
Melewati hari pertama setelah menjalani proses latihan mencapai pendekar bumi, Jing Yang merasakan kesulitan. Terlebih sekarang Jing Yang tidak dapat berbicara dengan Roh Sang Hitam seperti biasanya.
Jing Yang yang mengikuti saran Xue Qinghua mulai melakukan pelatihan di Tebing Dimensi Hitam bersama Xue Rong yang menjadi teman seperjalanannya.
“Sudah berapa lama aku tidak berbicara dengan Guru?” Jing Yang menggumam pelan setelah menjalani proses penempaan tulang. Disisi lain Xue Rong juga fokus menempa kemampuannya, dengan berbagai cara Xue Rong mencoba mengasah kembali kemampuan api dan es yang menjadi bawaannya.
Walau elemen es lebih dominan menjadi kekuatannya, tetapi Xue Rong juga terus mengasah api yang menjadi bagian nadi dan darahnya.
Jing Yang dan Xue Rong sama-sama melatih kemampuan mereka. Jing Yang memiliki target tersendiri jika dia harus mencapai pendekar bumi sebelum umurnya menginjak tiga belas tahun.
Ambisi Jing Yang terbilang mustahil, namun jauh disuatu tempat yang ada di Tebing Dimensi Hitam, Jing Yang menemukan sesuatu yang menarik. Sesuatu yang tidak mungkin akan berubah menjadi mungkin.
Sebuah tempat yang indah dengan bunga-bunga yang mekar dengan cantiknya, ditambah pohon-pohon hijau yang tumbuh dengan suburnya. Ditengah keindahan itu sebuah kolam air jernih yang berdekatan dengan air terjun menjadi keindahan tersendiri.
Jing Yang yang mengajak Xue Rong memasuki Tebing Dimensi Hitam terkejut melihat keindahan ini. Sumber daya alam di Tebing Dimensi Hitam melimpah ruah, sama seperti di Tebing Dimensi Putih.
Namun diantara semua itu, Xue Rong lebih tertarik pada kolam dan air terjun yang menurut Jing Yang ini adalah tempat yang baru dia kunjungi di Tebing Dimensi Hitam.
“Kolam ini memiliki aura yang unik. Bahkan aku merasakan jika asap-asap tipis yang ada di atas air sangat berbahaya...” Xue Rong berkata pelan sambil menjaga jarak dari kolam.
Jing Yang mengamati asap-asap yang dimaksud Xue Rong sambil memperhatikan dengan seksama, “Berbahaya? Menurutku asap-asap ini menandakan jika kolam ini menyimpan rahasia besar. Entah itu apa, tetapi aku merasakan itu. Karena tempat ini adalah Tebing Dimensi Hitam...”
“Firasatku sebagai seorang perempuan mengatakan jika kolam ini berbahaya. Mungkin memang kolam ini menyimpan rahasia besar, hanya saja jangan lakukan tindakan yang ceroboh Junior Yang...”
Xue Rong menatap tajam Jing Yang yang melapisi tubuhnya dengan aura, gadis ini menyadari jika Jing Yang hendak melakukan sesuatu yang dia pikirkan sedari tadi.
__ADS_1
“Maaf Senior Rong, aku akan mencoba memasuki kolam ini. Aku akan melepaskan pakaianku, jadi Senior Rong menghadaplah ke belakang...” Jing Yang berkata sambil menatap Xue Rong yang terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya, namun pada akhirnya Xue Rong membalikan badannya.
Jing Yang membuka pakaiannya satu persatu secara perlahan sebelum memasuki kolam yang baru dia temukan di Tebing Dimensi Hitam.
Sesaat setelah kakinya bersentuhan dengan air kolam, Jing Yang merasakan sekujur tersetrum sesuatu yang dahsyat. Mulutnya terbuka lebar dan dia merintih kesakitan saat kakinya berjalan tertatih memasuki kolam lebih jauh dan menenggelamkan badannya.
Segera Xue Rong menoleh dan alangkah terkejutnya saat dia melihat kolam air yang dimasuki Jing Yang berubah menjadi warna merah. Terlebih kondisi Jing Yang yang begitu memprihatinkan.
Saat Xue Rong hendak menghentikan tindakan Jing Yang, dia menghentikan langkahnya karena Jing Yang menatapnya tajam. Tatapan itu penuh arti dan Xue Rong akhirnya mengikuti keinginan Jing Yang.
“Kalau begitu aku akan berlatih sendirian. Aku akan datang ke tempat ini untuk mengantarkan makanan...” Xue Rong tersenyum tipis sebelum meninggalkan Jing Yang yang telah membulatkan tekadnya untuk menembus pendekar bumi.
