
Chu Yui terbang rendah dan berdiri dihadapan Jing Yang sambil tersenyum, “Tikus kecil, setelah semua ini selesai datanglah ke Penginapan Teratai, aku akan menunggumu diruangan pribadiku jika tidak ingin identitasmu terbongkar.”
Bisikan Chu Yui membuat wajah Jing Yang berkeringat dingin, Jing Yang hanya mengangguk sebelum akhirnya pria yang bersama Chu Yui berdiri dihadapannya sambil melepaskan aura pembunuh.
“Aku Tetua Iblis Pedang akan mengakhiri nyawamu bocah!” Pria bernama Kai Fuxue yang dikenal sebagai Tetua Iblis Pedang ini gemar bergonta-ganti pasangan, selain itu dia selalu memanggil beberapa perempuan ke tempat tinggalnya di Rongma untuk menyenangkannya.
“Baiklah, kalau begitu kalian berdua bisa saling membunuh sampai mati.” Chu Yui menjentikkan jarinya.
Kai Fuxue bergerak dengan kecepatan tinggi kearah Jing Yang, sebelum Kai Fuxue melayangkan pukulan ke wajah Jing Yang tubuhnya sudah menyentuh tanah terutama bibirnya yang mencium tanah hingga berdarah.
Jing Yang melepaskan tendangan secepat kilat dan bertenaga, mata Chu Yui melebar mengetahui kemampuan Jing Yang diatas Kai Fuxue. Terlebih dirinya yang sudah dipuncak Pendekar Langit juga dibawahnya.
‘Siapa bocah ini?’ Chu Yui menajamkan matanya sebelum memberikan tepuk tangan kepada Jing Yang yang berhasil membuat Kai Fuxue tidak sadarkan diri dengan satu kali tendangan.
“Siapa bocah itu? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya?”
“Tidak mungkin- Dia mengalahkan Tuan Kai dengan satu kali tendangan!”
“Apa dia bisa membantu kita? Katakan padaku apa dia bisa membebaskan kita?”
Chu Yui tersenyum tipis sebelum menarik nafas panjang dan berteriak, “Sesuai janjiku! Aku tidak akan memberikan Nona Quin kepada Patriark Ho Xing! Sebagai gantinya, Patriark Ho Xing memintaku melayaninya!”
Memang Chu Yui merupakan anggota Lentera Iblis Tunggal, namun wanita itu bisa dibilang paling banyak membantu dibandingkan menyiksa. Mendengar Chu Yui mengorbankan dirinya membuat penduduk asli Rongma merasa tidak enak.
Jing Yang menatap dingin Chu Yui dan berkata, “Rongma adalah wilayah kekuasaanku! Aku, Kaisar Jiang akan menebus dosa pendahuluku!”
Seluruh penduduk melebar matanya mendengar pengakuan Jing Yang. Tatapan mereka berubah menjadi menatap Jing Yang penuh kebencian.
Kong Gonsu yang mendatangi tempat Kai Fuxue dikejutkan dengan ucapan Jing Yang dan tidak menyadari apa yang terjadi pada Kai Fuxue.
“Bocah! Beraninya kau menyusup ke Rongma!” Kai Fuxue hendak melepaskan sebuah pukulan namun Fan Ziwei muncul bersama Mei Hua dan Qiao Xi.
Pukulan Kai Fuxue ditangkis Fan Ziwei dengan tapak tangan yang gemulai. Fan Ziwei melepaskan sejumlah tapak pada Kai Fuxue sedangkan Mei Hua dan Qiao Xi sama-sama melepaskan tebasan pedang mereka.
__ADS_1
“Yang‘er, mencari informasi adalah hal terpenting. Kau melupakan itu.” Fan Ziwei menegur tindakan Jing Yang.
