Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 257 - Lan Hai


__ADS_3

“Apakah aku berlebihan? Sepertinya aku semakin terbiasa dalam membunuh...” Jing Yang menghela nafas panjang melihat puluhan mayat perompak yang mengapung.


“Apa yang harus kita lakukan dengan ini? Apa perlu aku membekukannya?” Xue Bingyue mendekati Jing Yang dan mengomentari perbuatan Jing Yang yang membunuh anggota Perompak Tombak Naga.


Jing Yang memberi tanda pada Xue Bingyue menggunakannya agar jangan membekukannya terlebih dahulu, “Ikut aku, Yueyue. Bukankah tadi kapal itu merupakan kapal pribadi Topeng Tombak Naga? Dia sangat ceroboh karena melarikan diri dan meninggalkan kapal ini...”


Jing Yang mengecek semua dokumen yang jumlahnya tidak mencapai puluhan. Dokumen milik Topeng Tombak Naga berisi tentang wanita bernama Zhang Sue yang merupakan sosok yang bisa dibilang paling berpengaruh karena merupakan istri dari Walikota Jiyangma.


Dalam dokumen dijelaskan jika suami Zhang Sue berpura-pura mati. Sosok salah satu dari dua Iblis Kembar Mematikan yang bernama Ren Xin menyandera suami Zhang Sue. Kejadian yang sebenarnya adalah suami Zhang Sue menjual Zhang Sue kepada Ren Xin dengan jaminan dirinya tetap hidup.


Dan identitas dari Topeng Tombak Naga adalah Ren Xing, salah satu dari dua Iblis Kembar Mematikan. Jing Yang sendiri terkejut saat mengetahui sosok Ren Xing yang sangat membenci saudaranya sendiri, Ren Xin.


“Sepertinya masalah di Kota Jiyangma lebih rumit dari Rongma, Yangyang...” Xue Bingyue sendiri masih belum berpengalaman mengenai masalah tentang percintaan.


Tetapi Xue Bingyue bisa mengetahui jika Ren Xing sangat membenci Ren Xin. Dan yang menjadi pertanyaan Xue Bingyue adalah alasan Ren Xing membenci Ren Xin.


“Beberapa informasi hanya mengenai Zhang Sue dan tujuan Juan Fu. Apa tidak ada yang lain?” Jing Yang mengobrak-abrik sesuatu didalam kotak.


‘Setidaknya aku harus menemukan sesuatu yang lebih berharga-’ Jing Yang mengerutkan keningnya saat menemukan sebuah surat milik Topeng Tombak Naga.


Surat itu menjelaskan tentang Tang Mu dan Ho Xing yang berniat memberikan Pil Darah Iblis Murni kepada Ren Xin. Jing Yang bisa menebak jika salah satu orang yang dekat Tang Mu terlibat dalam masalah ini. Entah apa tujuannya, tetapi sosok Ren Xing seperti dimanipulasi.


“Pil Darah Iblis Murni...” Akhirnya Jing Yang membaca semua dokumen sebelum mengambil beberapa harta yang dimiliki Perompak Tombak Naga.


“Apa kau mencuri?” Xue Bingyue jongkok disamping Jing Yang sambil mengeledek.


“Aku tidak mencuri.” Jing Yang menggelengkan kepalanya sementara kedua tangannya sibuk mengambil beberapa perhiasan dan sejumlah uang.


“Lalu yang kau lakukan itu apa?” Xue Bingyue menghela nafas.


“Aku hanya mengambil barang curian penduduk Jiyangma, lalu akan mengembalikannya kepada mereka.” Jing Yang berdiri dan membersihkan kedua tangannya.

__ADS_1


Xue Bingyue diam dan mengikuti kemana Jing Yang berjalan. Keduanya menghancurkan barang bukti musnahnya Perompak Tombak Naga sebelum akhirnya Jing Yang memutuskan untuk memasuki Kota Jiyangma.


Setelah membakar seluruh mayat Perompak Tombak Naga atau membekukan kapal-kapal milik Perompak Tombak Naga dan menghancurkannya tanpa sisa, Jing Yang dan Xue Bingyue berjalan dengan santai diatas air.


