
Aula Temu Tetua tampak hening saat Zhen Wang menyelesaikan perkataannya. Beberapa pendekar terlihat lega karena Istana Naga Api sepemikiran dengan mereka dan beberapa hanya mengamati belum mengambil keputusan.
“Senior Zhen, kami dari Sekte Lembah Air sependapat dengan Istana Naga Api. Kita membutuhkan seorang pilar utama di kubu kita. Maafkan atas kelancanganku ini, tetapi kita tidak bisa menutup mata berpura-pura tidak melihat kondisi Kekaisaran Jiang yang sekarang ini. Aku ingin mencalonkan sosok Pangeran Jing Yang menjadi seorang pilar utama dikubu kita. Selain jenius muda, dia merupakan penerus tahta. Ini bisa menjadi era baru karena sosok pendekar muda jenius akan menjadi seorang penguasa.”
Banyak yang terkejut mendengar penyampaian Patrick Sekte Lembah Air, Shui Xu. Terlihat beberapa pendekar yang hadir di Aula Temu Tetua membicarakan sosok Jing Yang. Sebagian dari mereka sudah mendengar sepak terjang Jing Yang dan cerita masa lalunya karena hampir semua orang mengetahui tentang perebutan tahta dan pembunuhan Jiang Lian.
“Terakhir kali kita bertemu dengannya, dia mencapai Pendekar Agung jika tidak salah bukan? Aku mewakili Sekte Pedang Langit setuju dengan usulan, Saudara Shui.” Yan Wu dari Sekte Pedang Langit yang pertama kali menanggapi.
Mengetahui banyak pendekar yang sepemikiran dengannya, Murong Qiaomi tersenyum dalam hatinya dan angkat bicara karena bagaimanapun dia sendiri ingin melihat perkembangan Jing Yang secara langsung.
“Istana Bunga Persik sependapat dengan Sekte Lembah Air dan Sekte Pedang Langit.” Saat Murong Qiaomi berkata demikian, seluruh pasang mata menatap kearahnya. Tidak heran karena wanita dengan paras cantik diumurnya yang terbilang tua itu belum memiliki pasangan bahkan Murong Qiaomi terlihat tidak ingin melepaskan status lajangnya.
“Membebaskan Pulau Salju Rembulan, menjadi juara Turnamen Sembilan Naga dan mencabut Pedang Dewa Naga yang selama ini belum pernah ada orang yang bisa mencabutnya, terlebih telah menjadi Tetua Naga Muda diusia yang sangat belia. Pencapaiannya sangat luar biasa bahkan kudeta di Ibukota Huaran dia terlibat.” Kembali Murong Qiaomi memberitahu pencapaian Jing Yang didunia persilatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata bahkan pencapaiannya ini bisa dibilang pencapaian paling besar dalam sejarah.
“Menara Pilar Langit, Organisasi Laba-Laba Hitam dan terakhir gejolak yang terjadi di Kota Shendu. Dia berhasil membunuh para pendekar veteran di aliran hitam dan memberikan pukulan telak. Terakhir kabar yang terdengar adalah keberadaannya di Kota Shendu.” Murong Qiaomi memperhatikan raut wajah Zhen Wang yang terlihat tidak senang saat dirinya membicarakan pencapaian Jing Yang.
“Saudari Murong, apa menurutmu Pangeran Jing Yang pergi meninggalkan Kekaisaran Jiang? Sudah setahun lebih kita tidak mendengar kabar tentang dirinya bukan?” Feng Jian dari Sekte Bukit Angin angkat bicara.
“Aku menebak dia pergi mencari keberadaan cucu Senior Qinghua dari Pulau Salju Rembulan.” Murong Qiaomi tidak melepaskan pandangannya memperhatikan raut wajah Zhen Wang yang memburuk saat dirinya mengatakan itu.
Murong Qiaomi memang ingin mengusulkan kerjasama dengan sekte aliran putih dan netral, tetapi banyak yang hanya ingin memanfaatkan Istana Bunga Persik dan sudah pastinya banyak sekte yang tidak akan menerima undangan mereka begitu saja. Beruntung Istana Naga Api melakukan tindakan terlebih dahulu dan mengundang seluruh sekte aliran putih dan netral di Kekaisaran Jiang.
“Oh, aku sepertinya mengingatnya. Mereka berdua adalah korban pembantaian di Kota Yunfei. Ini sangat menyedihkan.” Feng Jian memejamkan matanya sambil mengelus dagunya.
__ADS_1
“Aku menaruh harapan besar padanya. Kami dari Sekte Bukit Angin setuju dengan usulan Saudara Shui.” Tanggapan dari Feng Jian menuai berbagai reaksi.
Banyak sekte yang tergugah mendengar pencapaian Jing Yang. Dahulu mereka menutup mata, tetapi saat mengetahui perwaris tahta Kekaisaran Jiang merupakan orang yang berbakat, tentu mereka ingin menjalin hubungan dengan Jing Yang agar dimasa depan mereka dapat mendapatkan bantuan ataupun menjadi orang yang dibutuhkan Jing Yang.
Hanya para pendekar dari Istana Naga Api yang terlihat tidak senang dengan hal ini. Saat semua orang asyik membicarakan pencapaian Jing Yang, suara tawa dari Zhen Wang terdengar.
“Sungguh luar biasa pencapaian Pangeran Jing Yang. Kami dari Istana Naga Api tidak punya pilihan lain selain setuju dengan usulan, Saudara Feng.” Zhen Wang tersenyum sambil mengelus dagunya.
