Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 158 : Semi Final Turnamen Pendekar Muda II


__ADS_3

Bao Xinruo memenangkan pertandingan pertama babak empat besar Turnamen Pendekar Muda, dan secara otomatis Bao Xinruo masuk ke babak final Turnamen Pendekar Muda.


Xiao Fang merasakan aura tubuhnya dan tenaga dalamnya berkurang drastis. Bahkan Xiao Fang merasa benar-benar telah kehabisan aura tubuhnya dan tenaga dalam. Pemuda dari Puncak Persik berjalan pelan kembali ke bangku penonton dengan pertanyaan besar dibenaknya.


Xiao Fang memegang jarum yang tertancap pada sekujur tubuhnya, lalu membuang jarum-jarum itu. Wajahnya menunjukkan ekspresi meringis kesakitan. Banyak yang tidak menyangka dengan pertandingan yang baru saja mereka lihat.


Bao Xinruo benar-benar menjadi kuda hitam Turnamen Pendekar Muda. Tak lama Tian Taohua memanggil Xue Bingyue dan Tian Yuan ke lapangan arena pertandingan untuk melakoni pertandingan kedua babak empat besar Turnamen Pendekar Muda.


Tian Yuan cukup percaya diri dengan kemampuannya karena Xue Bingyue hanya mencapai pendekar kaisar. Walau bisa dibilang jenius muda, tetapi sangat disayangkan Xue Bingyue bertemu lawan seperti Tian Yuan.


Sumber daya yang melimpah dari sekte-sekte besar memang dapat membantu perkembangan pendekar berkembang dengan pesat, terlebih jika memiliki orang tua atau kenalan para petinggi sekte.


Kasus Xiao Fang dan Tian Yuan adalah karena berkat bimbingan guru mereka dan sumber daya yang mendukung.


Dalam dunia persilatan jika banyak bermunculan pendekar yang berkemampuan tinggi hampir merata bersamaan, maka cepat atau lambat akan terjadi pertempuran perebutan sumber daya.


Bukan hanya sumber daya saja yang membantu perkembangan seorang pendekar, seperti kolam yang mengandung aura ataupun sebuah air terjun yang dapat membantu perkembangan pendekar dengan proses penempaan. Tempat-tempat yang setara bahkan melebihi sumber daya ini sering mengundang pertempuran antar sekte bahkan melibatkan antar aliran.


Kasus Xue Bingyue sendiri berbeda dengan pendekar muda lainnya. Karena bagaimanapun Tebing Dimensi Putih adalah dunia yang berbeda dari dunia ini dan disana energi yang berkumpul lebih murni.


Untuk masalah jumlah lingkaran tenaga dalam, Xue Bingyue tidak kalah dengan Tian Yuan yang telah mencapai pendekar suci. Terlebih Xue Bingyue sama sekali tidak merasa terintimidasi saat Tian Yuan terus menatap dirinya sambil melepaskan aura pembunuh.


“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku...” Tian Taohua akhirnya angkat bicara setelah Xue Bingyue dan Tian Yuan terlihat telah siap bertanding di babak empat besar Turnamen Pendekar Muda.


“Dengan ini pertandingan antara Xue Bingyue dari Istana Bulan Biru melawan Tian Yuan dari Puncak Persik dimulai!” Tian Taohua memulai aba-aba pertandingan terakhir babak empat besar Turnamen Pendekar Muda.


Tian Yuan menyeringai kejam melihat Xue Bingyue yang masih tidak bergeming dan terlihat tenang, “Yueyue, aku berharap kamu menyukainya saat aku memanggilmu seperti itu. Jika aku menang, maka kamu harus menjadi milikku.”

__ADS_1


Xue Bingyue memasang ekspresi datar, dia membuang wajahnya ke samping karena merasa jijik dengan kalimat yang dilontarkan Tian Yuan.


“Suxue, keluarlah...” Telapak tangan Xue Bingyue terbuka bersamaan dengan Tian Yuan yang bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


Xue Bingyue dengan tenang berkata, “Orang yang berhak memanggilku Yueyue hanyalah dia. Dan sampai kapanpun aku tidak memiliki perasaan pada laki-laki selain dia!”


Wajah Tian Yuan dipenuhi ekspresi kemarahan. Xue Bingyue mengatakan hal yang menjelaskan jika gadis cantik itu hanya memiliki perasaan terhadap Jing Yang seumur hidup.


Tanpa basa-basi, Tian Yuan melepaskan aura pembunuh berjumlah besar. Sementara tangan kanannya menebaskan pedangnya dengan lincahnya pada Xue Bingyue.


Xue Bingyue memejamkan matanya sebelum membuka Tanda Mata Naga, “Tanda Mata Naga!” Seketika pusaran salju menghempaskan tubuh Tian Yuan ke belakang.


