Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 236 - Menara Harta Naga


__ADS_3

Sementara Xue Bingyue dan Shen Mi mengobrol tentang perasaan seorang perempuan, Jing Yang menegaskan kepada Xue Lihua agar tidak bersikeras untuk melatih diri menjadi seorang pendekar ataupun ikut dalam pertempuran.


“Saat di aula pertemuan bukankah kita sudah membicarakan ini Senior Lihua?” Jing Yang menatap tajam Xue Lihua.


“Walaupun aku menyetujuinya, tetapi aku masih ingin kembali menjadi seorang pendekar. Setidaknya aku ingin mati di medan perang.” Sungguh pemikiran yang gila. Jing Yang menatap Xue Lihua tidak percaya.


“Senior Lihua, apa kau masih ingin menjadi seorang pendekar?” Jing Yang tiba-tiba bertanya setelah tidak percaya mendengar ucapan Xue Lihua.


“Ya, aku sangat menginginkan itu lebih dari apapun. Kau mungkin tidak akan mengetahuinya.” Xue Lihua menatap Jing Yang tajam, “Tetapi ini sangat berarti untukku, Yang Mulia.”


Jing Yang mendecakkan lidahnya mendengar Xue Lihua menyebutnya dengan panggilan Yang Mulia.


“Hentikan panggilan itu, aku menjadi risih mendengarnya.” Ekspresi risih Jing Yang membuat Xue Lihua tertawa lirih.


“Jadi bagaimana cara mengembalikan kelumpuhahan titik meridianku ini, Yang Mulia?” Xue Lihua menggoda Jing Yang dengan senyuman manisnya.


“Itu...” Jing Yang menelan ludah kehabisan kata-kata hingga akhirnya dia beralasan, “Aku akan memberitahu Senior Lihua suatu saat nanti”


Xue Lihua mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jing Yang. Dia sudah menggebu-gebu ingin mengetahui apa yang ingin Jing Yang katakan, namun pada akhirnya Jing Yang justru memberikan jawaban yang membuatnya sedikit marah.


“Apa kau bisa berjanji, Yang Mulia?” Xue Lihua menatap tajam Jing Yang penuh keseriusan, “Aku akan membencimu jika kau membohongiku, Yang Mulia.”


“Hentikan!” Jing Yang berdecak kesal, “Senior Lihua, berhenti memanggilku dengan sebutan Yang Mulia!”


Xue Lihua mengulurkan jarinya dan memberi isyarat kepada Jing Yang untuk membalas uluran jarinya.


“Ya, aku berjanji.” Jing Yang mengatakan itu dengan ekspresi datar membuat Xue Lihua kurang yakin.


“Yang‘er, katakan dengan serius. Aku tidak ingin kau menganggap ini bercanda.”


Mendengar ucapan Xue Lihua membuat Jing Yang mengerutkan keningnya. Dia tidak bercanda dan suatu saat nanti dirinya serius akan mengatakan itu kepada Xue Lihua dan tentu dia akan memikirkan cara untuk mengembalikan kelumpuhahan titik meridian Xue Lihua selain dengan menggunakan Tubuh Raja Neraka secara langsung metode hubungan badan.


“Bercanda? Aku serius ingin membantumu, Senior Lihua. Apa kau membutuhkan bukti?” Jing Yang tiba-tiba menatap Xue Lihua tajam.


Melihat tatapan tajam Jing Yang membuat Xue Lihua mengerti, “Aku percaya padamu. Aku serahkan masa depanku padamu, Yang‘er.”


Xue Lihua mengatakan itu dengan ekspresi menggoda sedangkan Jing Yang santai menanggapinya seolah-olah tidak terlalu peduli dengan apa yang barusan dikatakan Xue Lihua.


Selepas meyakinkan Xue Lihua, Jing Yang segera kembali ke Tebing Kesepian untuk mengajak Xue Bingyue dan Shen Mi kembali ke Kota Xuedong.


Xue Lihua yang mengingat apa yang barusan dia katakan seketika wajahnya merah padam, ‘Aku menyerahkan masa depanku kepada Yang‘er? Bukankah ini sama halnya dengan diriku yang meminta pertanggungjawaban pada seorang bocah? Walaupun dia seorang Kaisar, tetapi dia adalah Yang‘er. Aku harus sadar diri akan perasaan aneh ini.'


Xue Lihua yang awalnya berniat pergi ke Tebing Kesepian justru kembali ke kediamannya untuk membantu beberapa pendekar perempuan dan memberikan arahan kepada mereka.


Sementara itu Jing Yang terkejut saat kembali ke Tebing Kesepian, dirinya menemukan Xue Bingyue dan Shen Mi sedang mengobrol akrab berdua.