“Aku sudah mengumpulkan informasi. Hanya saja aku tidak tahu cara menyelesaikan masalah ini. Aku pikir jika aku mengusir orang-orang dari Ma, maka aku akan membebaskan Rongma. Aku akan membuat Rongma menjadi tempat yang subur dan makmur seperti dulu.” Ucapan Jing Yang membuat para penduduk asli Rongma melebar matanya. Terkejut dan tergugah itulah yang mereka rasakan.
Chu Yui tertawa pelan setelah mengetahui identitas Jing Yang, “Aku mendengar rumit tentang dirimu. Ternyata kau seorang bocah polos yang jujur. Tidak buruk juga, kau sesuai dengan tipe pria idamanku. Tetapi sangat disayangkan kau tetaplah seorang bocah.”
Chu Yui hendak menyerang Fan Ziwei namun ditahan Jing Yang. Xue Bingyue muncul beberapa saat setelah Jing Yang dan Chu Yui melakukan pertukaran singkat.
“Ini semakin menarik! Baiklah, aku akan meladeni kalian semua!” Chu Yui melepaskan aura pembunuh dan menatap dingin Jing Yang tidak menunjukkan ketakutannya sedikitpun.
Kong Gonsu mengerutkan keningnya melihat Chu Yui yang memanggil seluruh prajurit militer Kekaisaran Ma. Kurang lebih ada sekitar lima ratus prajurit militer Kekaisaran Ma yang berkumpul di Rongma.
Jing Yang justru tersenyum lebar saat mengetahui prajurit militer Kekaisaran Ma mengepung dirinya. Para penduduk asli Rongma berlarian menjauh dari bangunan megah.
“Lima ratus orang. Ini lebih mudah.” Jing Yang membentuk lima ratus pedang tak kasat mata. Setelah dia berniat menghabisi seluruh prajurit militer Kekaisaran Ma, Jing Yang menyadari kondisinya belum pulih akibat semalam.
‘Separah ini? Aku tidak menyangka membantu mereka sangat menguras tenagaku!’ Jing Yang menjentikkan jarinya dan membunuh lima ratus prajurit militer Kekaisaran Ma dalam sekejap.
Mata Fan Ziwei, Mei Hua dan Qiao Xi melebar. Ketiganya memang telah mengetahui Jing Yang merupakan sosok terkuat di Lentera Naga Fajar, tetapi kemampuannya tetaplah tidak wajar.
“Tetua Yui! Aku sudah mencium aroma pengkhianatan darimu semenjak kau bergabung dengan Lentera Iblis Tunggal. Katakan padaku, tujuanmu mendekati Patriark Ho Xing karena ingin membunuh Tang Mu bukan?” Kong Gonsu berteriak lantang kepada Chu Yui.
“Seperti perkataanmu, Saudara Kong. Aku selalu menduga, kau adalah sisa-sisa dari Istana Api Timur yang telah binasa karena perbuatan beliau. Kemampuanmu api dan tindakanmu terlalu mencurigakan. Aku sudah curiga, tetapi aku tidak memberitahu pada yang lainnya karena berharap bisa menikmati tubuhmu itu.” Kai Fuxue merasa dirinya berhasil memojokkan Chu Yui dan melupakan keberadaan Jing Yang.
“Tetapi sangat disayangkan. Aku sudah bersumpah akan memberikan tubuh dan hatiku pada orang yang bisa membunuh Tang Mu. Dan orang itu tentu bukan dirimu.” Chu Yui tertawa mengejek.
Kai Fuxue menyeringai lebar, “Prajurit! Kepung mereka-” Teriakan Kai Fuxue terhenti karena suara tawa lantang Chu Yui.
“Prajurit? Apa kau sudah gila? Dia membunuh mereka semua!” Chu Yui menggelengkan kepalanya dan menatap rendah Kai Fuxue.
“Kau! Aku akan membunuhmu!” Kai Fuxue melesat dengan kecepatan tinggi kearah Chu Yui namun Xue Bingyue menahannya.
