
Ye Xiaoya menyerahkan pendekar agung dari Lima Golok Darah pada Fan Liwei dan Fan Ziwei. Sekarang dirinya berhadapan dengan pendekar agung dari Benteng Naga Besi.
“Perempuan yang ahli dalam ilmu pedang. Aku semakin tertarik denganmu.” Lawan dari Ye Xiaoya yang telah mencapai pendekar agung terbang lebih tinggi sambil mengejek Ye Xiaoya.
“Apa kau tidak sadar jika tubuhmu itu menarik perhatian banyak orang?” Pendekar agung bernama Xiang Jun mencuri-curi pandang ketika melihat Ye Xiaoya mengejarnya.
Mendengar perkataan musuhnya, Ye Xiaoya menghela napas panjang. Kemudian dia mempercepat tempo pergerakannya ketika berlari di udara.
“Pria sepertimu ternyata sangat rendahan. Bicara tentang wanita, seolah-olah kau tahu cara membuat bunga indah menjadi mekar.” Ye Xiaoya melapisi bilah pedangnya dengan tenaga dalam sebelum mengayunkan tebasan membentuk sabit es.
Ye Xiaoya sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada seorang pria. Tubuh dan nadinya memiliki kekuatan khusus yang membuatnya dapat mencapai pendekar suci di usia muda. Tetapi, kehidupannya terlalu pilu karena Benua Bintang Timur berbeda dengan Benua Dataran Tengah. Di atas pendekar surgawi masih ada tingkatan bela diri yang lebih murni.
‘Aku akan menempa dasar-dasar kekuatanku! Melawan orang-orang sepertimu bahkan tidak membuatku ketakutan!’ Seketika Pedang Api, Huo Wang, memancarkan cahaya berwarna merah sebelum bilah pedangnya dipenuhi api yang membara.
Ye Xiaoya memainkan pedangnya cukup brutal membuat pedang lawannya patah menjadi dua bagian. Ketika pedangnya yang dilapisi api menusuk tubuh Xiang Jun, mata Ye Xiaoya melebar karena melihat tubuh Xiang Jun dilapisi sesuatu tak kasat mata.
“Aku termasuk Tetua Benteng Naga Besi! Waktu bermain denganmu telah selesai! Akan kuhancurkan tubuhmu berkeping-keping!” Telapak tangan Xiang Jun membentuk cakar sebelum menyerang Ye Xiaoya.
‘Menarik! Aku tidak bisa disebut sebagai seorang pendekar pedang jika tidak dapat memotong tubuhnya!’ Ye Xiaoya menangkis cakaran tangan Xiang Jun yang sekeras besi.
Keduanya langsung bertukar serangan. Serangan Xiang Jun mampu mengimbangi ketajaman kedua Pusaka Dewa milik Ye Xiaoya. Tak lama kedua tangan Xiang Jun mengepal sebelum mengarahkan ratusan pukulan bertenaga kepada Ye Xiaoya.
“Tidak buruk, tapi apa kau tidak sadar jika dirimu itu terlalu membanggakan kekuatanmu? Oh iya, sepertinya bukan hanya tubuhmu yang mengeras, tetapi otakmu menjadi keras hingga lupa caranya berpikir?” Ye Xiaoya mengalirkan tenaga dalam pada kedua pedangnya setelah berkata demikian.
“Dasar wanita!” Xiang Jun juga melepaskan tenaga dalam beserta aura tubuhnya, “Pemecah Berlian!” Suara tulang-tulang yang remuk ketika Xiang Jun berteriak menggema di langit.
Ye Xiaoya mengayunkan kedua pedangnya yang memancarkan aura berwarna merah dan putih. Seketika tebasan pedangnya membentuk dua Naga yang berputar di udara dan melesat cepat ke depan.
“Tarian Pedang Ganda : Gelombang Dua Naga!”
Ye Xiaoya tersenyum tipis ketika teknik pedangnya berbenturan dengan pukulan Xiang Jun. Gelombang aura dan tenaga dalam yang berbenturan membuat udara di sekitar menjadi panas dan dingin.
