
Pusaran api berputar kencang menyeret tubuh Gu Hao hingga terhempas ke atas. Sekujur tubuh Gu Hao diselubungi aura namun panas bara api terasa di sekujur kulitnya.
Dong Yuan kembali menebaskan pedangnya dari bawah menciptakan puluhan tebasan pedang berbentuk sabit. Tebasan tersebut melesat cepat ke atas dan berbenturan dengan pedang Gu Hao.
“Akhirnya kau serius Saudara Dong!” Gu Hao langsung menebaskan pedangnya sembari berpijak pada tanah ketika tubuhnya terjatuh ke bawah. Dengan ilmu meringankan tubuh, Gu Hao bergerak cepat dan menyerang Dong Yuan dari berbagai arah.
Keduanya kembali bertukar serangan. Dong Yuan dan Gu sama-sama bertarung dengan agresif dan tak menyembunyikan nafsu membunuh sedikitpun. Sangat jarang Dong Yuan terlihat begitu emosi.
Ye Long yang mengamati pertandingan dengan tubuh yang terbang melayang di udara merasa Gu Hao telah menyinggung hal yang membuat Dong Yuan marah.
‘Yuan‘er masih membenci hal itu. Wajar saja, tetapi selama ini dia tidak pernah semarah ini.’
Ye Long membatin dan mengamati permainan pedang Dong Yuan. Pertarungan keduanya berlangsung sengit.
Gu Hao terus melancarkan serangan beruntun pada Dong Yuan. Sesekali pemuda dari Hutan Hantu itu tersenyum mengejek Dong Yuan.
“Saat kusinggung tentang Arena Hidup Mati. Kenapa Saudara Dong terlihat begitu marah? Apakah ada masa lalu indah yang tertinggal?” Gu Hao tersenyum menyeringai, lalu melompat ke belakang karena merasa perubahan aura dari Dong Yuan.
‘Cukup mudah mengalahkanmu. Aku tidak tahu masa lalumu, tetapi kau terlalu lemah karena terpancing perkataanku.’
Gu Hao membatin dan mulai mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam beserta aura. Tak lama Gu Hao bergerak hampir bersamaan dengan Dong Yuan yang juga melangkahkan kakinya dengan cepat.
Pergerakan Dong Yuan dan Gu Hao begitu cepat, pedang keduanya bertemu, berbenturan dan menimbulkan angin kencang disertai api yang membara. Gu Hao sendiri bisa merasakan Dong Yuan sekarang berniat melukainya bahkan membunuhnya.
“Teknik Pedang Hutan Hantu : Nyanyian Hantu Malam!”
“Merak Api Membara!”
Dong Yuan dan Gu Hao hampir bersamaan menggunakan teknik pedang mereka. Tebasan pedang berbentuk sabit besar dari Gu Hao berbenturan dengan tebasan api dari Dong Yuan.
__ADS_1
Aura saling bergesekan. Gu Hao dapat mengantisipasi dampak dari benturan serangan mereka sehingga segera melompat ke belakang dan mengambil ancang-ancang bergerak ke depan.
Dong Yuan terlihat begitu emosi dan bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Gu Hao kembali. Dengan melewati hembusan angin bercampur api itu, Dong Yuan mendaratkan sayatan pedang pada pergelangan tangan Gu Hao.
“Kau sangat pantas mengikut Arena Hidup Mati...” Ternyata Gu Hao sengaja membiarkan Dong Yuan melukai tubuhnya.
Seketika Dong Yuan melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar. “Arrrggghhh!” Sedetik kemudian, Dong Yuan berteriak dan terlihat seperti ingin membunuh Gu Hao.
Penonton terkejut melihat perubahan Dong Yuan. Namun tidak dengan Gu Hao yang tersenyum lebar.
‘Bagus. Mari kita saling bunuh dan buat pertumpahan darah yang akan segera terjadi.’ Gu Hao membatin dan menatap tajam Dong Yuan.
Ye Long memegang pundak Dong Yuan dan berkata. “Yuan‘er, sudah cukup. Dinginkan kepalamu! Jangan tunjukkan kekuatannmu disini!” Seketika Dong Yuan terduduk di panggung tanah dengan wajah yang memucat.
“Pemenangnya Gu Hao!”
Ye Long membisikkan sesuatu pada Dong Yuan dan menyuruh pemuda itu untuk menenangkan dirinya.
Di sisi lain, bangku penonton khusus peserta. Terlihat Mei Hua diggenggam tangannya oleh Jing Yang.
“Saudara Jing Yang terimakasih...” Mei Hua terlihat ingin menangis. Tetapi Jing Yang menggenggam telapak tangan Mei Hua lebih erat lagi.
