Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 173 - Racun Kalajengking Neraka


__ADS_3

Setelah membawa Jing Yang dan Xue Rong ke kediaman Kepala Desa Li, suasana Desa Api nampak suram terlebih bau amis menyengat dimana-mana.


“Ada apa? Kenapa daritadi kau diam?” Bing Hen memperhatikan Jing Yang, terlihat bocah itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Aku tidak mengerti, sampai kapan manusia saling membunuh seperti ini...” Jing Yang menggumam pelan kemudian memandang Bing Hen dan tersenyum, “Tampaknya keadaan disini sangat kacau.”


Bing Hen mengerutkan keningnya melihat ekspresi wajah Jing Yang, ‘Ada apa denganmu? Kenapa masih bisa tersenyum? Padahal saat kau melamun kau menunjukkan ekspresi sedihmu?’


Jing Yang mulai membantu Xue Rong mencaritahu penyebab luka yang dialami Kepala Desa Li. Setelah beberapa saat Xue Rong mengusap dahinya yang berkeringat tipis dan mendesah pelan.


Melihat keanggunan itu, Liang Fan dan Cao Ji menelan ludah. Keduanya merasa beruntung bisa melihat kecantikan Xue Rong dalam hidupnya.


“Ada apa dengan tatapan kalian? Berhenti melihatku! Menjijikkan!” Xue Rong dengan ekspresi merendahkan menegur Liang Fan dan Cao Ji.


Keduanya memucat wajahnya dan segera memalingkan wajah. Sedangkan Jing Yang menggelengkan kepalanya melihat sikap Xue Rong yang sangat berbeda saat ini.


“Kepala desa kalian kehabisan energi dan hampir mengalami lumpuh, tetapi masih diselamatkan karena beliau berhasil menutup luka dalamnya tepat waktu. Butuh waktu untuknya siuman.” Xue Rong menjelaskan kemudian mengajak Jing Yang keluar untuk membantu penduduk Desa Api.

__ADS_1


Sungguh ini merupakan sesuatu yang baru bagi Jing Yang melihat sisi lain Xue Rong yang begitu baik. Bahkan dalam beberapa jam saja gadis itu sudah akrab dengan penduduk Desa Api, begitu juga dengan kepolosan dan kebaikan hati Jing Yang yang memikat penduduk kota.


“Terimakasih gadis muda, kau sangat baik hati. Selain cantik, kau mau membantu kami.” Nenek tua tersenyum ramah pada Xue Rong yang membantu membuatkan teh.


Dengan berbagai sumber daya milik Jing Yang, Xue Rong membantu penduduk membuat teh hangat yang berkhasiat sekaligus makanan.


“Senior Rong, dibandingkan membantu kau terlihat seperti memberikan perintah pada mereka untuk melakukan ini itu...” Jing Yang yang dari tadi diam akhirnya menanggapi.


“Ini adalah salah satu keahlianku, Junior Yang. Bagaimana? Menakjubkan bukan?” Xue Rong dengan bangganya membanggakan dirinya.


Akhir-akhir ini Jing Yang terlihat seperti memendam sesuatu, namun terkadang bocah itu terlihat baik-baik saja. Xue Rong gagal memahami bentuk bahasa dan perubahan sikap Jing Yang dan lebih memilih diam.


Saat Jing Yang memperhatikan Xue Rong yang mengobrol dan menemani gadis cantik itu menyapa penduduk desa, Liang Fan dan Cao Ji datang dengan nafas tersengal-sengal.


“Kakak Xue! Kepala Desa Li... Kepala Desa Li...” Liang Fan dengan wajah yang panik kesulitan melanjutkan perkataannya.


“Kepala Desa Li sekarat, tubuhnya mengeluarkan hawa panas yang membuat kita tidak bisa mendekatinya. Bahkan mulutnya mengeluarkan cairan berwarna hitam!” Cao Ji menjelaskan tanpa pikir panjang.

__ADS_1


Jing Yang menatap Xue Rong, saat gadis itu menganggukkan kepalanya. Segera Jing Yang dan Xue Rong berlari menuju kediaman Kepala Desa Li untuk mengetahui kondisi keadaan kakek tua itu.


Sesampainya di kediaman Kepala Desa Li, Xue Rong mencoba memasuki ruangan dengan melepaskan hawa dingin yang besar, namun tetap saja gadis cantik itu tidak bisa menahan panas.


“Aku memiliki nadi khusus! Ini tidak mungkin!” Xue Rong tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi, namun berbeda dengan Jing Yang yang dengan santainya memasuki ruangan Kepala Desa Li.


Tubuhnya dibakar api, namun api itu terlihat seperti menyelimutinya bahkan diserap masuk kedalam tubuhnya. Yang lebih mengejutkan adalah hawa panas yang memenuhi ruangan berubah menjadi api yang berkobar dan keluar dari tubuh Kepala Desa Li.


Namun saat Jing Yang menyentuh perut Kepala Desa Li seketika api itu masuk kedalam tubuhnya dan Kepala Desa Li terbatuk-batuk.


“Racun Kalajengking Neraka...” Jing Yang bergumam pelan. Entah ingatan siapa yang tiba-tiba muncul didalam kepalanya. Dia memegang kepalanya dan tersenyum kecut.


‘Apa-apaan ini?! Apa ini takdir yang harus kulalui sebagai pemilik Tubuh Raja Neraka? Aku...’ Saat Jing Yang tenggelam dalam pikirannya yang kosong, pundaknya ditepuk Xue Rong dan membuat bocah itu tersentak kaget.


“Senior Rong...” Jing Yang menghela nafas panjang lalu berjalan keluar ruangan saat mata Kepala Desa Li terbuka sepenuhnya.


Liang Fan dan Cao Ji langsung menangis layaknya anak kecil, Xue Rong segera menyusul Jing Yang dan jujur dia mengagumi tindakan Jing Yang.

__ADS_1


__ADS_2