Keduanya berjalan memasuki sebuah terowongan yang langsung menuju Kota Jiyangma. Jing Yang hanya mengikuti jalan yang diambil Topeng Tombak Naga karena dirinya telah menandai tubuh pria itu.


Banyak kapal yang bermuara didekat permukiman. Pasar diatas sungai baru pertama kali Jing Yang dan Xue Bingyue lihat, secepat mungkin keduanya segera membaur diantara orang-orang karena tidak ingin ada yang curiga.


Jing Yang dan Xue Bingyue melompat keatas salah satu kapal penjual pakaian, aksi Jing Yang dan Xue Bingyue tentu saja mendapatkan teguran dari si penjual pakaian tersebut.


“Apa yang kalian berdua lakukan diatas kapalku? Jika kalian ingin membeli pakaian, aku akan memaafkan tindakan kalian ini!” Penjual tersebut menatap Jing Yang dan Xue Bingyue dengan ekspresi marah.


“Hanya karena memiliki paras bangsawan dan seorang pendekar, kalian selalu saja seenaknya. Jika Nyonya Zhang tidak melindungi kami, kami semua sudah memutuskan untuk membunuh orang-orang seperti kalian walau nyawa kami sebagai taruhannya.” Penjual tersebut justru mengoceh tidak jelas.


“Maaf Paman, jika aku membuatmu marah. Kalau begitu aku akan membeli semua pakaian ini.” Jing Yang berkata pada si penjual, tetapi tatapan matanya terarah pada para penduduk kota yang memakai pakaian compang-camping tidak layak dipandang.


“Hmmm...” Xue Bingyue heran dengan ucapan Jing Yang.


Si penjual pakaian terkejut, “Kau ingin membeli semua pakaian ini? Apa kau memiliki uang? Semua barang daganganku ini seharga seratus ribu keping emas. Apakah kau mempunyainya?”


‘Bocah ini sebenarnya siapa? Tunggu sebentar, tadi dia terbang dan melompat bersama gadis kecil ini bukan? Apa mereka berdua seorang pendekar? Tetapi aku belum pernah melihat dua orang ini...’ Penjual itu mengamati Jing Yang dan Xue Bingyue dengan seksama sebelum mengambil kesimpulan.


“Sepertinya kalian bukanlah berasal dari Jiyangma. Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan mendatangi tempat terpencil seperti ini, tetapi aku hanya bisa menyarankan ini padamu bocah. Jika kau tidak ingin gadis kecilmu ini menderita, aku sarankan kau dan dia pergi dari kota ini.” Penjual pakaian mengambil uang yang diberikan Jing Yang dan tersenyum lebar sambil menghitungnya.


Jing Yang dan Xue Bingyue terdiam karena baru saja identitas mereka berdua diketahui oleh si penjual. Jing Yang tidak menyangka penjual tersebut sangat jeli.


Melihat Jing Yang dan Xue Bingyue menatapnya, akhirnya sang penjual pakaian menghela napas dan membawa kapalnya bermuara.


“Tenang saja, aku akan tutup mulut. Kalian berdua adalah pelangganku. Aku tidak akan mengkhianati pelangganku. Daripada itu, kau membeli semua daganganku ini untuk apa?” Penjual pakaian bertanya kepada Jing Yang.


Jing Yang menunjuk para penduduk Jiyangma yang miskin, selain mereka semua terlihat sangat kelaparan, mereka juga mengenakan pakaian yang tidak layak. Yang lebih parah Jing Yang heran karena permukiman penduduk disebelah kanan tidak terdapat orang-orang yang kelaparan dan kekurangan, sedangkan untuk permukiman penduduk yang justru sebaliknya.

__ADS_1


“Bocah, apa kau yakin? Penguasa Kota Jiyangma, Ren Xin sialan itu sengaja membuat kota ini menjadi seperti ini. Penduduk yang ada seberang adalah permukiman orang-orang miskin yang tidak dapat membayar pajak kepada Ren Xin sialan!”


Penjual pakaian terlihat geram saat memberitahu alasan yang sebenarnya terjadi di Kota Jiyangma. Jing Yang dan Xue Bingyue saling berpandangan, keduanya merasa akan mendapatkan berbagai informasi tentang Kota Jiyangma dari si penjual pakaian tersebut.


