Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 253 - Jiyangma


__ADS_3

Jing Yang membawa perbekalan yang diberikan Hua Minha. Berniat melanjutkan perjalanan menuju Kota Jiyangma, Jing Yang akan melihat banyak penduduk yang saling bergotong royong mulai dari membangun rumah yang hancur, benteng yabg hancur sampai membentuk sebuah permukiman didekat Danau Jingyui.


Hua Minha dan penduduk Rongma berniat mendirikan permukaan didekat Danau Jingyui. Bahkan kelak Rongma akan meluas hingga ke Danau Jingyui. Jing Yang mendukung rencana pembangunan ini dan memberikan harta yang dia simpan di Cincin Dewa kepada Hua Minha untuk mengelola keuangan di Rongma.


“Yang‘er... Jumlah ini...” Hua Minha setengah tidak percaya melihat emas-emas yang menggunung. Bahkan Chu Yui dan Bai Xianlin sekalipun tersedak melihat kekayaan yang dimiliki Jing Yang.


Selama ini Jing Yang tidak terlalu boros menggunakan uangnya. Dengan uang yang diberikan kepada Shen Mi untuk membentuk Rumah Lima Warna saja masih berlebihan sampai Shen Mi membuat Menara Harta Naga.


“Gunakan ini untuk membangun Rongma. Tidak banyak yang akan aku lakukan setelah diriku ini kembali ke Ibukota Huaran. Mungkin aku akan kembali ke Rongma untuk waktu yang lama.” Jing Yang mencari Cincin Penyimpanan dan memberikannya kepada Hua Minha.


Sambil mengajari Hua Minha cara menggunakan Cincin Penyimpanan, Jing Yang juga memberikan ratusan bibit tanaman sumber daya kepda Hua Minha seperti Jahe Dewa, Akar Jiwa, Benih Pohon Buah Es dan sebagainya.


“Aku akan menggunakan ini dengan baik.” Hua Minha akan menjawab harapan yang diberikan Jing Yang pada dirinya.


Setelah itu Jing Yang berpamitan dan segera berangkat menuju Kota Jiyangma bersama Xue Bingyue, Bai Xianlin dan Hua Ying. Disepanjang jalan keluar terlihat banyak penduduk Rongma mengantarkan kepergian Jing Yang dan yang lainnya yang hendak melakukan perjalanan menuju Kota Rongma.


“Hati-hati didalam perjalanan Yang Mulia! Semoga perjalanan anda baik-baik saja!”


“Yang Mulia, terimakasih telah membebaskan kami! Kami semua akan mengingat kebaikan anda selama kami masih hidup!”


“Semoga keberuntungan menyertai perjalanan anda, Yang Mulia!”


Sejumlah penduduk berteriak lantang dan melambaikan tangannya pada Jing Yang. Teriakan itu membuat penduduk lainnya mencoba memberanikan diri menyapa Jing Yang.


Tidak sedikit juga dari mereka mengagumi sosok Jing Yang yang berjalan bersama perempuan-perempuan cantik yang bersamanya. Jing Yang seperti seorang Kaisar berkharisma yang menaklukkan setiap wanita saat para penduduk Rongma melihat Xue Bingyue, Bai Xianlin dan Hua Ying berjalan dibelakangnya.


Kurang lebih Jing Yang menyapa beberapa penduduk yang mendekatinya sebelum akhirnya dia berseru lantang kepada semua penduduk Rongma yang mengantarkan kepergiannya.


“Untuk rekan-rekan yang telah berjuang bersamaku melawan pasukan Kekaisaran Ma! Aku ucapkan terimakasih! Pengabdian kalian tidak akan pernah kulupakan! Semoga kita bisa bekerjasama dikesempatan lainnya!”

__ADS_1


Jing Yang melihat para penduduk Rongma yang membalas ucapannya dengan seruan menggema. Memang ucapan Jing Yang merupakan tanda bahwa mulai saat ini Rongma merupakan wilayah yang telah bebas dari cengkeraman Kekaisaran Ma.


