
Xue Que dan Xiao Fang maju hampir bersamaan ke arena pertandingan. Tingkat kemampuan keduanya terpaut jauh karena Xiao Fang telah mencapai pendekar suci, sementara Xue Que baru mencapai pendekar putih. Dan dari segi umur keduanya juga terpaut jauh.
Sebelum Xue Que dan Xiao Fang menjaga jarak, keduanya mendengarkan penjelasan Tian Taohua tentang peraturan pertandingan.
Xue Que mengetahui bagaimana kejeniusan Xiao Fang sehingga dia berniat mengambil kesempatan untuk mencari pengalaman, dan jika ada peluang untuk memenangkan pertandingan, maka dia akan mengambilnya.
Setelah jarak keduanya menjauh, Tian Taohua segera menarik panjang dalam satu kali tarikan napasnya sebelum memulai pertandingan kedua babak delapan besar Turnamen Pendekar Muda.
“Dengan ini pertandingan kedua Turnamen Pendekar Muda dimulai!” Tian Taohua melompat kebelakang bersamaan dengan Xue Que yang melepaskan hawa dingin pada Xiao Fang.
Xiao Fang menahan hawa dingin itu dengan aura pembunuh. Dalam waktu yang sangat singkat, jarak Xue Que dan Xiao Fang semakin mendekat.
Tepat setelah Xiao Fang menarik pedangnya, begitu juga dengan Xue Que. Keduanya langsung bertukar serangan, pertukaran serangan hebat terjadi saat Xue Que melapisi bilah pedangnya dengan es.
Xiao Fang juga mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar guna menahan tebasan pedang Xue Que. Suara benturan senjata menggema, keduanya bergerak lincah saling berusaha memberikan luka pada diri masing-masing.
Xue Que mempercepat tempo tebasannya, sementara Xiao Fang lebih memilih bertahan. Serangan Xue Que menarik perhatian penonton karena setiap tebasannya menciptakan lintasan es dan salju-salju yang berjatuhan.
Xiao Fang melihat jelas arah tebasan pedang Xue Que. Setelah bertukar serangan lebih dari tiga puluh serangan, Xiao Fang merasa serangan yang dilepaskan Xue Que semakin melemah.
Tubuh Xue Que juga tidak bergerak pasti lagi seperti sebelumnya. Melihat ada perubahan pada lawannya, Xiao Fang sendiri kebingungan. Tetapi bagaimanapun juga, Xiao Fang menargetkan untuk lolos ke babak selanjutnya.
Dalam satu kali tarikan napasnya, Xiao Fang mendaratkan tendangan disertai tebasan yang berbenturan dengan pedang Xue Que.
Tubuh Xue Que terpental jauh ke belakang sebelum akhirnya gadis berambut hitam keperakan dari Istana Bulan Biru itu keluar arena pertandingan.
Jing Yang dari bangku penonton merasa ada kejanggalan pada Xue Que. Dalam pertandingan kali ini, Xue Que terlihat begitu kelelahan. Semua terlihat jelas dari keringat yang membasahi tubuh gadis itu.
__ADS_1
Tian Taohua mengangkat tangannya bersamaan dengan Xue Que yang terlempar keluar arena pertandingan, “Pemenangnya Xiao Fang dari Puncak Persik!”
Seketika penonton hening setelah Tian Taohua mengumumkan Xiao Fang sebagai pemenangnya. Xue Que ditolong oleh Jing Yang yang terbang melayang di udara dengan santainya.
“Saudara Jing, aku...” Xue Que masih tidak percaya dengan apa yang dialaminya. Beberapa saat setelah melakukan pertukaran serangan dengan Xiao Fang, Xue Que merasa tubuhnya melemah.
Jing Yang memejamkan matanya dan membuka Tanda Mata Naga untuk melihat aura tubuh Xue Que. Memang diperut Xue Que ada aura asing, Jing Yang segera membawa Xue Que ke tempat Xue Rong sebelum menyerahkan gadis berambut hitam keperakan pada Matriark Istana Bulan Biru itu.
Selanjutnya Turnamen Pendekar Muda masuk ke putaran ketiga, Tian Taohua memanggil dua nama peserta selanjutnya.
Peserta yang bertanding di pertandingan ketiga adalah Kang Fengrui melawan Bao Xinruo. Banyak yang beranggapan jika Kang Fengrui dari Sekte Pedang Suci, namun setelah Tian Taohua memulai pertandingan ketiga hal yang mengejutkan terjadi di arena pertandingan.
