nyawa mereka juga dipertaruhkan. Mereka bukanlah mainan.”


Jing Yang memakai topeng rubah putih dan menyimpan peta itu ke dalam Cincin Dewa setelah selesai memeriksanya, “Jika di masa depan, aku kesusahan. Jangan lupakan pertemuan kita ini, Paman Ruo.”


“Ya, sampai saat itu tiba aku akan menjodohkan cucuku dengan anakmu...” Yin Yiyao langsung memukul kepala kakak kandungnya itu karena mengatakan hal yang tidak perlu.


Jing Yang berjalan menuju kamar yang telah disediakan di istana. Yin Ruo dan Yin Yiyao tersenyum menatap punggung Jing Yang yang kian menjauh.


“Kau akan menjadi Kaisar Jiang yang hebat di masa depan, Yang‘er. Paman Ruo akan menjadi saksi pencapaianmu.” Yin Ruo tersenyum dan pergi bersama Yin Yiyao untuk berkumpul bersama Zhang Ruoruo, Liu Mengda, Ma Lizi dan Guan Yu.


Kerjasama tercipta. Roda takdir bergerak. Pewaris masa depan yang namanya akan tetap terukir dalam sejarah ini adalah awal dari saksi bisu perjuangan pemuda berumur dua belas tahun yang berjuang menyelamatkan kebanggaannya.

__ADS_1


____


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.


__ADS_2