“Saudara Qiao Xi. Lawanmu adalah Gao Zhimao. Aku sangat mengerti dirimu. Pasti kau tidak suka jika aku mengkhawatirkanmu. Tetapi kau berhati-hati dengannya. Aku merasa dia menyembunyikan sesuatu...” Jing Yang menatap Qiao Xi yang sedang duduk disampingnya. “Aku berbicara seperti ini karena seperti merasa ingin membunuh orang itu. Entah karena apa tetapi sejak dia melukai Saudari Qiu Mei. Senyumannya itu mengingatkanku pada orang yang harus kubunuh bagaimanapun juga.”
Perkataan Jing Yang membuat Mei Hua dan Qiao Xi sedikit terkejut. Samar-samar mereka berdua bisa merasakan aura hangat dari tubuh Jing Yang berubah menjadi aura yang dipenuhi amarah akan dendam.
Qiao Xi terlihat tidak suka melihat Jing Yang begitu dekat dengan Mei Hua. Dia tahu jika dirinya sudah berusaha menenangkan Mei Hua, tetapi setelah melihat teman seperguruannya itu digenggam tangannya oleh Jing Yang. Hatinya terasa sakit dan teriris.
“Qiao Xi! Gao Zhimao! Silahkan maju ke depan!”
__ADS_1
Setelah terdengar suara Ye Long. Dengan segera Qiao Xi berdiri dan tersenyum pada Jing Yang dan Mei Hua. “Aku pergi...”
Qiao Xi terlihat tidak terlalu terkejut lawannya di babak delapan besar adalah Gao Zhimao. Ketika keduanya saling berhadapan. Qiao Xi baru menyadari ada aura yang samar-samar berbeda di tubuh Gao Zhimao.
“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku!” Ye Long menarik napas setelah kedua peserta menjaga jarak. “Dengan ini pertandingan dimulai!”
Gao Zhimao kali ini langsung melepaskan aura pembunuh dan melompat terbang melayang di udara. Semua orang menatap Gao Zhimao dengan penuh keterkejutan. Tetapi wajar saja karena Gao Zhimao telah mencapai tahap pendekar suci, hanya saja penampilan Gao Zhimao tidak menarik perhatian Sheng Long.
Qiao Xi segera melepaskan aura tubuhnya. Aura mulai membungkus tubuhnya ketika Gao Zhimao menebaskan pedangnya dari atas.
Serangan Gao Zhimao dapat dihindari oleh Qiao Xi. Mengingat dia telah membulatkan tekadnya, Qiao Xi menebaskan pedangnya dari kejauhan. Tebasan angin berwarna merah muda itu melesat cepat ke arah Gao Zhimao.
“Nona Muda! Seranganmu ini sungguh tragis!” Gao Zhimao menepis serangan Qiao Xi dengan tangan kosong sebelum bergerak cepat mendekati Qiao Xi.
“Salahkan dirimu yang lemah!” Gao Zhimao menahan tebasan pedangnya yang hampir memotong kepala Qiao Xi. Dia menendang perut Qiao Xi dan menarik pedangnya.
‘Hampir saja!’ Gao Zhimao mengumpat karena tidak bisa menahan nafsu untuk membunuh Qiao Xi.
Wajah Qiao Xi terlihat buruk karena merasa aura pembunuh Gao Zhimao begitu pekat. Dibandingkan dengan Jing Yang yang terasa hangat dan membuatnya nyaman, aura hitam pekat Gao Zhimao membuat tubuh Qiao Xi mual bahkan sulit untuk bergerak.
“Menyerah lah maka akan kuampuni dirimu! Saat ini aku tidak bisa menahan nafsu membunuhku!” Gao Zhimao melepaskan aura pembunuh ke arah Qiao Xi dan melempar pedangnya tepat di samping leher Qiao Xi.
Semua penonton membisu karena mereka baru sadar jika sosok Gao Zhimao adalah jenius yang sesungguhnya. Bakat alaminya dalam membunuh ataupun bertarung lebih unggul dari peserta lainnya.
Namun di antara semua pendekar Istana Sembilan Naga yang terkejut, hanya Wang Zhi dan Zhu Huazhi yang menggelengkan kepala mereka. Sementara pendekar yang menjadi bagian anggota Wang Zhi dan Zhu Huazhi berkeringat dingin.
Ye Long mengernyitkan dahinya karena merasa ada kejanggalan dengan apa yang baru saja terjadi. Sebisa mungkin dia tidak mengalihkan pandangannya pada Gao Zhimao yang sedang mengintimidasi Qiao Xi.
‘Aura ini... aku pernah merasakannya. Apa aku pernah bertemu dengannya?’
__ADS_1
Ye Long sedikit bergidik ketika Gao Zhimao melepaskan aura pembunuh tanpa disembunyikan.