“Anggap saja ini adalah latihan kalian. Saudari Mei, Saudari Qiao, kalian berdua bisa melawan perempuan ini.” Jing Yang menunjuk Chu Yui.
__ADS_1
“Bocah, apa kau akan membunuhku?” Chu Yui bertanya dan tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.
“Aku tidak memiliki alasan untuk membunuhmu. Lagipula mereka tidak sanggup membunuhmu.” Jing Yang memperhatikan mayat yang berserakan dan menghela nafas ringan, “Apa aku berlebihan?”
Jing Yang membereskan mayat prajurit militer Kekaisaran Ma menggunakan api hitam. Seluruh penduduk Rongma berjongkok dan memberi hormat padanya.
“Bocah yang menarik...” Chu Yui tersenyum memperhatikan Jing Yang saat Mei Hua da Qiao Xi berdiri dihadapannya.
“Senior, tolong jangan menahan diri!” Mei Hua mendekati Chu Yui dan melepaskan sejumlah tebasan yang penuh akan tenaga dalam.
Chu Yui melepaskan aura pembunuh yang membuat pergerakan Mei Hua kaku. Setelah itu Chu Yui menangkis tebasan pedang itu dengan telapak tangannya.
“Kalian berdua memang berbakat, jika tidak berada dalam satu generasi dengan dua bocah mengerikan itu.” Chu Yui menyinggung kemampuan Jing Yang dan Xue Bingyue yang menurutnya tidak wajar.
Qiao Xi sendiri sudah bersiap melepaskan satu tebasan yang bertenaga, namun sama halnya dengan Mei Hua, serangan Qiao Xi tidak berarti dihadapan Chu Yui.
Chu Yui tidak butuh waktu lama untuk mengalahkan Mei Hua dan Qiao Xi. Setelah itu dia memperhatikan Jing Yang yang sedang berbicara dengan para penduduk asli Rongma.
Jing Yang mendengar permintaan penduduk asli Rongma untuk menyelamatkan pemimpin mereka yang bernama Hua Minha. Jing Yang mengabulkan permintaan itu dan akan membawa kembali Hua Minha beserta anak angkatnya yang bernama Hua Quin.
“Bocah ini sangat baik. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan orang seperti ini.” Chu Yui berjalan mendekati Jing Yang melewati Mei Hua dan Qiao Xi yang terbaring kalah ditanah.
“Bocah, apa kau tidak melupakan perkataanku. Datanglah ke Penginapan Teratai nanti malam. Aku akan memberitahu keberadaan Nyonya Minha dan Nona Quin.” Chu Yui mengedipkan matanya.
Melihat sikap Chu Yui, Jing Yang menyimpulkan kemampuan Chu Yui berada diatas Xue Bingyue. Menurutnya Chu Yui adalah pendekar pertama yang dia temui dan lebih kuat dari Murong Qiaomi ataupun Xue Bingyue.
“Apa kau sedang dalam posisi untuk bersikap seperti ini? Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga.” Jing Yang melepaskan aura pembunuh yang membuat tubuh Chu Yui gemetaran.
“Bocah, apa kau mengancamku? Aku tahu kau tidak akan membunuhku.” Chu Yui justru semakin genit membuat Jing Yang mendecakkan lidahnya.
Jing Yang tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, “Aku memang tidak akan membunuhmu, tetapi aku akan mengintimidasimu.” Tiba-tiba Jing Yang melepaskan Aura Raja Neraka membuat Chu Yui terduduk tidak bertenaga.
Wajah Chu Yui pucat pasi melihat Jing Yang berdiri dihadapannya.
__ADS_1
“Katakan padaku semua hal tentang Rongma dan Lentera Iblis Tunggal. Ini perintah.” Tatapan dingin Jing Yang membuat Chu Yui menelan ludah dan menganggukkan kepalanya.
“Aku... Aku mengerti...”