
Sehari setelah Jing Yang dan Ye Xiaoya beristirahat di Kota Shendong. Keduanya berniat mencari petunjuk keberadaan Xue Bingyue dengan menanyakan secara langsung kepada teman dekat Xue Qinghua.
“Shen Mi, ini adalah Cincin Penyimpanan. Aku sudah memasukkan emas dan sumber daya ke dalam sini. Di sini juga ada daging Hewan Buas, tenang saja daging-daging itu tidak akan membusuk. Dan aku akan meninggalkan Cincin Roh ini denganmu.” Jing Yang memberikan semua kebutuhan untuk membentuk Rumah Lima Warna kepada Shen Mi.
“Xue Ying dan Jin Ho akan melindungimu ketika dirimu dalam bahaya...” Tambah Jing Yang.
“Tadi malam kamu sudah mengajariku cara memakainya. Akan kupastikan Rumah Lima Warna menjadi organisasi yang besar setelah kau kembali dari Kekaisaran Qing.” Shen Mi menerima Cincin Penyimpanan dan Cincin Roh pemberian Jing Yang.
“Suamiku, anak kita sudah besar. Tuan Muda Jing Yang memberikan dua cincin dan dia menerimanya. Padahal puluhan pria bangsawan memberikan cincin dan emas, tetapi dia menolak semuanya...” Shen Ling berbisik di telinga Shen An.
“Kita hanya bisa berharap yang terbaik untuk Mi‘er. Tuan Muda Jing Yang adalah pemuda yang baik. Walau lebih muda, tetapi dia dapat diandalkan. Mungkin ini waktunya bagi kita untuk merelakan Mi‘er bersama Tuan Muda Jing Yang.” Sahut Shen An, dengan suara yang pelan.
“Kakak Ye, Jing Yang. Hati-hati di jalan. Aku juga akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kalian berdua.” Shen Mi mengantarkan Jing Yang ke depan rumah.
“Setelah menemukan Xue Bingyue. Kenalkan dia padaku, aku ingin berkenalan dengannya dan menjadi temannya...” Ucap Shen Mi.
Jing Yang tersenyum tipis, “Ya, tentu saja aku akan mengenalkan Yueyue padamu. Kalian berdua pasti akan menjadi teman yang akrab.” Lalu dia berpamitan dengan Shen Mi dan keluarganya sebelum melanjutkan perjalanan.
Jing Yang dan Ye Xiaoya terbang menggunakan pedang menuju Kota Cunfei. Keduanya melewati Kota Xuedong lewat jalur udara.
Jing Yang mengingat kekuatan Tanda Mata Naga yang meningkatkan kemampuannya. Seandainya dia dapat mengontrolnya dengan baik, bukan tidak mungkin dia dapat membunuh pendekar bumi.
“Ratu Obat. Menurut Tetua Liwen, dia tinggal di desa yang dekat Kota Shendu.” Jing Yang berpikir jika dia dapat membuat Ratu Obat menjadi bagian Rumah Lima Warna, maka organisasi yang baru dibentuk dirinya bersama Ye Xiaoya dan Shen Mi dapat berkembang pesat.
“Yang‘er, jika kita melewati Kota Yunfei. Apa yang ingin kau lakukan?” Ye Xiaoya bertanya sambil menatap ke bawah melihat keadaan di hutan.
“Dengan kekuatanku saat ini, aku mungkin dapat membunuh beberapa petinggi mereka. Tetapi belum dapat membinasakan seluruhnya...” Jing Yang dapat berpikir tenang. Tetapi jika di dalam perjalanan dia bertemu pembunuh Organisasi Air Dosa, maka dia tidak akan segan membunuh mereka.
Ye Xiaoya justru merasa gelisah karena Kekaisaran Qing dijajah bangsa asing. Dalam lamunannya ketika sedang terbang, dia berharap jika semua yang dia pikirkan tidak benar-benar terjadi.
__ADS_1
___
Dua hari telah berlalu semenjak Jing Yang dan Ye Xiaoya pergi meninggalkan Kota Xuedong. Keduanya bergerak menuju Kota Cunfei untuk bermalam, dalam perjalanan sesekali keduanya beristirahat.
Jing Yang dan Ye Xiaoya terkadang mengisi waktu luang dengan bertarung. Ye Xiaoya mengajari Jing Yang beberapa gerakan dalam seni berpedang. Ye Xiaoya melihat kemampuan Tanda Mata Naga yang digunakan Jing Yang merupakan senjata yang mematikan. Jika Jing Yang dapat menguasainya, maka membinasakan Organisasi Air Dosa bukanlah mimpi belaka.
”Kurasa itu Kota Cunfei...” Ye Xiaoya menggumam pelan menatap siluet Kota Cunfei yang terlihat dari kejauhan.
Jing Yang menatap tajam bayangan Kota Cunfei sambil menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Ketika Jing Yang memejamkan matanya dan merentangkan kedua tangannya, samar-samar dia mendengar keributan yang berasal dari arah hutan dekat Kota Cunfei.
“Guru Xiaoya!” Jing Yang menatap Ye Xiaoya yang juga menyadari ada sesuatu yang terjadi di dalam hutan.
