
Jantung Murong Liuyu berdetak kencang melihat pemuda yang menoleh kearahnya. Suara dari pemuda itu membuat pipinya bersemu merah. Tubuh Murong Liuyu bergetar hebat karena baru pertama kali dalam hidupnya dia merasakan ini.
“A-aku baik-baik saja!” Gugup Murong Liuyu menjawab.
“Saudara Jing- Yang Mulia!” Qiao Xi terkejut melihat kedatangan Jing Yang secara tiba-tiba.
“Yang Mulia, kenapa anda bisa ada disini?” Mei Hua bertanya dengan suara sopan.
Qiu Mei menggelengkan kepalanya, ‘Aneh rasanya mendengar Mei Hua berbicara sopan.’
“Aku mendengar langsung dari Bibi Qiaomi jika ada beberapa penyusup yang mengincar Tubuh Yin. Kau seharusnya tahu bukan pemilik Tubuh Yin adalah orang yang paling berharga dalam hidupku. Aku tidak akan membiarkan siapapun melukainya. Bahkan satu jari pun.”
Jing Yang tersenyum lebar menatap Sian Jun yang menjaga jarak darinya. Kehadiran Jing Yang tentu membuat Sian Jun menjadi waspada bahkan dia merasa jika kemampuan Jing Yang saat ini sama seperti tiga pendekat di Tiga Tengkorak Abadi.
‘Aura ini? Jangan bilang dia adalah pemilik Tubuh Raja Neraka?!’ Belum sempat Sian Jun menjauh, Jing Yang sudah mempersingkat jarak dan melepaskan satu tebasan yang mengenai dada Sian Jun secara telak.
“Argh!”
Sian Jun meronta kesakitan saat menyadari dadanya terbakar dan berdarah. Sedetik kemudian Jing Yang menginjak perutnya dan melepaskan tekanan gravitasi dipijakan kakinya.
Kali suara tulang patah menggema memenuhi sekitarnya. Kejadian ini tentu saja membuat Xue Lihua, Murong Liuyu, Qiao Xi, Mei Hua dan Qiu Mei terkesima dan berdecak kagum.
Kemampuan Jing Yang saat ini bisa dibilang merupakan sebagai pendekar terkuat di Lentera Naga Fajar. Xue Lihua tidak berkedip sedikitpun melihat bagaimana Jing Yang bertarung.
“Saudari Liuyu, apa dia adalah Yang‘er? Bukankah dia semakin rupawan? Mengapa dia begitu kuat?” Xue Lihua masih tidak percaya jika pemuda itu adalah Jing Yang. Diumurnya yang tiga belas tahun, Jing Yang seperti pemuda berumur lima belas tahun.
Murong Liuyu sendiri masih terkesima melihat penampilan Jing Yang sekarang. Bukan hanya kewibawaannya saja yang menguat, tetapi tindakan Jing Yang sangat misterius dan diluar dugaannya.
“Saudari Lihua, dia adalah Yang‘er. Kaisar Jiang termuda dalam sejarah dan sosok kaisar yang pertama kali menjadi seorang pendekar hebat.”
Selepas Murong Liuyu berkata demikian, Jing Yang tertawa pelan. Menurut Jing Yang, Murong Liuyu terlalu melebih-lebihkan.
Pendengaran Jing Yang menajam karena telah mencapai Pendekar Roh. Dia diam saja karena melihat Murong Liuyu dan Xue Lihua tidak menyadari jika dirinya mendengar pembicaraan mereka.
Jing Yang menggelengkan kepalanya dan berjongkok diatas perut Sian Jun. Tatapan dinginnya menatap Sian Jun yang berkeringat dingin karena tekanan intimidasinya.
“Mengapa kalian mengincar Tubuh Yin?” Jing Yang bertanya dengan tatapan kosong.
__ADS_1
Sian Jun menelan ludah melihat tatapan Jing Yang. Tatapan yang begitu gelap dan mengerikan menurutnya.
‘Apa benar dia seorang bocah? Pandangan matanya ini seolah-olah dirinya telah hidup lebih lama dariku!’
“Menurutku kita bicara dengan bahasa yang sama? Jawab pertanyaanku!” Jing Yang melepaskan tekanan gravitasi lebih besar dari sebelumnya hingga tanah tempat Sian Jun terbaring amblas kebawah membentuk bayangan manusia.
“Apa kau tidak mendengar ucapanku ini?” Jing Yang kembali melepaskan tekanan gravitasi dan membuat Sian Jun semakin berteriak kesakitan.
“Aku! Aku mendapatkan perintah dari Tuan Yanlan, salah satu dari Tiga Tengkorak Abadi utusan Raja Iblis Guo Wu!”
Terbata-bata Sian Jun menjawab. Kepalanya berkeringat dingin melihat Jing Yang menatapnya kosong. Tidak berapa lama Jing Yang berdiri dan menjentikkan jarinya.
“Jawab semua pertanyaanku ini, jika kau masih menyayangi nyawamu!” Jing Yang mengancam Sian Jun.
Namun reaksi Sian Jun tidak terduga. Pria itu tertawa dan meneteskan air matanya. Jing Yang mengerutkan keningnya melihat ini.
“Entah sampai kapan semua ini akan berakhir... Tidak ada yang bisa kukatakan padamu... Lebih baik kau akhiri nyawaku saat ini...” Sian Jun menatap Jing Yang dengan tatapan memohon.
“Ada apa denganmu? Aku bertanya dan bukan untuk mendengar keluhanmu.” Jing Yang heran dengan perubahan sikap Sian Jun. Saat ini Sian Jun begitu ketakutan.
