Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 52 : Turnamen Sembilan Naga — Babak Penyisihan


__ADS_3

Peserta yang bertanding di pertandingan pembuka adalah Mei Hua dan pendekar muda dari Sekte Pedang Langit. Kedua peserta sekarang sudah berada di panggung.


“Baiklah, aturan pertandingan dalam babak penyisihan Turnamen Sembilan Naga cukup sederhana. Peserta yang pingsan atau sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan maka akan dinyatakan kalah. Boleh saling membunuh tetapi itu terjadi hanya di babak empat besar, tetapi di panggung ini tidak pernah terjadi pertumpahan darah. Jika tidak memungkinkan lagi, aku akan menghentikannya.” Ye Long menjelaskan peraturan pertandingan pada kedua peserta dan semua orang yang hadir di stadion untuk menyaksikan Turnamen Sembilan Naga.


Ye Long bercerita pernah ada kejadian peserta saling membunuh jika telah berada di luar Istana Sembilan Naga. Di panggung tempat digelarnya Turnamen Sembilan Naga adalah tempat sakral bagi Istana Sembilan Naga sehingga Ye Long tidak akan membiarkan peserta mati di panggung tanah sebel babak empat besar. Tetapi jika ada peserta mati setelah keluar dari Istana Sembilan Naga adalah hal yang sering terjadi.


“Jika telah mengerti. Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku!” Ye Long memberi isyarat pada Mei Hua dan peserta dari Sekte Pedang Langit untuk menjaga jarak.


“Baiklah, dengan ini pertandingan pembuka Turnamen Sembilan Naga, dimulai!” Ye Long memulai aba-aba pertandingan.


Selepas Ye Long melayang di udara. Mei Hua bergerak dengan kecepatan tinggi dan menarik pedangnya untuk memulai serangan pembuka. Mei Hua dan lawannya memiliki tahapan yang sama. Keduanya telah mencapai pendekar raja, hanya saja lawan Mei Hua berumur delapan belas tahun, hanya usia yang berbeda diantara mereka.


Lawan dari Mei Hua menggunakan pedang sebagai senjatanya. Keduanya cukup mahir dalam menggunakan senjata yang mereka gunakan. Mei Hua dan lawannya bertukar serangan sekitar sepuluh jurus sebelum saling menjaga jarak.


Mei Hua mengolah pernapasan dan melepaskan aura tubuhnya sebelum mulai memainkan pedangnya. Keduanya kembali bertukar serangan. Terlihat pertarungan keduanya berjalan seimbang selama sepuluh menitan.


Tak lama Mei Hua memperlambat tempo kecepatan tebasan pedangnya. Ketika melihat ada celah, Mei Hua langsung mengakhiri pertandingan dengan satu kali tebasannya yang membuat lawannya melepas pedang yang digenggam erat ditangannya.


“Pemenangnya Mei Hua dari Istana Bunga Persik!” Ye Long mengangkat tangannya dan mengakhiri pertandingan.


Mei Hua bersalaman dengan lawannya dan memberi hormat pada Ye Long sebelum kembali ke bangku khusus peserta.


Penonton memberikan tepuk tangan yang meriah pada kedua peserta. Setelah kedua peserta keluar dari panggung tanah, Ye Long langsung memanggil dua peserta selanjutnya.


“Peserta undian nomor tiga dan empat silahkan maju ke panggung!” Ye Long memanggil dua peserta yang mendapatkan undian untuk bertanding.


Qiao Xi melompat dan memutar di udara. Putarannya memukau penonton laki-laki. Lawan dari Qiao Xi merupakan perwakilan dari Menara Pilar Hitam. Keduanya berada di tahapan yang sama.


“Kalian berdua masih ingat peraturannya?” Ye Long bertanya terlebih dahulu pada Qiao Xi untuk memastikan.

__ADS_1


“Masih, Senior.” Keduanya menjawab secara bersamaan. Lalu Ye Long memberi Isyarat kedua peserta agar menjaga jarak.


“Dengan ini pertandingan dimulai!” Ye Long melayang di udara setelah memulai aba-aba pertandingan. Lawan dari Qiao Xi langsung melepaskan serangan jarak jauh.


Tebasan pedang yang membentuk sabit api itu mampu ditangkis oleh Qiao Xi dengan baik. Permainan pedang Qiao Xi mampu memukau penonton, berulang kali putaran tubuhnya membuat penonton terkagum-kagum, khususnya pendekar laki-laki yang memenuhi tribun.


Qiao Xi dan lawannya bertukar serangan lebih dari dua puluh serangan. Permainan pedang Qiao Xi begitu gemulai, sementara lawannya bermain dengan begitu agresif. Keduanya terus bertukar serangan hingga pertandingan terlihat berjalan seimbang.


Qiao Xi melakukan hal yang sama dengan Mei Hua. Dia menunggu momentum untuk melakukan perubahan gerakan secara tiba-tiba. Tebasan pedangnya mulai membuat lawannya terdesak.


Qiao Xi melepaskan aura tubuhnya dan menebaskan pedangnya dari samping, sementara kaki kirinya menendang wajah lawannya. Serangan mendadak dari dua arah merupakan serangan kejutan tak terduga.


