
Para tahanan yang dibebaskan Jing Yang kebanyakan baru ditahan beberapa minggu belakangan ini. Tetapi ada yang sudah lebih dari dua sampai lima tahun. Jing Yang mengepalkan tangannya ketika mendengarnya.
Sungguh ironis karena Kekaisaran Jiang sangat jauh dari yang dia bayangkan. Justru Jing Yang menerima tawaran untuk menjadi Kaisar Jiang, karena dia tidak ingin ada orang yang merasakan masa lalu sama seperti dirinya. Harus ada orang yang bertindak dan mengakhirinya.
Jing Yang dan Ye Xiaoya sendiri cepat membaur bersama para tahanan. Selama perjalanan mereka tidak jarang bersenda gurau untuk menghilangkan kejenuhan ditengah-tengah rasa lelah.
Perjalanan menuju Kota Shendu yang diperkirakan akan sampai lebih cepat justru terhambat. Stok persediaan makanan yang ada di Cincin Penyimpanan milik Ye Xiaoya hanya bertahan sampai empat hari.
Beberapa tahanan mengeluh. Wajar karena mereka pada dasarnya adalah orang kaya. Jing Yang justru menceritakan masa lalunya ketika selalu memakan daging Hewan Buas dan Binatang Iblis selama lima tahun. Mendengar cerita Jing Yang, pada tahanan justru tergerak hatinya agar lebih bersyukur menikmati makanan yang ada.
Para tahanan sadar karena Jing Yang dan Ye Xiaoya juga memiliki kesibukan sendiri, mereka menyesali perbuatannya karena telah mengeluh.
Sudah empat hari berlalu, Jing Yang telah melewati wilayah Kota Yunfei dengan jalan memutar. Sekarang tujuannya langsung menuju Kota Shendu untuk menemui Panglima Shen Ho dan Asosiasi Pedang Hati.
Ketika hari semakin gelap, Jing Yang dan Ye Xiaoya kembali memutuskan untuk bermalam. Para tahanan juga terlihat kelelahan. Beberapa pria berumur tiga puluhan tahun meminta Jing Yang untuk mengajari caranya berburu.
Dengan senang hati Jing Yang mengajari dan mulai berburu bersama para tahanan. Ada pengalaman tersendiri saat melihat wajah orang-orang yang bangga karena menangkap kelinci dan rusa dengan jebakan yang mereka buat.
“Ini sudah cukup. Kalian kembalilah terlebih dahulu, aku akan menyusul.” Jing Yang melambaikan tangan dan menatap tajam dua bayangan hewan didepannya. Tak disangka dia bertemu dua Sapi Api Bertanduk Merah.
“Sepertinya malam ini kita akan makan dengan puas.” Jing Yang mengaliri telapak tangannya dengan aura sebelum melancarkan ratusan tapak tangan pada dua Sapi Api Bertanduk Merah.
Karena keributan yang dihasilkan dari pertukaran serangan antara Jing Yang dan dua Sapi Api Bertanduk Merah, beberapa tahanan melihat langsung pertarungan yang dilakukan Jing Yang. Mereka terpana dengan gerakan Jing Yang.
Jing Yang menapak kepala Sapi Api Bertanduk Merah, lalu melesatkan pukulan bertenaga yang membuat Sapi Api Bertanduk Merah kehilangan nyawanya seketika.
__ADS_1
“Tunggu...” Ketika Jing Yang mengambil Mutiara Roh Hewan. Terlintas dipikirannya tentang kelompok yang bernama Partai Hewan Buas. Jika dua ekor Sapi Api Bertanduk Merah yang barusan dia bunuh adalah ulah Partai Hewan Buas, maka ini akan membuat tahanan dalam bahaya.
Jing Yang langsung mengawasi tempat mereka berkemah. Dia melepaskan aura tubuhnya dengan jumlah besar. Jangkauan auranya bahkan sampai di tempat Ye Xiaoya yang sedang mencari air minum bersama beberapa perempuan.
‘Aku terlalu khawatir...’ Jing Yang menghela napas panjang setelah tidak merasakan hawa keberadaan aura pendekar yang dekat dengan tempat mereka berkemah.
Ketika kembali, Jing Yang melihat beberapa pria telah memotong dan mulai membakar daging Sapi Api Bertanduk Merah. Terlihat Ye Xiaoya juga menjelaskan khasiat yang terkandung didalamnya. Jing Yang pernah mendengar sedikit cerita dari Lu Xiuyu tentang betapa berharganya daging Binatang Iblis dan Hewan Buas. Jika Rumah Lima Warna menjadi organisasi yang besar, maka persediaan daging Hewan Buas dan Binatang Iblis akan menjadi makanan yang mudah dicari bagi masyarakat.
Jing Yang ikut duduk bersama yang lainnya dan mulai menikmati daging bakar bersama-sama. Tak terasa malam berlalu dengan cepat, sinar mentari menyibak kegelapan dengan sinar yang terang.
Jing Yang kembali melanjutkan perjalanan bersama yang lainnya. Mereka menapaki hutan, melewati bukit dan gunung. Singgah bermalam di alam dan berpamitan dengan malam.