“Aku sendiri ingin membantu mereka semua, tetapi jika aku tidak bisa membayar pajak maka anak gadisku yang menjadi taruhannya. Istriku telah lama meninggal sebelum kota ini dikuasai oleh orang-orang dari Ma...” Penjual tersebut kembali mengoceh dan memejamkan matanya lama sebelum akhirnya menatap tajam Jing Yang.


“Kau pasti mengetahuinya bukan? Kota iji adalah wilayah Kekaisaran Jiang, tetapi karena lebih dekat dengan Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Yun, akhirnya para pejabat bodoh itu lepas tangan dengan yang terjadi di Jiyangma. Akses ke Jiyangma bisa dibilang sulit karena melewati jalur air. Selain itu hanya lewat Rongma untuk melewati jalur darat. Aku berharap jika orang-orang dari Ma memperlakukan kami dengan baik, tetapi justru sebaliknya. Tetapi orang Ma lebih baik dibandingkan orang-orang Jiang yang mengabaikan kami.” Penjual tersebut mengerutkan keningnya dan kembali berkata, “Dan kau ini sebenarnya siapa? Tergantung jawabanmu, aku akan membantumu.”


“Sebelum itu, bisakah kita saling memperkenalkan diri Paman?” Jing Yang mengulurkan tangannya dan penjual tersebut menjabatnya. Keduanya berkenalan dan saling memberitahu nama masing-masing.


Penjual pakaian itu bernama Lan Hai. Lan Hai telah berjualan di pasar apung selama beberapa tahun terakhir ini untuk menghidupi dirinya dan anaknya.


Saat Lan Hai mengetahui nama Jing Yang, ekspresi Lan Hai terlihat biasa saja seolah-olah tidak pernah mendengar nama Jing Yang sebelumnya.


“Jing Yang? Nama yang bagus. Dan gadis kecilmu ini bernama Xue Bingyue. Nama kalian sangat serasi.” Lan Hai mengelus dagunya dan tertawa.


“Baiklah, sebaiknya aku mengantar pakaian yang dipesan olehmu kesana.” Lan Hai mendayung kapalnya dan berlabuh di permukiman penduduk sebelah kiri.


Jing Yang dan Xue Bingyue melihat Lan Hai membagikan seluruh pakaian yang dibeli Jing Yang kepada penduduk yang kekurangan. Jing Yang mengeluarkan sejumlah uang dan membaginya sama rata kepada penduduk.


“Gunakan uang ini memperbaiki hidup kalian. Aku belum bisa membantu lebih jauh, tetapi tunggulah sebentar karena aku akan membebaskan kalian semua.” Jing Yang tersenyum pada penduduk dan mengepalkan tangannya erat.


Lan Hai mengerutkan keningnya, “Tadi aku akan mengatakan akan membantumu jika kau mengatakan tujuanmu bukan? Sekarang saatnya kau memberitahuku.”


Jing Yang menatap Lan Hai dalam waktu yang lama. Kemudian dia menatap Xue Bingyue menunggu reaksi Xue Bingyue. Sekitar lima detik, Xue Bingyue terdiam sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


“Aku hanya ingin menebus perbuatan para pendahuluku. Setidaknya ini yang bisa aku lakukan sebagai seorang Kaisar Jiang. Aku ingin mengenal orang-orangku.” Jing Yang mengatakan itu dengan santai.


“Kau bicara apa? Seorang Kaisar Jiang-” Suara Lan Hai tercekat. Matanya melebar menatap Jing Yang lama sebelum akhirnya berteriak tanpa sadar. Saat semua orang menoleh kearahnya, Lan Hai menggaruk kepalanya.


“Jadi kau yang dikatakan Su‘er? Aku mendengar jika kau telah membantai orang-orang dari Kekaisaran Ma yang beberapa minggu lalu menguasai Jiyangma.” Lan Hai memegang bahu Jing Yang dan menggoyangkannya.

__ADS_1


“Ikut aku. Sesuai perkataan Su‘er, mungkin orang yang menyelamatkan Jiyangma adalah dirimu. Tidak, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Jiyangma adalah dirimu.”Ucapan Lan Hai membuat Jing Yang dan Xue Bingyue tersentak kaget.


Sebelum keduanya berbicara, Lan Hai lebih dulu menarik tangan keduanya agar naik ke atas kapal.


__ADS_2