Seluruh penonton terkejut, hanya Jing Yang yang terlihat tenang dan tersenyum tipis. Tak lama Xue Rong duduk disampingnya disusul Xue Que yang terlihat lebih ceria wajahnya.


Xue Rong menyadari jika pertarungan kali ini Xue Bingyue sangat menarik perhatian, ditambah gadis cantik itu telah mengalahkan lawan yang memiliki perasaan kepadanya. Sekarang Tian Yuan adalah orang yang akan menjadi korban kedinginan Xue Bingyue.


Tian Yuan melepaskan aura pembunuh lebih besar dari sebelumnya, kemudian dia bergerak cepat ke depan sambil melepaskan tebasan pedang yang membentuk ular berwarna ungu.


Sementara itu Xue Bingyue menyambut tebasan pedang Tian Yuan dengan satu tebasan yang dipenuhi energi pedang. Terciptalah gelombang kejut yang membuat lapangan arena pertandingan dipenuhi debu-debu yang berterbangan.


Banyak penonton yang kagum dengan permainan pedang Xue Bingyue yang gemulai dan terlihat indah. Namun sangat disayangkan setelah kedua tebasan pedang saling berbenturan, debu-debu itu menghalangi jarak pandang mereka.


Didalam debu-debu yang menutupi lapangan arena pertandingan, Xue Bingyue terus melancarkan serangan kepada Tian Yuan, begitu juga dengan sebaliknya.


Pertukaran serangan hebat terjadi, berulang gelombang kejut memenuhi lapangan arena pertandingan dan menghempaskan debu-debu yang menutupinya.


Ketika debu-debu yang menutupi arena pertandingan menghilang, penonton dikejutkan dengan setengah arena lapangan pertandingan yang membeku bahkan tubuh Tian Yuan diselubungi aura tubuh berwarna hitam pekat.

__ADS_1


Pergerakan Tian Yuan lebih agresif dan tajam saat melancarkan tebasan pedang para Xue Bingyue, dan itu membuat kebanyakan orang yang tidak mengetahui sifat asli Tian Yuan terkejut.


Tian Yuan yang terkenal baik hati dengan wajah tampan itu sekarang hanya terlihat wajah yang dipenuhi kemarahan yang terlihat jelas hendak membunuh gadis cantik. Dan gadis cantik itu tak lain adalah Xue Bingyue.l


Xue Bingyue sendiri dapat menangkis dan menghempaskan setiap tebasan tajam yang dilepaskan Tian Yuan.


Para penonton benar-benar menikmati pertandingan yang tersaji karena mereka tidak menyangka Xue Bingyue memiliki kemampuan diluar mereka.


Mengingat Xue Bingyue adalah seorang pendekar kaisar, banyak orang yang tidak menyangka dengan apa yang terjadi di pertandingan kedua babak empat besar Turnamen Pendekar Muda.


Saat Xue Bingyue dapat menahan setiap tebasan pedangnya, tiba-tiba Tian Yuan berteriak kencang dan melepaskan aura pembunuh yang meluap-luap.


Xue Bingyue melompat mundur sambil melepaskan hawa dingin yang membekukan seluruh lapangan arena pertandingan.


Dalam kurun waktu satu menit, Tian Yuan mengerang tidak jelas bahkan setelahnya hanya teriakan kesakitan yang terdengar.


Namun satu hal yang berbeda dari tubuh Tian Yuan, karena aura pembunuh bahkan tenaga dalamnya memulih sepenuhnya. Terlebih Tian Yuan dapat menghancurkan serpihan es Xue Bingyue tanpa bergerak.


Tian Taohua mengernyitkan keningnya melihat anaknya terlihat mengerikan. Kemudian pandangannya beralih menatap Wu Taofan yang terlihat buruk wajahnya ketika melihat Tian Yuan berubah demikian. Sementara Patriark Sekte Menara Biru hanya menyeringai penuh makna.


‘Saudara Wu! Apa yang kau lakukan pada anakku!’ Tian Taohua hendak menghentikan pertandingan dengan menotok tubuh Tian Yuan dan membuatnya pingsan, namun Tian Yuan telah bergerak lebih dulu melancarkan tebasan pedang yang dilapisi aura pembunuh pada Xue Bingyue.


___


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin. Terimakasih buat yang sudah memberikan dukungan berupa koin pada Yangyang. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku author untuk semangat update di setiap chapternya.


Kalau ada kata typo ketik ya di kolom komentar, kita saling bekerjasama, karena aku buat dalam perjalanan dan didalam mobil. Saya menulis dan kalian membaca(menikmatinya).

__ADS_1


__ADS_2