Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 152 : Turnamen Pendekar Muda


__ADS_3

“Seni Napas Dewi Naga Es!” Xue Bingyue menarik napas panjang dalam satu kali tarikan napasnya. Dia tidak mengeluarkan Pedang Salju Suxue, melainkan mengayunkan tangannya.


Terlihat butiran es berputar disekitarnya, secara perlahan butiran es tersebut berubah bentuk menjadi jarum-jarum es yang dingin.


Keempat lawan Xue Bingyue seluruhnya adalah laki-laki, mereka berempat sama sekali tidak berkutik menghadapi jarum-jarum es yang menusuk sekujur tubuh mereka.


Melihat lawan-lawannya kesulitan bergerak, Xue Bingyue membentuk delapan pedang es dan langsung mengendalikannya.


Para tamu undangan terpukau melihat pertarungan Xue Bingyue, karena bagaimanapun gadis cantik itu sama sekali tidak bergerak sedikitpun dari tempat berdirinya.


Selain itu kemampuan Xue Bingyue dalam mengontrol dan memanipulasi aura tubuh membuat para penonton berdecak kagum.


Xue Bingyue mengakhiri kemenangan pertamanya dengan satu kali ancaman pada keempat lawannya, dimana delapan pedang es menyentuh leher semua lawannya. Setelah itu Tian Taohua mengangkat tangan kanannya dan mengumumkan Xue Bingyue sebagai pemenangnya.


“Pemenangnya Xue Bingyue dari Istana Bulan Biru!” Tian Taohua sendiri kagum dengan kemampuan Xue Bingyue, karena bagaimanapun gadis cantik itu memiliki potensi yang sama bahkan melebihi Xue Rong jenius termuda di Kekaisaran Yin.


Di arena lapangan pertandingan yang lain terlihat Xue Que dapat mengatasi lawannya tanpa kesulitan berarti. Berbeda dengan Xue Bingyue yang bertarung dengan anggun, Xue Que lebih banyak bergerak dan mengintimidasi lawan-lawannya dengan permainan pedangnya yang agresif.


Xue Que keluar sebagai pemenang bersamaan dengan Yin Feng yang juga dapat mengatasi lawan-lawannya di arena lapangan pertandingan kelima.


Walau berlatih di bawah arahan Jing Yang, Yin Feng menggunakan tombak sebagai senjatanya dan bukan pedang yang merupakan senjata andalan Jing Yang.


Yin Feng menggunakan jurus yang dia latih saat berlatih bersama Jing Yang selama beberapa hari ini. Putaran tombak yang menciptakan pusaran api berhasil mengalahkan keempat lawannya yang semuanya merupakan pendekar tingkat dua.


Tian Taohua melihat jika Turnamen Pendekar Muda kali ini banyak pendekar muda yang berbakat. Xue Bingyue dan Xue Que merupakan jenius muda terbaik baginya di tahun ini, tetapi perhatian Tian Taohua juga tertuju pada murid Kang Taoji.

__ADS_1


Murid Kang Taoji yang merupakan seorang pendekar muda berumur enam belas tahun itu baru mencapai pendekar suci. Dan itu merupakan pencapaian hebat di dunia persilatan Kekaisaran Yin.


Seorang pemuda dengan luka di mata kiri itu memenangkan pertandingan dengan mudah, tanpa kesulitan yang berarti. Pedang putih yang tersarung rapi di pinggangnya tidak dia tarik, melainkan pemuda itu menggunakan ranting pohon sebagai senjatanya dan tentu saja hal yang dilakukannya sangat menarik perhatian.


Jing Yang juga melihat bagaimana pertarungan yang dilakukan pemuda itu, terlihat dari gerakannya, jelas pemuda itu merupakan murid Kung Taoji. Karena bagaimanapun Jing Yang telah merasakannya sendiri bagaimana rasanya bertarung melawan Kung Taoji.


Turnamen Pendekar Muda berbeda dengan Turnamen Sembilan Naga, pada dasarnya banyak peserta yang membanggakan diri. Namun tidak dengan Xue Bingyue, terlebih Jing Yang yang telah mencapai pendekar agung dan merasakan kekuatan pendekar bumi bahkan berulang kali membunuh pendekar bumi, dia tetap bersikap rendah hati dan merunduk.


Seperti yang dikatakan Roh Sang Hitam kepadanya, Jing Yang mengambil pelajaran dari filosofi padi. Padi semakin berisi, maka semakin merunduk. Manusia tidak boleh bersikap sombong apalagi merendahkan orang lain tanpa kita ketahui latar belakang orang yang direndahkan dan siapa orang itu sebenarnya.


Sifat Jing Yang yang seperti ini berulang kali menarik perhatian perempuan, dan Xue Rong sendiri mengaguminya dalam diam.


