
Matahari terbit mulai menyinari dunia. Kehangatan di Kota Shuyang adalah awal dari gejolak perang dingin antara Kekaisaran Yin dan Kekaisaran Ma.
Saat ini di jalanan yang biasanya di lewati pedagang menuju Kota Shuyang dipenuhi prajurit militer dari Kekaisaran Ma dan pendekar yang menjadi aliansi Lentera Iblis Tunggal.
Pendekar tingkat satu dan pendekar tingkat dua yang tergabung dalam prajurit militer berjumlah lima puluh pendekar, sementara prajurit militer Kekaisaran Ma sendiri berjumlah dua ratus orang.
Empat pendekar yang memimpin langsung pasukan ini sedang menatap Kota Shuyang dari kejauhan. Keempatnya merasakan aura pembunuh yang besar dan mencekam disertai hawa dingin yang dahsyat.
“Pantas saja Sekte Kalajengking Merah tidak memberikan laporan. Mereka terlalu gemar mempermainkan wanita. Sepertinya di kota itu sekarang ada seorang pahlawan kesiangan.” Seorang pria paruh baya terbang melayang di udara dengan tongkat yang sedang dia duduki.
“Saudara Fu, kau sama saja seperti mereka. Tidak, kita semua sama. Jadi jangan munafik.” Pria berambut putih yang bernama Leng Xu menanggapi perkataan pria paruh baya yang bernama Fu Oujin.
Fu Oujin diam dan memejamkan matanya sambil melebarkan aura tubuhnya. Di bawah sana terlihat dua pendekar agung yang sedang duduk menikmati arak.
“Senior Fu, Senior Leng, sekarang kita harus bagaimana?” Pria berumur tiga puluhan tahun menatap ke atas tempat dimana Fu Oujin dan Leng Xu sedang terbang melayang di udara.
“Saudara Peng, jaga ucapanmu. Kau minum terlalu banyak...” Pria yang sedang minum arak memerah wajahnya dan dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
“Saudara Bao, aku hanya bertanya. Kau yang minum terlalu banyak, lihat dirimu sekarang, kau telah mabuk.” Sahut pria berumur tiga puluhan tahun yang bernama Peng Ergou.
“Aku tidak mabuk, hik...” Pria bernama Bao Fai sudah tersungkur ke tanah.
Peng Ergou yang hendak mengangkat tubuh Bao Fai merasakan aura pembunuh yang kian mendekat. Dua pendekar yang memakai topeng rubah putih bergerak di udara dan memberikan serangan kejutan pada Leng Xu dan Fu Oujin.
DUAARR!!!
Ledakan disertai gelombang kejut memenuhi udara. Seorang pendekar yang memegang dua pedang itu berhasil mendaratkan dua tebasan pada Leng Xu dan Fu Oujin.
Sementara pendekar perempuan yang bersamanya berhasil membuat tubuh Leng Xu dan Fu Oujin terpental jauh ke belakang puluhan meter.
__ADS_1
“Senior Rong, tahan sebentar dua pendekar bumi itu. Aku akan membunuh dua pendekar agung disana...” Sambil berkata, petir berwarna ungu memenuhi topeng rubah putih di bagian kirinya, “Tanda Mata Naga!”
“Aku akan mengakhiri mereka secepatnya!” Jing Yang bergerak dengan kecepatan tinggi ke bawah, Xue Rong tersenyum melihat pemuda itu dan memulai rencana untuk mengakhiri pasukan dari Kekaisaran Ma di daratan Kota Shuyang.
“Amarah Pedang Petir ~ Kilat Emas!”
Tanpa aba-aba, Jing Yang langsung melepaskan tebasan yang membuat Peng Ergou dan Bao Fai segera menghindar. Tetapi sambaran kilat petir berwarna emas itu berhasil mengenai sebagian tubuh Peng Ergou dan Bao Fai.
Jing Yang melepaskan kekuatan gravitasi dan menggerakkan pedang besar yang di pijak Xue Bingyue dan Xue Que dari gerbang kota. Butuh aura yang besar untuk melakukan ini, tetapi Jing Yang telah menelan pil yang berkhasiat untuk memulihkan aura yang dia ambil dari anggota Sekte Kalajengking Merah.
“Kamu jangan terlalu memaksakan diri. Walau pendekar tingkat satu, tetapi mereka berjumlah ratusan...” Jing Yang mengingatkan. Bagaimanapun dia merasa tidak sanggup melihat tangan Xue Bingyue penuh dengan noda darah.
“Rubah putih, terimakasih karena telah mengkhawatirkanku...” Xue Bingyue tersenyum manis dari balik topengnya dan melepaskan segenap kekuatannya, “Tanda Mata Naga!”