Melihat bagaimana Jing Yang berusaha menebus kesalahan pendahulunya membuat para penduduk Rongma terkesima. Terlebih tujuan Jing Yang begitu mulia dan tulus membantu mereka.


Jing Yang sendiri tidak ingin mengecewakan harapan orang-orang begitu juga sebaliknya. Sebenarnya para penduduk Rongma ingin mengadakan pesta dengan Jing Yang, namun Jing Yang mengatakan pada penduduk Rongma jika saat ini belumlah waktunya.


Memang latar belakang dan masa lalu Jing Yang diketahui semua orang Kekaisaran Jiang. Kematian Jiang Lian akibat pertumpahan darah saudara kandung itu membuat Jing Yang menjadi pribadi sekarang ini.


Tujuan Jing Yang nyata dan jelas yakni menghabisi seluruh anggota Pulau Iblis Tengkorak. Dengan mengetahui masa lalu Jing Yang, banyak penduduk Rongma berpikir jika Jing Yang akan mengadakan pesta besar jika perang antara Lentera Naga Fajar melawan Pulau Iblis Tengkorak dimenangkan Lentera Naga Fajar.


Jing Yang mengakui jika penduduk Rongma sangat ramah terhadapnya walaupun awalnya tatapan mereka semua begitu dingin. Tetapi pada akhirnya semua saling mengerti dan berjalan dengan baik.


Selepas kepergian Jing Yang, Xue Bingyue, Bai Xianlin dan Hua Ying meninggalkan Rongma. Tao Qiaoli juga berpamitan untuk kembali ke Ibukota Huaran bersama Fan Ziwei, Mei Hua, Qiao Xi.


Pada akhirnya Tao Qiaoli mendapatkan surat burung dari Murong Qiaomi yang menyuruh Fan Ziwei, Mei Hua, Qiao Xi dan Hua Ying serta dirinya kembali ke Ibukota Huaran setelah menyelesaikan masalah di Kota Jiyangma.


Namun Tao Qiaoli kembali bersama yang lainnya sebelum masalah di Kota Jiyangma selesai. Tao Qiaoli sangat yakin Jing Yang dapat mengatasi masalah di Kota Jiyangma.


Sepuluh tahun lamanya Rongma berada didalam kegelapan dan sekarang telah berubah menjadi cerah seiring berjalannya waktu. Seperti telah ditakdirkan, Jing Yang sebagai Kaisar Jiang memberikan harapan kepada penduduk Rongma setelah sekian lama tidak ada pemerintahan yang berani menginjakkan kaki ataupun menyentuh Rongma.


Chu Yui sendiri menyaksikan kepergian Jing Yang dan yang lainnya dari kejauhan. Walaupun Chu Yui bukanlah orang Kekaisaran Jiang, tetapi Chu Yui memilih tetap tinggal di Rongma.


Jing Yang memberikan tugas kepada Chu Yui setelah mengetahui masa lalu wanita itu. Dimasa lalu Chu Yui pernah hampir diperkosa oleh Ho Xing namun saat itu Hua Minha menyelamatkan Chu Yui dan sebagai gantinya Hua Minha harus menderita setiap harinya dipermainkan para petinggi Lentera Iblis Tunggal.


“Semoga keberuntungan selalu dipihakmu, bocah monster.” Chu Yui memejamkan matanya dan tersenyum.


____


Dengan terbang membutuhkan waktu yang lebih singkat mencapai Kota Jiyangma. Jing Yang sendiri masih belum terbiasa dengan Aura Raja Neraka dan Aura Raja Naga yang lebih pekat dari sebelumnya. Dia tidak menyangka aura pembunuh bisa menjadi sangat mematikan.

__ADS_1


“Yangyang, apa kau sudah mengolah Aura Pembunuh itu menjadi Aura Raja Naga?” Xue Bingyue bertanya karena sesekali dia merasakan samar-samar aura pembunuh dari tubuh Jing Yang.