“Sepertinya aku berhasil menerobos pendekar bumi...” Setelah berkata demikian, tebasan pedang Ye Xiaoya memotong tangan kanan Xiang Jun.
“Apa yang terjadi?!” Xiang Jun belum mencerna sepenuhnya ketika melihat tangan kanannya terjatuh ke bawah. Tetapi satu yang dia ketahui, didepannya seorang wanita berparas cantik memancarkan aura yang besar.
Suara tulang-tulang yang remuk menggema di angkasa sebelum Ye Xiaoya mengayunkan kedua pedangnya dengan agresif membunuh Xiang Jun.
“Jatuhlah...” Ye Xiaoya menatap tubuh Xiang Jun yang terhempas ke bawah sebelum hancur ketika terkena tebasan pedangnya.
Sekilas Ye Xiaoya melihat pertempuran sengit yang terjadi di antara pendekar bumi. Murong Qiaomi dan Tao Qiaoli terlihat kesulitan mengatasi dua pendekar bumi yang mencoba menerobos masuk mengejar Jiang En dan Yi Yue.
“Apa aku harus membunuh Shi Mubai dan Jiang Nian...” Ye Xiaoya bergumam pelan sambil membiasakan dirinya karena baru saja mencapai tahap pendekar bumi.
Tetapi pandangan mata Ye Xiaoya jatuh pada Jing Yang yang terdesak. Dan yang lebih mengejutkan pemuda itu mencapai pendekar bumi selama beberapa menit sebelum kembali ke pendekar suci.
Dengan kecepatan tinggi, Ye Xiaoya bergerak dan menahan tombak yang hendak menghunus perut muridnya.
“Mau bermain denganku sebentar?”
Ye Xiaoya menoleh melihat Jing Yang sebelum mengibaskan pedangnya. Kemudian menjaga jarak dari pendekar bumi yang bernama Jun Ma.
__ADS_1
“Guru Xiaoya...” Jing Yang menatap Ye Xiaoya yang telah mencapai pendekar bumi, “Guru Xiaoya menerobos pendekar bumi?”
“Ya, kau juga akan menerobos pendekar agung. Kau urus pembunuh yang masih berkeliaran, biar aku yang menghadapi yang satu ini.” Ye Xiaoya melemparkan rsenyum manis kepada Jing Yang.
“Baiklah, Guru Xiaoya.” Jing Yang masih tidak ingin beranjak, tetapi masih banyak pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau dan Organisasi Air Dosa yang berkeliaran di kediaman Jiang En. Tidak ada waktu untuk bertindak egois, segera Jing Yang menjauh dan membantu Xue Lihua dan Xue Liwen.
“Tidak akan kubiarkan!” Jun Ma kembali memutarkan tombaknya dan melemparnya dengan penuh tenaga dalam mengincar Jing Yang.
“Lawanmu adalah aku!” Ye Xiaoya menahan tombak tersebut dan memainkan kedua pedangnya sebelum bergerak ke depan menyerang Jun Ma.
Tidak jauh dari lokasi pertempuran Ye Xiaoya melawan Jun Ma. Terlihat Peri Salju Kembar berhasil membunuh satu demi satu pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau.
Dua petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau berniat melemahkan kekuatan Xue Liwen dan Xue Lihua terlebih dahulu, tetapi kemampuan kedua pendekar wanita itu diluar perkiraan mereka.
“Aku pernah mendengar tentang Peri Salju Kembar. Kudengar Pulau Salju Rembulan memiliki hubungan baik dengan Istana Bunga Persik? Aku lebih penasaran dengan pulau yang dihuni perempuan menerima pria bermarga Bing menetap disana. Kurasa kalian memiliki hubungan khusus dengan orang-orang bermarga Bing?” Salah satu petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau yang menggunakan pisau menatap Xue Lihua. Sebagai organisasi pembunuh, Organisasi Laba-Laba Hijau memiliki kemampuan mencari informasi yang hebat. Bahkan empat petinggi yang tersisa akhir-akhir baru mengetahui keadaan di Kekaisaran Qing.
