Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 151 : Pembukaan Turnamen Pendekar Muda


__ADS_3

Bisa dibaca ulang chapter sebelumnya. Akhir-akhir ini sulit atur waktu, hanya saja setiap hari aku sebisa mungkin ngetik 1000 kata, itu dua novel ya sama LTI. Jadi ya seringnya hanya mampu tembus 2000 kata. Crazy up sedikit lama karena aku gak ada tabungan bab.


___


Aliran air yang mengalir di sungai begitu tenang, suara kicauan burung sayup-sayup terdengar memenuhi penginapan.


Keringat tipis membasahi wajah cantik Xue Bingyue bersamaan dengan sinar terbit matahari yang menerpa wajah beserta tubuhnya.


“Atur aliran napasmu. Buat dirimu menyatu dengan udara, dan jadikan udara sebagai bagian tubuhmu...” Sambil berkata, Jing Yang terus melancarkan tebasan pedang yang tajam pada Xue Bingyue.


Jing Yang tidak segan-segan menyerang Xue Bingyue dengan segenap kekuatannya.


Xue Bingyue dengan susah payah mengimbangi permainan pedang Jing Yang, napasnya semakin tidak beraturan. Beberapa saat kemudian Jing Yang menghentikan serangannya dan memberikan waktu untuk dirinya mengambil napas.


“Rubah Putih, bagaimana...” Xue Bingyue tidak melanjutkan perkataannya. Dia menyadari banyak kesamaan antara dirinya dengan Jing Yang, terlebih ketika dirinya menanyakan tentang Jing Yang kepada Roh Sang Putih namun tidak ada jawaban dari roh perempuan berparas cantik itu.


Beberapa saat kemudian halaman latihan yang biasa digunakan Xue Bingyue untuk berlatih kembali dipenuhi suara nyaring benturan senjata.


Sejumlah jurus dieksekusi Xue Bingyue kemudian disambut dengan hebat oleh Jing Yang. Serangan yang saling berbenturan menggema dan bersahut-sahutan.


Jing Yang mengakhiri latihan dengan satu tarikan napasnya dan gerakan yang pasti. Keberadaan dirinya menghilang ketika menggunakan langkah petir, kemudian Jing Yang memegang rambut Xue Bingyue dan mengusapnya pelan.


“Jika aku menjadi musuhmu, bisa saja aku membunuhmu...” Jing Yang menatap dalam wajah Xue Bingyue dari dekat.


Xue Bingyue mengangguk lirih, kemudian hendak mengunci leher Jing Yang tetapi pemuda didepannya ini sudah mengantisipasi setiap pergerakannya.

__ADS_1


Xue Bingyue merasa semakin kesal karena tidak dapat mengalahkan Jing Yang, terlebih lagi Jing Yang selalu mengantisipasi setiap tindakannya seolah-olah Jing Yang telah mengenalnya lama.


Xue Rong dan Xue Que yang mengamati keduanya hanya tertawa pelan saat melihat wajah cemberut Xue Bingyue. Kemudian Xue Rong mulai melihat Xue Que yang berlatih sambil memberikan arahan.


Jing Yang juga tak lupa bertemu dengan Yin Feng yang giat berlatih di sebuah lapangan yang biasa digunakan murid pendekar Puncak Persik untuk berlatih.


Yin Feng sekarang dapat bergerak bebas, berkat pengalamannya merasakan rasa sakit karena terobsesi untuk menjadi kuat, sekarang Yin Feng benar-benar mengikuti arahan Jing Yang dengan baik.


“Saudaraku, aku akan memenangkan Turnamen Pendekar Muda dan memberikan hadiah terbaik untuk orang tuaku!” Yin Feng mengarahkan kepalan tangannya pada Jing Yang.


“Maaf Saudara Feng, karena orang yang akan memenangkan Turnamen Pendekar Muda adalah Yueyue...” Jing Yang menyambut uluran kepalan tangan Yin Feng.


____


Hari demi hari berlalu dengan cepat di Puncak Persik layaknya air yang mengalir. Hari yang dinantikan akhirnya tiba, Puncak Persik yang merupakan sekte besar di Kekaisaran Yin begitu ramai pengunjung hari ini. Kebanyakan pengunjung yang datang ke Puncak Persik adalah pendekar dari aliran putih dan netral.


Sementara itu Yin Ruo dan Panglima Zhang Mufan duduk di atas podium bersama seorang kakek tua yang tak asing di mata Jing Yang.


