Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 84 : Kombinasi Dua Roh Pedang ~ Gravitasi Naga!


__ADS_3

“Nenek tua bangka, kau cukup kendalikan tangan kananmu. Aku akan membunuh semua manusia berjubah hijau.” Lingling berbicara dengan nada memerintah.


“Baiklah. Padahal kau ini anak manis, tetapi mulutmu seperti harimau.” Yue Wang menanggapi sebelum mengayunkan pedangnya.


Di tengah-tengah pertempuran terlihat ratusan pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau yang berhasil menghabisi prajurit militer. Tak lama Jing Yang langsung menebaskan kedua pedangnya mengincar seluruh pembunuh berjubah hijau.


“Aku akan bergerak ke kanan!” Jing Yang dengan nada berbicara seperti Yue Wang hendak melangkah kakinya ke kanan untuk menghabisi pembunuh yang terluka. Tetapi langkah kakinya terhenti.


“Tidak. Kita harus ke kiri!” Lingling menatap sengit Yue Wang. Keduanya kembali bertengkar.


Serangan terbuka yang dilakukan secara terang-terangan oleh Jiang Feng dan Shi Mubai membuat kediaman Jiang En menjadi lautan darah. Semua terjadi hanya karena perselisihan keluarga.


“Kita kepung bocah ini, sepertinya dia kehilangan kendali...” Salah satu pembunuh berjubah hijau berbicara pada pembunuh yang lainnya.


“Hati-hati jangan sampai terkena tekanan gravitasinya. Dua pedang miliknya adalah Pusaka Dewa.” Sahut pembunuh lainnya.


Sekitar sepuluh pembunuh membentuk formasi pengepungan. Mereka semua telah mencapai pendekar raja. Ada sekitar dua puluh pembunuh yang akan melakukan serangan dari belakang dan tersembunyi.


Jing Yang memejamkan matanya dan diam. Lingling dan Yue Wang sudah berhenti bertengkar. Keduanya sepakat untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang diberikan Roh Sang Hitam.


Kilatan kedua bola mata Jing Yang nampak berbeda. Ketika sepuluh pembunuh yang telah mencapai pendekar raja mulai melakukan serangan secara bersamaan. Jing Yang memainkan pedangnya dengan gemulai dan agresif.


“Nenek, tidak buruk juga permainan pedangmu...”


“Kau juga, kerdil.”


Terlihat Jing Yang seperti sedang berbicara sendiri. Serangan dari berbagai arah dapat di atasi dengan baik. Ketika pembunuh yang ada di belakang formasi pengepungan hendak melepaskan serangan dadakan. Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga.


Seketika tiga puluh pembunuh yang telah mencapai pendekar raja langsung terduduk di tanah. Aura Raja Naga yang dilepaskan Jing Yang lebih kuat karena tenaga dalam Yue Wang dan Lingling lebih murni.


Jing Yang melepaskan kekuatan gravitasi dari pedangnya. Tekanan gravitasi disekitarnya membuat tiga puluh pembunuh berkeringat dingin karena mereka tidak menyangka serangan gabungan tidak mempan terhadap pemuda berumur dua belas tahun.


Dalam satu kali ayunan Pedang Dewa Naga yang membentuk putaran api yang melingkar, tubuh pembunuh yang terkena Aura Raja Naga langsung tergeletak. Tebasan pedang Jing Yang melukai mereka begitu dalam.


“Akh, darah manusia ini...” Yue Wang mendesah ketika Pedang Gravitasi berlumuran darah.


Lingling memandang Yue Wang dengan tatapan jijik. Tak jauh dari tempat Jing Yang berpijak terlihat Kung Hao dari Lima Golok Darah bertarung melawan Ma Chong dari Organisasi Laba-Laba Hijau.


Sekilas Yue Wang melihat keduanya telah mencapai pendekar suci, sehingga dia langsung menggerakkan tubuh Jing Yang menuju kedua pendekar suci yang sedang bertarung sengit.


“Teknik Pedang Gravitasi ~ Enam Jalan Persimpangan!”


Jing Yang dalam kendali Yue Wang mengolah pernapasan dan menebaskan pedang yang dialiri tenaga dalam ke arah Kung Hao dan Ma Chong. Tebasan Jing Yang terlalu mencolok sehingga menarik perhatian pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau dan Organisasi Air Dosa.

__ADS_1


“Bocah ini cari mati! Seenak jidat mengganggu pertarunganku!” Kung Hao menatap geram Jing Yang setelah menangkis tiga tebasan yang memancarkan energi pedang.


Sementara Ma Chong menatap Jing Yang dengan seksama, dia merasakan jika pemuda berumur dua belas tahun itu merupakan anak yang dibicarakan aliran hitam.


‘Aku akan mengamati terlebih dahulu. Pada akhirnya jenius yang masih bocah akan berpikir dan bertindak layaknya bocah. Jika aku mengambil dua Pusaka Dewa di tangannya dan membunuhnya, maka aku dapat memiliki jabatan di Pulau Iblis Tengkorak...’ Batin Ma Chong.


Lalu Ma Chong dan Kung Hao kembali bertukar serangan, menghiraukan keberadaan Jing Yang karena pemuda tersebut di serang dari dua sisi.


“Biar aku yang mengurus pembunuh kacangan ini...” Jing Yang dalam kendali Lingling mengatur aliran napasnya sambil mengaliri bilah Pedang Dewa Naga dengan tenaga dalam.