__ADS_1


Hingga akhirnya Jing Yang mengajak keduanya kembali ke Kota Xuedong. Jarak antara Pulau Salju Rembulan dan Kota Xuedong sangatlah dekat, tidak butuh waktu lama bagi Xue Bingyue, Sheni Mi serta Jing Yang kembali ke Kota Xuedong.


Dengan menggunakan pedang terbang, Jing Yang mendarat tepat didepan kediaman Shen Mi. Kedatangannya ini disambut oleh Shen Liu dan Shen Ling.


Kedua orang tua Shen Mi itu menyambut kedatangan Jing Yang penuh antusias. Terlebih Jing Yang membawa Xue Bingyue dan Shen Mi.


Melihat Shen Mi yang terlihat akrab dengan Xue Bingyue membuat Shen Liu dan Ling senyum-senyum sendiri. Seolah-olah Xue Bingyue sudah memberi akses pada Shen Mi untuk lebih dekat dengan Jing Yang.


Berulang kali Shen Ling menceritakan kepada Jing Yang tentang perasaan anak perempuannya. Jing Yang sendiri bingung harus menjawab apa. Kode yang diberikan Shen Ling membuatnya tersenyum terpaksa dan tersedak tidak percaya.


Shen Ling mengizinkan Jing Yang untuk menjadikan Shen Mi sebagai salah satu selirnya jika pemuda itu telah menginjak usia tujuh belas tahun. Bukan hanya Shen Ling saja yang mengatakan itu, namun Shen Liu mendukung perkataan istrinya tersebut.


Jing Yang tidak dapat menjawab apapun selain mendengar perkataan Shen Ling dan Shen Liu. Hingga akhirnya Shen Mi membawa dirinya menjauh dari kedua orangtuanya dan berakhir di sebuah bangunan yang memiliki dua lantai.


Bangunan ini sangat sederhana karena dibangun disamping Rumah Lima Warna yang memiliki lima lantai. Sebuah papan bertuliskan Menara Harta Naga terpampang jelas.


Shen Mi sudah menceritakan kepada Jing Yang jika Menara Harta Naga menjual berbagai macam sumber daya dan pil-pil berharga.


Jing Yang melihat banyak pekerja wanita yang ada di Menara Harta Naga, mulai dari pelayan sampai peramu. Melihat kesungguhan Shen Mi dalam mewujudkan impian kecilnya tentu membuat Jing Yang terharu.


Tidak sampai hati Jing Yang melukai perasaan Shen Mi. Tanpa sadar Shen Mi membawa dirinya bersama Xue Bingyue memasuki bangunan yang memiliki dua lantai tersebut.


Didalam sana Jing Yang terkejut melihat Lin Fan sedang memeluk Yan Hexia. Shen Mi lupa mengatakan kepada Jing Yang jika ada perubahan selama satu tahun ini.


“Paman Fang dibunuh oleh pendekar misterius dari Tiga Tengkorak Abadi. Aku berniat menyembunyikan ini tetapi sepertinya tidak bisa. Maaf, Kaisar Yang aku adalah perempuan yang buruk. Aku lemah dan tidak berguna. Semua ini salahku, sehingga Paman Fang mati.” Tiba-tiba Shen Mi menangis karena melihat Lin Fan. Memang setiap kali melihat Lin Fan, Shen Mi selalu dipenuhi rasa bersalah.


Lin Fan segera menghampiri Jing Yang dan memberi hormat, “Salam hormat, Yang Mulia. Selamat atas keberhasilan anda, semoga saja anda tidak melupakan hamba.”


Jing Yang menelan ludah tidak percaya dengan sikap Lin Fan yang sangat sopan. Dia risih saat orang-orang memanggilnya Yang Mulia.


“Salam hormat Yang Mulia. Aku sudah mendengar kehebatan anda saat menghentikan rencana jahat Gunung Pedang Tunggal, Istana Naga Api dan Pedang Tiga Raja. Itu sungguh cerita yang luar biasa.” Kini giliran Yan Hexia yang membungkuk dan memberi hormat padanya sambil berkata demikian.


“Hentikan kalian berdua. Aku masih mengingatmu, Lin Fan. Aku tidak menyangka kau telah menikah sekarang.” Jing Yang menghela nafas panjang.


Saat disinggung soal pernikahan, Lin Fan berkeringat dingin. Melihat ekspresi ini tentu Jing Yang menatapnya tajam.


“Maaf Yang Mulia, tentang kematian Ayahku, semua itu murni karena kesalahan kami, pendekar yang telah dipekerjakan Nona Shen. Malam itu, kami tidak menyangka ada pendekar misterius yang memiliki kemampuan memanipulasi api. Dia menculik Nona Shen dan mencari keberadaan Yang Mulia...”


Jing Yang mengerutkan keningnya setelah mendengar pengakuan Lin Fan tentang kematian Lin Fang. Disampingnya terdengar Shen Mi menangis tersedu-sedu.