“Senior Kung?” Jing Yang mengangkat alisnya, dia tidak menyangka Kung Taoji merupakan orang yang berpengaruh di Puncak Persik dan dunia persilatan Kekaisaran Yin tentunya.


Xue Rong menjelaskan bahwa Kung Taoji merupakan jagoan hebat dari aliran putih Kekaisaran Yin. Kakek tua itu merupakan salah satu dari sedikit orang yang mengetahui Sembilan Kekacauan Surgawi.


Kung Taoji menjabat sebagai Patriark Puncak Persik, dan dia hanya memiliki dua murid yang berlatih langsung di bawah arahannya.


Saat Kung Taoji berdiri di atas podium, suasana di stadion tampak ramai. Banyak orang yang saling berbisik-bisik membicarakan sosok Kung Taoji.

__ADS_1


Kung Taoji menatap baik-baik ke arah bangku penonton, setelah melihat seorang pemuda yang memakai topeng rubah putih, Kung Taoji tersenyum cerah sebelum membuka Turnamen Pendekar Muda yang telah dinantikan semua orang.


“Di hari yang cerah ini, mari kita mulai acara yang dihelat setiap tujuh belas tahun sekali.” Kung Taoji memberi isyarat pada salah satu dari dua Tetua Puncak Persik untuk memimpin jalannya pertandingan, “Untuk lebih lanjutnya kita serahkan pada Saudara Tian yang akan memimpin pertandingan Turnamen Pendekar Muda sebagai wasit pertandingan.”


Seorang Tetua Puncak Persik yang menjabat sebagai Tetua Langit berdiri di atas podium sebelum menciptakan ilusi bunga-bunga yang berguguran.


Tian Taohua adalah orang yang menjabat sebagai Tetua Langit. Sementara Tetua Bumi dijabat oleh Wu Taofan.


Tian Taohua menghilang dari pandangan semua orang sebelum semua orang menatap ke arah lapangan pertandingan.


Di lapangan pertandingan terlihat bunga-bunga memutar dan membentuk pusaran bunga bercampur angin. Keharuman dari bunga itu memenuhi seisi stadion.


Tak lama bunga-bunga itu membentuk sebuah tubuh seorang pria berjenggot panjang, tepuk tangan meriah memenuhi seisi stadion saat melihat kemampuan mengesankan Tian Taohua.


“Para hadirin sekalian, perkenalkan namaku Tian Taohua, aku menjabat sebagai Tetua Langit di Puncak Persik...” Tian Taohua berbicara tenang namun suaranya terdengar lantang, “Dan aku bertugas menjadi wasit pertandingan Turnamen Pendekar Muda tahun ini.”


Turnamen Pendekar Muda tahun ini berbeda dari tujuh tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, karena ada Kaisar Yin yang datang menonton anaknya yang mengikuti Turnamen Pendekar Muda.


Tentu saja banyak pendekar yang menyambut Yin Ruo penuh antusias, namun mereka semua lebih penasaran pada Yin Feng yang mengikuti Turnamen Pendekar Muda.


Tian Taohua juga sedikit tertarik untuk melihat kemampuan Yin Feng, tak lama dia menjelaskan peraturan pertandingan Turnamen Pendekar Muda kepada semua hadirin yang hadir menonton dan bertanding di stadion.


Masing-masing peserta diwajibkan mengambil kertas undian di lapangan pertandingan. Di bawah lapangan pertandingan memiliki sepuluh arena dan setiap arena akan diisi oleh lima peserta yang akan bertarung untuk saling menjatuhkan dan mengalahkan.


Xue Bingyue, Xue Que dan Yin Feng berada di tempat arena yamg berbeda. Xue Bingyue sedikit gugup saat melihat pemuda yang memakai topeng rubah putih terus menatap dirinya dari bangku penonton.

__ADS_1


Xue Bingyue mendapatkan giliran pertama untuk bertanding di arena lapangan pertandingan pertama melawan empat peserta yang lainnya. Gadis cantik ini mendapat kertas undian nomor satu, dan ini membuat Xue Bingyue semakin bersemangat dan termotivasi.


“Untuk peserta yang mendapatkan undian nomor satu sampai lima silahkan maju ke depan!” Kung Taoji bersuara lantang memanggil lima peserta yang akan bertanding di arena lapangan pertandingan pertama.


__ADS_2