Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 215 - Awal Pergerakan


__ADS_3

Halaman depan Istana Bunga Persik khususnya didepan aula latihan yang biasa digunakan para pendekar dari Istana Bunga Persik berlatih tampak ramai saat Murong Qiaomi mengumumkan akan mengambil langkah dengan mendukung sosok Jing Yang sebagai seorang Kaisar Jiang.


Perkataan Murong Qiaomi membuat perdebatan yang hebat dikalangan pendekar perempuan Istana Bunga Persik. Sebagian mendukung dan sebagian menentang. Namun setelah Murong Qiaomi menjelaskan jika situasi dunia persilatan Kekaisaran Jiang sudah sangat kacau terlebih cepat atau lambat Pulau Iblis Tengkorak akan memburu para pendekar alian putih dan netral yang tersisa.


Setelah mengumumkan rencana Istana Bunga Persik kedepannya. Banyak pendekar dari Istana Bunga Persik bertanya-tanya karena tidak ada satupun pendekar perempuan Istana Bunga Persik kecuali para petingginya yang ikut dalam pertempuran di Pulau Iblis Tengkorak.


“Ini ada keputusan yang diambil Yang‘er-” Murong Qiaomi menarik nafas panjang sebelum kembali mengatakan, “Ini adalah keputusan yang diambil Pangeran Jing Yang! Dia tidak ingin kalian semua terlibat dalam urusan pribadinya! Itulah yang dia katakan!”


Kesal Murong Qiaomi mengatakan itu karena Jing Yang juga sempat mengatakan padanya agar tidak perlu ikut ke Pulau Iblis Tengkorak. Bukan hanya Istana Bunga Persik saja namun pendekar dari Pulau Salju Rembulan juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Jing Yang.


Namun sebagai seorang penasehatnya, Murong Qiaomi menjelaskan dengan ramah. Alangkah baiknya jika para pendekar perempuan membantu sebagai tenaga medis. Jing Yang menyetujui itu dan mengikuti setiap tanggapan Murong Qiaomi.


Setelah itu Murong Qiaomi kembali ke Rumah Bunga Persik untuk melakukan pertemuan. Bukan hanya Istana Bunga Persik saja yang mengadakan pertemuan, jauh disebuah pulau bersalju juga diadakan pertemuan sebuah pulau yang dekat dengan Kota Xuedong.


“Saudara Lihua sedang pergi mencari keberadaan Nona Muda Shen yang diculik kelompok Bulan Purnama Merah. Kita harus percaya dan menunggu.” Xue Liwen mencoba menghentikan tindakan para pendekar Pulau Salju Rembulan yang hendak mencari keberadaan Xue Lihua.


Bagaimanapun sekarang Xue Lihua memegang posisi Matriark Pulau Salju Rembulan menggantikan Xue Qinghua.


‘Kita semua disini tidak sedarah. Matriark Qinghua memungut kita semua dan memberi nama Xue sebagai marga. Lihua, jika kau mati, aku tidak akan pernah memaafkanmu selama sisa hidupku!’ Xue Liwen menggigit bibir bawahnya menyadari betapa mengerikan kekuatan tempur Bulan Purnama Merah.


____

__ADS_1


Sementara itu di Sekte Lembah Air juga diadakan sebuah pertemuan pengangkatan Patriark Sekte yang baru. Setelah berbagai perdebatan serta pembicaraan yang panjang akhirnya Sekte Lembah Air mengangkat Shui Jun sebagai seorang Patriark Sekte Lembah Air.


Sama halnya dengan Sekte Lembah Air yang mengangkat generasi mudanya sebagai Patriark Sekte, Sekte Bukit Angin juga melakukan hal yang sama. Sekte Bukit Angin mengangkat Feng Xian sebagai seorang Patriark Sekte.


Awalnya Feng Xian menolak keras, namun dia menerima posisi itu setelah Tetua Agung Sekte Bukit Angin mengatakan semua ini demi kebaikan Sekte Bukit Angin kedepannya.


Kematian Feng Jian membuat Sekte Bukit Angin harus mencari tindakan yang tepat dalam bertindak. Mengingat sosok Jing Yang yang mengukir namanya didunia persilatan, Tetua Agung Sekte Bukit Angin mempercayakan Sekte Bukit Angin pada Jing Yang dan berharap Feng Xian dapat menjalin kerjasama dengan Jing Yang.


“Seingatku Pangeran Jing Yang sangat sulit didekati. Aku tidak yakin jika bisa akrab dengannya. Selain itu, dia...” Feng Xian mengingat Jing Yang tidak pernah dekat dengan laki-laki saat di Istana Sembilan Naga.


“Ada apa Xian‘er? Katakan saja.” Tetua Agung Sekte Bukit Angin bertanya.


