
Pendekar dari Bulan Purnama Merah yang membuat langit sore Istana Sembilan Naga menjadi memerah. Besar kemungkinan, suar itu adalah isyarat.
Jing Yang melihat tiga gadis dari Istana Bunga Persik yang menjadi temannya dapat bertarung untuk mempertahankan dirinya. Sekarang pandangannya tertuju pada pria yang terlihat memiliki masalah dengan dirinya.
“Mereka pendekar suci. Jangan menahan diri. Aku akan mencari mangsa untuk menambah aura pembunuhku dari pendekar agung.” Ye Xiaoya melepaskan aura pembunuh dan mulai memainkan pedangnya dengan brutal.
“Seni Napas Dewi Naga Api!”
Jing Yang mengolah pernapasan dan bergerak menghadang pendekar yang berbicara padanya dan Ye Xiaoya.
“Pemuda ini adalah bibit unggul yang telah mencapai pendekar suci di usia yang begitu muda. Tetapi sangat disayangkan, kau akan mati karena telah melukai salah satu anggota kami!” Pria yang bertarung melawan Jing Yang adalah pendekar suci yang berasal dari Gunung Pedang Tunggal.
Tidak butuh waktu lama bagi keduanya mulai bertukar serangan. Jing Yang sekilas melihat cara Ye Xiaoya yang membunuh setiap lawan-lawannya dengan begitu brutal. Gadis berparas cantik yang menggunakan dua pedang itu mengambil senjata yang disimpan di setiap jubah dari pendekar yang telah dia bunuh.
Jing Yang merasa Ye Xiaoya begitu terbiasa dalam membunuh. Matanya yang dingin itu tidak berkedip sedikitpun ketika membunuh, Ye Xiaoya begitu serius ketika melakukan pertarungan seakan-akan dirinya bagian dari pertarungan itu sendiri.
“Walau kau telah mencapai pendekar suci, tetapi kau hanyalah...” Pendekar suci yang berasal dari Gunung Pedang Tunggal bergidik ketika melihat Jing Yang melepaskan aura pembunuh. “Bocah...” Kepalanya melayang ketika Jing Yang menebasnya dengan pedang.
‘Tungku Jiwa Naga adalah tempat berkumpulnya seluruh aura dan tenaga dalammu yang tersimpan. Di antara semua pendekar yang ada disini, tidak ada satupun yang menggunakan kekuatan ini...’ Roh Sang Hitam berbicara pada Jing Yang yang sedang mengambil pedang kecil yang ada di jubah pendekar yang baru saja dia bunuh.
“Beraninya kau menyentuh pedang dari sekte kami!”
“Terkutuk kau!”
Jing Yang menebaskan pedang yang dia ambil dari pendekar Gunung Pedang Tunggal untuk membunuh pendekar lainnya. “Pedang seperti ini sama sekali tidak membuatku tertarik. Kakak Yue Wang lebih baik kualitasnya daripada pedang milik kalian!”
Jing Yang kembali melesat ke depan menyerang pendekar yang datang dari berbagai arah. Saat ini Jing Yang melampiaskan amarahnya pada orang-orang yang memiliki nafsu membunuh pada dirinya.
Begitu banyak pendekar dari Gunung Pedang Tunggal yang mati di tangan Jing Yang dan Ye Xiaoya. Pendekar dari Istana Sembilan Naga yang berada di kubu Sheng Long ikut terkejut. Bahkan Murong Qiaomi sendiri merasa Jing Yang dan Ye Xiaoya ingin melemahkan kekuatan Gunung Pedang Tunggal.
__ADS_1
“Kalian pendekar ahli bukanlah lawan dari dua orang ini! Biar kami yang maju!”
Pendekar suci dari Gunung Pedang Tunggal yang menggunakan dua pedang menghadang Jing Yang dan Ye Xiaoya.
“Yang‘er, lawan mereka berdua. Aku akan mengincar dua tetua dari sekte mereka!” Ye Xiaoya bergerak dengan cepat melewati dua orang yang berada satu tahap dibawahnya.
Jing Yang hanya tersenyum melihat Ye Xiaoya sebelum dia memainkan pedangnya. Setiap tebasan pedangnya dipenuhi energi pedang yang mematikan. Gravitasi di sekitar Jing Yang terasa lebih berat, bahkan ketika Jing Yang melepaskan aura tubuhnya, tubuh pendekar ahli dan pendekar putih langsung terhimpit ke tanah sebelum Jing Yang membunuh dalam sekali tebasannya.
Dua pendekar suci yang menghadang Jing Yang berpikir jika pedang yang digunakan Jing Yang membuatnya menjadi lebih kuat. Sehingga keduanya berniat mengambil pedang yang digunakan Jing Yang.
”Aura Zirah Naga : Zirah Naga Api!”
