Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 202 - Alasan Dibalik Tindakan Yueyue


__ADS_3

Hujan membasahi tubuh kedua gadis yang berteduh dibawah pohon rindang. Terlihat badai petir mewarnai langit hitam yang gelap. Suara hujan yang deras dan dentuman petir terus bersahut-sahutan.


“Yueyue, apa Bibi Xianlin akan baik-baik saja?” Shi Surao menggigiti hebat tubuhnya karena belum terbiasa melakukan perjalanan berat ini. Sementara Xue Bingyue tidak berhenti mencemaskan keadaan Bai Xianlin.


“Kakak Raorao. Pertama kita harus tetap hidup dan memikirkan keselamatan kita atau usaha Bibi Xianlin akan sia-sia.” Xue Bingyue melirik kearah Shi Surao dan menghela nafas panjang.


‘Aku harus bertumbuh kuat, jika tidak maka aku tidak bisa melindungi siapapun.” Xue Bingyue merenungi nasibnya sambil memejamkan matanya membiarkan tetesan hujan mengenai tubuhnya.


Setelah hujan reda dan cuaca membaik, Xue Bingyue dan Shi Surao mengganti pakaian mereka. Beruntung Xue Bingyue membawa sejumlah pakaian di Cincin Dewa. Mengingat pakaian yang dikenakan Xue Rong ada yang tersimpan dalam cincin kesayangannya, Xue Bingyue memberikannya pada Shi Surao.


Lalu keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Zhenshu. Xue Bingyue melewati Kota Luodao tanpa singgah terlebih dahulu dan langsung bergegas menuju Kota Zhenshu.


Tak jarang dalam perjalanan Xue Bingyue bertemu dengan perampok dan beberapa pendekar Menara Sejalan. Pertempuran tidak dapat dihindari dan Xue Bingyue berhasil menumpas semua yang menghalangi perjalanannya.


Shi Surao sendiri merasa dirinya menjadi beban, namun Xue Bingyue tidak beranggapan demikian. Xue Bingyue mengatakan bahwa Shi Surao memiliki kelebihan yang tidak dia punya.


Sesampainya di Kota Zhenshu, Xue Bingyue menerobos masuk kota perbatasan lewat udara bersama Shi Surao. Keduanya menginap di penginapan mewah dan mengistirahatkan tubuh mereka sejenak.


“Tanah tandus perbatasan... Bibi Xianlin, kau baik-baik saja kan?” Xue Bingyue yang sedang berbaring di ranjang bergumam pelan.


“Yueyue, aku sudah selesai.” Shi Surao yang baru saja mandi berkata pada Xue Bingyue yang sedang berbaring.


“Kakak Raorao, setelah pergi dari Kekaisaran Shi, apa tujuanmu selanjutnya?” Xue Bingyue menatap Shi Surao. Dia sadar bahwa dirinya perlu memantapkan tekadnya untuk terus melangkah kedepan.


Xue Bingyue sudah memutuskan untuk menempa kemampuannya dan melakukan perburuan terhadap orang-orang yang terlibat dengan kematian orang tuanya.


“Aku...” Shi Surao menelan ludah. Gadis cantik itu menyadari batasan dirinya. Dia bukanlah seorang pendekar seperti Xue Bingyue, dirinya tumbuh dilingkungan Istana Kekaisaran dan membuatnya menjadi Tuan Putri yang manja.


Tetapi Shi Surao memiliki kelebihan karena dengan kecantikan dan keramahannya, dia disukai masyarakat biasa. Namun sekarang perasaan Shi Surao diselimuti dendam, dia ingin membalaskan kematian seluruh keluarganya, dan sekali lagi dia disadarkan dengan batasan dirinya.

__ADS_1


“Yueyue, tujuanku saat ini adalah bertahan hidup. Aku sendiri bingung harus menjawab apa, karena diriku ini ingin membalas dendam. Namun aku menyadari batasan diriku ini. Jadi aku akan bertahan hidup seberapa sulit pun itu.” Jawaban Shi Surao membuat Xue Bingyue tersenyum tipis.


Xue Bingyue bangkit dari ranjang dan bergerak menuju kamar mandi. Perasaan Shi Surao sekarang sama sepertinya sehingga Xue Bingyue menyadari betapa perihnya saat mengetahui batasan dirinya dengan musuhnya.


____


Keesokan harinya setelah sarapan pagi di penginapan, Xue Bingyue dan Shi Surao menunggu kedatangan Bai Xianlin selama seharian penuh hingga akhirnya matahari terbenam secara perlahan.


Belum ada tanda-tanda Bai Xianlin menunjukkan diri di Kota Zhenshu. Perasaan cemas dan khawatir menyelimuti Xue Bingyue dan Shi Surao. Keduanya begitu mengkhawatirkan kondisi Bai Xianlin yang belum jelas.


Xue Bingyue memulai pembicaraan, “Apa kita akan meninggalkan Kekaisaran Shi atau kembali ke Ibukota Yinjing?” Xue Bingyue mengepalkan tangannya erat.


Xue Bingyue mengingat peristiwa saat dirinya kehilangan Ibunya. Dia pernah mengalami situasi ini, jika memang Bai Xianlin mengorbankan nyawa untuknya. Maka satu-satunya jalan yang dia pilih adalah pergi meninggalkan Kekaisaran Shi dan bertahan hidup.


