
Rasa sakit disekujur tubuhnya menghilang. Jing Yang merasakan energi yang meluap dalam tubuhnya. Dalam suatu kondisi dia mampu membangkitkan segel Tanda Mata Naga.
‘Anak manusia, gunakanlah kekuatan yang pernah aku ajarkan padamu. Keluarkan semua potensi dari Tanda Mata Naga!’
Pikiran Jing Yang dan Roh Sang Hitam. Ingatan tentang seseorang bermunculan satu demi satu di dalam kepalanya, Jing Yang memegang kepalanya dan memperhatikan Xu Hu yang menjaga jarak darinya.
Mata kiri Jing Yang kembali berwarna hitam dengan tanda naga berwarna merah yang mengelilingi bola matanya, sementara tanda Naga Hitam menyebar menutupi setengah wajahnya.
“Segel Tanda Mata Naga, Lepas!”
Aura hitam pekat menyebar dengan cepat, bahkan Jing Yang melihat jelas gambaran dua gerbang di dalam kepalanya.
‘Aku yakin anak ini memiliki suatu kitab yang dapat membuatnya berkembang dengan pesat. Ini pertaruhan besar, tetapi aku akan mengambil resiko walau harus mengorbankan seluruh anggotaku...’ Kedua tangan Xu Hu dipenuhi aura hitam pekat dan mulai melepaskan pukulan bertenaga pada Jing Yang.
Mata Jing Yang dapat melihat jelas pergerakan Xu Hu, setiap pukulan yang mengarah padanya, dapat dihindarinya dengan baik.
“Aku akan membunuhmu nanti” Jing Yang melancarkan tebasan bertenaga pada Xu Hu, kemudian dengan kekuatan Zirah Naga Petir, Jing Yang langsung bergerak dengan kecepatan tinggi mengejar Gu Ao.
Tentu saja tindakan Jing Yang membuat Xu Hu geram, selain merasa diremehkan, Xu Hu tidak menyangka Jing Yang dapat bergerak cepat mengejar Gu Ao.
Ketika jarak antara dirinya dengan Gu Ao semakin mendekat, Jing Yang langsung melompat ke atas demi menghindari pukulan dari belakang. Sekarang dia berada dihadapan Gu Ao sekaligus Xu Hu yang mengejarnya.
“Bagaimana mungkin...” Gu Ao langsung mengambil posisi bertahan, sementara Xu Hu melepaskan aura pembunuh menekan tekanan Aura Raja Naga milik Jing Yang.
“Saudara Gu, apakah kau tahu lokasi Reruntuhan Kristal yang kita incar itu?” Xu Hu melirik Gu Ao sesaat sebelum mengamati Jing Yang kembali.
“Aku tahu kau berniat mengincar sumber daya dan kekayaan yang telah lama aku dambakan. Tenang saja, kita hanya perlu memaksa Shen Yunxuan mengatakan keberadaan Hutan Kegelapan pada kita sebelum membunuhnya...” Gu Ao memberi tanda pada Xu Hu untuk bekerjasama.
Baik Gu Ao maupun Xu Hu berpikiran sama. Kemampuan Jing Yang merupakan hal yang baru di dunia persilatan, keduanya berpikir pemuda yang sekarang menghadang mereka memiliki suatu kitab yang disembunyikan.
__ADS_1
Xu Hu mengerti maksud Gu Ao sehingga dia maju dan kembali bertukar serangan dengan Jing Yang, sementara Gu Ao menyerang Jing Yang dari arah yang berlawanan.
Serangan kombinasi Gu Ao dan Xu Hu sangat mematikan. Setiap tebasan pedang Gu Ao dan pukulan Xu Hu membuat gelombang udara di langit Kota Shendu.
Jing Yang mengimbangi serangan dari Gu Ao dan Xu Hu dengan permainan pedangnya yang lincah. Pertukaran serangan semakin sengit, Jing Yang mencari celah untuk melakukan serangan kejutan pada Gu Ao dan Xu Hu.
Ketika Jing Yang melepaskan energi pedang dari Yue Wang, dia juga melepaskan kekuatan dari Lingling. Bayangan Naga Hitam semakin terlihat jelas sebelum berubah menjadi kumpulan petir berbentuk naga.
Xu Hu mengumpat dalam hati, “Aku pernah melihat ini sebelumnya!” Menara Pilar Hitam adalah salah satu sekte yang terlibat dalam rencana Mao Gang yang mencoba menundukkan Istana Sembilan Naga.
Kumpulan petir yang berada disekitar Jing Yang berkumpul menjadi satu di bilah Pedang Dewa Naga. Sementara aura hitam pekat melapisi Pedang Gravitasi.