Bao Xinruo dari Sekte Menara Biru menang dengan mudah setelah memberikan sepuluh tapak pada tubuh Kang Fengrui. Yang lebih mengejutkan Kang Fengrui tidak dapat bergerak setelah mendapatkan serangan tersebut.
Wu Taofan dan Patriark Sekte Menara Biru Shuang Ciu saling berbincang setelah Bao Xinruo keluar sebagai pemenangnya. Bagi Wu Taofan dan Shuang Ciu, Bao Xinruo sudah pasti keluar sebagai pemenangnya dan perbincangan keduanya menarik perhatian banyak orang yang duduk disekitar mereka.
“Senior Rong, aku merasa Sekte Menara Biru menyembunyikan sesuatu. Entah mengapa aku tidak bisa tenang setelah melihat Saudari Que tidak berdaya melawan Xiao Fang...” Jing Yang menatap tajam Bao Xinruo yang kembali ke bangku penonton yang disediakan panitia pertandingan.
Xue Rong mengangkat alisnya, “Saudara Yang, apakah kamu memiliki perasaan pada Xue Que?”
“Bukan itu maksudku. Melihat cara bertarung pendekar dari Sekte Menara Biru, membuatku mengingat insiden Keluarga Ji di Kota Shuyang...” Jing Yang menghela napas panjang ketika melihat wajah Xue Rong yang nampak lega.
Xue Rong justru tidak berkata apalagi menjawab pertanyaan Jing Yang, gadis itu kembali berekspresi dingin karena melihat banyak tatapan mata yang mengarah padanya.
Babak terakhir Turnamen Pendekar Muda mempertemukan Xue Bingyue dan Zhi Duan. Pertandingan ini membuat Jing Yang sangat tertarik, apalagi Xue Bingyue pernah menjelaskan jika Zhi Duan pernah melamarnya dan memiliki perasaan padanya.
Tian Taohua selaku wasit pertandingan Turnamen Pendekar Muda menjelaskan aturan pertandingan pada Xue Bingyue dan Zhi Duan.
__ADS_1
Xue Bingyue memejamkan matanya karena tidak ingin melihat Zhi Duan. Gadis ini benar-benar merasa risih karena tatapan pemuda yang akan menjadi lawannya itu.
Tepat setelah Tian Taohua menyelesaikan penjelasannya dan menyuruhnya untuk mengambil jarak, Xue Bingyue melepaskan hawa dingin tipis-tipis untuk melakukan serangan dadakan.
“Dengan ini pertandingan terakhir babak delapan besar Turnamen Pendekar Muda dimulai!” Tian Taohua melompat ke belakang tepat setelah dia memulai aba-aba pertandingan terakhir babak delapan besar Turnamen Pendekar Muda.
Xue Bingyue segera membuka telapak tangannya dan mengeluarkan Pedang Salju Suxue. Tidak butuh waktu lama bagi gadis cantik itu untuk bergerak cepat ke arah Zhi Duan.
“Kenapa kamu terburu-buru, Yue‘er? Aku tau kamu memiliki perasaan padaku...” Zhi Duan menyeringai kejam saat Xue Bingyue melotot tajam menatap dirinya.
“Jangan sebut namaku seperti itu!” Xue Bingyue mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar dan melepaskan energi pedang yang teramat dingin.
Dalam satu kali langkah yang pasti dan tarikan napasnya, Xue Bingyue menghilang dari pandangan Zhi Duan.
Banyak orang yang kebingungan, bahkan Zhi Duan langsung panik seketika ketika melihat Xue Bingyue tidak dalam pandangannya.
Salju-salju berjatuhan dibelakang tubuh Zhi Duan sebelum akhirnya salju-salju itu membuat jarak pandang antara Xue Bingyue dan Zhi Duan.
“Berhembuslah, Suxue!” Tidak ada yang menyangka perkembangan Xue Bingyue akan sepesat ini bahkan Xue Rong sekalipun.
Tubuh Zhi Duan terhempas ke atas ketika terkena pusaran angin disertai salju akibat tebasan pedang Xue Bingyue.
Seluruh pasang mata di stadion terpana melihat keanggunan Xue Bingyue dalam memainkan pedangnya, terlebih dapat menghempaskan seorang pendekar yang lebih tua darinya menjadi cerita tersendiri.
Xue Bingyue kembali mendaratkan puluhan tebasan dan memberikan luka sayatan pada tubuh Zhi Duan. Hingga akhirnya Tian Taohua mengangkat tangannya dan mengumumkan Xue Bingyue sebagai pemenangnya.
“Pemenangnya Xue Bingyue dari Istana Bulan Biru!”
__ADS_1