Mata Jing Yang kembali menatap Xue Bingyue yang menjauhi setiap laki-laki yang mendekatinya. Gadis cantik itu sekarang sedang berjalan memasuki arena pertandingan.


Kali ini Xue Bingyue bertanding di lapangan pertandingan kedua. Lawannya kali ini kebanyakan pendekar muda dari sekte menengah. Xue Bingyue menunggu arahan dari Tian Taohua yang memimpin jalannya pertandingan.


Pertandingan Xue Bingyue tidak pernah membuat Jing Yang bosan, walau di lapangan pertandingan ketiga terlihat Tian Yuan memamerkan kemampuannya dengan memberikan luka fatal pada setiap lawannya. Dia lebih menyukai setiap pertandingan yang dilakoni Xue Bingyue.


Banyak penonton yang merupakan seorang pendekar berkemampuan tinggi menyadari sifat Tian Yuan, namun tidak dengan para perempuan yang tergila-gila pada pemuda itu.


Rata-rata pendekar muda yang mengikuti Turnamen Pendekar Muda memamerkan segenap kemampuan mereka demi menarik perhatian. Walau kebanyakan pendekar muda yang belum pernah merasakan rasanya membunuh orang. Tetapi mereka bertindak seolah-olah sudah menceburkan tangan pada noda darah.


Tian Taohua menatap tajam Tian Yuan, bagaimana Tian Yuan berbeda dengan dirinya. Anak pertamanya itu merupakan murid dari Tetua Bumi, Wu Taofan. Dan itu membuat Tian Taohua merasa Wu Taofan telah mencuci otak anaknya dan dia sering kali merasa gagal sebagai orang tua Tian Yuan.


Semenjak Tian Yuan berlatih di bawah bimbingan Wu Taofan, sifatnya berubah. Tian Taohua bisa merasakan jika anaknya telah melanggar apa yang dia ajarkan sebagai orang tuanya, tetapi Tian Taohua tidak sampai hati membunuh anak pertamanya.

__ADS_1


Babak penyisihan Turnamen Pendekar Muda berlalu dengan cepat hingga menyisakan enam belas peserta.


Tian Taohua menatap tajam Wu Taofan yang berbincang dengan salah satu pendekar dari sekte lain. Tak lama dia melepaskan aura tubuhnya menciptakan bunga-bunga yang membentuk enam belas nama peserta dan urutan pertandingan Turnamen Pendekar Muda.


Xue Bingyue mendapatkan giliran pertama dan melawan seorang pendekar muda dari sekte menengah.


Tian Taohua memanggil dua nama peserta pertama yang akan bertanding di pertandingan pembuka babak enam belas besar Turnamen Pendekar Muda.


Xue Bingyue maju ke depan, lawannya kali ini merupakan seorang pendekar raja. Walau ditatap rendah oleh lawannya, Xue Bingyue memberi hormat pada lawannya itu. Bagaimanapun dari segi usia, Xue Bingyue lebih muda tiga tahun.


“Baiklah, pertandingan pertama babak enam belas besar Turnamen Pendekar Muda...” Tian Taohua menatap Xue Bingyue dan pemuda yang sudah melepaskan aura pembunuhnya, “Dimulai!”


Xue Bingyue memanipulasi aura pembunuhnya menjadi hawa dingin, dengan satu gerakan tipuan, Xue Bingyue berhasil mendaratkan puluhan tapak pada tubuh pemuda yang menjadi lawannya.


Pendekar muda yang menjadi Xue Bingyue langsung bergerak dengan kecepatan tinggi setelah aba-aba pertandingan, Xue Bingyue memanfaatkan ketidaksabaran lawannya.


Saat keduanya bertukar lima jurus, Xue Bingyue terlihat lebih unggul karena bagaimanapun gadis cantik ini merupakan seorang pendekar pedang. Dan sampai sekarang, Xue Bingyue belum menarik pedangnya. Itu merupakan bukti jika Xue Bingyue juga mahir dalam pertarungan tangan kosong.


Xue Bingyue mengakhiri pertandingan pertama babak enam belas besar Turnamen Pendekar Muda dengan pukulan tapak tangannya.


Tubuh lawan Xue Bingyue membeku hingga akhirnya lawannya itu menjerit dan mengaku kalah. Xue Bingyue memejamkan matanya dengan tenang saat Tian Taohua mengangkat tangannya.


“Pemenangnya Xue Bingyue dari Istana Bulan Biru!” Seketika para penonton memberikan tepuk tangan yang meriah pada Xue Bingyue atas penampilannya yang tetap terlihat anggun di tengah terik panas matahari.


___

__ADS_1


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.


__ADS_2