Tubuh Jing Yang dipenuh api yang membentuk zirah. Sekarang kekuatan Jing Yang membuat kedua pendekar suci merasa terintimidasi, namun keduanya langsung menyerang Jing Yang dari dua arah.
Tidak ada yang perlu ditakutkan. Itulah yang dipikirkan kedua pendekar suci yang sedang bertarung melawan Jing Yang. Serangan dari berbagai arah yang dilesatkan keduanya dapat Jing Yang tangkis dengan mudah.
“Bagaimana bisa ada anak seperti dia di Kekaisaran Jiang? Aku tidak pernah mendengarnya...”
“Kita hanya perlu membunuhnya! Setelah itu barulah kita menangkap gadis-gadis dari Istana Bunga Persik!”
Jing Yang tersenyum tipis mendengar perkataan kedua pendekar suci didepannya. ‘Aku masih terlalu dini untuk mengetahui kebenaran diantara hitam dan putih, mana yang benar dan mana yang salah. Setidaknya saat ini aku merasa tindakan yang dilakukan oleh orang-orang dihadapanku ini adalah kesalahan.’
Ketika Jing Yang hendak mengayunkan pedangnya. Roh Sang Hitam memberitahu sesuatu pada Jing Yang. ‘Anak manusia. Gunakan Zirah Naga Kegelapan ketika kau membunuh pendekar suci, kemudian serap aura tubuh mereka, lalu olah menjadi Aura Naga Kegelapan.’
“Baik, Guru.” Jing Yang tersenyum tipis dan mengayunkan pedangnya. Tebasannya membentuk tiga cakar harimau yang berbenturan dengan kedua pedang.
Dalam satu kali gerakannya, Jing Yang membunuh keduanya ketika dia menggunakan dua jurus pedangnya.
“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Kegelapan!”
__ADS_1
Aura hitam pekat menyelimuti tubuh Jing Yang. Sementara itu di mata kiri Jing Yang terlihat aura berwarna ungu dan kilatan petir-petir kecil yang mengelilinginya.
“Yang‘er! Ambil uang di kantong mereka! Kita bisa gunakan ini untuk membeli daging!”
Seketika Murong Qiaomi, Murong Liuyu, Chi Rong, Hua Ying, Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei tersentak kaget. Sementara itu Jing Yang mengikuti perintah Ye Xiaoya yang membuat Murong Qiaomi dan Murong Liuyu tidak dapat menahan tawanya.
‘Anak manusia! Guru manusiamu itu benar-benar menarik! Mataku tidak salah ketika pertama kali melihatnya!’ Roh Sang Hitam tertawa terbahak-bahak di alam bawah sadar Jing Yang.
“Saudari Qiaomi! Jangan alihkan pandanganmu!” Yan Kang menebaskan pedangnya yang dialiri tenaga dalam ke arah Murong Qiaomi.
“Aku hanya ingin menatap pemuda disana. Lagipula dia memiliki sifat yang baik hati, mata kirinya yang terluka itu membuat kesan ketampanannya semakin terlihat. Jangan-jangan kau cemburu karena aku tidak terlalu tertarik bertarung melawanmu.” Murong Qiaomi sengaja menyinggung soal masa lalu saat Yan Kang pernah menyatakan perasaan kepada dirinya.
“Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku! Tunduk padaku!”
Yan Kang semakin menggila karena terpancing perkataan Murong Qiaomi. Pertarungan keduanya membuat kerusakan yang besar di hutan belantara itu.
“Aku bisa merasakan kegelapan yang menyelubungi tubuhku.” Jing Yang menyerap aura dari kedua pendekar suci yang baru saja dia bunuh.
‘Bagus. Olah menjadi Aura Naga Kegelapan dan jangan sampai dirimu termakan oleh kegelapan itu sendiri.’ Roh Sang Hitam memberi arahan di alam bawah sadar Jing Yang. ‘Guru manusiamu itu menggunakan dua pedang biasa. Kualitasnya biasa saja, hanya saja dia sangat mahir dalam menggunakan pedang dan mengontrol auranya...’
Jing Yang terkejut mendengar perkataan Roh Sang Hitam. Tak lama nafsu membunuh yang begitu besar terasa di belakangnya.
“Kau membunuh kedua pendekar kembar dari Gunung Pedang Tunggal! Kau terlalu bodoh karena melemahkan penjagaanmu!”
Pria yang mengamati Jing Yang bertarung langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat. Tetapi pria itu tidak mengetahui jika Jing Yang dengan sengaja menurunkan penjagaannya.
Tangan Jing Yang secara refleks menarik pedangnya pelan.
Gravitasi di sekitar Jing Yang menjadi berat. Pedang yang hampir menyentuh lehernya berhenti. Tangan Jing Yang dengan cepat mengayunkan pedangnya sambil melepaskan aura tubuhnya, “Aura Naga Kegelapan!”
__ADS_1