
“Berhembuslah Suxue!”
Angin kencang disertai hawa dingun itu membuat sekitarnya membeku. Gadis manis yang tak lain adalah Xue Bingyue ini melakukan serangan batu loncatan pertamanya pada pendekar misterius.
“Sangat mengerikan! Beruntung aku telah mengantisipasinya!” Pendekar misterius itu berhasil melepaskan diri dari bekuan es Xue Bingyue.
Saat keduanya melakukan pertukaran serangan, suara ledakan disertai raungan terdengar menggema dan sangat keras. Pendekar misterius itu berhenti menyerang Xue Bingyue dan melepaskan aura pembunuh guna menekan pergerakan Xue Bingyue.
“Sian Jun! Ini tidak mungkin! Kau telah mati! Apa yang kau pikirkan?!” Pendekar misterius itu terlihat pucat wajahnya.
Pendekar misterius ini bernama Tan Huan dan merupakan bawahan pendekar salah satu dari Tiga Tengkorak Abadi bernama Hong Yanlan. Sama halnya dengan Sian Jun, sosok Tan Huan mencari keberadaan pemilik Tubuh Yin dan Badan Perawan Suci.
“Membunuh dan terus membunuh orang tak bersalah, itulah yang kita berdua lakukan selama ini bukan, Sian Jun?” Tan Huan tertawa namun ekspresi wajahnya begitu sedih, “Dihadapanku kali ini ada seorang pendekar langit. Aku harap dia mampu membunuh wujudku yang terkena kutukan Raja Iblis Guo Wu.”
Xue Bingyue menajamkan matanya saat tiba-tiba Tan Huan melesat cepat kearahnya. Xue Bingyue telah mengantisipasi serangan itu dan tidak menyangka jika pukulan dahsyat Tan Huan itu mampu mementalkan tubuhnya sekitar sepuluh meter.
“Jangan terlalu sombong, gadis manis! Hanya karena dirimu telah mencapai Pendekar Langit, kau pikir bisa mengalahkanku?!” Tan Huan memusatkan tenaga dalam pada kedua kakinya sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi kearah Xue Bingyue yang masih terpental diudara, “Dunia ini luas dan keras! Kau harus mengetahuinya!”
Kembali sebuah pukulan yang membentuk kepala harimau itu mengenai perut Xue Bingyue secara telak. Walau telah melindungi perutnya dengan aura tubuhnya, tubuh Xue Bingyue masih terpental jauh kebelakang dan merasa kesakitan.
‘Siapa dia sebenarnya? Sebelum dia seperti ini, ekspresinya terlihat begitu sedih sekaligus ketakutan. Apa yang terjadi?’ Xue Bingyue berputar diudara dan mulai mengayunkan pedangnya saat Tan Huan kembali melepaskan pukulan susulan.
Benturan kali ini berhasil diantisipasi Xue Bingyue dengan baik. Butuh waktu bagi Xue Bingyue mengimbangi pukulan tangan Tan Huan yang dahsyat dan bertenaga. Setelah mendapatkan kembali keseimbangannya, Xue Bingyue memainkan pedangnya dengan gemulai.
Tan Huan melompat kebelakang dan menyemburkan api dari mulutnya. Xue Bingyue menciptakan sebuah pusaran air yang menjadi pelindung tubuhnya.
“Sangat menarik. Memanipulasi air dengan mahir.” Tan Huan melepaskan tenaga dalam lebih besar dari sebelumnya, “Gadis manis, jangan ragu untuk membunuhku! Jika tidak maka tempat tinggalmu akan hancur dan rata! Mungkin perkataanku ini terdengar aneh, tetapi aku ingin kau membunuhku dan membunuh makhluk mengerikan setelah kematian ku!”
Xue Bingyue mengernyitkan keningnya, “Beritahu aku identitasmu? Mengapa kalian mencari pemilik Tubuh Yin? Apa yang ingin kalian lakukan padaku?”
“Gadis manis, kau sama saja seperti menyuruhku untuk mati. Namun ini tidak buruk juga. Mengapa kami mencari pemilik Tubuh Yin?” Tan Huan tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya, “Tubuhmu sangat spesial. Kau seharusnya telah mengetahuinya bukan? Jika laki-laki yang mendapatkan kesucianmu dan terus melakukan hubungan badan denganmu, maka kekuatannya akan meningkat secara pesat!”
“Namun pemilik Tubuh Yin akan melemah seiring berjalannya waktu bahkan akan mati karena setiap kali berhubungan nyawanya akan berkurang sedikit demi sedikit. Itu kondisi berbeda jika kau tidak mampu menguasai Tubuh Yin. Dari yang aku rasakan kau telah menguasai Tubuh Yin.” Tan Huan menambahkan lalu terdiam lama.
Xue Bingyue mengerti garis besarnya. Tetapi dia mengingat latihannya dibawah arahan Jing Yang. Apa Jing Yang menyadari ini? Pertanyaan mulai muncul dalam benak Xue Bingyue.
__ADS_1
“Aku adalah Tan Huan, bawahan Tuan Yanlan dari Tiga Tengkorak Abadi. Tujuan kami ke benua ini hanya untuk mencari Tubuh Yin dan Badan Perawan Suci atas perintah Raja Iblis Guo Wu-”
Kepala Tan Huan hancur sebelum dia menyelesaikan perkataannya. Mata Xue Bingyue melebar sepenuhnya melihat kejadian ini terlebih saat kepala ular muncul di tubuh Tan Huan dan secara perlahan membuat tubuh Tan Huan menjadi wujud seekor ular sepenuhnya.