___
Setelah berendam selama beberapa jam, akhirnya Jing Yang mengetahui jika kolam yang sekarang sedang menempa tubuhnya dan membuka seluruh pori-pori dan titik penghubung aura dalam tubuhnya bernama Kolam Naga.
Dalam dua hari Jing Yang tetap berendam di dalam Kolam Naga, menghiraukan suara lembut Xue Rong yang berulang kali menyuruhnya makan dan menghentikan latihan.
Dalam dua hari ini Jing Yang mencoba membiasakan tubuhnya dengan air didalam Kolam Naga. Sedikit demi sedikit akhirnya Jing Yang mengetahui jika Kolam Naga memiliki khasiat yang menakjubkan, hanya saja resiko yang harus diambil Jing Yang akan mempertaruhkan nyawanya.
“Pendekar bumi tidak akan bisa kutembus dengan kemampuanku yang sekarang, tetapi jika aku menggunakan Tubuh Dewa Naga itu bukanlah sesuatu yang mustahil...” Saat Jing Yang menggumam, dia mulai melakukan konsentrasi secara penuh sebelum akhirnya suara tulang retak menggema disekitarnya.
Jing Yang merasakan tubuhnya menyerap khasiat air didalam Kolam Naga, tidak sampai lima detik mulutnya terbuka lebar dan memuntahkan darah dalam jumlah yang besar. Bahkan sekujur tubuhnya terlihat seperti meledak, karena ledakan darah yang memenuhi kolam jelas-jelas terlihat mengerikan.
Xue Rong yang memperhatikan Jing Yang berulang kali ingin menyelamatkan dan menghentikannya, namun pada akhirnya Xue Rong mengurungkan niatnya.
__ADS_1
Untuk membantu kesehatan Jing Yang, Xue Rong akhirnya berburu Binatang Iblis dan Hewan Buas. Mutiara Roh Hewan dan Permata Iblis dia taruh disekitar Kolam Naga.
Jing Yang berendam dalam kurun waktu satu bulan penuh. Walau telah berhasil menyerap khasiat Kolam Naga, Jing Yang masih belum dapat menembus pendekar bumi.
Muncul suatu bayangan dialam bawah sadarnya yang menghalanginya menembus pendekar bumi. Dan, Jing Yang terus mencari jawaban bayangan seseorang yang terlihat mirip dengannya, namun memancarkan aura mengerikan dialam bawah sadarnya.
Xue Rong yang melihat Jing Yang berjalan keluar dari Kolam Naga segera memeluknya. Hanya dalam kurun waktu sebulan, tubuh Jing Yang begitu memprihatinkan. Hanya wajahnya yang tampan yang tetap bersinar, sementara badannya terlihat lebih kurus dan terlihat sangat memperhatikan.
“Senior Rong aku...” Jing Yang menatap Xue Rong sebelum akhirnya memejamkan matanya tidak bertenaga.
Xue Rong memerah wajahnya karena menyadari dia memeluk Jing Yang yang sama sekali tidak berpakaian. Dengan tangan yang gemetaran, Xue Rong kebingungan dan akhirnya menjatuhkan tubuh Jing Yang.
Jing Yang dengan sisa tenaganya berdiri dan berjalan menjauh dari Xue Rong. Setelah berpakaian rapi barulah Jing Yang memakan makanan buatan Xue Rong untuk memulihkan tenaganya.
Namun badan dan pikirannya tidak berjalan sesuai keinginannya. Saat Jing Yang ingin melanjutkan latihannya, tubuhnya justru sudah diambang batas. Dalam sekejap matanya terpejam dan tubuhnya terasa berat.
“Istirahat juga termasuk latihan. Jadi istirahatlah...” Xue Rong mengambil kain hangat dan menyelimuti tubuh Jing Yang.
“Aku masih kuat...” Jing Yang menggumam pelan sebelum akhirnya tertidur pulas tak bertenaga.
Melihat wajah Jing Yang, Xue Rong tersenyum sendiri. Matanya terus memandang Jing Yang hingga akhirnya Xue Rong terkejut saat merasakan tubuh Jing Yang memancarkan aura mengerikan nan mematikan.
“Ini?” Mata Xue Rong melebar. Dia merasakan ada perubahan yang terjadi pada Jing Yang.
Belum sempat Xue Rong memulihkan keterkejutannya, dia dikejutkan dengan denyut nadi Jing Yang yang tiba-tiba melemah.
__ADS_1
Xue Rong memperhatikan sekitarnya, kemudian menatap wajah Jing Yang, “Aku rasa kondisi tubuhku ini memiliki kecocokan denganmu. Aku tidak keberatan dengan ini...”
Xue Rong dengan gemetaran melepaskan pakaiannya dan tertidur disamping Jing Yang hanya berbalut kain seadanya.