“Bisa kukatakan aku sudah mengubah aura pembunuh menjadi Aura Raja Neraka dan Aura Raja Naga, tetapi tetap saja aura ini terlalu mengerikan bahkan seolah-olah aura gelap pekat seolah-olah mencoba menguasai kewarasanku.” Jing Yang tidak memungkiri jika rasanya sulit mengendalikan kewarasannya karena aura pembunuh ini. Terkadang ada perasaan asing dalam hatinya karena dirinya sendiri sudah merenggut ribuan nyawa.


“Ya, aku pernah mendengar jika ada seorang pendekar menjadi gila karena kebanyakan membunuh.” Xue Bingyue menanggapi sambil berharap jika Jing Yang tidak salah satunya.


Jing Yang tertawa pelan, “Yueyue, aku tidak akan menjadi gila. Bagaimanapun juga aku tetap bisa bertahan dikeadaan yang gila ini.”


“Aku berharap seperti itu...” Xue Bingyue tersenyum.


Hua Ying dan Bai Xianlin mengamati Jing Yang dan Xue Bingyue yang terbang didepan. Dalam perjalanan Hua Ying lebih banyak diam termasuk Bai Xianlin yang terlihat kebingungan memulai obrolan dengan Hua Ying.


“Senior Xianlin, kau mengatakan dirimu ini berasal dari Benua Dataran Tengah bukan?” Hua Ying bertanya karena tidak sengaja mendengar ucapan Bai Xianlin saat mengobrol dengan Jing Yang dan Xue Bingyue.


“I-iya...” Tanpa sadar Bai Xianlin gugup dalam menjawab. Memang dirinya berasal dari luar Benua Dataran Tengah dan Bai Xianlin ingin sedikit orang yang mengetahui ini.


“Tenang saja, aku akan merahasiakan ini.” Hua Ying merasa tidak enak saat melihat ekspresi raut wajah Bai Xianlin yang terlihat tidak nyaman saat dirinya menyinggung asal wanita itu.


Pada akhirnya Bai Xianlin dan Hua Ying mengobrol seputar dunia persilatan Kekaisaran Jiang dan Benua Dataran Tengah. Menurut Bai Xianlin, saat ini Kekaisaran Jiang terlalu fokus terhadap Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Shi, sehingga lupa dengan keberadaan Kekaisaran Yun dan Kekaisaran Qing yang menurutnya bisa saja lebih berbahaya daripada dua Kekaisaran yang telah terlibat perang dingin dan pertempuran langsung dengan Kekaisaran Jiang.


Hingga tak terasa akhirnya mereka sampai di Kota Jiyangma dalam kurun waktu satu hari penuh. Jing Yang, Xue Bingyue, Bai Xianlin dan Hua Ying tidak segera memasuki kota melainkan mengamati Kota Jiyangma dari kejauhan.


Memang pemandangan Kota Jiyangma sangat indah dari kejauhan, terlebih matahari terbit di kota pelabuhan yang berada dekat dengan lautan begitu indah.


“Bukankah itu kereta kuda?” Saat Jing Yang, Bai Xianlin dan Hua Ying sedang memperhatikan Kota Jiyangma dari atas bukit, Xue Bingyue justru sekilas merasakan suara hentakan dan melihat sebuah kereta kuda.


Jing Yang akhirnya menajamkan matanya melihat arah yang Xue Bingyue tunjuk. Disana ada kereta kuda yang mengangkut barang-barang. Didalam kereta kuda Jing Yang melihat ada seorang gadis dan dua pria. Sementara sang kusir sendiri terlihat memakai jubah Lentera Iblis Tunggal.


“Apa perlu kita mencegat mereka dan menangkap kusir kuda itu?” Bai Xianlin bertanya kepada Jing Yang karena bagaimanapun dia ingin Jing Yang mengambil keputusan dan menentukannya sendiri.

__ADS_1


Jing Yang menghela nafas, “Sebaiknya kita amati terlebih dahulu.”


__ADS_2