“Ini!” Sulit Xue Bingyue mempercayai sesuatu yang barusan terjadi didepan matanya.
Xue Bingyue menggigit bibir bawahnya untuk menyadarkan dirinya yang sempat ketakutan melihat wujud Tan Huan. Serangan pertama dari Tan Huan yang berubah wujud itu adalah semburan api yang keluar dari dalam mulutnya.
Api itu dipenuhi bisa yang dapat membuat makhluk hidup lumpuh. Xue Bingyue menghindari semburan api itu dengan baik. Secara perlahan Xue Bingyue mulai terbiasa dengan serangan demi serangan yang dilepaskan Tan Huan.
Memang bisa yang dilepaskan Tan Huan dapat membuat makhluk hidup lumpuh. Namun itu berlaku jika makhluk hidup tersebut lebih lemah dari Tan Huan. Menurut Xue Bingyue dirinya tidaklah lemah dan setara dengan Tan Huan atau bahkan melebihinya.
‘Pergerakannya sangat cepat! Aku harus terus bergerak sambil melepaskan teknik pedangku setiap telah menggunakan teknik pedangku yang lain! Pertarungan ini akan menguras tenagaku jika terus seperti ini!’
Xue Bingyue memberikan perlawanan sengitnya, namun belum menemukan celah untuk memotong tubuh Tan Huan yang berubah wujudnya menjadi ular raksasa.
Saat kepala Tan Huan mendekat, Xue Bingyue mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan mulai melepaskan tebasan yang tajam.
“Salju Terhempas!”
“Tarian Peri Air!”
Refleks Xue Bingyue menahan serangan itu. Tubuhnya kembali terpental jauh kebelakang. Xue Bingyue masih tidak percaya jika teknik berpedangnya tidak mampu melukai tubuh Tan Huan.
Saat seperti ini Xue Bingyue mengingat latihannya bersama Jing Yang. Pemuda itu mengajarinya beberapa teknik pedang dan pola langkah tipuan yang mematikan.
Sebagian hati Xue Bingyue merasa kesal karena harus menggunakan teknik yang diajarkan Jing Yang. Memang jurus-jurus baru yang dia ciptakan kurang lebih sama seperti milik Jing Yang, hanya unsur yang menjadi pembeda.
“Saatnya mencoba!”
Xue Bingyue berpijak pada pohon besar dan menatap tajam Tan Huan yang mengejarnya dan menyemburkan api dari mulutnya.
Xue Bingyue menatap api itu dan memainkan pedangnya dengan indah, “Auman Naga Putih!”
Teknik pedang Xue Bingyue yang baru ini menciptakan suara raungan mengerikan dan dari tebasannya muncul bayangan naga berwarna putih yang menelan kepala Tan Huan.
__ADS_1
Kali ini tebasan pedang Xue Bingyue berhasil memberikan luka fatal pada kepala Tan Huan. Terlihat kepala Tan Huan berlumuran darah namun belum menunjukkan bahwa telah melemah.
Saat Xue Bingyue melompat kebelakang, dia dikejutkan dengan sosok manusia berkepala harimau yang kurang lebih tingginya sekitar tiga meter.
“Yueyue?!”
Sebuah suara yang tidak asing menyebut namanya. Xue Bingyue menoleh dan melihat Jing Yang sedang bertarung hebat melawan manusia berkepala harimau yang tidak lain adalah Sian Jun.
“Yangyang!” Xue Bingyue segera melompat dan berdiri disamping Jing Yang.
“Bagaimana?” Jing Yang menanyakan kejadian yang menimpa Xue Bingyue.
“Melawan mereka membuatku semakin penasaran dengan dunia luar. Ini waktu yang cocok untuk menunjukkan latihanku. Yang‘gege, biarkan aku melawan mereka berdua.” Xue Bingyue tersenyum manis kepada Jing Yang.
“Hei, sudah aku katakan berulang kali jangan memanggilku seperti itu saat aku belum siap. Kau membuatku merasa malu.” Jing Yang mengacak-acak rambut Xue Bingyue dengan pipi bersemu merah.
“Aku mengerti, aku mengerti. Lepaskan tanganmu dari kepalaku itu.” Xue Bingyue tertawa lirih.
Jing Yang menghela nafas, “Baiklah. Mari kita lihat seberapa jauh perkembanganmu. Jika aku merasa akan terjadi hal yang tidak diinginkan, aku akan turun tangan.”
Xue Bingyue mendengus kesal, “Aku tidak akan membiarkanmu turun tangan! Aku akan membunuh keduanya tanpa bantuanmu!”
Jing Yang tersenyum melihat Xue Bingyue begitu bersemangat. Walaupun keras kepala dan manja, tetapi Jing Yang menyukainya. Sikap alami dan asli Xue Bingyue hanya ditujukan pada dirinya dan itu membuat Jing Yang semakin ingin melindungi Xue Bingyue.
“Yueyue.”
Xue Bingyue yang sedang melepaskan hawa dingin kearah Sian Jun dan Tan Huan menoleh kebelakang menatap Jing Yang.
“Cobalah melampauiku.”
Mata Xue Bingyue melebar mendengar ucapan Jing Yang barusan.
“Ya. Kau cukup perhatikan darisana, Yangyang.”
Pipi Xue Bingyue bersemu merah, semerah semangatnya yang membara.
__ADS_1