“Kudengar cucu Matriark Pulau Salju Rembulan menjadi budak di Kekaisaran Qing. Kami baru saja mengetahui jika disana terjadi pergejolakan. Sekarang Kekaisaran Qing menjadi negeri tertutup...” Lanjut petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau.
Xue Lihua memberi isyarat pada Xue Liwen agar melawan salah satu petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau yang lainnya.
“Katakan semua yang kau ketahui! Aku akan tunjukkan padamu bagaimana seorang wanita bertarung!” Xue Lihua bergerak dan mulai bertukar serangan dengan petinggi Organisasi Laba-Laba Hijau.
Xue Liwen mengikuti pergerakan Xue Lihua. Keduanya memiliki pemikiran yang sama, mereka berniat menghabisi seluruh pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau di Ibukota Huaran.
Pertempuran sengit pecah. Bukan hanya dua pihak saja yang bertarung, melainkan tiga pihak. Keadaan ini tidak menguntungkan kubu dari Jiang Feng karena kebanyakan pendekar agung dan pendekar suci dari kubu mereka telah bertarung, bahkan sebagian telah mati.
Jing Yang menghabisi pembunuh yang telah mencapai pendekar raja dan pendekar kaisar yang menghadangnya. Dia mengumpulkan aura pembunuh sebanyak-banyaknya. Bukan hanya pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau saja yang dia bunuh, tetapi pembunuh Organisasi Air Dosa juga menjadi incarannya.
‘Sepertinya salah satu dari mereka berasal dari Lima Golok Darah...’ Jing Yang mencoba melihat kondisinya, ‘Jumlah tenaga dalamku berkurang drastis. Tidak peduli mereka berasal dari Kekaisaran Shi ataupun Kekaisaran Jiang. Aku harus menghabisi mereka semua!’
Dalam satu gerakan yang pasti, Jing Yang menyambut tebasan golok yang tajam. Kemudian mengibaskan salah satu pedangnya menahan tebasan pedang yang datang dari arah berlawanan.
Jing Yang menyadari anggota Lima Golok Darah tersisa tiga orang. Sekarang dihadapannya ada satu pendekar suci dari Lima Golok Darah, sementara satu lainnya memakai pakaian dengan tanda yang berbeda.
‘Kakak! Biarkan Lingling yang menghadapi mereka! Kondisi kakak tidak prima setelah menggunakan Tanda Mata Naga!’ Suara teriakan Lingling mendengung di telinganya.
‘Lingling! Biarkan Saudaraku Jing Yang menghadapi mereka!’ Yue Wang menegur Lingling. Tak lama Roh Pedang Gravitasi yang terlihat genit itu berdeham, “Tetapi perkataan Lingling ada benarnya. Biar aku yang menghadapi mereka, Saudaraku Jing Yang!’
Saat ini Jing Yang tidak menurunkan kewaspadaan sedikitpun, tetapi teriakan kedua Roh Pedang di alam bawah sadarnya sangat mengganggu konsentrasinya.
‘Lingling, kamu adalah anak yang manis, jadi dengarkan perkataan Kakak Yue Wang, ya?’
“Kakak? Apanya yang kakak? Kamu ini sudah nenek tua bangka!’
‘Apa!’
Jing Yang menggertakkan giginya mendengar dua Roh Pedang yang berdebat.
“Kalian berdua diam dan tenanglah! Selagi kalian menyerap tenaga dalam anak manusia ini, secara tidak sadar kalian melemahkan kekuatannya!” Roh Sang Hitam angkat bicara yang membuat Yue Wang dan Lingling terdiam.
Yue Wang dan Lingling menyerap aura dan tenaga dalam Jing Yang karena keduanya merupakan Pusaka Dewa yang ditempa langsung oleh Dewa.
__ADS_1
Bahkan Yue Wang sangat menyukai darah, terutama darah iblis dan beberapa ras yang pernah mengkhianati Dewa Perang di masa lampau. Sementara Lingling yang berwujud anak kecil secara tidak sadar menyerap aura dan tenaga dalam Jing Yang dalam jumlah besar.