Qiao Xi memenangkan pertandingan setelah lawannya pingsan. Tendangan Qiao Xi memang dialiri tenaga dalam dan aura tubuh, sehingga membuat lawannya kehilangan kesadaran.


“Pemenangnya Qiao Xi dari Istana Bunga Persik!” Ye Long mengakhiri pertandingan dan memanggil dua nama selanjutnya yang mendapatkan undian untuk bertanding.


“Selanjutnya peserta undian nomor lima dan enam silahkan maju ke depan panggung!” Ye Long berbicara dengan lantang sambil menunggu kedatangan dua peserta yang akan bertanding.


Lawan dari Qiu Mei adalah pendekar dari Bulan Purnama Merah. Pria berumur dua puluh tahun yang baru mencapai pendekar ahli itu akan menjadi lawan dari Qiu Mei.


Seperti biasa, Ye Long selalu memastikan kedua peserta memahami aturan pertandingan, “Apa kalian berdua masih mengingat peraturannya?” Qiu Mei menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan pendekar dari Bulan Purnama Merah.


“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku...” Ye Long memberi isyarat pada Qiu Mei dan pendekar dari Bulan Purnama Merah untuk menjaga jarak, “Dengan ini pertandingan dimulai!”


Qiu Mei tidak langsung bergerak, melainkan berdiri dengan tenang menunggu lawannya. Tidak sampai dua menit, pendekar dari Bulan Purnama Merah mulai memainkan pedangnya.


Benturan pedang terjadi ketika Qiu Mei menahan tebasan pedang yang dilancarkan lawannya. Qiu Mei melihat dengan baik pergerakan lawannya dan memilih untuk mempelajari pola gerakan lawannya. Langkah kaki pendekar dari Bulan Purnama Merah terlalu terburu-buru.


Qiu Mei memilih bertahan dan terus menangkis setiap serangan yang dilancarkan lawannya. Walaupun Qiu Mei dalam posisi bertahan, tetapi pendekar yang dapat mengetahui jalannya pertandingan mengetahui jika Qiu Mei yang menguasai jalannya pertandingan.

__ADS_1


Lawan dari Qiu Mei terlalu tergesa-gesa sehingga Qiu Mei dapat mengatasi setiap serangan yang dilepaskan oleh lawannya dengan mudah, tanpa membuang tenaga yang tidak diperlukan. Qiu Mei mulai menggunakan keahliannya untuk bertahan dari serangan beruntun yang dilancarkan oleh lawannya.


Setelah menahan tiga puluh serangan yang dilancarkan lawannya, akhirnya Qiu Mei mengaliri pedangnya dengan tenaga dalam dan menebaskan pedangnya dengan cepat.


Pedang yang digenggam lawan dari Qiu Mei terlempar ke atas dan tertancap di panggung tanah. Setelah itu Qiu Mei mengibaskan pedangnya sebelum menyarungkannya. Ye Long mengangkat tangannya dan mengumumkan hasil pertandingan.


“Pemenangnya adalah Qiu Mei dari Istana Bunga Persik!” Ye Long mengakhiri pertandingan. Beberapa menit setelah Qiu Mei kembali ke bangku khusus peserta, Ye Long terus memimpin jalannya pertandingan Turnamen Sembilan Naga.


Beberapa pertarungan telah terlewati, hingga akhirnya Ye Long mulai memanggil dua nama peserta selanjutnya.


“Untuk peserta yang mendapatkan undian nomor dua puluh satu dan dua puluh dua silahkan maju ke depan panggung!” Ye Long memanggil peserta selanjutnya.


Jing Yang mendapatkan undian nomor dua puluh dua, dia melompat ke udara dengan begitu cepat bahkan beberapa pendekar yang sedari tadi tidak antusias menyaksikan pertandingan mulai menjadi antusias.


Jing Yang menatap lawannya yang berasal dari Sekte Bukit Angin. Sebelum memulai pertandingan, Jing Yang mendengarkan penjelasan Ye Long.


“Ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku...” Ye Long memberi isyarat pada Jing Yang dan pendekar dari Sekte Bukit Angin untuk menjaga jarak, “Dengan ini pertandingan dimulai!”


Jing Yang menatap lawannya yang langsung menyerang dengan agresif. Jing Yang memilih untuk bertahan dan melihat permainan pedang lawannya secara langsung.


Selepas mengamati, sesekali Jing Yang melancarkan serangan. Hanya dalam dua kali tebasan pedangnya, lawan dari Jing Yang berkeringat dingin.


Jing Yang mengakhiri pertandingan dengan satu gerakan yang mengancam lawannya. Pedangnya melingkar di leher lawannya, sedangkan Jing Yang berada di belakang tubuh lawannya.


Penonton terdiam lama sebelum memberikan tepuk tangan. Akhirnya vYe Long mengakhiri pertandingan dan mengumumkan Jing Yang sebagai pemenangnya.


“Pemenangnya adalah Jing Yang!” Teriak Ye Long sambil tersenyum tipis menatap Jing Yang.


Di podium, Sheng Long yang sedari tadi memejamkan matanya setelah membuka acara Turnamen Sembilan Naga, akhirnya menyipitkan matanya menatap Jing Yang dan tersenyum tipis.

__ADS_1


‘Apakah dia orangnya...’


__ADS_2