Dengan bertahan hidup maka suatu hari Xue Bingyue akan datang kembali ke Kekaisaran Shi untuk membalaskan kematian Bai Xianlin. Xue Bingyue mengatakan hal itu kepada Shi Surao dan membuat keduanya berdebat hebat.


“Aku memang tidak dapat bertarung! Tetapi membayangkan Bibi Xianlin jatuh ke genggaman tangan mereka membuatku takut! Kita harus menyelamatkan Bibi Xianlin!” Shi Surao menatap Xue Bingyue yang sama sekali tidak peduli dengan ucapannya, “Yueyue!”


“Lakukan sesukamu, Kakak Raorao. Aku tidak naif. Pengorbanan Bibi Xianlin akan sia-sia.” Xue Bingyue membalas ucapan Shi Surao dengan tenang, walau sebenarnya dia menahan gejolak emosi perasaannya.


Shi Surao merapatkan giginya dan mengepalkan tangannya. Tak lama gadis cantik itu menghembuskan nafas secara kasar dan menundukkan kepalanya.


“Aku memang lemah Yueyue. Aku tidak dapat bertarung, tetapi apa kau tega meninggalkan Bibi Xianlin sendirian?” Shi Surao menatap lurus Xue Bingyue.


Xue Bingyue menatap Shi Surao dalam dan berkata, “Kakak Raorao, apakah wajahku terlihat tidak peduli dengan keadaan Bibi Xianlin?”


Mata Shi Surao melebar. Dia sadar kelakuannya seperti anak kecil walaupun umurnya lebih tua dari Xue Bingyue. Kedua bola matanya menatap lekat wajah Xue Bingyue yang terlihat sedih namun berusaha menutupi kesedihannya itu.


“Pernahkah aku tertawa saat meninggalkan Bibi Xianlin? Kakak Raorao, ini sangat menyakitkan. Aku ingin menyelamatkan orang yang kusayangi, tetapi aku masih lemah...” Mendengar ucapan Xue Bingyue membuat kedua bola mata Shi Surao berkaca-kaca.

__ADS_1


“Yueyue...” Shi Surao tidak menyadari betapa perihnya perasaan Xue Bingyue. Gadis kecil itu menyembunyikan perasaannya dan bersikap tegar.


“Maafkan aku...” Shi Surao menyeka air matanya dan menenangkan dirinya.


Xue Bingyue memalingkan wajahnya dan memperhatikan sekitarnya, ‘Yangyang, apa kau tahu? Alasanku tetap bertahan hidup dan bersikap tegar karena dirimu. Kau yang telah menyelamatkan hidupku dan memberikanku arti hidup. Mungkin kau tidak menyadarinya, tetapi dimataku kau adalah segalanya bagiku.”


Xue Bingyue menatap matahari yang terbenam sepenuhnya. Sejak hari itu Xue Bingyue sudah memutuskan tujuan hidupnya. Tidak peduli seberapa berat bebannya, tidak peduli seberapa kuat musuh yang menghadangnya, Xue Bingyue akan terus melangkah demi menatap masa depan bersama Jing Yang.


Setelah malam tiba, Xue Bingyue dan Shi Surao melanjutkan perjalanan mereka melewati tanah tandus perbatasan. Dengan melewati jalur udara menggunakan pedang terbang, Xue Bingyue membawa Shi Surao secepatnya meninggalkan Kekaisaran Shi.


“Yueyue, maaf aku tidak menyadarinya...” Shi Surao memulai pembicaraan karena setelah mereka berdua meninggalkan Kekaisaran Shi, baik Xue Bingyue ataupun Shi Surao tidak ada yang memulai obrolan.


Xue Bingyue memperhatikan sekelilingnya sambil berharap Bai Xianlin mengejarnya dari belakang.


“Katakan padaku, Yueyue. Kau bisa bersikap setegar ini karena siapa?” Shi Surao penasaran dengan sikap Xue Bingyue yang dewasa dan membuatnya kagum.


Xue Bingyue menceritakan sosok Jing Yang kepada Shi Surao. Mendengar cerita singkat Xue Bingyue membuat alis Shi Surao naik turun. Cerita tentang Jing Yang itu membuatnya terharu sekaligus kagum.


Shi Surao mengetahui jika Xue Bingyue sangat mencintai sosok Jing Yang. Gadis kecil itu terlihat bebas saat menceritakan tentang Jing Yang.


Setelah mengetahui alasan mengapa Xue Bingyue bisa tumbuh seperti ini diusia muda, Shi Surao menjadi penasaran dengan sosok Jing Yang dan ingin melihatnya secara langsung.


Xue Bingyue sendiri tidak sabar mendengar suara Jing Yang, ‘Yangyang, tunggu aku. Aku akan menemanimu.’


Saat Xue Bingyue memejamkan matanya, sebuah aura berjumlah besar datang dari arah belakang.


“Yueyue, Raorao! Syukurlah!” Suara wanita dewasa yang terdengar merdu itu membuat Xue Bingyue dan Shi Surao segera menoleh kebelakang.


“Bibi Xianlin!”

__ADS_1


__ADS_2