Sepuluh pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau yang mencapai tingkat pendekar kaisar datang dari sisi kanan. Sementara sepuluh pembunuh dari Organisasi Air Dosa yang mencapai tingkat pendekar raja datang dari sisi kiri.


‘Kakak, lihat kemampuan Lingling...’ Seketika aura berwarna emas menyelimuti tubuh Jing Yang sebelum bayangan Naga Emas muncul di belakang tubuhnya.


“Jurus Pedang Dewa Naga ~ Auman Naga Emas!”


Setelah kehadiran pembunuh yang datang dari dua sisi semakin mendekat, Jing Yang langsung menebaskan pedangnya membunuh sebagian dari mereka dan kembali memainkan pedangnya membunuh yang tersisa.


“Bagus, bagus. Sekarang biar aku yang mengurus dua pendekar suci itu.” Yue Wang mengendalikan tubuh Jing Yang lalu bergerak mendekati Kung Hao dan Ma Chong.


“Biar aku. Seorang nenek tua bangka harus bersikap layaknya nenek.” Lingling tidak mau mengalah. Lagi-lagi keduanya saling menatap tajam satu sama lain.


“Dua menit lagi.” Roh Sang Hitam berkata dari alam bawah sadar Jing Yang.


“Tiga pendekar bumi? Asosiasi Pedang Hati sedang mencegat bala bantuan dari aliran hitam yang berniat membantu Jiang Feng. Mereka tidak akan kalah semudah itu...” Jing Yang menatap Roh Sang Hitam yang memejamkan matanya. Tak lama kedua bola mata yang indah itu terbuka dan menatapnya hangat.


“Kemungkinan bukan bala bantuan. Anggap saja mereka bertiga tidak di pihak siapapun.”


Roh Sang Hitam kembali memejamkan matanya setelah berkata demikian. Sedangkan Jing Yang melihat dirinya yang sedang dikendalikan Yue Wang dan Lingling.


“Teknik pedang itu...” Jing Yang bergumam pelan karena melihat Yue Wang dan Lingling hendak melakukan dua teknik secara bersamaan.


Saat ini Jing Yang langsung berada di dekat Kung Hao dan Ma Chong yang sedang bertarung sengit. Tak lama Kung Hao memainkan goloknya cukup brutal dan memukul mundur Ma Chong.


“Bocah ini benar-benar bosah hidup. Baiklah, jika kau begitu keras kepala karena ingin mati. Biarkan golokku ini memotong setiap jengkal tubuhmu.” Kung Hao menjilat goloknya. Kemudian dia melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar dan tenaga dalam sebelum mengalirinya ke dalam goloknya.


Tidak seperti Kung Hao yang berniat menyerang Jing Yang, Ma Chong justru berniat membunuh keduanya ketika Jing Yang dan Kung Hao lengah.


“Rasakan ini!” Darah menggumpal membentuk elang berwarna merah ketika Kung Hao menebaskan goloknya.


Jing Yang tersenyum tipis dan bergerak cepat menyerang Kung Hao dan Ma Chong.


“Hei, kerdil, kita bunuh mereka berdua. Dan biarkan pedangku yang menghisap darah mereka.” Yue Wang tersenyum tipis sambil memainkan rambutnya.

__ADS_1


“Hmm...” Lingling tidak protes sedikitpun dan melipatkan kedua tangannya di dada.


Ketika tebasan golok Kung Hao semakin mendekat, Jing Yang menebaskan pedangnya yang memancarkan energi pedang dengan penuh tenaga.


“Teknik Kombinasi Pedang Ganda : Gravitasi Naga!”


Suara raungan Naga menggelegar bersamaan dengan tekanan gravitasi yang berat menghancurkan lantai-lantai halaman depan. Tebasan golok Kung Hao tertelan mulut Naga Emas.


Baik Kung Hao maupun Ma Chong tersentak kaget karena tekanan gravitasi disekitar mereka menjadi berat. Tubuh Kung Hao terkena tebasan yang tajam tepat dilehernya, sementara Ma Chong menahan tebasan Jing Yang, namun perutnya tertebas cukup dalam.


“Lezat, lezat. Baiklah, waktu kita habis, kerdil.” Yue Wang kembali ke alam bawah sadar Jing Yang. Kemudian disusul Lingling.


“Dasar nenek tua bangka.”


Jing Yang mengambil alih kesadarannya. Dia melihat Kung Hao dan Ma Chong mati seketika. Tak habis pikir dampak serangan dari dua Roh Pedang Pusaka Dewa memberikan dampak kerusakan yang besar pada tanah, begitu juga dengan tubuhnya yang terasa remuk.


Jing Yang memperhatikan sekelilingnya. Tampak pertempuran sudah mendekati akhir, hanya saja dia melihat Murong Qiaomi dan Tao Qiaoli terdesak. Keduanya mendapatkan luka yang cukup parah karena menghadapi pendekar bumi dari Organisasi Air Dosa.


___


Tingkatan Senjata :


Pusaka Alam


Pusaka Bumi


Pusaka Langit


Pusaka Dewa


Pusaka Surgawi


Hmmm...


Buat yg nanya Yueyue. Di Arc 3 nanti dia akan muncul. Pokoknya kejutan lah ya. Arc 2 sepertinya tidak akan seperti Arc 1 mencapai 74 chapter.


Note : 08~09~2020 – 12~09~2020


22 komentar : Bonus 1 chapter.(0/5)


1000 Vote Poin : Bonus 1 Chapter(0/5)


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar.

__ADS_1


__ADS_2