Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 171 : Kabut Buas


__ADS_3

“Junior Yang, sepertinya aku tidak bisa mengatakan apapun lagi. Tetapi, aku harap kamu dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan semoga semua keinginanmu dalam satu tahun ini bisa terpenuhi.”


Beberapa bulan telah berlalu, dan kini Jing Yang telah menginjak usia tiga belas tahun dan tentunya dia telah menembus pendekar bumi.


“Sejujurnya aku tidak terlalu peduli tentang bertambahnya umurku. Tetapi aku akan mengembalikan ingatan Yueyue secepatnya, aku tidak bisa menunggu sampai tahun depan atau beberapa tahun lagi.” Jing Yang telah membulatkan tekadnya.


Dalam genggaman tangannya terdapat secarik kertas yang diberikan Salju Dendam yang tak lain adalah Xue Qinghua. Setelah membacanya secara seksama, Jing Yang bergegas menuju tempat yang dimaksud Xue Qinghua.


“Senior Rong, kita pergi sekarang. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.” Jing Yang berkata sambil berjalan mendekati sungai tempat Xue Rong berendam.


“Bersabarlah sebentar.” Xue Rong menjawab dengan sedikit kesal sambil mengakhiri mandi paginya lebih cepat dari biasanya.


____


Jing Yang dan Xue Rong menatap kabut yang menghalangi jarak pandang mereka berdua cukup lama. Keduanya segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju lokasi tempat pertemuan dengan Xue Qinghua.


“Bahkan dengan Tanda Mata Naga sekalipun, aku masih tidak bisa menemukan tempat yang dimaksud Nenek.” Jing Yang mendecakkan lidahnya karena sekarang dirinya terjebak dalam kabut tak berarah bersama Xue Rong.


“Selain itu, aku merasakan hawa keberadaan Binatang Iblis dan Hewan Buas...” Xue Rong menanggapi perkataan Jing Yang sambil melepaskan hawa dingin yang mencekam, “Sepertinya kita berdua terkepung, Junior Yang.”


Jing Yang memejamkan matanya dan mencoba memperluas jangkauan aura tubuhnya. Selang beberapa detik, Jing Yang membuka matanya dan melepaskan Tanda Mata Naga dengan kekuatan tinggi.


“Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk mencobanya...” Jing Yang tersenyum tipis sebelum mulutnya mendesis disertai aura berwarna hijau muda yang mengelilingi tubuhnya.


Xue Rong memperhatikan Jing Yang dengan seksama, dia bisa merasa jika hembusan angin yang dipenuhi tenaga dalam berasal dari pemuda tersebut.

__ADS_1


Saat hawa membunuh dari puluhan Binatang Iblis ataupun Hewan Buas mendekat, Jing Yang menghembuskan napasnya dari mulut. Seketika kabut yang menutupi pandangan mereka menghilang.


“Raungan Naga Angin!” Tanpa basa-basi lagi, Jing Yang menarik Pedang Gravitasi dan melepaskan energi pedang yang menekan pergerakan puluhan Binatang Iblis ataupun Hewan Buas.


Xue Rong yang menyadari rencana Jing Yang segera melepaskan hawa dingin dalam jumlah besar dan membekukan Binatang Iblis ataupun Hewan Buas disekitarnya.


“Membekulah!”


Jing Yang tersenyum tipis begitu juga dengan Xue Rong. Keduanya segera melanjutkan perjalanan menuju tempat Xue Qinghua setelah mengatasi Binatang Iblis dan Hewan Buas.


“Junior Yang, bersabarlah sebentar. Aku akan mengambil sumber daya dari buruan kita.” Xue Rong membekukan Permata Iblis dan Mutiara Roh Hewan menggunakan kekuatannya, lalu menaruh Permata Iblis dan Mutiara Roh Hewan ke dalam Cincin Dewa.


Jing Yang memperhatikan Xue Rong cukup lama sebelum akhirnya dia merasakan rasa haus darah yang memenuhi sekitarnya.


‘Yang benar saja...’ Mata Jing Yang melihat dari kejauhan muncul gerombolan Binatang Iblis Tahap Bumi.


Situasi yang benar-benar tidak terduga dan tidak pernah Jing Yang bayangkan sebelumnya. Layaknya Gelombang Hewan Buas, Jing Yang dan Xue Rong menahan amukan Binatang Iblis dan Hewan Buas yang menyerang mereka berdua dari segala arah.


Jing Yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat sejauh mana perkembangannya. Pedang Gravitasi yang dia genggam kini tersarung rapi. Jing Yang melepaskan aura tubuhnya sebelum menggunakan kekuatan gravitasi yang berasal dari Yue Wang.


Jing Yang tersenyum tipis karena tidak menyangka dirinya kini dapat menggunakan kekuatan dari Yue Wang lebih sempurna dari sebelumnya.


Saat gerombolan Hewan Buas mendekat, Jing Yang menekan pergerakan mereka. Dalam kurun waktu satu menit, Jing Yang sudah melapisi kedua tangannya dengan api yang memadat.


Ledakan keras terdengar saat kedua kepalan tangan Jing Yang berbenturan dengan kepala Binatang Iblis.

__ADS_1


Xue Rong terpana melihat kemampuan Jing Yang yang berkembang pesat, terlebih telah mencapai pendekar bumi diusia yang begitu muda yakni tiga belas tahun.


‘Badai Salju!’ Sama seperti Jing Yang yang telah melakukan penyerangan, Xue Rong juga melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah yang cukup besar hingga menciptakan badai salju yang menghempaskan tubuh Binatang Iblis dan Hewan Buas.


Xue Rong tidak tinggal diam saat Jing Yang memperlihatkan beberapa jurus barunya. Gelombang Hewan Buas yang menyergap mereka berdua perlahan menjadi pertarungan berat sebelah.


Jing Yang dan Xue Rong sama-sama memperagakan satu demi satu teknik baru mereka pada Hewan Buas yang berdatangan.


Jing Yang diam ditempat saat sekitar lima puluh Hewan Buas mendekatinya.


Dengan mengendalikan gravitasi disekitarnya, tanah yang dipijak lima puluh Hewan Buas melayang diudara. Jing Yang dengan lihai mengendalikan kemampuan gravitasi milik Yue Wang.


“Senior Rong!” Jing Yang memberi tanda pada Xue Rong untuk membekukan tubuh lima puluh Hewan Buas yang melayang diudara.


Xue Rong tersenyum melihat Jing Yang dan melepaskan hawa dingin berjumlah besar sebelum mengarahkan aura tubuhnya keatas.


“Membekulah!” Seketika tubuh lima puluh Hewan Buas membeku.


Jing Yang mengakhiri nyawa kelima puluh Hewan Buas dengan satu tarikan Pedang Gravitasi, Yue Wang.


Ceceran darah memenuhi udara, namun tidak ada yang mengenai badan Jing Yang maupun Xue Rong.


“Junior Yang.” Xue Rong mendekati Jing Yang sambil melepaskan aura pembunuh kearah gerombolan Hewan Buas yang maish terus berdatangan.


Jing Yang mengangguk pelan sebelum kembali bergerak seirama dengan Xue Rong melancarkan serangan pada Hewan Buas.

__ADS_1


Kombinasi api dan es memenuhi pertarungan keduanya. Jing Yang dan Xue Rong tersenyum seolah-olah menikmati pertarungan mereka menghadapi amukan Hewan Buas maulan Binatang Iblis.


__ADS_2