Reaksi Zhen Wang tidak terduga membuat Murong Qiaomi, Chi Rong dan Tao Qiaoli terkejut. Mereka bertiga tidak mengira Zhen Wang akan setuju dan tidak menentang usulan yang dibuat Shui Xu.
Saat Zhen Wang berdiri dan memberi tanda pada para pendekar untuk memanggil pelayan agar segera menyiapkan jamuan yang lebih meriah, Zhen Wang justru menjentikkan jarinya dan tersenyum lebar.
“Aku sudah menduga akan seperti ini. Dengan kehadiran seluruh tokoh utama di Aula Temu Tetua, pembicaraan ini akan cepat selesai.” Seluruh wilayah Aula Temu Tetua yang mencakup satu desa itu terbentuk sebuah formasi segel pertahanan yang dilakukan para pendekar Istana Naga Api dari luar.
Bukan hanya pendekar Istana Naga Api saja yang melakukan formasi segel pertahanan, disana juga terlihat pendekar dari Gunung Pedang Tunggal dengan jumlah yang tidak sedikit.
Shui Xu berdiri saat sekilas merasakan aura pembunuh. Belum sempat Shui Xu mengetahui hal yang terjadi, pukulan telak penuh tenaga dalam menghantam perutnya dan ulu hati selama dua kali.
“Aku menginginkan kepalamu, Saudara Shui! Kematianmu, tidak kematian kalian semua akan menjadi langkah mudah bagi kami untuk menguasai dunia persilatan Kekaisaran Jiang!” Zhen Wang tertawa lantang.
“Kau!” Shui Xu menatap tajam Zhen Wang. Saat Zhen Wang hendak mengakhiri nyawanya, Feng Jian dan Yan Wu menyelamatkannya.
“Jadi ini alasannya kau mengumpulkan kami semua?” Murong Qiaomi melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar sebelum melepaskan tebasan yang menghancurkan setengah bangunan Aula Temu Tetua.
__ADS_1
“Saudara Zhen! Jangan sentuh tiga wanita disana!” Terlihat tiga pria yang memakai topeng berjalan mendekati Zhen Wang.
Banyak yang mengira jika ketiga pria tersebut merupakan Tetua Istana Naga Api yang disembunyikan oleh Zhen Wang, namun kenyataannya lebih mengejutkan karena ketiga pria itu adalah orang yang berbahaya karena tidak ada sekte aliran putih, netral ataupun hitam yang mengusiknya.
“Saudara Lei, tenang saja, aku pastikan mereka bertiga bisa kita nikmati bersama disini sebagai pembentuk aliansi.” Zhen Wang tertawa lantang dan ditanggapi tawa yang lebih lantang dari pria bernama Lei Wu.
Semua terkejut saat melihat ketiga orang tersebut melepaskan topengnya. Didunia persilatan Kekaisaran Jiang tidak ada yang tidak mengenal Pedang Tiga Raja yang anggotanya berjumlah tiga orang.
“Baiklah, jika semua orang yang ada disini melawan, kami tidak akan segan. Apa kalian berpikir memiliki kesempatan untuk menang?” Dengan suaranya yang merdu dan halus, pria terkuat di Pedang Tiga Raja berbicara.
Pria bernama Ju Kai itu menatap Murong Qiaomi yang menurutnya orang terkuat selain Zhen Wang. Dengan banyaknya Pendekar Bumi yang ada di Aula Temu Tetua tentu membuat udara disekitarnya terasa begitu panas.
‘Ziwei, cepat sebarkan informasi ini. Jika kami semua mati disini, maka semua orang dialiran putih dan netral harus mengetahui rencana Istana Naga Api ini!’ Murong Qiaomi masih tentang dan tidak menunjukkan ekspresi panik walaupun dipijak Istana Naga Api memiliki tiga pendekar yang kemampuannya telah mencapai Pendekar Langit.
“Aku tidak menyangka Pedang Tiga Raja yang termasuk sekte kuno tertarik dengan urusan sekte lain...” Murong Qiaomi dengan gaya bicaranya yang menyindir menatap dingin Ju Kai.
“Hahaha..." Ju Kai tertawa menanggapinya, “Saudari Murong, sepertinya mulutmu itu sangat dingin. Aku akan menghangatkannya, setelah itu kau akan berubah menjadi wanita yang berbeda. Pegang perkataamku ini.”
Banyak pendekar yang mendengar ucapan Ju Kai merasa jijik. Tidak pernah mereka sangka Ju Kai, Lei Wu ataupun Zhen Wang memiliki sifat yang begitu memuakkan.
“Ketua Qiaomi, sepertinya situasi ini lebih parah. Lihat, orang-orang menyebalkan dari Gunung Pedang Tunggal terlibat.” Tao Qiaoli berbisik sambil memperhatikan beberapa orang yang datang mendekati ruangan Aula Temu Tetua.
“Jangan tinggalkan aku, Senior Ju, Saudara Zhen.” Dengan jalannya yang arogan dan tak melepaskan pandangannya pada tubuh Murong Qiaomi, Yan Kang berjalan memasuki Aula Temu Tetua.
__ADS_1
“Tenang saja, Saudaraku. Kita semua akan mendapatkan bagiannya.” Ju Kai tersenyum lebar sebelum menjentikkan jarinya, “Baiklah, kita akan memulainya. Tergantung jawaban kalian, kami akan mempertimbangkan apakah kalian akan mati disini atau hidup menjadi sekutu kami?”
Seketika ruangan Aula Temu Tetua dipenuhi aura pembunuh yang saling bertabrakan. Saat seluruh aliran hitam bersatu, justru pihak aliran putih dan netral terpecah belah.