Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 113 : Tubuh Raja Neraka Dan Tubuh Ratu Neraka


__ADS_3

“Apa yang dilakukan orang bodoh-bodoh ini! Kumpulan kelinci percobaan mencoba menjadi harimau!” Xiong Ni, salah satu Tiga Iblis Tak Bermahkota. Petinggi teratas Pulau Iblis Tengkorak ini menghancurkan meja didepannya.


Kurang dari tiga hari setelah kabar kekalahan Bangsawan Gu dan Menara Pilar Hitam tersebar, kabar ini dengan cepat diketahui Pulau Iblis Tengkorak.


“Anak dari Pendekar Naga Langit lagi! Dia seolah-olah hadir untuk membalaskan kematian orang tuanya di Kota Yunfei!” Pria berpenampilan kekar dengan wajah garang sedang berdiri di depan singgasana tempat Mao Gang duduk. Pria ini bernama Fen Lang, salah satu dari Tiga Iblis Tak Bermahkota.


“Jangan panik!” Mao Gang memecahkan gentong berisi arak. Seketika semua orang yang berada di Kastil Tengkorak menatap ke arah Penguasa Pulau Iblis Tengkorak ini.


“Mereka tidak tahu apapun tentang ras yang lebih mengerikan dari manusia! Nyalakan semangat tempur kalian semua!” Mao Gang membunyikan jari-jarinya, membuat semua orang yang menatapnya bergidik, “Kita akan melakukan pergerakan!”


___


Kabar tentang kematian seluruh Keluarga Lu membuat Kota Cunfei dipenuhi suasana duka. Sementara di Kota Xuedong, Shen Mi sudah mulai membentuk Rumah Lima Warna dengan bantuan pendekar dari Pulau Salju Rembulan.


Shen Mi adalah orang yang paling khawatir setelah mengetahui keadaan Jing Yang di Kota Shendu dari Panglima Shen Ho.


“Setelah kau menemukan Xue Bingyue. Aku pastikan Rumah Lima Warna akan menyambut kedatanganmu. Dan aku akan menjadi orang pertama yang menyambutmu...”


Saat ini yang dibutuhkan Rumah Lima Warna adalah merekrut beberapa pendekar tingkat tinggi untuk bergabung. Bergabungnya Bai Huang dan Zhu Qian membantu perkembangan Rumah Lima Warna karena dengan kemampuan mereka, Shen Mi bisa memberikan tugas untuk mendatangi lokasi pendekar yang tidak mempunyai pekerjaan.


“Semoga kau baik-baik saja...” Shen Mi mengetuk meja dan menatap ke luar jendela memandang bunga-bunga.


___


Jing Yang merasakan kesakitan setelah Segel Tanda Mata Naga terlepas, dia mencoba menggerakkan tubuhnya, akhirnya dia baru sadar jika tubuhnya merasakan kehangatan.


“Aku...” Jing Yang tercekat. Matanya melebar karena tubuhnya tertidur tanpa sehelai pakaian. Dan yang lebih mengejutkan adalah keberadaan Ye Xiaoya yang memeluk tubuhnya.


“Ah, kau sudah bangun...” Ye Xiaoya membuka matanya secara bertahap, “Tutup matamu! Jangan salah paham! Aku melakukan ini karena kekuatan Tubuh Raja Neraka di dalam dirimu mulai bangkit. Apa kau tidak mengetahuinya?”


Jing Yang memejamkan matanya dan jantungnya berdetak kencang, bahkan bernapas baginya terasa sulit.

__ADS_1


“Aku hanya mengetahui Tubuh Dewi Naga Hitam...” Jing Yang menjawab pelan. Ye Xiaoya melebarkan matanya, kemudian memakai gaun berwarna merah muda sebelum keluar dari kamar.


“Istirahatlah, biar aku yang mengurus masalah Ratu Obat itu...” Ye Xiaoya menatap Jing Yang dengan tatapan yang berbeda.


‘Guru, kau menyuruh Guru Xiaoya menjadi guruku pasti karena alasan ini bukan?’ Jing Yang mencoba berbicara dengan Roh Sang Hitam.


‘Sulit untuk menjelaskannya. Perempuan itu pasti sudah hidup menderita, tetapi kau harus mengetahui ini...’ Entah mengapa suara Roh Sang Hitam terdengar merasa bersalah, ‘Tubuh Raja Neraka dan Tubuh Ratu Neraka termasuk dalam Sembilan Kekacauan Surgawi. Kalian berdua sudah ditakdirkan untuk bersama. Dari generasi ke generasi, pemilik Tubuh Raja Neraka dan Tubuh Ratu Neraka memiliki takdir yang berbeda dari manusia biasanya. Kebanyakan dari pemiliknya berakhir tragis. Seharusnya aku mendengarkan perkataan Yue Wang tentang perasaan manusia...’