“Bocah, kau memang lebih kuat dariku. Aku ketakutan bukan dirimu, melainkan aku takut akan teknik terlarang ini. Aku sudah lelah membunuh orang tak bersalah, jika berkhianat aku akan membunuh lebih banyak orang karena teknik terlarang ini. Tolong akhiri nyawaku dan kutukan ini."
Raja Iblis Guo Wu membentuk Tiga Tengkorak Abadi untuk mencari pemilik Tubuh Yin dan Badan Perawan Suci.
Setelah Sian Jun menceritakan tujuan Raja Iblis Guo Wu, seketika kepalanya hancur membuat Mei Hua dan Qiu Mei menjerit karena terkejut.
“Kau!” Jing Yang merasakan sebuah aura mematikan dari tubuh Sian Jun. Tubuh Sian Jun membesar sekitar tiga meter dan kepalanya berubah menjadi kepala harimau.
“Senior Liuyu! Senior Lihua! Kalian semua pergilah!” Jing Yang menyadari kemampuan Sian Jun saat ini sama seperti dirinya.
“Yang‘er- Yang Mulia, kami tidak bisa meninggalkan-"
“Senior Lihua, ini perintah! Jangan membantah!” Jing Yang menatap dingin Xue Lihua dan melepaskan aura pembunuh kearah Sian Jun dalam jumlah besar, “Kalian hanya akan menghambatku!"
Xue Lihua yang melihat tatapan itu segera mengikuti perintah Jing Yang begitu juga dengan Murong Liuyu, Mei Hua, Qiao Xi dan Qiu Mei.
“Nampaknya kau telah mati. Sesuai permintaanmu, aku akan mengakhiri nyawamu.” Jing Yang segera menarik Pedang Gravitasi dan Pedang Dewa Naga.
__ADS_1
“Ada hal yang ingin kucoba.”
Jing Yang menghindari pukulan Sian Jun yang meratakan pepohonan itu dan melompat keatas.
“Tujuh Raja Iblis Agung? Sepertinya mereka adalah sosok terkuat selain orang-orang di Benua Suci dan Bangsa Trost.” Jing Yang tersenyum kecut mengingat perkataan Raja Neraka padanya, “Bukankah semua ini sesuai perkataanmu? Jika aku terus seperti ini, aku tidak bisa melindungi siapapun. Tetapi mengorbankan diri sendiri demi melindungi orang lain, bukankah itu juga akan membuat orang lain menderita?”
Diudara Jing Yang memutarkan tubuhnya dan melepaskan sebuah tebasan yang memotong kedua tangan Sian Jun. Sesuatu mengejutkan terjadi, dua tangan Sian Jun yang terpotong kembali tumbuh dan mencengkeram tubuh mungil Jing Yang.
Cipratan darah memenuhi udara bersamaan dengan tubuh Jing Yang yang digenggam kedua tangan Sian Jun dengan sangat erat.
Bersamaan dengan itu, diarah berlawanan dari Hutan Menangis terjadi pertempuran hebat antara Chi Rong dan Fan Liwei melawan pendekar misterius yang merupakan teman dari Sian Jun.
Pertempuran itu dimenangkan pendekar misterius yang berhasil membuat tubuh Chi Rong dan Fan Liwei terkena Racun Neraka Terdalam. Pendekar misterius itu hendak membunuh Chi Rong dan Fan Liwei yang melarikan diri namun dia mengurungkan niatnya karena menurutnya kedua wanita akan mati dengan sendirinya.
Namun dalam perjalanan menuju Hutan Menangis, pendekar misterius kembali bertemu dengan Chi Rong dan Fan Liwei yang sedang bersembunyi. Kejadian ini membuat pendekar misterius berniat mengakhiri nyawa Chi Rong ataupun Fan Liwei.
Namun sebelum merenggut nyawa Chi Rong ataupun Fan Liwei, pendekar misterius mendapatkan musuh tidak terduga karena tujuan kedatangan dirinya ke Kekaisaran Jiang adalah Tubuh Yin.
Dan pemilik Tubuh Yin datang dengan sendirinya menghampirinya.
“Menarik. Aku tidak perlu repot-repot membunuh orang-orang tak bersalah. Sebaiknya kau serahkan dirimu. Itulah saran yang kuberikan padamu, gadis manis.” Kata pendekar misterius itu.
“Tetua Chi, Tetua Liwei, kalian berdua mundurlah. Aku akan melawannya.” Gadis manis itu berkata pada Chi Rong dan Fan Liwei yang terluka parah.
“Bukankah kamu Yue‘er dari Pulau Salju Rembulan? Calon permaisuri Kaisar Kecil?” Fan Liwei bertanya dengan nada sedikit candaan. Wanita ini tertawa lirih memegang perutnya yang terasa sakit.
“Suadari Liwei, ini bukan waktunya bercanda. Sebaiknya kita ikuti kata Yue‘er.” Chi Rong membantu Fan Liwei berjalan.
“Tetapi-"
Terlihat Fan Liwei ragu untuk meninggalkan gadis manis itu. Chi Rong menatapnya tajam dan menggelengkan kepalanya.
“Kita hanya akan menjadi beban. Entah mengapa Yue‘er telah mencapai Pendekar Langit. Kita harus percaya padanya.” Chi Rong sendiri memandang rumit sosok gadis manis itu.
Setelah Chi Rong dan Fan Liwei menjauh, gadis manis itu melepaskan hawa dingin yang membekukan hutan dalam sekejap.
“Bakat yang mengerikan. Tetapi sangat disayangkan karena dirimu akan berakhir menyedihkan ditangan Yang Mulia Guo Wu.”
__ADS_1
Gadis manis tersebut tersenyum mendengar ucapan pendekar misterius itu.
“Kau tidak perlu khawatir, karena aku akan membunuhmu disini.” Tubuh pendekar misterius itu membeku tepat setelah gadis manis tersebut menarik pedang kesayangannya.