Tak lama Yue Wang dan Lingling saling berpandangan. Lalu keduanya mengangguk pelan.
‘Anak manusia. Biarkan mereka yang mengambil alih tubuhmu. Aku akan membantumu memulihkan tenaga dalammu.’ Roh Sang Hitam memberi arahan pada Jing Yang karena pemuda itu belum mampu mengontrol Tanda Mata Naga.
‘Tiga puluh menit, itu adalah waktu kalian berdua menguasai tubuhnya. Masing-masing dari kalian hanya kuberi waktu lima belas menit.’ Roh Sang Hitam menatap Yue Wang dan Lingling.
Keduanya mengangguk bahkan sebelum Jing Yang menyetujuinya. Tak lama aura hitam pekat menyebar di Pedang Gravitasi dan membuat tekanan gravitasi menjadi berat disekitar Jing Yang. Sedangkan aura berwarna emas meluap-luap menjadi bara api ketika Pedang Dewa Naga bercahaya terang.
Jing Yang terhempas ke alam bawah sadarnya melihat tubuhnya yang terbagi menjadi dua kepribadian. Dia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya.
“Pusaka Dewa milikmu dan milik guru manusiamu adalah sebuah pusaka yang memiliki kesadaran layaknya manusia. Jika kemampuanmu rendah, maka mereka akan mengambil alih tubuhmu dengan mudah. Beruntung kau adalah muridku dan guru manusiamu memiliki kondisi tubuh yang sama denganmu.”
Jing Yang menatap Roh Sang Hitam dan bertanya, “Maksud Guru?” Sekarang dia merasa kesal karena dua Pusaka Dewa mengambil alih tubuhnya.
“Kalian memiliki tubuh kondisi yang sama. Aku menyuruhmu menjadikannya sebagai seorang guru bukan karena asal memilih. Tetapi karena tubuhnya sangat spesial. Kalian berdua adalah sosok yang sangat berbahaya jika dididik dengan pola pikir yang salah.” Roh Sang Hitam terdiam lama setelah menjawab. Sementara Jing Yang masih belum memahami perkataan Roh Sang Hitam.
Tak lama Roh Sang Hitam membatin, ‘Siapapun yang terkena Racun Iblis Neraka pasti akan mati. Anak manusia ini meminumnya ketika berumur dua bulan dan dia bertahan hidup. Tidak kusangka umur Raja Neraka dan Ratu Neraka terpaut jauh di kehidupan ini...’ Roh Sang Hitam tersenyum menatap Jing Yang.
Note : 08~09~2020 – 12~09~2020
22 komentar seputar Dragon Warrior Pair/chapter : Bonus 1 chapter.(0/5)
1000 Vote Poin : Bonus 1 Chapter(0/5)
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar. Adain pengumuman begini ya, biar kaya di Nagato. Anggap aja penyemangat untuk diriku sendiri agar semangat nulis. Malming Crazy Up 10 chapter kalau target di atas tercapai.
Tik... Tik... Tik...
Xue Rong : Yang‘gege?
Jing Yang : Maksudmu, aku?
Ser...
Xiao Yang : Lain kamu, yang dimaksud dia itu aku.”
Xue Rong : Yang’gege di kota ini gak ada anggota Pagoda Bulan.
Xiao Yang : Aku juga udah cari mereka, tapi kok gak ada ya. Jangan-jangan kita salah tempat?
Xue Rong : Jadi gimana?
Xiao Yang : Ya udah, kita kembali ke Kota Rumput Hijau nunggu kabar dari mereka bertiga.
Xiao Yang memeluk tubuh Xue Rong, lalu menghilang dari hadapan Jing Yang.
Jing Yang : ......(Diam membisu melihat dua pria dan wanita yang terlihat mesra dihadapannya menghilang)
Nagato : Cih, siapa lagi mereka bertiga.
__ADS_1
Kuy mampir ke Sweet Dragon dan The Dawn (Kagutsuchi Nagato Season 2)