Feng Xian menghela nafas panjang, “Pangeran Jing Yang sangat menyukai perempuan. Itulah pendapatku. Apa tidak ada gadis cantik disekte kita yang usianya sama sepertinya. Jika ada, kita bisa-”


Saat Sekte Lembah Air dan Sekte Bukit Angin mengangkat generasi muda mereka sebagai Patriark Sekte, Sekte Pedang Langit justru mengambil langkah berbeda. Patriark Sekte sebelumnya yang merupakan ayah dari Yan Wu mengambil alih Sekte Pedang Langit.


“Sepertinya aku harus kembali ke dunia persilatan setelah sekian lama. Pergejolakan hebat ini benar-benar menentukan masa depan Kekaisaran Jiang...” Kakek sepuh bernama Yan Tian yang mengambil alih Sekte Pedang Langit menghela nafas panjang dan menatap sebuah pedang yang tertancap disebuah batu.


“Entah kedepannya Sekte Pedang Langit masih bertahan atau tidak. Semua ini tergantung pada pertempuran yang akan datang. Pulau Iblis Tengkorak, aku tidak menyangka mereka telah berkembang sangat pesat.” Pria sepuh ini telah berumur seratus lima puluh tahun karena perjanjiannya dengan Roh Pedang Langit.


Yan Tian tidak akan mati sebelum Pedang Langit menemukan orang yang pantas menjadi penggunanya. Saat memikirkan itu, Yan Tian tersenyum tipis.

__ADS_1


“Tidak ada salahnya untuk mencoba. Aku harap dia dapat mencabut pedang ini sama seperti dia mencabut Pusaka Dewa itu.” Yan Tian tersenyum lebar dan berjalan keluar menemui para pendekar Sekte Pedang Langit yang berkumpul dihalaman depan sekte.


Ditengah-tengah kegemparan kabar kembalinya Jing Yang, sosok Jiang Feng menelan ludah tidak percaya karena mengetahui Jing Yang berhasil membunuh seluruh pendekar Istana Naga Api, Gunung Pedang Tunggal dan Pedang Tiga Raja yang berkumpul disatu tempat.


Untuk memastikan kebenaran itu bahkan Jiang Feng mengirim beberapa pendekar Bulan Purnama Merah. Menurut pendekar Bulan Purnama Merah kabar itu benar apa adanya karena seluruh harta serta pusaka milik Istana Naga Api telah dirampas terlebih tidak ada bekas tubuh para pendekar seolah-olah para pendekar yang mati lenyap tak berbekas.


“Bocah sialan itu selalu saja menghantuiku! Bahkan setelah aku membunuh mayat hidup itu!” Jiang Feng memukul singgasana dan berteriak keras.


Gu Ruo yang merupakan Patriark Bulan Purnama Merah menegur, “Yang mulia, jangan melampiaskan kemarahanmu pada benda! Masalah tentang bocah bernama Jing Yang kita abaikan saja terlebih dahulu! Aku sendiri masih belum mendapatkan kabar tentang kepulangan anakku!”


Jiang Feng menghela nafas panjang saat melihat ekspresi marah Gu Ruo yang mengkhawatirkan kondisi anaknya.


Keberhasilan Jiang Feng mengambil alih posisi tahta Kaisar Jiang menuai kecaman dari para penduduk dan bangsawan. Jiang Feng mengeksekusi Jiang En dihadapan rakyat Ibukota Huaran. Bahkan dia menggantung kepala Jiang En didepan gerbang kota.


Jiang Feng juga memperingatkan pada pendekar Bulan Purnama Merah untuk membunuh orang-orang yang menentang dirinya. Pembersihan pada orang-orang yang mengecam dirinya ini membuat Ibukota Huaran menjadi kota yang sepi dengan penduduk yang suram.


Sekarang tujuan Jiang Feng adalah menjadikan gadis tercantik keluarga Shen menjadi istrinya serta mengambil seluruh aset keluarga Lu. Untuk mewujudkan hal itu, Jiang Feng menculik Shen Mi dan Lu Xiuyu.


Tujuan Jiang Feng tidak berhenti sampai disana saja. Setelah mendengar tentang kekayaan Menara Harta Naga dan Rumah Lima Warna, Jiang Feng mulai melakukan penyelidikan pada dua kelompok itu dan menemukan jika dua kelompok itu dikelola Shen Mi.


“Senior Ruo, apa kau belum bisa mempertemukan aku dengan wanita itu? Aku tidak sabar menikmatinya.” Jiang Feng sendiri tertarik pada gadis muda seperti Shen Mi.

__ADS_1


“Yang mulia, aku harap kau tidak salah paham dengan keberadaanku disini. Aku bisa saja membunuhmu sekarang. Peranmu adalah untuk menjadi Kaisar Jiang atas perintah Saudara Mao.” Cukup tenang Gu Ruo mengatakan itu dan membuat Jiang Feng menelan serta berkeringat dingin.


Setelah itu Gu Ruo pergi meninggalkan Ibukota Huaran dan bergegas menuju tempat keberadaan Shen Mi.


__ADS_2