Gu Ao mengumpat karena tangan kirinya telah putus, tekanan gravitasi dari Pedang Gravitasi milik Jing Yang membuatnya kesulitan bergerak bebas.
Jing Yang melepaskan energi pedang dalam jumlah besar dan menebaskan pedangnya, “Jurus Pedang Dewa Naga ~ Naga Petir Membasmi Iblis!”
Sadar posisinya tidak menguntungkan, Gu Ao mendorong pundak Xu Hu dengan tapak tangannya. Tindakan yang wajar ketika penjahat bertemu penjahat.
Xu Hu menghindari tebasan pedang Jing Yang, namun sangat disayangkan tangan kirinya yang telah mengeras putus terkena tebasan yang menyambar tangannya.
“Gu Ao!” Mata Xu Hu melotot tajam menatap Gu Ao yang sudah terbang menjauh dari Kota Shendu.
‘Sial! Kenapa rencana yang sudah kusiapkan dengan mereka berantakan!’ Gu Ao mengutuk keras perbuatannya karena terlalu percaya diri dalam memanfaatkan Xu Hu dan anggota Menara Pilar Hitam.
Gu Ao sudah mengetahui Xu Hu hanya berniat memanfaatkannya, begitu juga dengan sebaliknya, tetapi dia tidak menyangka semua rencananya akan gagal seperti ini.
“Bedebah! Aku bersumpah akan memotong kepalanya!” Xu Hu sangat geram dengan tindakan Gu Ao.
“Maaf, kau tidak akan memenuhi sumpahmu. Karena orang yang akan memotong kepalanya adalah aku. Dan kau bisa tidur selamanya di penginapan kota perbatasan ini.”
__ADS_1
Xu Hu tertawa mendengar balasan dari Jing Yang, “Orang tuamu dibunuh Penguasa Pulau Iblis Tengkorak bukan? Bedebah itu akan pergi kesana! Seluruh Keluarga Gu yang tersisa hanyalah dia, tidak akan ada orang yang melindunginya. Jadi bisakah kita bisa lanjutkan pertarungan kita di lain waktu?”
Xu Hu mengeraskan kulitnya untuk menghentikan pendarahan sambil mengulur waktu.
Pil misterius yang sama dengan Gu Ao ditelan Xu Hu. Tubuh Xu Hu terlihat membesar dengan tangan kanan yang kekar.
“Akan kuperlihatkan Jurus Darah Iblis yang sesungguhnya...” Tangan kiri Xu Hu beregenerasi menjadi tangan berwarna merah dengan telapak tangan yang bukan milik manusia. Sementara seluruh bagian tubuhnya berwarna merah darah.
Xu Hu menghilang dari pandangan Jing Yang, sekejap dia berada di depan Jing Yang dengan kedua tangan yang sudah mengepal. Dengan penuh tenaga, Xu Hu mendaratkan pukulan di ulu hati dan perut Jing Yang.
Belum sempat bereaksi, Jing Yang mendapatkan pukulan yang membuatnya terpental jauh keluar dari Kota Shendu. Matanya menatap Xu Hu yang kembali bergerak cepat mengejarnya.
Jing Yang menggabungkan dua zirah aura pertahanan untuk mengimbangi kecepatan dan kekuatan Xu Hu yang meningkat pesat.
“Aura Zirah Naga : Zirah Petir Kegelapan!”
Aura berwarna hitam pekat dan ungu bercampur menjadi satu, Jing Yang menangkis pukulan tangan kiri Xu Hu setelah jarak keduanya semakin dekat. Kemudian dia kembali menebaskan pedangnya membalas serangan Xu Hu.
“Tinju Hitam!”
Pukulan tangan Xu Hu yang dipenuhi tenaga dalam membentur pedang Jing Yang. Xu Hu melepaskan aura pembunuh sangat besar sambil bergerak dengan gesit melancarkan serangan, mungkin jika pendekar suci ke bawah akan kesulitan bergerak di bawah tekanan intimidasi dari aura pembunuh yang dilepaskan Xu Hu.
Walau pertahanan Jing Yang lebih kuat, tetapi dampak pukulan Xu Hu sangat terasa.
“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Bumi!”
Jing Yang menggunakan segenap kekuatannya, aura dan tenaga dalam yang tersimpan di Tungku Jiwa Naga mulai dia gunakan. Pukulan tangan Xu Hu mendarat tepat di perut Jing Yang.
Suara retakan menggema. Xu Hu tertawa lantang mendengarnya, sementara Jing Yang tersenyum tipis sebelum menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya.
__ADS_1