Penampilan Xue Bingyue begitu mempesona dengan balutan aura berwarna putih yang memenuhi tubuhnya. Sekarang dia telah mencapai pendekar suci dalam mode Tanda Mata Naga.
“Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Air!” Layaknya air yang terus mengalir, permainan pedang Xue Bingyue begitu memukau bahkan ayunan pedangnya yang gemulai berhasil membunuh sekitar sepuluh pendekar dalam sekejap.
Jing Yang melihat bagaimana kerjasama dan serangan kombinasi Xue Bingyue dan Xue Que. Melihat itu dia tersenyum, Xue Bingyue memang bagaikan cerita yang tak pernah habis dia baca. Karena Xue Bingyue juga, Jing Yang mengenal beberapa orang yang membuat dirinya menaruh perhatian pada mereka.
“Sejak aku terjatuh dari Tebing Kesepian... Takdirku sudah berubah kah?” Jing Yang menggumam pelan sebelum mengolah pernapasan, “Seni Napas Dewa Naga Petir!”
Jing Yang memusatkan petir pada bilah Pedang Dewa Naga, sementara Pedang Gravitasi dipenuhi aura berwarna hitam pekat. Dalam satu kali gerakan yang pasti, Jing Yang sudah mempersingkat jaraknya dengan Peng Ergou dan Bao Fai.
Jing Yang melepaskan tebasan secepat kilat, Bao Fai yang sedang dalam keadaan mabuk menyemburkan arak yang dia minum.
Jing Yang memutarkan tubuhnya dan menghempaskan kembali arak itu, dia menatap tajam Bao Fai yang terlihat memiliki aura berbeda dari Peng Ergou.
“Kau menggangguku!” Bao Fai menyambut dua tebasan pedang dengan tangan kosong. Gelombang kejut memenuhi daratan yang dipijak Jing Yang.
__ADS_1
“Aku tidak ingin mengatakan ini, tetapi pada dasarnya kau hanyalah seorang pendekar agung, Senior.” Jing Yang melancarkan tebasan demi tebasan yang memberikan sekujur luka pada tubuh Bao Fai dalam waktu singkat, “Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Iblis Cantik Malam!”
Tubuh Bao Fai terbelah menjadi dua bagian ketika terkena tebasan pedang Jing Yang yang mematikan.
Peng Ergou yang berdiri di dekat Bao Fai sudah berkeringat dingin, “Kau membunuhnya...” Suaranya terbata-bata.
Jing Yang mengibaskan kedua pedangnya yang bersimbah darah, “Inilah resiko menjadi seorang pendekar...”
“Ayahku dan ayahnya akan memburumu! Kau tidak boleh membunuhku!” Peng Ergou ketakutan. Walau telah mencapai pendekar agung, tetapi perbedaan kekuatan antara dirinya dengan Jing Yang begitu besar.
“Amarah Pedang Petir ~ Auman Halilintar!” Jing Yang langsung memotong leher Peng Ergou dan menatap dua tubuh yang tergeletak tak bernyawa di tanah, “Setidaknya aku membunuh kalian dengan teknik pedangku.”
Setelah berkata demikian, Jing Yang segera mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada kedua bilah pedangnya, “Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Gravitasi Naga!”
Jing Yang membantu Xue Bingyue dan Xue Que untuk menghabisi pasukan dari Kekaisaran Ma. Dia membantu singkat karena bagaimanapun dia sudah melihat pertarungan sengit Xue Rong yang menahan Fu Oujin dan Leng Xu.
Dengan kecepatan tinggi, Jing Yang terbang ke udara dan membantu Xue Rong mengatasi dua pendekar bumi yang di utus dari Kekaisaran Ma.
“Aku tidak menyangka ada dua pendekar bumi yang menjadi pahlawan kesiangan...” Fu Oujin menggaruk kepalanya, kemudian memainkan tongkatnya yang berwarna hitam.
Jing Yang dan Xue Rong sudah membaca arah serangannya, namun mereka berdua masih tetap terkena serangan yang dilepaskan Fu Oujin.
Jing Yang memuntahkan darah segar begitu juga dengan Xue Rong. Mereka berdua menghantam tanah dari ketinggian.
“Saudara Leng, tangkap tiga perempuan itu hidup-hidup. Kau bisa menyiksa laki-laki itu...” Fu Oujin menatap ke bawah tanah yang dipenuhi dengan debu.
Sementara Leng Xu mengernyitkan keningnya karena menurutnya Jing Yang dan Xue Rong belum sepenuhnya dikalahkan.
____
__ADS_1
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.