Tak terasa satu minggu telah berlalu semenjak Jing Yang dan Ye Xiaoya meninggalkan Lembah Sunyi bersama para tahanan. Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya mereka berdiri di atas jalan besar yang ada di bukit. Di bawah bukti terlihat kota yang langsung berbatasan dengan Kekaisaran Qing.
Bahkan beberapa tahanan menangis. Mereka tidak menyangka akan diberi kesempatan kedua untuk menjalani hidup normal. Namun sekilas Jing Yang melihat beberapa tahanan tetap berwajah murung.
“Jangan tergesa-gesa, Kota Shendu tidak akan pergi kemanapun...” Ye Xiaoya tersenyum ketika melihat beberapa tahanan mempercepat langkah kakinya setelah melihat Kota Shendu.
Jing Yang melihat hutan dengan pepohonan yang tinggi menjulang ke atas. Setelah melihatnya saja, dia mengerti jika hutan dengan pepohonan yang tinggi disana adalah perbatasan antara Kekaisaran Jiang dan Kekaisaran Qing.
___
Bersamaan dengan rombongan Jing Yang yang sampai di Kota Shendu. Di Lembah Sunyi kedatangan anggota Menara Pilar Hitam yang akan mengeksekusi beberapa tahanan dan membawa sebagian tahanan bangsawan ke Kota Gufei. Tetapi markas yang menjadi tempat persembunyian mereka selama puluhan tahun sekarang menjadi tempat bertumpuknya mayat anggota sekte.
“Ketua Sekte, aku tidak menyangka ada orang yang mengetahui tempat persembunyian kita. Lembah Sunyi tidak mudah ditemukan. Kemungkinan besar Tetua yang kita kirim ke Kota Cunfei tertangkap seseorang...”
__ADS_1
Xu Hu, Ketua Menara Pilar Hitam mematung tidak percaya melihat markas sektenya hancur dan dipenuhi mayat anggotanya.
“Ling Shan dan kalian semua cari petunjuk orang yang menyerang Lembah Sunyi! Jika kalian menemukannya segera beritahu aku! Akan kukejar orang sialan ini walau ke ujung dunia sekalipun!” Xu Hu mengamuk karena melihat sektenya dalam keadaan yang memprihatinkan.
“Baik, Ketua Sekte!” Pendekar bernama Ling Shan membawa beberapa pendekar dan mulai mencari jejak orang yang menghancurkan tempat persembunyian Menara Pilar Hitam.
Xu Hu membawa enam pendekar yang merupakan Tetua Menara Pilar Hitam masuk ke dalam markas. Mereka memeriksa seluruh ruangan tetapi tidak ada satupun yang selamat. Para tahanan melarikan diri, semua pendekar yang berjaga mati dan yang membuat Xu Hu semakin marah adalah tempat penyimpanan harta milik Menara Pilar Hitam telah hilang.
“Sumber daya dan pil yang membantu perkembangan sekte bahkan diambil! Siapa orang bodoh yang berani mengusik sekteku ini?!” Xu Hu mengepalkan tangannya sebelum mendaratkan pukulan ke tembok.
Keenam pendekar yang memeriksa seluruh tempat persembunyian sekte tidak menemukan satupun orang yang selamat. Salah satu pendekar yang dipanggil Tetua Pilar Hitam berpendapat jika Asosiasi Pedang Hati yang berani bertindak seperti ini.
“Asosiasi Pedang Hati, katamu?!” Xu Hu mengangkat alisnya. Kemudian dia menatap keenam anggota yang berlutut didepannya, “Apakah Pulau Iblis Tengkorak dan Bulan Purnama Merah tidak melakukan pergerakan setelah kejadian di Istana Sembilan Naga?”
“Ketua, walau kekuatan Istana Sembilan Naga melemah. Tetapi seluruh Tetua masih hidup bahkan mereka memiliki dua Tetua baru yang bernama Jing Yang dan Ye Xiaoya...” Tetua Pilar Hitam menjawab sambil memberikan penjelasan.
“Jing Yang? Oh, bocah yang menarik pedang itu...” Xu Hu sudah mendengar sendiri kabar kudeta di Ibukota Huaran. Nama Jing Yang tentu sudah sampai di telinga aliran hitam.
Banyak hal yang terjadi semenjak kedatangan Jing Yang dan Ye Xiaoya di Istana Sembilan Naga. Keduanya tidak memiliki nama dalam dunia persilatan Kekaisaran Jiang, tetapi kemunculan Jing Yang dan Ye Xiaoya benar-benar menjadi momok aliran hitam.
Xu Hu sendiri mengetahui kemampuan keduanya masih jauh dari Murong Qiaomi ataupun Tetua Istana Sembilan Naga, tetapi orang-orang yang menjadi teman-teman dari Jing Yang dan Ye Xiaoya adalah tokoh dunia persilatan yang memiliki nama besar di Kekaisaran Jiang.
“Kita memiliki misi yang penting sekarang. Kita kembali ke Kota Gufei. Rencana ini tidak boleh gagal karena Hutan Emas dapat membantu memulihkan sekte kita!”
Bersama enam pendekar yang bersamanya, Xu Hu kembali ke Kota Gufei untuk menjalankan rencana menguasai tambang Hutan Emas.
__ADS_1