Jing Yang dan Ye Xiaoya terbang mendekati sumber suara dan disana mereka berdua melihat pria yang berumur sekitar lima puluh tahun bersama wanita paruh baya dan seorang anak kecil sedang bertarung melawan sepuluh pendekar.
Jing Yang menyipitkan matanya karena sepuluh pendekar yang mengepung telah mencapai pendekar agung. Yang menarik perhatiannya adalah jubah yang dikenakan sepuluh pendekar tersebut, Jing Yang yakin pernah melihatnya saat di Istana Sembilan Naga.
Tanpa berpikir lebih lama, Jing Yang menarik napas dan mengolahnya, “Seni Napas Dewi Naga Kegelapan!”
“Tanda Mata Naga!” Jing Yang melesat ke bawah untuk menguji kemampuannya dalam mengontrol Tanda Mata Naga melawan sepuluh pendekar agung.
Ye Xiaoya tersenyum tipis melihat Jing Yang yang cekatan. Dia menghampiri dua orang yang dikepung yang melindungi seorang anak berusia lima tahun.
Jing Yang datang secara tiba-tiba memberikan dua tebasan pada pendekar agung. Walau berhasil menahannya, tetapi dampak luka karena menahan tebasan Jing Yang membuat sepuluh pendekar agung menjaga jarak.
“Siapa kau? Apa urusanmu mengganggu kami untuk membunuh mereka?” Salah satu pendekar agung menjaga jarak dari Jing Yang dan memberi tanda pada sembilan pendekar agung yang lain untuk membentuk formasi.
“Hati-hati! Mereka berdua adalah pendekar bumi!” Salah satu pendekar agung melepaskan aura pembunuh disusul yang lainnya.
Jing Yang menyipitkan matanya dan mengamati pergerakan mereka. Memang kesepuluh pendekar dari Istana Naga Api telah mencapai pendekar agung, tetapi mereka belum membuka delapan gerbang bahkan mengambil jalan pintas untuk meningkatkan kemampuan mereka.
__ADS_1
‘Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kuat.’
Jing Yang menaikan alisnya. Dia melihat formasi pengepungan yang dilakukan sepuluh pendekar agung dari Istana Naga Api sangat mematikan. Tetapi saat ini dirinya berada dalam kondisi Tanda Mata Naga, semua yang ada dihadapannya, dia bisa melihatnya dengan jelas.
Sepuluh pendekar agung melakukan serangan bertubi-tubi dari segala arah. Tebasan dan pukulan datang dari segala arah, Jing Yang dapat menghindari semuanya dan memperhatikan wajah kesepuluh pendekar agung dengan baik-baik.
“Sepertinya kau yang menjadi pemimpin mereka...” Jing Yang mengayunkan kedua pedangnya dengan penuh tenaga. Suara benturan pedang menggema.
“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Kegelapan!” Ditengah-tengah kedua tangannya yang menahan tebasan pedang, aura hitam pekat menyebar dari tubuh Jing Yang.
“Aura Naga Kegelapan!” Jing Yang membunuh kesembilan pendekar agung dalam sekali tebasannya yang bertenaga dan menyisakan satu pendekar agung untuk dia interogasi.
Wajah pendekar agung yang selamat berkeringat dingin melihat kemampuan Jing Yang.
“Jangan macam-macam denganku...” Suaranya bergetar. Pendekar agung yang mematung karena tubuhnya terasa begitu berat menatap Jing Yang ketakutan.
“Aku adalah bagian Istana Naga Api. Kalian tidak akan tenang jika telah berurusan dengan kami!”
Jing Yang justru tersenyum mendengarnya, “Aku tidak takut dengan kalian. Justru aku ingin membunuh kalian semua!” Jing Yang mencekik leher pendekar agung tersebut lalu melemparnya ke pohon.
“Katakan padaku semua yang kau ketahui tentang Nenek Xue Qinghua! Dan alasan kenapa kalian berniat membunuh mereka?!” Jing Yang melepaskan seluruh aura pembunuh yang diserap olehnya. Bahkan Ye Xiaoya yang telah mencapai pendekar bumi terkejut melihat jumlah aura pembunuh yang dimiliki Jing Yang.
Aura pembunuh yang diserap Jing Yang kebanyakan pendekar raja sampai pendekar suci dan pendekar agung tentunya. Aura yang mencekam dan intimidasi yang mengerikan adalah gambaran aura pembunuh yang dilepaskan Jing Yang.
“Sepertinya kau tidak mau bicara...” Jing Yang memejamkan matanya dan memusatkan auranya pada kedua bola matanya, “Aura Mata Naga!”
Wajah pendekar agung yang mematung pucat pasi ketika melihat bayangan di belakang tubuh Jing Yang. Walau ilusi, tetapi semua terasa nyata. Naga Hitam yang menatapnya tajam membuat pendekar agung tersebut membuka mulutnya dengan seluruh sisa kekuatannya.
“Aku akan menceritakan semuanya...” Dengan terbata-bata pendekar agung itu setengah berteriak dan mulai menceritakan tentang penyerangan Pulau Salju Rembulan dan alasan mengapa Istana Naga Api mengirim sepuluh pendekar agung untuk menghabisi pasangan pria dan wanita paruh baya yang menjaga seorang anak kecil.
__ADS_1