Jing Yang bisa melihat Shen Mi menyembunyikan perasaan bersalahnya selama ini, Jing Yang mengelus kepala Shen Mi disamping Xue Bingyue yang memeluk tubuh gadis itu.


“Sheh Mi, kenapa kau tidak menceritakan padaku tentang masalah ini?” Jing Yang sebenarnya sekarang dipenuhi rasa bersalah dan kemarahan, namun dirinya bersikap hangat dan lembut saat berkata demikian kepada Shen Mi.


“Aku takut dirimu akan pergi jika aku menceritakan ini, Kaisar Yang.” Shen Mi tidak berani menatap Jing Yang, gadis ini dipenuhi ketakutan dan perasaan bersalah.

__ADS_1


Lin Fan juga terlihat demikian sama halnya dengan Yan Hexia. Melihat ini seketika Jing Yang memejamkan matanya dan mengatur aliran nafasnya untuk meredam emosinya.


Seluruh pelayan dan pengunjung Menara Harta Naga keluar setelah mengetahui keberadaan Jing Yang dan Shen Mi. Terlebih situasi sekarang terlihat kurang hangat.


“Yang Mulia, pendekar misterius mengatakan pada kami...”


Lin Fan menelan ludah sebelum membuka suara mengikuti kata-kata yang diucapkan pendekar misterius sang pembunuh Lin Fang.


“Jing Yang, jika kau ingin membalaskan kematian salah satu bawahan orang terdekatmu, temuilah aku di Kekaisaran Qing. Disana kau akan menemukan Ye Xiaoya, jika kau ingin perempuan ini selamat, maka ikuti kata-kataku ini. Serahkan Pedang Raja Neraka kepadaku termasuk dirimu itu.”


Jing Yang memudarkan tatapan hangatnya dan menatap kosong Lin Fan.


“Apa pendekar itu tidak mengatakan apapun selain itu?” Jing Yang bertanya.


Lin Fan dengan bibir gemetar menjawab, “Kalau tidak salah dia mengatakan dirinya berasal dari Tiga Tengkorak Abadi dan nama pendekar itu adalah Xiaofan.”


“Tiga Tengkorak Abadi?”


Kembali lagi nama ini membuat Jing Yang tanpa sadar melepaskan hawa membunuh yang pekat. Selain mencoba menculik Xue Bingyue dan memanfaatkan Tubuh Yin, kelompok ini telah melukai Xue Lihua, Chi Rong dan Fan Liwei.


Selain itu Lin Fang juga berakhir ditangan salah satu anggota Tiga Tengkorak Abadi karena mencoba menyelamatkan Shen Mi. Dan yang lebih mengejutkan dirinya sekaligus membuatnya merasa marah adalah sosok Ye Xiaoya yang terdengar menjadi tawanan Tiga Tengkorak Abadi.


Saat Jing Yang sedang mengatasi masalah dunia persilatan Kekaisaran Jiang yang dipenuhi pergejolakan, musuh baru yang lebih kuat muncul bahkan saat dirinya belum menuntaskan dendamnya menghabisi Pulau Iblis Tengkorak.


‘Setelah aku memastikan Pulau Iblis Tengkorak binasa, selanjutnya adalah kalian, Tiga Tengkorak Abadi!' Batin Jing Yang dipenuhi kemarahan yang luar biasa.


____


Aku mau nanya nih teman-teman yang masih setia baca novelku. Aku bersyukur banget karena setelah Hiatus dan kembali nulis, kalian masih sabar dan setia menunggu DWP update.


Jujur alur DWP yang sekarang berbeda dari yang pertama aku bikin karena lama gak nulis.


Niatnya pengin bikin MC yang setia sama satu pasangan, tetapi karena tahun lalu juga iseng isi waktu luang nunggu panggilan kerja karena akunya baru lulus SMK akhirnya aku ngetik Legenda Takdir Ilahi yang genrenya Harem. Dan sekarang tanpa sadar DWP menjurus ke sana, Kaisar Harem.


Ini pertanyaanku untuk kalian, syukur dijawab.


Setelah Dragon Warrior Pair tamat, langsung lanjut Sekuel ke- 2 DWP atau lanjut Legenda Takdir Ilahi?


Jujur aja banyak yang komen, Kapan LTI up?


Sekarang aku gak bisa ngetik 2 novel sekaligus, 1 novel aja susah buat Crazy Up apalagi 2.


Oh, iya, misal kalian kebanyakan dari kalian pilih sekuel ke DWP, nanti judulnya dirubah karena novel itu gak menceritakan tentang lahirnya Pasangan Pendekar Naga, melainkan lahirnya Kaisar Harem eh Naga dengan judul baru (Way of Immortal Dragon)


Sekian, komen ya di kolom komentar, Author butuh masukan membangun biar dapat ide nulis lagi.

__ADS_1


__ADS_2