Setelah menjelaskan singkat, Roh Sang Hitam tidak muncul di alam bawah sadar Jing Yang. Perkataannya membuat Jing Yang merasa frustasi, tetapi ingatan yang bermunculan di kepalanya membuat batinnya berkecamuk.


Jing Yang memejamkan matanya yang pening setelah mengetahui kebenaran tentang kondisi tubuhnya dan takdirnya dengan Ye Xiaoya.


Perlahan Jing Yang menutup matanya dengan telapak tangannya, “Apa ini? Aku melihat ingatan seseorang dari kemarin dan ini membuatku merasa begitu melelahkan...”


Jing Yang larut dalam tidurnya sebelum dirinya melihat jelas ingatan pemilik Tubuh Raja Neraka sebelumnya.


___


“Kenapa dunia ini sangat kejam dan begitu indah...” Ye Xiaoya menyeka air matanya. Wanita berumur dua puluh dua yang memiliki wajah dan tubuh seperti seorang gadis berumur belasan tahun ini menangis karena dirinya menyadari Jing Yang adalah pemilik Tubuh Raja Neraka.


Saat beranjak dewasa, Ye Xiaoya ingin merasakan jatuh cinta, tetapi takdir dari pemilik Tubuh Ratu Neraka tidak dapat menjalin hubungan perasaan dengan manusia, selain pemilik Tubuh Raja Neraka.


Ye Xiaoya selalu berangan-angan jika pemilik Tubuh Raja Neraka adalah seorang laki-laki yang sebaya dengannya, dan dia menjalani hidup dengan laki-laki yang dicintainya. Tetapi sekarang Ye Xiaoya menelan kenyataan pahit.


Tentu saja setelah bertemu Jing Yang dan menjalani hari-hari bersama pemuda itu. Ye Xiaoya masih sangat syok, bagaimana bisa Jing Yang memiliki Tubuh Raja Neraka, yang terikat takdir kehidupan dengannya.


“Mungkin aku akan berakhir seperti ibuku. Ini lebih baik. Kekuatan terkutuk ini lebih baik lenyap bersama kehidupanku...” Tanpa sadar Ye Xiaoya meneteskan air matanya.


Saat Ye Xiaoya larut dalam hatinya yang berkecamuk. Dia sudah sampai di sebuah desa, namun baginya ini bukanlah desa karena hanya ada satu rumah sederhana yang berdiri di atas puncak bukit.


Disekitar bukit ditumbuhi tanaman-tanaman obat yang melimpah. Ye Xiaoya menyeka air matanya dan menepuk pipinya.

__ADS_1


DUAR!!!


Ledakan dari dalam rumah terdengar dan seorang perempuan berumur empat puluhan tahun terpental keluar dari dalam rumah.


“Aduh... Aduh... Pil ini gagal lagi...” Perempuan itu meringis kesakitan ketika kepalanya terbentur pohon.


Ye Xiaoya memasang wajah kebingungan, “Bukankah ini lokasi desa yang dimaksud Shen Mi? Apa aku yang tersesat?”


Ye Xiaoya menaruh kertas denah lokasi ke dalam Cincin Penyimpanan dan menyelamatkan perempuan itu.


“Terimakasih...” Perempuan itu tersenyum, dan langsung bersikap waspada, “Tunggu! Kau siapa?!”


Perempuan itu langsung menjaga jarak dari Ye Xiaoya dan berlari memasuki rumah sederhana.


“Permisi...” Ye Xiaoya mencoba menenangkan perempuan itu, “Aku hanya numpang lewat dan ingin menanyakan desa tempat keberadaan Ratu Obat. Oh iya, apakah nona mengetahui Ratu Obat?”


Perempuan itu langsung menurunkan sapu yang digenggamnya, “Aku Ratu Obat. Ada apa mencariku?”


“Salam senior...” Ye Xiaoya sebisa mungkin bersikap hormat.


“Aku berniat mengajak anda...”


“Asal kau tahu aku ini adalah seorang janda beranak satu. Dan sama sekali tidak tertarik dengan hubungan sesama jenis.”


Ye Xiaoya tersedak, ‘Siapa yang menanyakan statusmu!’


“Pulang, pulang. Aku sudah betah hidup di bukit ini bersama tanaman-tanaman obat yang telah menemaniku...”


“Kau salah paham senior. Aku ingin...”


Ye Xiaoya membuka mulutnya, namun perempuan ini sudah didorong keluar rumah. Matanya menatap pintu, tak lama pintu rumah sederhana itu ditutup rapat.

__ADS_1


BRAK!!!


“Entah kenapa aku merasa kesal...” Ye Xiaoya menggelengkan kepalanya dan menarik napas panjang.


__ADS_2